Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Artikel

Banner-Article-Juni-No.8.jpg
Time Value of Money: Arti, Manfaat, Konsep, Rumus, Contoh, dan Kapan Digunakan
14 June 2024

Dengan uang Rp200 ribu dahulu Anda dapat berbelanja lebih banyak barang dibandingkan saat ini. Situasi tersebut adalah contoh time value of money.

Situasi tersebut terjadi karena nilai uang yang Anda miliki sekarang dapat berubah atau bahkan berkurang di masa depan. Salah satu cara untuk mengatasi perubahan tersebut adalah dengan investasi jangka panjang.

Maka dari itu, dalam artikel ini Anda harus mempelajari secara lengkap mengenai time value of money dari ragam konsep hingga rumus perhitungannya.

Pengertian Time Value of Money

Time value of money adalah konsep keuangan di mana nilai uang saat ini dapat berkurang di masa depan. Berkurangnya nilai tersebut diakibatkan oleh waktu, fluktuasi bunga bank, hingga inflasi.

Investopedia menggambarkan konsep ini dengan contoh kasus berikut. Apabila Anda ditawarkan menerima uang Rp5 juta saat ini atau dua tahun lagi, ada baiknya uang tersebut diterima sekarang.

Meskipun pada dua tahun ke depan Rp5 juta itu tidak berubah secara jumlah, tapi nilai serta barang yang dapat dibelinya sudah menurun. Hal tersebut diakibatkan oleh faktor-faktor yang telah disebutkan di atas.

Maka dari itu dengan menerima Rp5 juta tersebut sekarang, Anda dapat meningkatkan nilainya dengan berinvestasi. Dengan begitu, Anda akan menerima uang tambahan hasil dari investasi tersebut.

Manfaat Time Value of Money

Mungkin Anda berpikir bahwa time value of money adalah hal buruk, tapi tidak selamanya begitu. Berikut adalah beberapa cara memanfaatkan hal tersebut:

  • Menjadi panduan untuk menentukan jumlah investasi.
  • Mengetahui kapan Anda harus menggunakan uang dan untuk apa.
  • Mengetahui instrumen investasi apa yang menguntungkan di masa depan.
  • Membantu Anda memilih produk tabungan yang tepat, misalnya deposito.
  • Memperhitungkan uang yang akan Anda miliki di masa depan dengan rencana keuangan.
  • Berkaitan dengan bisnis, Anda dapat menghitung anggaran produksi dan inovasi.
  • Menghitung peluang profit Anda di masa depan.

Konsep Time Value of Money

Dirangkum dari MasterClass, berdasarkan perubahan waktu dan cara melihat nilai uang, ada tiga konsep time value of money adalah: 

  1. Present value

Present value adalah jumlah uang yang Anda butuhkan saat ini untuk diinvestasikan demi mendapatkan keuntungan tertentu di masa depan. Secara singkat nilai uang saat ini. Jumlah tersebut juga berfungsi sebagai patokan dan besaran bunga yang Anda akan terima setelah investasi.

  1. Future value

Future value adalah prediksi jumlah keuntungan yang akan Anda dapatkan berdasarkan suku bunga dan durasi tertentu. Secara singkat nilai uang di masa depan. Misalkan, berdasarkan present value, Anda menginvestasikan Rp100 juta. Dengan perhitungan suku bunga tinggi, maka Anda akan mendapatkan keuntungan/future value yang semakin besar.

  1. Annuity

Annuity atau anuitas adalah pendapatan tambahan yang Anda terima secara konsisten dalam rentang waktu tertentu. Contohnya, jika Anda memiliki usaha kos-kosan, setiap bulannya Anda akan menerima anuitas berupa uang sewa.

Rumus dan Contoh Time Value of Money

Untuk menghitung time value of money Anda dapat menghitungnya berdasarkan masing-masing konsepnya. Sebelumnya, Anda harus memahami beberapa istilah berikut:

  • FV = future value/nilai uang masa depan
  • PV = present value/nilai uang saat ini
  • r = interest rate/tingkat suku bunga
  • n = jangka waktu

Setelah paham istilah, berikut adalah rumus dan contoh perhitungannya, mengutip BankRate:

Rumus dan contoh perhitungan present value (PV)

Rumus present value adalah PV = FV / (1 + r)ⁿ.

Contoh perhitungan PV: Anda memiliki target tabungan sebesar Rp25.000.000 dalam waktu 3 tahun. Anda memutuskan untuk membuat rekening deposito dengan suku bunga 10% setiap tahunnya. Berdasarkan rumus di atas, perhitungannya:

PV = 25.000.000 / (1 + 10%)3

PV = 25.000.000 / 1,331

PV atau uang yang Anda harus persiapkan sekarang = Rp18.782.870

Rumus dan contoh perhitungan future value (FV)

Rumusnya adalah FV = PV x (1 + r)ⁿ.

Contoh perhitungan future value: apabila Anda menabung deposito di bank sebesar Rp15.000.000 dengan suku bunga sebesar 10% setiap tahunnya. Anda memiliki rencana untuk menyimpannya selama 3 tahun.

FV tahun pertama: 15.000.000 x (1+0,10) = 15.000.000 x 1,10 = Rp16.500.000

FV tahun kedua: 16.500.000 x 1,10 = Rp18.150.000

FV tahun ketiga: 18.150.000 x 1,10 = Rp19.965.000

Dengan perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa total keuntungan yang Anda dapatkan dalam tiga tahun adalah Rp4.965.000.

 

Kapan Perhitungan Time Value of Money Sebaiknya Digunakan?

Kami menyarankan Anda untuk menggunakan perhitungan time value of money pada beberapa situasi berikut:

  • Saat sedang mempertimbangkan ingin membeli atau menyewa rumah, serta besaran yang dibutuhkan antara keduanya.

  • Saat menghitung besaran premi asuransi yang ingin Anda ambil dan jumlah investasinya.

  • Saat memulai investasi, termasuk memilih instrumen, besaran investasi awal, hingga jangka waktu investasi.

  • Saat sedang mempertimbangkan membeli mobil, motor, serta barang berharga lain.

  • Saat sedang mempertimbangkan untuk membayar utang/kredit atau investasi terlebih dahulu dengan bonus tahunan.

  • Saat perusahaan Anda ingin mengakuisisi perusahaan yang lebih kecil.

  • Saat perusahaan Anda ingin membeli peralatan baru untuk produksi.

Dengan memahami time value of money, Anda dapat memperkirakan keuntungan uang yang Anda miliki saat ini jika diinvestasikan dengan benar.

Ingin pelajari lebih jauh soal time value of money dan bagaimana cara memanfaatkannya untuk keuntungan masa depan?


Bergabunglah dengan short program kami dan belajar dari ahlinya dengan klik di sini sekarang!

Banner-Article-Juni-No.7.jpg
Upskilling: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat Program, dan Contoh Programnya
13 June 2024

Upskilling adalah salah satu cara memenuhi target serta kebutuhan perusahaan. Usaha tersebut berbentuk skill dan pengalaman baru yang dapat membantu mereka dalam menyelesaikan pekerjaan.

Upskilling juga bisa jadi program yang dibentuk oleh perusahaan untuk membantu karyawannya. Ketahui lebih banyak soal upskilling, cara membuat programnya, hingga rekomendasi programnya di bawah ini.

Pengertian Upskilling

Upskilling adalah strategi pengembangan skill profesional untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja karyawan. Menurut Oracle, dalam program ini perusahaan akan menargetkan beberapa hal seperti menambah skill baru sesuai pekerjaan, mengembangkan skill yang telah dimiliki pegawai, hingga mengubah cara kerja karyawan untuk meningkatkan efektivitas.

Dengan menambah kemampuan baru, karyawan dapat menambah portofolio mereka dan perusahaan dapat memastikan target baru mereka tercapai. Perusahaan biasanya menganggap upskilling sebagai investasi, karena hasilnya akan membantu perusahaan semakin maju.

Manfaat Upskilling

Manfaat upskilling tidak hanya dirasakan oleh karyawan, tapi juga perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaatnya, melansir FDM Group:

  1. Menyesuaikan kebutuhan pasar

Upskilling adalah strategi tepat ketika perusahaan mau menghadapi perubahan dan kebutuhan bisnis. Karyawan juga mendapatkan kesempatan untuk memperkaya portofolio mereka.

  1. Kesempatan untuk menguasai teknologi baru

Perubahan kebutuhan pasar tidak hanya disebabkan oleh konsumen dan ekonomi, tapi juga perkembangan teknologi. Mulai dari Artificial Intelligence (AI), automasi, hingga ragam tools untuk kebutuhan bisnis. 

Karyawan dapat menambah kemampuan mereka untuk menguasai teknologi baru tersebut. Perusahaan pun dapat mengadopsi penggunaan tools tersebut untuk mencapai target.

  1. Membentuk tim yang solid dan efektif

Karyawan yang berkembang akan membuat tim semakin paham dengan peran satu sama lain. Tim akan lebih solid dan efektif dalam menyelesai sebuah proyek atau masalah. Mereka juga berpotensi saling belajar dan mengawasi kinerja satu sama lain.

  1. Memaksimalkan waktu dan sumber daya

Dengan meningkatkan dan menambah kemampuan karyawan, perusahaan tak perlu repot untuk mencari talenta baru. Dengan memiliki karyawan yang sudah lama bekerja dalam perusahaan, Anda tidak perlu repot lagi melakukan pelatihan ulang terkait nilai-nilai internal perusahaan.

