Beranda
>
Gagasan
>
Artikel
Pengertian Stealth Startup dan Pro Kontranya dalam Bisnis

24 May 2024
Banner-Article-Feb-8 (1).jpg

Banyak perusahaan startup yang muncul sebagai pendatang baru di dunia bisnis. Tidak sedikit pula dari perusahaan-perusahaan tersebut yang mempublikasikan brand untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas secara umum.

Namun, ada pula jenis perusahaan yang memilih untuk menjadi stealth startup. Cara ini sempat menjadi salah satu tren populer yang berkembang di dunia bisnis. Meski begitu, tidak semua orang menganggapnya sebagai salah satu strategi yang baik sehingga dalam prakteknya terjadi pro dan kontra.

Apa Itu Stealth Startup?

Stealth startup merupakan bisnis yang diluncurkan dengan tingkat kerahasiaan tertentu agar jauh dari perhatian publik. Biasanya, pendiri dan karyawan stealth startup akan menyembunyikan seluruh atau sebagian detail dari bisnisnya.

Dalam praktiknya, perusahaan seperti ini tidak akan membuat rilis pers atau strategi marketing tertentu. Jika ada website atau halaman perusahaan, informasinya pun dibatasi atau bahkan disamarkan dengan nama lain.

Stealth startup sering kali ditemukan ketika melihat portofolio investor karena venture capital perlu mengungkapkan investasinya. Anda mungkin dapat menemukan perusahaan dengan detail yang hanya memiliki sedikit detail atau namanya tidak terdengar umum. 

Biasanya, stealth startup memperoleh investor melalui koneksi swasta dengan kesepakatan yang mungkin tidak diumumkan. Kemungkinan besar, bisnis yang dijalankannya pun adalah sekelompok kecil pelanggan yang didapatkan melalui referral atau cold email.

Alasan Menjadi Stealth Startup

Alih-alih muncul sebagai bisnis baru di tengah masyarakat, tentu ada alasan yang membuat bisnis memilih menjadi stealth startup di antaranya sebagai berikut.

1. Tidak menarik perhatian

Stealth startup akan menghindari perhatian dini sebelum peluncurannya secara publik. Hal ini biasanya sengaja dilakukan pada startup teknologi. Tujuannya adalah menyembunyikan keunikan dari para investor untuk menghindari sejumlah isu-isu yang mengganggu.

2. Mengejutkan kompetitor

Kemunculan selambat-lambatnya akan memberikan lebih sedikit waktu bagi para pesaing untuk merespons. Stealth startup akan berpotensi mendapatkan lebih banyak pendanaan sambil mengembangkan teknologi baru dengan adanya posisi yang aman di mata audiens.

3. Menjamin properti intelektual

Saat belum mendaftarkan merek dagang atau masih dalam tahap pengembangan produk, stealth startup merasa lebih aman atas teknologi mereka. Hal ini memberi anggapan bahwa keamanan teknologi yang digunakan atas produk mereka akan lebih aman.

Tantangan Bagi Stealth Startup

Meski mode stealth startup dilakukan secara sadar oleh perusahaan, pilihan ini tentunya juga akan menghadirkan tantangan yang sering kali menjadi nilai kontra berikut.

1. Product market fit yang lebih lama

Mendapatkan feedback dari pelanggan menjadi cara untuk merealisasikan product market fit. Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan dengan melibatkan survey pelanggan dan mendengarkan masukan serta komentar dari komunitas. Feedback tersebut lebih terbatas didapatkan jika sebuah perusahaan bergerak dalam stealth mode atau sembunyi-sembunyi.

2. Membatasi pilihan pendanaan

Tantangan terbesar dalam menjalankan stealth startup juga terkait dengan pendanaan. Jika belum mengungkapkan layanan atau produk secara publik, Anda mungkin kehilangan sebagian besar pasar investor. Hal ini biasanya juga memberi tekanan pada para founder untuk melakukan cara konvensional untuk mendapat pendanaan seperti pertemuan pribadi.

3. Lebih sulit mencari talent karyawan

Saat sebuah perusahaan mencari karyawan dengan identitas yang masih terbatas, para pencari kerja mungkin tidak tertarik untuk melamar. Seperti halnya anggapan dari pasar, akan lebih sulit membuktikan kredibilitas produk tanpa adanya branding yang mapan.