  1. Meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja

Dalam sebuah perusahaan, karyawan tentunya punya harapan dan target yang mau dicapai. Tidak hanya menambah pengalaman kerja, mereka juga ingin punya kemampuan baru agar “nilai jual” mereka meningkat. Dengan upskilling yang disediakan perusahaan, produktivitas akan meningkat dan kepuasan kerja mereka juga bertambah.

  1. Mendukung kesuksesan perusahaan

Tentunya dengan karyawan yang berkembang, mereka akan dapat menyelesaikan masalah atau proyek yang lebih kompleks lagi. Perusahaan juga memiliki target baru untuk dicapai dengan keuntungan yang lebih besar.

  1. Nilai jual perusahaan di mata pencari kerja

Terakhir adalah saat perusahaan membuka lowongan kerja baru, tentu program upskilling dapat menjadi salah satu benefit yang ditawarkan. Pencari kerja sekarang banyak yang mencari kesempatan untuk menambah pengalaman dan pengembangan kemampuan selama bekerja dalam satu perusahaan.

Cara Membangun Program Upskilling

Pastikan Anda memiliki rencana dan program yang matang serta sesuai kebutuhan karyawan juga bisnis. Merangkum Betterworks, berikut beberapa cara membangun program upskilling yang tepat:

  1. Identifikasi skill yang telah dimiliki karyawan

Untuk mengetahui program upskilling seperti apa yang akan dijalankan, pastikan dulu Anda mengenali apa saja kemampuan yang telah karyawan miliki. Identifikasi juga aspirasi mereka serta skill apa yang ingin dipelajari.

  1. Analisis jenis kemampuan yang dibutuhkan pasar

Identifikasi skill apa yang sedang ramai di kompetitor atau pasar secara umum. Dengan begitu, Anda dapat memetakan kemampuan apa saja yang perusahaan butuhkan. Setelah itu cocokkan kebutuhan tersebut dengan profil karyawan.

  1. Buat target yang sejalan dengan bisnis

Target bisnis dapat ditentukan melalui:

  • riset pasar
  • analisis kompetitor
  • perubahan dalam industri
  1. Awasi kebutuhan baru yang muncul

Hal ini berarti perusahaan harus dapat mengantisipasi masalah dan kebutuhan baru yang muncul saat program upskilling berlangsung. Pastikan program terus diperbarui dan target bisnis fleksibel. Anda juga harus menetapkan timeline atau durasi program yang fleksibel.

  1. Ketahui tipe upskilling yang dibutuhkan

Secara umum ada dua tipe upskilling yang dapat Anda buat, antara lain:

  1. Program upskilling internal

Tipe upskilling ini biasanya memanfaatkan para pegawai senior dan berpengalaman dalam perusahaan. Jadi perusahaan tidak perlu menggunakan jasa eksternal yang membutuhkan pengeluaran ekstra.

  1. Program upskilling eksternal

Tipe program ini biasanya butuh budget atau tambahan biaya karena harus menggunakan jasa eksternal. Anda juga dapat melakukan kerja sama antarbisnis yang saling menguntungkan.

  1. Analisis peluang karyawan berganti peran

Seperti yang telah dipaparkan, upskilling membantu karyawan untuk menambah dan mengembangkan kemampuan baru. Dengan begitu, program ini dapat memunculkan potensi peran baru atau perubahan peran karyawan. 

Anda dapat memastikan apakah karyawan tersebut pantas mendapatkan promosi setelah program upskilling selesai.

  1. Lakukan check-in dan pastikan program berjalan sesuai tujuan

Check-in dapat dilakukan satu kali per minggu atau satu kali per dua minggu. Pastikan setiap check-in, ada target yang tercapai. Pastikan juga Anda menanyakan masukan dan pendapat dari karyawan terkait programnya.

Contoh Program Upskilling

Ada banyak program upskilling yang dapat diikuti oleh karyawan. Tergantung kebutuhan, Anda dapat memilih program berjangka panjang atau pendek.

Apabila Anda membutuhkan program pengembangan skill yang spesifik dan singkat, maka Program Pelatihan Singkat (Short Programs) dari prasmul-eli dapat jadi solusi terbaik!

Dalam short programs ini, karyawan dapat mengembangkan kemampuan yang berpengaruh pada strategi bisnis perusahaan.

Program ini menghadirkan ahli langsung dari bidangnya. Jika tertarik, Anda bisa klik di sini untuk memahami dan mengikuti programnya.

Itulah penjelasan soal upskilling yang dapat membantu karyawan meningkatkan produktivitas dan hasil kerja mereka.

Perusahaan dapat menyediakan program upskilling sesuai dengan kebutuhan bisnis dan karyawan. Salah satu program yang dapat dipilih adalah short programs dari prasmul-eli.


Klik di sini untuk memahami dan mengikuti programnya.

Banner-Article-Juni-No.6.jpg
Apa Itu Inventaris: Jenis, Contoh, Tujuan, Tantangan, dan Cara Mengelola
12 June 2024

Inventaris adalah salah satu bentuk aset yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki produk untuk diproduksi dan dijual. Pengelolaan inventaris pun tak sembarangan, karena akan memengaruhi jumlah penjualan.

Inventaris juga punya beragam bentuk dan jenis, tergantung industri yang dijalani oleh perusahaan. Maka dari itu, kenali apa itu inventaris hingga cara mengelola di artikel ini!

Apa Itu Inventaris?

Inventaris adalah materi atau bahan baku pembuatan sebuah produk. Kadang, menurut Investopedia, inventaris pun bisa menjadi produk utama yang dijual. Inventaris harus tercatat dengan rapi dan detail dalam pembukuan perusahaan.

Proses pengelolaan inventaris yang benar akan membantu perusahaan menghemat biaya operasional serta produksi. Berikut, kami jelaskan tujuan, manfaat, tantangan, dan cara mengelola inventaris perusahaan.

Tujuan Mengelola Inventaris

Tidak hanya untuk memastikan perusahaan punya materi untuk produksi, berikut adalah beberapa tujuan mengelola inventaris, dirangkum dari Easyecom:

  1. Memastikan jumlah barang cukup untuk produksi dan dijual.
  2. Menghindari salah hitung.
  3. Memaksimalkan durasi produksi.
  4. Mengoptimalkan budget dan rencana bisnis.
  5. Memastikan akurasi barang yang dibeli konsumen.

Manfaat Mengelola Inventaris

Setelah tahu tujuannya, Anda juga harus memahami manfaat dari pengelolaan inventaris dengan benar:

  1. Lebih hemat

Selama proses mengelola inventaris, Anda pasti belajar juga soal harga-harga dan stok barang yang tersedia. Dengan mengetahui hal tersebut, Anda dapat menghitung stok yang tersedia pada beberapa titik lokasi. Dengan begitu, perusahaan hanya perlu memesan barang sekali dan menyebar stoknya ke beberapa lokasi. Hal tersebut akan membantu perusahaan menghemat biaya pengiriman dan operasional.

  1. Meningkatkan kualitas cash flow

Dengan memotong biaya operasional, cash flow perusahaan tentunya akan semakin baik. Terlebih saat penjualan terus berulang dan menambah pendapatan serta keuntungan.

  1. Konsumen jadi puas dan setia

Dengan memiliki stok di beberapa titik lokasi atau gudang, Anda dapat mempercepat proses pengiriman produk pada konsumen. Tentunya sambil menjaga kualitas produk atau barang yang dipesan. Pelanggan pun akan semakin setia.

  1. Automasi tugas-tugas di gudang

Pengelolaan inventaris dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi. Hal tersebut akan membuat banyak proses pengelolaan jadi terautomasi. Dengan begitu, pekerja dapat fokus mengerjakan hal lain dan produksi berjalan lebih efektif.

  1. Meningkatkan kinerja pekerja

Dengan proses automasi, pekerja punya cakupan kerja yang lebih terfokus. Mereka akan punya lebih banyak waktu untuk menyelesaikan kewajiban utama. Selain itu, produktivitas dan efektivitas produksi akan meningkat.

Tantangan Mengelola Inventaris

Mengutip NetSuite, berikut adalah beberapa tantangan dalam mengelola inventaris:

  1. Memastikan angka inventaris akurat.
  2. Tanpa bantuan automasi, proses manual akan memakan waktu lama.
  3. Kebutuhan konsumen yang berubah membuat inventaris harus diperbarui.
  4. Memaksimalkan gudang agar inventaris tertata rapi serta produk tetap berjalan.

Jenis dan Contoh Inventaris

  1. Bahan mentah/baku

Sesuai namanya, barang-barang dalam jenis inventaris ini adalah bahan utama untuk membuat sebuah produk. Contohnya:

  • tepung dan telur untuk membuat roti
  • biji kopi dan filter kopi untuk membuat kopi
  • beras, telur, minyak, bawang-bawangan, daging untuk warung atau restoran
  1. Barang yang masih dalam produksi

Biasanya ada inventaris khusus untuk memastikan barang belum selesai diproduksi. Nantinya, proses produksi barang akan dilanjutkan untuk jadi produk baru. Contohnya:

  • Adonan kue yang disimpan semalaman agar mengembang.
  • Casing, mesin, dan komponen lain untuk membuat HP.
  1. Barang jadi/produk siap jual

Jenis inventaris ini terdiri dari barang-barang jadi dan siap jual. Jadi tak perlu proses produksi atau telah melewatinya. Contoh:

  • inventaris tisu
  • inventaris susu
  • inventaris HP baru
  • inventaris motor baru
  1. Komponen

Jenis inventaris ini juga jadi barang yang dijual oleh perusahaan. Contohnya:

  • Mesin, body, jok, roda, velg, knalpot, rantai, dan lampu untuk produksi motor.
  1. Alat operasional dan perawatan/perbaikan

Untuk inventaris ini biasanya disimpan pada gudang yang sama dengan tempat produksi. Semua alat yang harus dipakai atau digunakan oleh pekerja untuk menjalankan produksi, contohnya:

  • ragam mesin produksi
  • sarung tangan
  • masker 
  • helm proyek
  • alat kebersihan
  1. Material packaging

Sesuai dengan namanya, ada inventaris khusus untuk bahan-bahan membungkus produk. Contohnya:

  • bubble wrap
  • plastik pembungkus
  • kertas pembungkus
  • kotak pembungkus
  1. Inventaris untuk barang isi ulang

Inventaris ini biasanya dibutuhkan di restoran atau rumah sakit, sebab harus siap sedia untuk diisi ulang ketika habis. Contohnya:

  • tisu
  • sabun cuci piring
  • tusuk gigi
  • hand sanitizer
  • masker dan sarung tangan sekali pakai
  1. Inventaris ekstra

Jenis inventaris ini disimpan untuk barang-barang yang sulit didapatkan di pasaran atau harganya fluktuatif. Jadi perusahaan akan membeli 2-3 produk sekaligus. Contohnya:

  • komponen mesin motor
  • bahan-bahan kimia
  • mesin khusus
  1. Inventaris transit

Barang-barang yang masuk dalam inventaris ini tidak akan bertahan lama dalam gudang. Sebab, barang-barang ini hanya menginap atau dititipkan sementara untuk dipindahkan lagi. Contoh:

  • Bengkel akan memesan komponen mesin langsung dari pabriknya, maka komponen tersebut akan dititipkan pada cabang atau toko milik pabrik agar dapat diambil nantinya.

  1. Inventaris cadangan

Bedanya dengan inventaris ekstra, untuk jenis inventaris ini barang yang disimpan sering dicari atau cepat habis. Jadi perusahaan akan membelinya dalam jumlah lebih banyak untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan konsumen ketika terjadi kelangkaan. Contohnya:

  • pasir kucing
  • ban luar motor
  • velg baru
  • kaca motor
  • jok motor
  • bahan baku kemasan
  1. Inventaris sisa/tidak terjual

Sesuai namanya, inventaris ini menyimpan barang-barang sisa dan tidak terjual. Biasanya juga barang yang sudah tidak musim. Contohnya:

  • pakaian musiman atau kolaborasi khusus
  • makanan atau minuman musiman
  • produk mandi dan kecantikan yang tidak habis terjual

Cara Mengelola Inventaris

  1. Memantau ketersediaan barang

Pertama tentunya Anda harus memantau jumlah barang dan stok dalam inventaris. Pastikan jumlahnya cukup untuk produksi. Buat takaran per minggu atau per bulan.

  1. Menggunakan inventaris online atau cloud-based

Saat ini inventaris dapat dikelola dan dipantau dengan sentuhan jari. Anda dapat bekerja sama dengan penyedia jasa inventaris online dan diakses melalui komputer atau HP.

  1. Perhitungan untuk inventaris isi ulang

Jika Anda bekerja dalam industri pelayanan, tentu perhitungan inventaris isi ulang akan sangat membantu. Buat perhitungan mingguan atau bahkan harian agar stok terjaga.

  1. Buat sistem batch

Untuk mendukung proses isi ulang atau restock, buat batch di mana Anda akan melakukan pembelian dalam jangka waktu tertentu. Anda juga dapat membagi barang apa saja yang dibeli di masing-masing batch.

  1. Pakai sistem barcode

Sistem barcode akan mempermudah Anda dalam menghitung stok dan ketersediaan barang.

Kemampuan mengelola inventaris dapat dikembangkan dengan belajar langsung dari para ahlinya. 
Anda dapat mengikuti short training program kami untuk belajar soal pengelolaan inventaris dengan klik di sini sekarang!

Banner-Article-May-19.jpg
Apa Itu Negosiasi? Ini Tujuan,Tahapan, dan Hal yang Perlu Diperhatikannya
04 June 2024

Istilah negosiasi pastinya sudah sering Anda dengar, tapi sebenarnya apa itu negosiasi? Bahkan, masih banyak orang yang belum memahami bahwa negosiasi membutuhkan keterampilan khusus. 

Negosiasi sendiri adalah proses komunikasi dua arah yang bertujuan mencapai kesepakatan bersama untuk berbagai macam kepentingan.

Merupakan salah satu bentuk diskusi, negosiasi biasanya dilakukan untuk mendapat sebuah kesepakatan. Oleh karena itu, biasanya negosiasi terdiri dari banyak pihak. Untuk mendapatkan kesepakatannya pun memang tidak mudah. 

Beberapa tahapan negosiasi wajib dilakukan untuk mencapainya. Selain itu beberapa faktor juga mempengaruhi proses negosiasi bisa berjalan lancar atau sebaliknya. Salah satunya adalah sikap kedua belah pihak yang bisa saja mempengaruhi hasil kesepakatan.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang negosiasi? Baca artikel ini untuk memahami tentang bagaimana negosiasi bisa menjadi salah satu keterampilan dasar dalam berbisnis!

Definisi Negosiasi

Negosiasi adalah istilah yang digunakan merujuk pada sebuah diskusi untuk memecahkan masalah. Dalam negosiasi sendiri penyelesaian masalah diharapkan dapat diterima kedua belah pihak.

Negosiasi melibatkan memberi dan mengambil. Dengan kata lain dalam proses negosiasi ada juga pihak yang perlu melakukan pengorbanan untuk meraih kesepakatan bersama yang terbaik untuk kedua belah pihak. 

Negosiasi bisa dilakukan dalam bisnis antara penjual dan pembeli, atasan dan juga karyawan, dan masih banyak lagi. Negosiasi adalah sebuah keadaan yang bisa kita lakukan setiap hari selama beraktivitas baik sadar maupun tidak.

Lalu sebenarnya, apa tujuan dari negosiasi? Tujuannya adalah sebagai sebuah proses diskusi untuk meraih kesepakatan. Tujuan negosiasi juga agar sesuatu bisa segera dilakukan dengan kesepakatan pihak-pihak terlibat.

Setelah mengetahui apa itu negosiasi, tentu Anda perlu tahu tahapan-tahapannya agar tidak salah langkah dalam mempraktikannya. 

Tahapan Negosiasi

Selain melibatkan pihak-pihak berkepentingan, tahapan-tahapan negosiasi juga perlu diketahui agar prosesnya lebih lancar dan sukses. Berikut ini adalah tahapan-tahapan negosiasi yang perlu Anda pahami:

  1. Persiapan

Sebelum memulai seperti apa itu bentuk negosiasi dilakukan, ada beberapa pertanyaan yang bisa membuat Anda lebih siap dalam mempersiapkan diri untuk negosiasi:

  • Apa yang ingin Anda dapatkan secara ideal?
  • Seperti apa ekspektasi realistis yang Anda inginkan? 
  • Apa kesepakatan yang siap Anda lakukan?
  • Apa yang akan terjadi apabila negosiasi gagal dilakukan? 

Dalam tahap persiapan negosiasi, Anda juga bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya. Mulai dari seperti orang yang akan diajak negosiasi hingga topik yang akan dibahas.

Melakukan tahap persiapan akan membantu negosiasi untuk lebih efektif. 

  1. Bertukar Informasi

Setelah melakukan persiapan, Anda siap melakukan negosiasi. Apabila lawan bicaramu cukup pintar, tentu ia juga telah mempersiapkan diri dalam proses negosiasi yang akan dihadapi. Pada tahap ini, kedua belah pihak akan mengutarakan keinginan yang diharapkan.

Perlu diingat, dalam negosiasi belum tentu seluruh keinginanmu dapat tercapai. Akan tetapi, proses negosiasi yang efektif justru memungkinkan pihak yang bernegosiasi memiliki ide lainnya. 

  1. Proses Bargaining

Saat kedua belah pihak masuk ke tahap argumentasi, disitulah dimulai proses perundingan atau disebut dengan bargaining. Dalam proses perundingan, kunci utamanya adalah mendengarkan pendapat lawan bicara serta menghindari membuat sikap meremehkan.

Perlu diketahui bahwa proses negosiasi itu tidak akan selalu berjalan mulus. Oleh karena itu, Anda perlu fokus terhadap solusi untuk kedua belah pihak tanpa membuat seakan-akan kepentingan Anda yang paling penting. 

  1. Kesepakatan

Saat kedua belah pihak sudah puas dengan hasil diskusi dan solusinya, ini adalah tahapan terakhir negosiasi yaitu menutup kesepakatan. Tahapan selanjutnya adalah menuangkan ide sebagai solusi, baik secara lisan maupun tulisan.

Ide atau solusi yang disepakati biasanya lebih baik karena sudah menguraikan posisi masing-masing pihak yang bernegosiasi. Selain itu, apabila salah satu pihak tidak mengikuti hasil kesepakatan, tentu dapat diberikan ketegasan. 