Tanpa alasan yang kuat, sebuah startup sebaiknya tidak memilih untuk berada dalam stealth mode. Bersikap terbuka atas perusahaan baru Anda justru dapat memungkinkan kemunculan berbagai saran, potensi investasi, hingga bakat dari talent yang berpotensi mengembangkan produk.

Sebagian jenis bisnis mungkin akan diuntungkan saat menjalankan stealth startup, terutama jika ide produk memang merupakan ide inovatif yang masih dalam tahap development, atau bisa diterapkan secara mudah oleh pesaing. Singkatnya, stealth startup yang independen mungkin akan berdampak positif, tetapi juga berisiko terutama di hadapan venture capital.

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-Feb-8 (1).jpg
Pengertian Stealth Startup dan Pro Kontranya dalam Bisnis
24 May 2024

Banyak perusahaan startup yang muncul sebagai pendatang baru di dunia bisnis. Tidak sedikit pula dari perusahaan-perusahaan tersebut yang mempublikasikan brand untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas secara umum.

Namun, ada pula jenis perusahaan yang memilih untuk menjadi stealth startup. Cara ini sempat menjadi salah satu tren populer yang berkembang di dunia bisnis. Meski begitu, tidak semua orang menganggapnya sebagai salah satu strategi yang baik sehingga dalam prakteknya terjadi pro dan kontra.

Apa Itu Stealth Startup?

Stealth startup merupakan bisnis yang diluncurkan dengan tingkat kerahasiaan tertentu agar jauh dari perhatian publik. Biasanya, pendiri dan karyawan stealth startup akan menyembunyikan seluruh atau sebagian detail dari bisnisnya.

Dalam praktiknya, perusahaan seperti ini tidak akan membuat rilis pers atau strategi marketing tertentu. Jika ada website atau halaman perusahaan, informasinya pun dibatasi atau bahkan disamarkan dengan nama lain.

Stealth startup sering kali ditemukan ketika melihat portofolio investor karena venture capital perlu mengungkapkan investasinya. Anda mungkin dapat menemukan perusahaan dengan detail yang hanya memiliki sedikit detail atau namanya tidak terdengar umum. 

Biasanya, stealth startup memperoleh investor melalui koneksi swasta dengan kesepakatan yang mungkin tidak diumumkan. Kemungkinan besar, bisnis yang dijalankannya pun adalah sekelompok kecil pelanggan yang didapatkan melalui referral atau cold email.

Alasan Menjadi Stealth Startup

Alih-alih muncul sebagai bisnis baru di tengah masyarakat, tentu ada alasan yang membuat bisnis memilih menjadi stealth startup di antaranya sebagai berikut.

1. Tidak menarik perhatian

Stealth startup akan menghindari perhatian dini sebelum peluncurannya secara publik. Hal ini biasanya sengaja dilakukan pada startup teknologi. Tujuannya adalah menyembunyikan keunikan dari para investor untuk menghindari sejumlah isu-isu yang mengganggu.

2. Mengejutkan kompetitor

Kemunculan selambat-lambatnya akan memberikan lebih sedikit waktu bagi para pesaing untuk merespons. Stealth startup akan berpotensi mendapatkan lebih banyak pendanaan sambil mengembangkan teknologi baru dengan adanya posisi yang aman di mata audiens.

3. Menjamin properti intelektual

Saat belum mendaftarkan merek dagang atau masih dalam tahap pengembangan produk, stealth startup merasa lebih aman atas teknologi mereka. Hal ini memberi anggapan bahwa keamanan teknologi yang digunakan atas produk mereka akan lebih aman.

Tantangan Bagi Stealth Startup

Meski mode stealth startup dilakukan secara sadar oleh perusahaan, pilihan ini tentunya juga akan menghadirkan tantangan yang sering kali menjadi nilai kontra berikut.

1. Product market fit yang lebih lama

Mendapatkan feedback dari pelanggan menjadi cara untuk merealisasikan product market fit. Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan dengan melibatkan survey pelanggan dan mendengarkan masukan serta komentar dari komunitas. Feedback tersebut lebih terbatas didapatkan jika sebuah perusahaan bergerak dalam stealth mode atau sembunyi-sembunyi.