Hal yang Menentukan Saat Negosiasi

Sebagian orang mungkin memang adalah negosiator yang baik, tapi ada juga yang tidak. Untuk Anda yang masih belajar untuk melakukan negosiasi, berikut ini hal-hal yang menentukan negosiasi jadi lebih efektif: 

Sikap

Baik sikap Anda atau lawan bicara sangat menentukan proses negosiasi. Semua tahapan negosiasi didasari oleh sikap kedua belah pihak dalam menghadapi permasalahan yang membuat harus terjadi diskusi.

Namun, memang sikap ditentukan juga oleh kepribadian dan cara pandangnya. Fokuslah terhadap solusi akan permasalahan bersama agar diskusi lebih efektif tanpa harus ada argumentasi negatif.

Pengetahuan

Ada pentingnya melakukan persiapan saat ingin melakukan negosiasi, karena itu memberikan kita pengetahuan. Lalu pengetahuan seperti apa yang diperlukan? 

Beberapa diantaranya adalah pengetahuan akan pokok diskusi dan tujuan utama Anda sendiri melakukan negosiasi.

Keterampilan Interpersonal

Memiliki keterampilan interpersonal yang baik akan membuat negosiasi lebih efektif. Keterampilan interpersonal ini meliputi; komunikasi efektif, cara mendengarkan lawan bicara, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Keterampilan interpersonal ini bisa Anda pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya berlaku dalam negosiasi, tapi untuk hal-hal lain bisa membuat segala diskusi lebih efektif dan menyenangkan.

Ingin mempelajari lebih dalam seni negosiasi khususnya untuk bidang bisnis? Ikuti program pelatihan Applied Negotiation Technique dari prasmul-eli. Dalam program ini, Anda akan diajarkan cara bernegosiasi untuk meraih keuntungan penjualan dalam bisnis. 

Program diadakan selama dua hari dengan materi pembelajaran yang komprehensif dan dipandu oleh pengajar berpengalaman dalam komunikasi dan bisnis. Durasinya yang singkat, cocok untuk Anda yang ingin mengembangkan keterampilan tanpa mengganggu kegiatan. 

Tunggu apa lagi, daftarkan diri Anda untuk ikut programnya di link ini!

Banner-Article-Juni-No.1.jpg
Strategi Penetapan Harga: Definisi, Tujuan, Faktor, dan Cara Melakukannya
06 June 2024

Untuk membuat sebuah strategi penetapan harga, Anda perlu melakukan riset, pertimbangan, dan perhitungan yang mendalam.

Anda tidak dapat menentukan harga hanya berdasarkan keinginan atau kebutuhan perusahaan. Terdapat berbagai faktor penting dan cara dalam menentukan harga.

Berikut pemaparan lengkap tentang strategi penetapan harga.

Apa Itu Strategi Penetapan Harga?

Strategi penetapan harga adalah metode menentukan harga terbaik untuk sebuah produk atau jasa.

Melansir HubSpot, strategi tersebut harus berpatokan pada banyak hal, seperti:

  • strategi bisnis perusahaan
  • target konsumen
  • kebutuhan calon konsumen
  • harga yang ditawarkan kompetitor
  • kondisi pasar atau ekonomi saat ini

Tujuan Strategi Penetapan Harga

Strategi penetapan harga tidak hanya untuk menemukan dan menentukan sebuah angka. Ada berbagai tujuan atau target yang akan tercapai.

  1. Menarik perhatian konsumen

Dikutip dari Indeed, harga sebuah produk akan memengaruhi cara pandang dan opini konsumen. Nantinya, mereka akan membandingkan produk Anda dan kompetitor.

  1. Memenuhi harapan konsumen

Berkaitan dengan poin sebelumnya, proses membandingkan harga produk Anda dan kompetitor akan menjawab; apakah harganya sesuai dengan nilai-nilai produk?

  1. Menunjukkan nilai sebuah produk

Tidak selamanya semakin mahal, berarti semakin baik ataupun sebaliknya. Nilai-nilai fungsional dan apa yang jadi keunggulan produk Anda dibanding kompetitor. 

  1. Menentukan profit perusahaan

Strategi penetapan harga harus mengacu pada pendapatan dan keuntungan yang didapatkan perusahaan. Strategi tersebut harus dapat menjawab apakah konsumen suka dan menjadi pembeli setia.

Faktor Penentu Strategi Penetapan Harga

Strategi penetapan harga yang Anda buat harus fleksibel untuk memastikan kebutuhan konsumen terpenuhi dan perkembangan perusahaan terjamin.

Berikut adalah beberapa faktor penting dalam membuatnya:

  1. Kondisi ekonomi

Banyak bisnis yang harus putar otak ketika kondisi ekonomi menurun. Kemampuan beli yang menurun juga termasuk dalam hal ini. Contohnya adalah ketika konsumen yang sedang dalam masa ekonomi lemah, akan lebih memilih produk-produk yang lebih murah.

Nah, contoh strategi penetapan harga yang Anda pakai adalah fokus pada keuntungan dan tak mempertimbangkan harga. Sehingga, Anda enggan menurunkan harga atau melakukan penyesuaian, maka konsumen akan memilih produk atau jasa kompetitor dengan kualitas serupa tapi harga lebih terjangkau.

  1. Kebutuhan pasar

Kondisi ekonomi tentunya akan memengaruhi kebutuhan pasar. Konsumen-konsumen yang sebelumnya dapat membeli produk atau jasa Anda setiap hari, bisa tiba-tiba jadi satu minggu sekali atau bahkan tidak sama sekali.

Selain itu, perubahan kebiasaan dan kebutuhan konsumen pun dapat menjadi salah satu faktor berubahnya kondisi pasar. Misalnya, Anda hanya menjual satu produk sabun, tapi sudah banyak kompetitor dengan harga lebih murah.

Maka, contoh strategi penetapan harga yang harus Anda terapkan adalah fleksibilitas dan kemauan untuk beradaptasi. Anda dapat membuat produk baru seperti sampo harga terjangkau dengan kualitas dan harga bersaing. 

  1. Target pendapatan dan keuntungan perusahaan

Tentunya perusahaan Anda mau memaksimalkan keuntungan dari sebuah produk. Maka, dalam strateginya harus jelas apa tujuan penjualan Anda.

Apabila Anda ingin pendapatan dalam waktu singkat, maka contoh strategi penetapan harga yang dapat dilakukan adalah diskon dan promo bundle.

Sementara itu, jika Anda ingin keuntungan jangka panjang, maka contoh strategi penetapan harga yang dibuat harus mengutamakan kebutuhan konsumen dengan tujuan utama untuk mendapatkan konsumen setia.

  1. Siapa kompetitor Anda?

Anda dapat melakukan analisis dan riset mendalam terkait perusahaan atau brand-brand yang menjual produk serupa.

Pastikan dalam riset Anda, pertanyaan-pertanyaan berikut ini terjawab:

  • Berapa harga yang ditetapkan kompetitor?
  • Apa yang menjadi daya tarik kompetitor?
  • Produk dan jasa seperti apa yang kompetitor tawarkan?
  • Bagaimana posisi kompetitor di pasar saat ini?
  • Hal apa yang dapat menarik perhatian konsumen?
  1. Nilai produk atau jasa

Pasti Anda pernah mendengar istilah “Ada harga, ada barang”. Istilah tersebut dapat diartikan kalau sebuah produk atau jasa mahal, maka kualitasnya pasti baik. Namun, hal tersebut tidak selalu benar.

Nah, nilai yang produk atau jasa Anda tawarkan dapat memengaruhi pendapat serta pandangan konsumen terhadap brand. Anda dapat dikenal sebagai perusahaan yang menawarkan produk harga terjangkau dengan kualitas tinggi.

  1. Peraturan yang berlaku dan demografi konsumen

Pastikan Anda mengikuti peraturan dagang yang berlaku di Indonesia. Anda juga harus dapat memenuhi kebutuhan kondisi sesuai peraturan yang berlaku untuk menciptakan konsumen setia.

Anda juga dapat membuat strategi penetapan harga berdasarkan demografi calon konsumen. Pastikan Anda memetakan umur, tempat tinggal, latar belakang pendidikan, hingga jenis pekerjaan mereka.

Cara Menetapkan Harga

Lebih baik tidak langsung memikirkan angka yang akan jadi harga produk atau jasa Anda. Untuk menentukan harga produk atau jasa, menurut Shopify, Anda harus punya tiga pondasi berikut ini.

  1. Menentukan satuan penjualan

Value metric akan menentukan satuan penjualan produk Anda. Contohnya, berapa harga produk Anda per produk, per kardus, per 100 kardus, atau harga khusus untuk konsumen setia nantinya.

Satuan penjualan ini penting agar Anda tidak mematok harga yang sama untuk konsumen personal, borongan, atau perusahaan lain. Alasan lainnya adalah Anda dapat menentukan berapa banyak target pendapatan dan keuntungan yang ingin dicapai.

  1. Menentukan profil konsumen

Seperti yang telah disebutkan di atas, kebiasaan, kebutuhan, dan demografi konsumen begitu penting dalam menentukan harga.

Pastikan Anda membuat profil lengkap dan detail terkait target konsumen. Pastikan juga profil tersebut dalam bentuk kuantitatif (angka).

Anda dapat mendata atau menargetkan berapa banyak target konsumen dalam profil yang telah dibuat.

Contoh profil dalam strategi penetapan harga adalah:

  • Profile konsumen A (potensi tinggi)

    • Usia: 25-35 tahun

    • Jenis kelamin: Perempuan (80%) dan Pria (20%)

    • Lokasi tempat tinggal: Jabodetabek, Surabaya, Makassar, Medan, Bali

    • Pekerjaan: pegawai swasta, PNS, dan pemilik usaha

    • Perkiraan jumlah konsumen potensial:

      • Jabodetabek: 1 juta

      • Surabaya: 750 ribu

      • Makassar: 100 ribu

      • Bali: 100 ribu

  1. Melakukan riset mendalam dan eksperimen

Setelah memiliki value metric dan profil konsumen, saatnya Anda melakukan riset mendalam soal kondisi pasar, kebiasaan belanja konsumen, hingga analisis kompetitor.

Jangan lupa juga untuk melakukan eksperimen harga. Dengan strategi penentuan harga yang fleksibel, Anda dapat mengubah harga dan satuan penjualan. Lakukan juga analisis dari hasil eksperimen Anda, untuk mendapatkan insight serta nilai-nilai baru terkait produk.

Strategi penetapan harga yang tepat dan sesuai akan membantu produk Anda semakin bernilai di mata konsumen. Setelahnya, Anda akan mendapatkan konsumen-konsumen setia yang tentunya akan mendukung pendapatan serta keuntungan.

Ingin pelajari lebih jauh soal strategi penentuan harga dan cara menyusunnya?

Bergabunglah dengan kelas kami dan pelajari cara menyusun strategi penentuan harga terbaik serta dapatkan contoh-contohnya.

Gabung short program kami dengan klik di sini sekarang!

Banner-Article-Juni-No.5.jpg
Mengenal Metode SCAMPER: Pengertian hingga Cara Menerapkannya
11 June 2024

Dalam proses menyusun ide dan rencana, Anda dapat menggunakan ragam metode berpikir. Salah satunya adalah SCAMPER.

Dalam SCAMPER ada berbagai pertanyaan yang bertujuan untuk membantu Anda menghasilkan ide terbaik. Metode SCAMPER dapat dipergunakan untuk membuat produk dan jasa baru.

Berikut kami paparkan selengkapnya tentang Metode SCAMPER!

Pengertian Metode SCAMPER

SCAMPER adalah metode dan teknik berpikir kreatif yang menggunakan serangkaian pertanyaan untuk memancing inovasi serta cara pandang baru. Menurut Interaction-Design, SCAMPER terdiri dari:

  • Substitute
  • Combine
  • Adapt
  • Modify (terkadang juga disebut Magnify atau Minify)
  • Put to another use
  • Eliminate
  • Rearrange

Masing-masing komponen punya daftar pertanyaan yang bertujuan untuk mengasah cara berpikir Anda.

Daftar Pertanyaan SCAMPER

Gunakan daftar pertanyaan dari masing-masing komponen berikut sebagai acuan untuk membentuk kerangka berpikir dan membuat keputusan.

  1. Substitute

Anda dapat berfokus pada perubahan atau perbaikan apa yang harus dilakukan dengan pertanyaan berikut:

  • Cara atau metode baru apa yang bisa saya pakai untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan?
  • Apakah saya harus mengubah susunan tim dan tugas untuk membuat prosesnya lebih efektif?
  • Apakah saya harus mengubah bahan dasar produk ini?
  • Apakah saya harus menggunakan teknik produksi baru?
  • Apakah saya bisa menggunakan metode ini untuk produk lainnya?
  • Apa yang terjadi jika pandangan dan pendapat saya terhadap produk ini berubah?
  1. Combine

Pada komponen ini, Anda ditantang untuk menggabungkan dan menyatukan satu atau lebih bahan, cara, bahkan orang untuk menghasilkan inovasi.

  • Apakah saya dapat menggabungkan kedua bahan ini?
  • Apakah bahan lama bisa saya gabungkan dengan bahan baru?
  • Bagaimana cara saya mengoptimalkan sisa bahan ini ke dalam bahan baru?
  • Apa yang akan terjadi saat saya menggabungkan kedua bahan tersebut?
  • Apa yang akan terjadi jika saya menggabungkan metode dan bahan ini?
  • Bagaimana cara saya membantu tim saya menggunakan metode baru ini?
  1. Adapt

Sesuai sebutannya, Anda akan diminta untuk putar otak dalam memanfaatkan suatu objek atau sumber daya agar dapat beradaptasi dan menyelesaikan masalah. Berikut contoh pertanyaannya:

  • Perubahan seperti apa yang harus dilalui agar dapat menyesuaikan kebutuhan konsumen?
  • Nilai dan fungsi apa yang bisa diubah dari produk ini?
  • Apakah produk ini hanya digunakan untuk satu fungsi?
  • Proses dan metode apa yang harus berubah untuk menghasilkan produk baru?
  1. Modify (terkadang juga disebut Magnify atau Minify)

Pada tahapan ini daftar pertanyaannya akan berfokus pada modifikasi produk dan metode yang Anda pakai untuk menghasilkan sebuah produk.

  • Apa yang bisa dimodifikasi dari produk ini?
  • Nilai atau fungsi apa yang bisa ditonjolkan dari produk ini?
  • Apakah ukurannya harus diperbesar atau diperkecil?
  • Apakah warnanya harus lebih terang atau gelap?
  • Apakah posisinya harus disesuaikan lagi?
  • Apakah produk ini butuh tambahan fitur baru?
  • Fitur baru seperti apa yang dibutuhkan pengguna?
  1. Put to another use

Anda akan diajak untuk menganalisis cara baru untuk menggunakan produk lewat pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah produk dan jasa ini dipakai pada lebih dari satu industri?
  • Industri apa saja yang membutuhkan produk ini?
  • Apakah produk ini akan berubah fungsinya pada industri lain?
  • Jika dipakai dengan cara berbeda, apakah produk ini tetap berfungsi baik?
  • Apakah produk ini dapat dipakai anak-anak?
  • Apakah produk ini hanya dapat dipakai orang dewasa?
  1. Eliminate

Tujuannya untuk mengoptimalkan produk Anda melalui perubahan atau menghilangkan bagian tertentu. Maka, coba jawab beberapa pertanyaan berikut:

  • Apa saja bagian yang bisa saya kurangi tanpa mengubah fungsinya?
  • Bisakah saya kurangi biaya pembuatannya?
  • Bisakah saya menurunkan kualitas bahannya?
  • Apa saya bagian yang sebenarnya tak diperlukan?
  • Bagaimana caranya membuat produk ini lebih kecil dan ringan?
  • Bagaimana caranya membuat produk ini lebih mudah dipakai?
  1. Rearrange

Terakhir, Anda akan ditantang untuk melakukan sesuatu yang berlawanan dari kebiasaan atau proses dasarnya.

  • Bisakah saya mengubah arahnya jadi berlawanan?
  • Apa yang akan terjadi jika proses pembuatannya ditukar?
  • Apa yang akan terjadi jika posisinya jadi terbalik?
  • Bisakah saya memulai proses dengan tahapan akhirnya terlebih dahulu?

Cara Menerapkan Metode SCAMPER

Setelah mengenal seluk-beluknya, mungkin metode SCAMPER terlihat rumit. Untuk memudahkan Anda, berikut adalah beberapa cara sederhana menerapkannya, dirangkum dari Mindtool:

  1. Identifikasi masalah yang ada pada produk atau jasa. Selain masalah, Anda dapat memilih produk yang dirasa butuh perkembangan.
  2. Mulai jawab pertanyaan-pertanyaan di atas, mulai dari Substitute hingga Rearrange. Anda tak perlu menjawab seluruh pertanyaan, jika dirasa tidak relevan dengan kebutuhan, lewati saja.
  3. Jawaban-jawaban tersebut akan menghasilkan ide, cara, metode, hingga proses berpikir baru. Identifikasi semua hal tersebut sesuai tujuan utama.
  4. Gunakan ide, cara, metode, hingga proses berpikir yang paling sesuai dalam rencana baru dan perubahan pada produk tersebut. Pastikan juga Anda punya ide atau metode cadangan.

Contoh Penerapan Metode SCAMPER

Misalkan perusahaan Anda punya produk berupa aplikasi penyedia jasa perbaikan rumah. Sudah satu bulan jumlah pengguna tidak bertambah. Dengan Metode SCAMPER Anda ingin menambah jumlah pengguna.

  • Substitute

Coba identifikasi proses pemesanan jasa di aplikasi. Apakah Anda dapat mengubah proses pemesanan jasa tersebut? Apakah ada komplain atau masukan dari konsumen terkait jasa yang ditawarkan? 

  • Combine

Apakah bisa tukang yang memperbaiki kebocoran rumah juga mengerjakan proses pengecatan interior rumah? Apakah ada fitur yang bisa digabungkan dalam 1 halaman, agar memudahkan konsumen?

  • Adapt

Apakah jasa-jasa yang ditawarkan dalam aplikasi sudah sesuai kebutuhan konsumen Anda? Apakah harus membuat survey terbaru untuk memastikan apa saja kebutuhan konsumen? Bisakah jasa yang Anda tawarkan tidak sebatas perbaikan dan perawatan rumah?

  • Modify (terkadang juga disebut Magnify atau Minify)

Apakah ada testimoni pelanggan yang bisa ditonjolkan dalam aplikasi dan media sosial untuk meningkatkan kepercayaan calon pelanggan? Fitur baru apa yang dapat memudahkan konsumen?

  • Put to another use

Apakah Anda harus mengubah lokasi calon pelanggan semulanya Jakarta dan Tangerang jadi hanya Tangerang?

  • Eliminate

Apa fitur atau tahapan pemesanan yang bisa dihapus agar lebih mudah dipakai pelanggan?