2. Membatasi pilihan pendanaan

Tantangan terbesar dalam menjalankan stealth startup juga terkait dengan pendanaan. Jika belum mengungkapkan layanan atau produk secara publik, Anda mungkin kehilangan sebagian besar pasar investor. Hal ini biasanya juga memberi tekanan pada para founder untuk melakukan cara konvensional untuk mendapat pendanaan seperti pertemuan pribadi.

3. Lebih sulit mencari talent karyawan

Saat sebuah perusahaan mencari karyawan dengan identitas yang masih terbatas, para pencari kerja mungkin tidak tertarik untuk melamar. Seperti halnya anggapan dari pasar, akan lebih sulit membuktikan kredibilitas produk tanpa adanya branding yang mapan.

Tanpa alasan yang kuat, sebuah startup sebaiknya tidak memilih untuk berada dalam stealth mode. Bersikap terbuka atas perusahaan baru Anda justru dapat memungkinkan kemunculan berbagai saran, potensi investasi, hingga bakat dari talent yang berpotensi mengembangkan produk.

Sebagian jenis bisnis mungkin akan diuntungkan saat menjalankan stealth startup, terutama jika ide produk memang merupakan ide inovatif yang masih dalam tahap development, atau bisa diterapkan secara mudah oleh pesaing. Singkatnya, stealth startup yang independen mungkin akan berdampak positif, tetapi juga berisiko terutama di hadapan venture capital.

Banner-Article-Feb-6 (1).jpg
Pengertian Due Diligence, Jenis, dan Tujuannya
23 May 2024

Due diligence merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi yang kerap dipakai oleh sebuah bisnis, pemilik perusahaan, hingga investor. Istilah ini dipakai untuk melakukan pemeriksaan sebelum dua belah pihak bisnis mengambil keputusan. Proses ini memerlukan banyak pemeriksaan hingga ke akar bisnis.

Melakukan proses due diligence sangat penting supaya semua pihak tidak salah melangkah. Untuk mengetahui lebih dalam tentang proses due diligence dan tujuannya, simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Due Diligence

Due diligence adalah proses audit, investigasi, dan performance review yang dilakukan oleh pelaku bisnis dalam mencari data dan fakta atas sesuatu yang sedang dalam pertimbangan. Proses ini dilakukan oleh banyak pihak, mulai dari kuasa hukum, manajer finance, investor, dan pihak perusahaan.

Dalam dunia bisnis dan investasi, proses due diligence juga akan memeriksa laporan keuangan dari awal sampai periode terkini. Pihak-pihak yang memeriksa sebuah perusahaan juga akan melihat sistem rekrutmen karyawan sekaligus produk yang dibuat dan dipasarkan.

Proses due diligence juga bisa berbeda tergantung dari cara pendekatannya, ada pemeriksaan yang lunak dan ketat. Pemeriksaaan yang lunak menggunakan pendekatan kualitatif dan melihat dari aspek lain, seperti manajemen dan orang-orang di dalam perusahaan.

Di sisi lain, due diligence dengan proses yang lebih ketat hanya akan melihat dari angka dan data yang ditemukan. Pihak yang menguji akan menggunakan analisis fundamental untuk melihat kondisi keuangan dari sebuah perusahaan. Hal ini membuat manipulasi dalam pemberian data pun bisa sangat minim

Jenis-Jenis Due Diligence

Proses due diligence bisa dilihat dari tujuannya. Berikut jenis-jenis dari due diligence yang bisa dilakukan dalam bisnis.

1. Commercial due diligence

Proses ini akan mempertimbangkan target dan posisi perusahaan dalam pasar. Penguji pun akan melihat peluang pertumbuhan perusahaan dilihat dari banyak aspek. Sebut saja pasokan bahan baku, distribusi, penelitian dan pengembangan, serta karyawan yang ada di dalam perusahaan.

2. Legal due diligence

Pengujian ini memastikan perusahaan sudah memiliki semua yang dibutuhkan dalam aspek hukum. Proses ini juga  akan mengecek  proses legitimasi dan pendaftaran hak kekayaan intelektual yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Dengan begitu, semua pihak pun yakin bahwa perusahaan yang diaudit sudah didirikan dengan tepat hukum.

3. Financial due diligence

Proses pengujian keuangan akan melakukan audit pada sebuah perusahaan atas laporan keuangan dan pembukuannya. Hal ini akan memastikan bahwa tidak ada penyimpanan dalam segala jenis arus keuangan, baik yang masuk maupun keluar.

4. Tax due diligence

Proses ini dilakukan untuk melihat apakah perusahaan pernah menunggak pajak atau tidak membayar sesuai dengan keharusannya. Bukan hanya itu, pengujian ini juga bisa menilai posisi perusahaan supaya bisa mengurangi beban pajak di masa depan.

5. Environmental due diligence

Sekarang juga sudah banyak perusahaan yang diuji tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Pihak penguji akan melihat laporan dari perusahaan tentang riwayatnya terhadap limbah dan gas buang. Selain itu, perusahaan juga akan diminta pertanggungjawabannya atas kepatuhan terhadap standar lingkungan hidup di sekitarnya.

Tujuan Due Diligence

Melakukan pengecekan dan pengujian atas banyak aspek bisnis tentu saja akan memberikan keuntungan bagi perusahaan itu sendiri. Berikut tujuan melakukan proses due diligence.

1. Memeriksa legalitas dan status hukum

Perusahaan memiliki kewajiban kepada banyak pihak, salah satunya hukum yang berlaku. Dengan melakukan pemeriksaaan, Anda bisa melihat aspek-aspek hukum yang belum terpenuhi. Hal ini pun akan membantu Anda melakukan proses legalitas untuk membuat perusahaan bisa beroperasi dengan nyaman.

2. Meminimalkan kesalahan pelaporan

Mungkin saja ada pihak-pihak dalam perusahaan yang membuat pelaporan menyimpang. Dengan begitu, Anda bisa mengambil langkah terlebih dulu sebelum langkah bisnis yang lebih jauh.

3. Meyakinkan investor

Semua kekurangan bisa segera diatasi setelah mengetahuinya. Setelah diperbaiki, Anda bisa langsung melakukan negosiasi dengan calon investor. Calon investor pun akan lebih yakin berinvestasi pada perusahaan yang sudah taat pada hukum, laporan keuangan, target pasar, dan masyarakat yang lebih luas lagi.

Itu dia pengertian dan jenis-jenis dari due diligence. Mengingat proses due diligence juga menyentuh aspek keuangan dan finansial lainnya, ada baiknya Anda juga mengerti untuk menganalisis finansial dengan baik. Program Financial Analysis akan memberikan banyak wawasan dan insight baru terkait kebutuhan pelaporan dan analisis keuangan.

Banner-Article-May-10.jpg
Definisi Merger, Manfaat, Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya
23 May 2024

Merger adalah strategi bisnis yang sering digunakan oleh perusahaan untuk memperkuat posisi mereka di pasar.

Namun, apa sebenarnya yang mendorong perusahaan untuk melakukan merger? Apa manfaatnya bagi bisnis dan pemegang saham? 

Dalam artikel ini, mari kita kupas tuntas tentang merger, mulai dari pengertian, manfaat, jenis, hingga kelebihan dan kekurangannya!

Definisi Merger

Merger adalah proses di mana dua perusahaan atau lebih bergabung menjadi satu entitas hukum. 

Biasanya untuk tujuan memperkuat posisi pasar, meningkatkan efisiensi operasional, atau mencapai sinergi bisnis. Kedua perusahaan yang bergabung biasanya memiliki ukuran dan skala operasi yang relatif sama. 