  • Rearrange

Kalau dilihat tidak ada pertanyaan atau langkah relevan dengan masalah di atas.

Pertanyaan-pertanyaan di atas dapat menghasilkan jawaban langkah atau cara meningkatkan angka pelanggan jasa Anda. Pastikan Anda menghasilkan langkah konkret. Misalnya, Anda mau membuat diskon, tanyakan lagi “Berapa besar? Apa saja jasa yang diskon?”.

Selain menggunakan SCAMPER, Anda juga dapat belajar mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui short training program dari prasmul-eli!
Anda dapat belajar langsung dari para ahlinya! Tunggu apa lagi, daftar dan ikuti kelasnya dengan klik di sini sekarang!

Banner-Article-Juni-No.4.jpg
Workshop: Manfaat, Tujuan, Jenis, dan Bedanya dengan Seminar
10 June 2024

Workshop adalah wadah yang membantu Anda mengembangkan ragam kemampuan, beberapa di antaranya adalah analisis dan kolaborasi.

Sayangnya, masih banyak yang menganggap bahwa workshop adalah seminar. Padahal keduanya punya bentuk dan hasil yang berbeda.

Pelajari selengkapnya tentang workshop, dari tujuan, jenis, contoh, hingga perbedaannya dengan seminar, di bawah ini!

Pengertian Workshop

Workshop adalah sebuah sesi diskusi dan pertemuan yang terstruktur serta interaktif. Menurut SessionLab, workshop didesain agar pesertanya aktif dan ikut terlibat dalam diskusi hingga pemecahan masalah.

Dalam sebuah workshop Anda tidak akan hanya duduk dan mendengarkan pembicara. Anda akan mendapatkan diskusi intensif dengan tujuan untuk menyelesaikan sebuah masalah. Lalu, Anda juga dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya.

Tujuan Workshop

Tidak hanya untuk meningkatkan ragam kemampuan Anda, berikut beberapa manfaat workshop:

  1. berbagi pengalaman dan mendapatkan ilmu baru
  2. membangun koneksi
  3. mendorong peserta untuk lebih kritis dan kreatif
  4. memberikan gambaran tentang sebuah situasi atau permasalahan
  5. belajar memecahkan sebuah masalah dengan rapi dan tepat
  6. mendorong peserta untuk semakin kolaboratif
  7. belajar berargumen dan menerima masukan
  8. membantu peserta untuk lebih mengenal sebuah industri atau lingkungan kerja

Manfaat Workshop

Berkaitan erat dengan tujuannya, Anda bisa mendapatkan ragam manfaat setelah mengikuti workshop, dirangkum dari MeraEvents

  1. Kesempatan untuk mendapatkan evaluasi

Evaluasi kinerja dan karier tidak hanya datang dari perusahaan tempat Anda bekerja. Dalam workshop pun Anda dapat meminta masukan dan evaluasi dari pembicara hingga sesama peserta.

Anda dapat bertanya untuk mengevaluasi beberapa hal seperti cara membuat keputusan, cara mengatur anggota tim, hingga cara memulai karier dalam suatu bidang.

  1. Belajar dan mengasah soft skill 

Anda dapat belajar banyak soft skill baru, seperti:

  • kepemimpinan 
  • komunikasi 
  • empati
  • berpikir kritis
  • kreativitas
  • menyelesaikan masalah
  • mengambil keputusan
  • kolaborasi 
  • mendengar dan memahami
  1. Menambah koneksi dengan profesional yang sebidang

Terlebih jika Anda baru memulai di suatu bidang. Punya koneksi atau seseorang yang dikenal dapat membantu Anda dalam sukses dalam bidang tersebut.

Anda juga dapat membentuk sebuah komunitas dan grup yang solid nantinya.

  1. Meningkatkan kualitas kerja dan produktivitas

Tentunya setelah Anda menambah dan meningkatkan ragam skill, kinerja Anda akan semakin baik. Hal tersebut dapat terbukti dalam kerja yang semakin produktif, efektif, dan berkualitas.

  1. Menambah perspektif dan cara berpikir

Setiap orang mungkin punya cara kerja dan berpikirnya masing-masing. Akan tetapi, mendengarkan dan menerima perspektif orang lain dapat membuka kesempatan untuk belajar serta berkembang.

  1. Kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan baru

Koneksi yang baru Anda temui dalam sebuah workshop dapat menjadi aset masa depan. Mungkin nantinya akan muncul kebutuhan untuk posisi yang sesuai dengan kemampuan Anda. Koneksi tersebut akan mengingat dan berbagi peluang baru itu kepada Anda.

Perbedaan Workshop dan Seminar

Perbedaan utama dari workshop dan seminar adalah pada aktivitas serta tujuan akhirnya.

Aktivitas

Dalam workshop Anda akan dituntut untuk aktif dan kolaboratif. Setiap workshop akan memberikan sebuah contoh kasus yang harus diselesaikan peserta. Peserta juga dapat mempresentasikan hasil kerja dan diskusinya untuk menjadi sesi tanya jawab yang baru.

Sementara dalam seminar, peserta akan lebih banyak diam dan menyimak presentasi pakar atau ahli. Peserta baru bisa berbicara ketika ada sesi tanya jawab khusus. Tidak ada contoh kasus yang harus diselesaikan.

Tujuan akhir

Setelah mengikuti workshop, Anda diharapkan dapat menjadi lebih memahami sebuah situasi atau permasalahan. Anda juga berkesempatan untuk langsung mempraktikkan ilmu serta perspektif yang baru didapatkan dalam workshop tersebut.

Seminar sendiri lebih berfokus pada ilmu atau teori terkait topiknya. Anda tetap mendapatkan ilmu baru, tapi tidak berkesempatan untuk langsung mempraktikkannya pada sesi tersebut.

Jenis dan Contoh Workshop

  1. Workshop edukasi

Sesuai namanya, jenis workshop ini mengutamakan proses pembelajaran dan mengembangkan kemampuan. Dikutip dari WeAreDevelopers, jika Anda baru mulai meniti karier di sebuah bidang yang baru, tentu jenis ini akan sangat membantu. Contoh workshop edukasi antara lain:

  1. Workshop public speaking

Jika Anda mau mendalami industri Public Relations, maka salah satu skill wajibnya adalah public speaking.

  1. Workshop coding

Saat ini sudah banyak workshop coding dasar yang bertujuan untuk membantu orang-orang yang ingin mengenal lebih jauh dunia IT.

  1. Workshop menggunakan Excel/Spreadsheets

Excel dan Spreadsheets jadi dua aplikasi yang banyak dipelajari. Tidak hanya mempermudah pekerjaan, tapi dibutuhkan oleh berbagai pekerjaan dan perusahaan.

  1. Workshop untuk kreativitas

Jenis ini bertujuan untuk mengasah kemampuan peserta dalam berpikir kreatif dan menciptakan sesuatu. Contoh workshop kreativitas adalah:

  1. Workshop storytelling

Workshop ini akan membantu peserta dalam mengasah kemampuan mereka dalam berbahasa lisan dan tulisan. Storytelling biasanya juga dipakai untuk pekerjaan di bidang marketing.

  1. Workshop ideasi

Peserta biasanya akan ditantang untuk berpikir kritis dan kreatif. Anda juga akan mendapatkan banyak inspirasi serta cara untuk melihat suatu masalah dari kacamata yang berbeda.

  1. Workshop interaktif

Saat mengikuti workshop ini, Anda harus berpartisipasi aktif dalam kegiatannya. Biasanya, workshop ini diadakan oleh sebuah perusahaan guna memperkuat kolaborasi dan produktivitas timnya.

  1. Team building

Aktivitas ini mungkin lebih dikenal sebagai sesi main atau bersenang-senang. Namun, tidak selamanya begitu. Team building akan melibatkan seluruh peserta untuk melakukan aktivitas terkait pekerjaan mereka. Semua orang, apa pun itu jabatannya, harus ikut ambil bagian.

  1. Workshop problem solving

Hampir sama dengan aktivitas sebelumnya, workshop ini akan mewajibkan seluruh peserta untuk aktif menyelesaikan sebuah masalah. Namun, bedanya dengan team building, sesi ini bisa dilakukan dalam kelompok atau perorangan. Tujuannya juga sudah jelas, untuk memecahkan sebuah masalah.

Anda juga dapat mengikuti ragam workshop dan aktivitas yang ada dalam short training program prasmul-eli!

Anda dapat belajar langsung dari para ahlinya dan praktik langsung! Daftar dan ikuti kelasnya dengan klik di sini sekarang!

Banner-Article-Juni-No.2.jpg
5 Contoh Laporan Keuangan dan Cara Tepat Membuatnya
07 June 2024

Laporan keuangan adalah komponen penting dalam sebuah perusahaan. Untuk membantu Anda mengetahui kondisi keuangan perusahaan, kami siapkan ragam contoh laporan keuangan.

Namun, sebelum mengetahui ragam contohnya, kami juga akan memaparkan secara detail cara membuat laporan keuangan berikut ini.

Cara Membuat Laporan Keuangan

Menurut Databox, sebuah laporan keuangan harus akurat dan lengkap. Laporan keuangan tersebut dapat Anda gunakan untuk menunjukan kinerja perusahaan kepada investor lama dan menarik investor baru.

Berikut cara serta langkah tepat membuat laporan keuangan:

  1. Awali tiga data utama ini

Jika perusahaan atau usaha Anda sudah berjalan lebih dari tiga, tambahkan informasi penjualan (sales) di tiga tahun terakhir.

Sementara itu, jika perusahaan atau usaha Anda baru merintis atau kurang dari tiga tahun, cantumkan semua informasi penjualan selama usaha berjalan.

Informasi penjualan yang dimaksud adalah harga jual, jumlah produk yang terjual, dan perhitungan biaya operasional. Informasi tersebut dapat membuat Anda memahami seberapa banyak keuntungan berdasarkan jumlah penjualan/sales.

Ragam informasi tersebut juga dapat Anda pakai untuk membuat target atau prediksi sales (sales forecast) untuk beberapa bulan atau 1 tahun mendatang.

  1. Tulis pengeluaran secara detail

Sales forecast berguna untuk membantu Anda menghitung pengeluaran yang telah dan akan Anda keluarkan. Pengeluaran yang detail berisi fixed cost (pengeluaran pasti seperti biasa sewa, gaji karyawan, dan lainnya) serta variable cost (pengeluaran proporsional, contohnya biaya marketing dan promosi).

Anda juga dapat menambahkan beban pajak dalam detail informasi pengeluaran, seperti PPN dan PBB.

  1. Buat arus kas yang jelas

Dengan menggunakan informasi penjualan, sales forecast, dan perhitungan pengeluaran, Anda dapat membuat arus kas (cash flow) perusahaan.

Jika perusahaan Anda masih rintisan atau baru, buatlah perhitungan cash flow selama 6-12 bulan ke depan.

  1. Buat prediksi profit/keuntungan

Prediksi profit cukup mudah dibuat. Anda tinggal menghitungnya dengan rumus berikut:

Pendapatan - pengeluaran - beban pajak

Contohnya:

Pengeluaran perusahaan dalam 1 tahun: Rp125 juta

Pendapatan perusahaan dalam 1 tahun: Rp175 juta

Beban pajak dalam 1 tahun: Rp17,5 juta

Maka, perhitungannya adalah: Rp175 juta - Rp125 juta - Rp17,5 juta = Rp32,5 juta.

Namun, perlu diingat bahwa angka tersebut adalah prediksi. Tergantung pada kondisi pasar, angka penjualan, dan besaran biaya operasional Anda nanti, angka dapat menunjukkan keuntungan atau kerugian.

  1. Pastikan data inventaris lengkap

Cantumkan apa saja yang menjadi inventaris Anda serta besaran biaya yang dikeluarkan untuk membeli dan menyimpannya.

Pastikan semua data akurat dan lengkap, karena data ini juga akan menjadi bagian dari perhitungan operasional perusahaan Anda. Apabila usaha atau perusahaan Anda bergerak di bidang produk multifungsi, investor akan meminta informasi ini.

Mereka ingin mengetahui bahkan proses Anda mengelola aset dan inventaris untuk keberlangsungan produksi.

  1. Tambahkan titik impas (break even point)

Melansir BBC, titik impas adalah titik di mana total pendapatan sama rata dengan total pengeluaran. Secara sederhana break even point menandakan bahwa perusahaan belum mendapatkan keuntungan, tapi juga tidak mengalami kerugian.

Analisis titik impas dapat membantu Anda menemukan pengeluaran yang berpotensi dibutuhkan nanti. Hal tersebut dapat membantu Anda membuat target yang lebih masuk akal, harga produk yang lebih akurat, dan menghindari membuat keputusan sembarangan.

Contoh-Contoh Laporan Keuangan

Jika Anda membutuhkan contoh laporan keuangan yang lebih jelas, berikut kami paparan lima jenisnya, dikutip dari Investopedia:

  1. Contoh laporan keuangan sederhana

Sumber: manajemenkeuangan.net

Untuk usaha kecil dan rintisan, Anda dapat mengikuti contoh laporan keuangan sederhana ini. Laporan ini harus berisi elemen-elemen penting terkait keuangan usaha Anda. Pastikan Anda memasukkan apa saja jenis pengeluaran dan sekecil apa pun.

  1. Contoh laporan keuangan: Pendapatan/laba komprehensif

Sumber: pintu.co.id

Laporan keuangan terkait pendapatan dan laba komprehensif akan menunjukkan perubahan keuangan bersih usaha atau perusahaan Anda dalam satu periode tertentu.

Laporan keuangan ini juga akan lebih singkat dan berfokus pada laba atau keuangan bersih perusahaan Anda.

  1. Contoh laporan keuangan: Arus kas

Sumber: OCBC.id

Cash flow penting untuk memastikan apakah perusahaan atau usaha Anda sudah berjalan sesuai rencana. Dalam contoh laporan keuangan ini, Anda harus mencantumkan secara lengkap dan detail seluruh biaya operasional, investasi, aset, hingga pendanaan perusahaan Anda.

  1. Contoh laporan keuangan: Laba rugi

Sumber: Detik.com

Contoh laporan keuangan ini yang paling sering digunakan karena dapat menunjukkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan atau usaha Anda secara menyeluruh.

Laporan ini akan memberikan gambaran kondisi keuangan perusahaan Anda secara faktual. Biasanya, laporan ini akan berisi:

  • Beban pengeluaran usaha (gaji karyawan, sewa, penyusutan, dan lainnya)
  • Pendapatan usaha
  • Beban luar usaha (bunga pinjaman, denda keterlambatan, dan lainnya)
  • Pajak penghasilan badan/usaha

Dari seluruh angka tersebut, Anda dapat tahu laba bersih perusahaan Anda.

  1. Contoh laporan keuangan: Perubahan ekuitas

Sumber: bigalpha.id

Laporan keuangan terkait perubahan ekuitas investor harus menyertakan secara detail total ekuitas dari satu periode ke periode lainnya. Dalam laporan ini, investor akan dapat mengetahui data soal:

  • Ekuitas awal
  • Pendapatan akhir perusahaan
  • Dividen

Itulah ragam contoh laporan keuangan dan cara menyusunnya yang pasti bisa membantu membantu Anda mengetahui lebih dalam soal kinerja perusahaan atau usaha.

Ingin pelajari lebih jauh soal laporan keuangan yang tepat dan cara menyusunnya?

Bergabunglah dengan kelas kami dan pelajari cara menyusun laporan keuangan terbaik serta dapatkan contoh-contohnya.

Gabung short program kami dengan klik di sini sekarang!

Banner-Article-May-20.jpg
Menggali Lebih Dalam Seputar Konsinyasi dalam Bisnis Retail
05 June 2024

Pertanyaan tentang apa itu konsinyasi jadi semakin sering terdengar seiring dengan bisnisnya yang semakin populer. Konsinyasi telah menjadi salah satu model bisnis yang dianggap efektif di berbagai sektor industri.  

Pada dasarnya, konsinyasi adalah salah satu konsep berjualan di mana salah satu pihak menitipkan barang yang ia jual kepada pihak lainnya.

Dalam rangka memperluas pangsa pasar, konsep konsinyasi memang dilakukan oleh beberapa pemilik bisnis. Konsep ini memerlukan riset mendalam untuk mengetahui potensi kebutuhan orang-orang akan produk tersebut.

Seperti apa itu konsep konsinyasi? Bagi Anda yang ingin tahu lebih dalam, baca artikel ini sampai habis!

Definisi Konsinyasi

Konsinyasi adalah kerja sama antara dua belah pihak baik pemilik barang dan juga pihak yang ingin membantu menjualnya. Konsep konsinyasi ini apabila penyalur (consignor) menitipkan barang kepada yang dititipkan (consignee) dan mempromosikannya melalui channel apapun. 

Tujuan dari konsep konsinyasi ini sebenarnya untuk memperluas pasar dari produk atau barang yang dijual, namun keuntungan masih bisa didapatkan dalam jumlah besar. 

Biasanya konsep konsinyasi akan digunakan untuk para pelaku bisnis yang memiliki produksi skala besar dan ingin memperluas pasar ke berbagai kalangan. Sementara itu, untuk consignee juga beragam mulai dari bentuk toko atau perorangan. 

Lalu, bagaimana cara pihak consignee meraih keuntungan dari bisnis ini? Ada dua cara yaitu; sistem bagi hasil atau menaikkan harga jual dari barang yang telah dititipkan tersebut. 

Cara Kerja Konsinyasi

Setelah memahami konsep dari apa itu konsinyasi, lalu bagaimanakah cara kerjanya? Biasanya sebelum mengambil barang untuk coba dijual secara keseluruhan, pihak consignee akan melakukan riset.

Riset yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui lokasi penjualan dan promosi yang tepat. Dalam konsep konsinyasi ini, mengetahui pasar dan orang-orang yang berpotensi membutuhkan produk atau barang yang ingin Anda jual sangatlah penting. 

Setelah pihak consignor yakin, ia akan menghubungi consignee untuk pengantaran barang dan membuat perjanjian bisnis. Pastikan Anda tetap melakukan perjanjian bisnis secara tertulis agar tidak ada yang terlewat dalam kesepakatan.

Kelebihan Bagi Consignee

Lalu seperti apa kelebihan yang diberikan untuk Anda yang ingin memulai bisnis dengan konsep konsinyasi ini? Ada beberapa kelebihan yang akan menguntungkan Anda sebagai pebisnis pemula yaitu:

  1. Modal Tenaga

Consignee hanya bermodal tenaga untuk mempromosikan serta menjual barang atau produk. Dalam sistem konsinyasi, consignee bertindak sebagai penjual lapangan di mana yang dibutuhkan memang strategi penjualan itu sendiri. Sebagai consignee modal yang dibutuhkan juga tidak besar karena tidak butuh banyak biaya produksi.