Manfaat Merger

Perusahaan memilih untuk melakukan merger karena berbagai alasan, mulai dari keinginan untuk meningkatkan efisiensi hingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Berikut adalah beberapa manfaat mengapa merger dilakukan:

  1. Lebih banyak sumber daya: Dengan merger, perusahaan baru memiliki lebih banyak sumber daya seperti karyawan, fasilitas, dan modal.
  2. Keuntungan bagi pemegang saham: Pemegang saham dari perusahaan yang bergabung biasanya mendapatkan saham di perusahaan baru sehingga menguntungkan mereka.
  3. Masuk ke pasar baru atau menambah produk/layanan: Merger memungkinkan perusahaan untuk memasuki pasar baru atau menambah lebih banyak produk dan layanan.
  4. Mengurangi beban pajak: Merger bisa membantu perusahaan mengurangi beban pajak, jika salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kerugian pajak.
  5. Mengurangi persaingan: Dengan merger, persaingan antara dua perusahaan berkurang karena menjadi satu perusahaan.
  6. Mendapatkan aset lebih cepat: Merger memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan aset dari perusahaan lain.
  7. Pengelolaan sumber daya yang lebih baik: Dengan merger, perusahaan bisa mengelola sumber daya dengan lebih efisien sehingga mengurangi biaya.

Jenis-jenis Merger

Berikut adalah jenis-jenis merger:

1. Horizontal Merger

Horizontal merger adalah ketika dua perusahaan yang berada di industri yang sama bergabung. Biasanya, perusahaan ini merupakan pesaing yang menawarkan produk atau jasa serupa. 

Dengan bergabung, perusahaan dapat menjadi lebih besar dan mendapatkan lebih banyak pelanggan. Ketika dua perusahaan ini bergabung, mereka menggabungkan semua pelanggan dan sumber daya mereka.

Misalnya, jika Coca-Cola dan Pepsi bergabung, mereka akan menjadi perusahaan minuman terbesar karena mereka adalah dua produsen minuman ringan terbesar. 

Dengan bergabung, mereka dapat menggabungkan proses produksi atau distribusisehingga menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi.

2. Vertical Merger

Vertical merger adalah ketika dua perusahaan yang memproduksi barang atau layanan yang berbeda bekerja sama untuk membuat satu produk.

Biasanya, perusahaan-perusahaan ini tidak bersaing satu sama lain, tetapi saling mendukung dalam proses produksi untuk menghasilkan produk akhir.

Alasan utamanya adalah untuk menciptakan "sinergi," yaitu ketika dua perusahaan yang bergabung menghasilkan nilai yang lebih besar dibandingkan jika mereka beroperasi secara terpisah. 

Sinergi dapat terjadi ketika perusahaan-perusahaan ini dapat berbagi sumber daya, mengurangi biaya, dan meningkatkan efisiensi dengan bergabung.

Contoh dari vertical merger adalah jika perusahaan mobil bergabung dengan pemasok suku cadang. Dengan bergabung, perusahaan mobil bisa mendapatkan harga yang lebih baik untuk suku cadang karena mereka memiliki kontrol langsung atas pemasoknya. 

Selain itu, perusahaan mobil dapat mengendalikan kualitas dan produksi suku cadang dengan lebih baik. Di sisi lain, pemasok suku cadang mendapatkan keuntungan karena mereka memiliki pelanggan tetap.

3. Market Extension Merger

Market extension merger terjadi ketika dua perusahaan yang menjual produk yang sama tetapi berada di pasar yang berbeda bergabung. 

Tujuan utama dari merger ini adalah untuk memperluas jangkauan pasar dan mendapatkan akses ke lebih banyak pelanggan. Contohnya, ketika sebuah bank besar membeli bank yang lebih kecil di kota lain.

Misalnya RBC Centura, bank besar yang beroperasi di berbagai tempat di Amerika Serikat mengakuisisi Eagle Bancshares sebuah bank yang lebih kecil yang berlokasi di Atlanta, Georgia.

Dengan membeli Eagle Bancshares, RBC Centura bisa mulai beroperasi di kota Atlanta dan mendapatkan akses ke semua pelanggan dan aset yang dimiliki Eagle Bancshares. 

Karena Eagle Bancshares adalah bank lokal yang memiliki banyak nasabah, RBC Centura mendapat manfaat dari ekspansi ini dengan mendapatkan lebih banyak pelanggan dan memperkuat kehadiran mereka di Amerika Serikat.

4. Product Extension Merger

Product extension merger terjadi saat dua perusahaan yang menjual produk yang mirip atau saling berkaitan bergabung menjadi satu. Mereka biasanya beroperasi di bidang yang sama, tetapi memiliki lini produk yang berbeda. 

Saat bergabung, mereka menawarkan lebih banyak produk kepada pelanggan sehingga bisa menarik lebih banyak pelanggan dan mendapatkan lebih banyak keuntungan.

Misalnya, Broadcom (perusahaan yang membuat perangkat Bluetooth) membeli Mobilink Telecom Inc. (perusahaan yang membuat desain untuk ponsel dengan teknologi GSM).

Dengan bergabungnya Broadcom dan Mobilink, mereka bisa menawarkan produk Bluetooth dan juga teknologi untuk ponsel seluler. 

5. Conglomerate Merger

Conglomerate merger terjadi ketika dua perusahaan yang terlibat dalam bisnis berbeda memutuskan untuk bergabung. Keduanya tidak memiliki kesamaan dalam hal produk, layanan, atau industri tempat mereka beroperasi. 

Ada dua jenis conglomerate merger, yaitu:

  • Konglomerat Murni: Perusahaan yang bergabung benar-benar tidak punya kesamaan bisnis.
  • Konglomerat Campuran: Perusahaan yang bergabung punya sedikit kesamaan atau ingin memperluas produk atau pasar.

Contoh conglomerate merger adalah ketika produsen sepatu bergabung dengan perusahaan minuman ringan. Mereka berasal dari industri yang berbeda, tetapi memutuskan untuk bergabung untuk menjadi lebih besar. 

Contoh lainnya adalah ketika Walt Disney Company, yang terkenal dengan film dan taman hiburan, bergabung dengan American Broadcasting Company (ABC), yang fokus pada penyiaran televisi.

Kelebihan dan Kekurangan Merger

Merger bisa menjadi cara efektif bagi perusahaan untuk tumbuh dan memperluas bisnis. Dengan melakukan merger, perusahaan dapat meningkatkan pangsa pasar dan mengurangi biaya. 

Namun, keputusan untuk merger juga memerlukan pertimbangan matang karena ada risiko dan tantangan yang perlu diatasi.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan merger:

Kelebihan merger

  1. Meningkatkan market share: Ketika perusahaan bergabung, perusahaan baru memiliki pangsa pasar yang lebih besar dan lebih unggul dalam persaingan.
  2. Mengurangi biaya operasional: Perusahaan yang bergabung bisa menghemat biaya. Misalnya, mereka bisa membeli bahan baku dalam jumlah besar dengan harga lebih murah. 
  3. Menghindari duplikasi: Jika dua perusahaan membuat produk yang sama, mereka bisa bergabung untuk menghindari melakukan hal yang sama secara terpisah. 
  4. Perluasan bisnis: Merger bisa membantu perusahaan untuk memperluas bisnis ke wilayah baru. 
  5. Mencegah kebangkrutan: Merger bisa menyelamatkan perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan, menghindari penutupan bisnis, dan memertahankan lapangan pekerjaan.

Kekurangan merger

  1. Kenaikan harga: Merger dapat mengurangi persaingan, memungkinkan perusahaan baru menaikkan harga produk atau layanan mereka karena monopoli.
  2. Masalah komunikasi: Perusahaan yang bergabung mungkin memiliki budaya yang berbeda yang dapat menyebabkan miskomunikasi dan memengaruhi kinerja karyawan.
  3. Pengangguran: Dalam melakukan merger, perusahaan mungkin menghapus aset yang tidak menguntungkan sehingga menyebabkan beberapa karyawan kehilangan pekerjaan.
  4. Sulit mencapai ekonomi skala: Jika perusahaan yang bergabung tidak memiliki banyak kesamaan, sulit untuk mencapai sinergi dan ekonomi skala.

Merger adalah strategi bisnis yang sering digunakan perusahaan untuk memperkuat posisi pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan mencapai berbagai sinergi. Melalui merger, perusahaan dapat meraih lebih banyak sumber daya, memperluas jangkauan bisnis, dan mengurangi persaingan. 

Namun, merger juga memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan, seperti komunikasi, kemungkinan kenaikan harga, dan pengangguran akibat pengurangan aset.

Ingin mempelajari lebih dalam tentang merger dan bisnis? Gabung kelas Strategic Alliances in Business sekarang!