  1. Minim Kerugian

Dengan melakukan bisnis dengan konsep konsinyasi, Anda tidak perlu memikirkan kerugian fantastis. Sebagai consignee Anda hanya perlu membayar consignor apabila Anda telah menjual barang. Cukup menarik bukan? 

  1. Kerjasama dengan Berbagai Pihak

Sebagai consignee, Anda bebas menentukan siapa yang akan menjadi consignor. Dalam hal ini Anda diuntungkan dalam sisi koneksi.

Semakin banyak Anda berkenalan dengan calon consignor, semakin luas juga koneksi Anda dalam berbisnis. Hal ini akan meningkatkan efektivitas dalam penjualan tanpa mengeluarkan modal yang fantastis.

Kekurangan Bagi Consignee

Walaupun memiliki keuntungan tersendiri, konsep konsinyasi juga ternyata memiliki kekurangan. Bagi Anda yang ingin mencoba menjadi seorang consignee, pahami dulu kekurangannya di bawah ini:

  1. Tidak Ada Penjualan, Tidak Ada Keuntungan

Dalam konsep konsinyasi, yang perlu diketahui adalah Anda tidak akan mendapatkan penghasilan apabila produk atau barang tidak terjual. 

Karena Anda hanya mengambil atau dititipkan barang, keuntungan akan diambil dari bagi hasil atau Anda menaikkan harga produk atau barang. Oleh karena itu, dalam konsep bisnis konsinyasi Anda perlu rajin promosi dan memahami pasar.

  1. Keuntungan Tidak Sebanyak Consignor

Hal ini sudah pasti terjadi, khususnya dalam sistem bagi hasil. Pihak consignor pasti akan mengambil persentase keuntungan lebih tinggi dengan alasan mereka mengeluarkan biaya produksi pembuatan produk.

Nah sebagai consignee, Anda yang tinggal menjual produknya saja, sangat adil persentase yang diberikan lebih rendah dari yang didapatkan oleh consignor.

  1. Risiko Kehilangan Consignor

Sebagai consignee, Anda perlu tahu bahwa bisa saja Anda kehilangan consignor walaupun telah menjual produk. Pihak consignor memiliki hak untuk menentukan consignee mana yang menurutnya paling cocok untuk menjual produk atau barang yang mereka buat.

Bila dirasa tidak cocok dengan consignee, produk atau barang akan ditarik dan mereka akan mencari consignee yang lebih cocok dengan tujuan mereka. 

Perlu diketahui pula bahwa dalam performa bisnis sangatlah dinamis dan tentu ada keuntungan juga kerugian di dalamnya. Bagi Anda yang ingin mulai berbisnis tanpa modal yang fantastis, konsep konsinyasi bisa coba Anda lakukan.

Akan tetapi, Anda juga perlu memikirkan promosi yang menarik dan bagaimana cara menjual barang atau produk dari consignor yang Anda inginkan. Jadi apakah Anda berminat mencoba bisnis dengan konsep konsinyasi? 

Sebelum memulai, Anda memerlukan lebih banyak pengetahuan terkait konsep konsinyasi, khususnya tentang sistem supply chain untuk skala besar. Ikuti program pelatihan Supply Chain Management dari prasmul-eli bisa menjadi solusinya!

Program ini dilakukan dengan sistem hybrid selama dua hari dengan fokus membekali setiap orang untuk memahami supply chain management. Tidak hanya itu, Anda juga diajak untuk memahami bisnis di pasar yang saat ini berlangsung.

Program akan dibawakan oleh para ahli dalam bidang supply chain. 

Segera daftarkan dirimu di prasmul-eli untuk dapatkan ilmu menarik seputar supply chain management. Apabila tertarik untuk daftar atau konsultasi terlebih dahulu, klik link ini ya!

Banner-Article-May-18.jpg
Cara Mencari Investor untuk Anda yang Akan Mendirikan Bisnis
04 June 2024

Untuk pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis, tentu harus memahami cara mencari investor yang tepat. Dengan adanya investor, modal untuk pengembangan bisnis akan lebih aman sehingga bisa membuat berbagai rencana bisnis bisa berjalan ke depan.

Mencari investor bukan hal yang bisa dilakukan dengan mudah bagi setiap pelaku bisnis. Sebelum mencari investor, tentu Anda perlu mengetahui tujuan bisnis dan bagaimana posisi bisnis saat ini.

Setelah mengetahui hal tersebut, carilah investor yang bisa Anda dapatkan dalam berbagai cara. Baca artikel ini untuk mengetahui berbagai hal yang dapat membantu Anda mencari investor yang sesuai untuk bisnis!

Definisi Investor

Investor adalah sebutan untuk individu atau lembaga yang menanamkan modal dalam sebuah bisnis. Tujuan investor menanamkan uang di dalam sebuah bisnis ada banyak ragamnya. 

Secara garis besar, investor dalam sebuah bisnis berperan memberikan pendanaan yang dibutuhkan agar bisnis tetap bisa berjalan dan berkembang. 

Sistem investor dalam sebuah bisnis biasanya berlaku dalam jangka panjang. Apabila investasi dilakukan dalam jangka pendek, penamaannya disebut trader.

Jadi pada dasarnya perbedaan antara investor dan trader secara garis besar terletak pada durasi pemberian modal pada sebuah bisnisnya. 

Jenis-jenis Investor

Mencari investor adalah salah satu langkah bijak yang dilakukan oleh pelaku bisnis apabila ingin mengembangkan bisnis lebih dari yang dimilikinya. Tetapi sebelum mencarinya, lebih baik perlu diketahui dahulu macam-macam jenis investor yang ada.

Berikut ini adalah beberapa jenis investor yang bisa Anda temui di lapangan: 

Bootstrap

Bootstrap adalah sebutan untuk para founder yang menjadi investor pada bisnisnya sendiri. Biasanya bootstrap terjadi apabila bisnis yang ingin dijalankan masih dalam tahap ide dan baru saja dibangun.

Menjadi investor untuk bisnis sendiri memberikan tanggung jawab yang cukup besar, tapi sang founder jadi bisa mengatur bisnisnya sendiri. 

Apabila saat ini Anda masih dalam tahap bootstrap dalam bisnis dan berniat mencari investor, pisahkan rekening pribadi dan bisnis. Hal ini untuk menjaga agar cashflow bisnismu terpantau dengan baik.

Angel Investor

Angel investor adalah sebutan untuk para investor yang memberikan pendanaan dalam bisnis dengan timbal balik kepemilikan saham dalam bisnis tersebut. Mencari investor seperti ini sebenarnya cukup mudah melalui koneksi yang tepat. 

Biasanya angel investor dari sebuah bisnis berada di kalangan kerabat founder. Karakteristiknya pun memberikan suntikan modal satu kali. Setelahnya adalah tugas si pelaku bisnis untuk mengembangkan bisnis dan meraih profit yang bisa diberikan kepada para investor. 

Inkubator

Ingin mencari investor dalam bentuk kelembagaan? Jenis ini disebut sistem inkubator. Dalam proses sistem inkubator ini, lembaga akan membantu pengembangan bisnis.

Pendanaan sistem inkubator ini terbuka bagi bisnis yang masih dalam tahap ide dan juga mencari investor untuk pengembangan ide tersebut. 

Akselerator

Sistem pendanaan bisnis tipe akselerator ini hanya berjangka tiga bulan. Selain itu, bisnis yang ikut dalam pendanaan sistem akselerator biasanya bisnis yang sudah berjalan.

Dalam prosesnya, pemilik bisnis juga akan mendapatkan pelatihan dan bimbingan dalam pengelolaan bisnis sehingga ke depannya tidak perlu mencari investor lagi.

Venture Capital

Mencari investor dalam bentuk lembaga keuangan juga bisa dilakukan, tetapi biasanya ini berlaku untuk bisnis yang sudah berjalan. Venture capital adalah sebutan untuk lembaga keuangan yang berpotensi mendanai sebuah bisnis tetapi sumber dana dari banyak tempat. 

Umumnya venture capital memberikan dana kepada bisnis atau startup yang berpotensi akan berkembang bisnisnya. Hal ini karena potensi pengembalian dana diatas rata-rata akan didapatkan oleh venture capital apabila bisnis berkembang dari hasil pendanaannya. 

 

Cara Mencari Investor

Bagi Anda pelaku bisnis, mencari investor ternyata bisa dilakukan dengan berbagai cara. Hal yang perlu diketahui sebelum mencari investor adalah Anda harus paham betul tentang bisnisnya. Setelahnya ada berbagai cara, berikut contoh cara mencari investor yang tepat:

  1. Menggunakan LinkedIn 

Mengaktifkan akun LinkedIn bisa menjadi langkah pertama untuk mencari investor. Semua dimulai dari koneksi dan pembicaraan.

Melihat dari segi investor, tentu mereka akan lebih terbuka untuk memulai pembicaraan dengan seseorang yang bisnisnya terlihat nyata tujuannya di publik. Sebagai pebisnis, pastikan cari investor yang mengerti tentang bisnis Anda dan memiliki semangat yang sama tentang masa depan bisnis tersebut.

  1. Memperluas Koneksi

Cara mencari investor selanjutnya adalah dengan memperluas koneksi. Caranya bisa dimulai dengan mencari orang yang sesuai, bisa seseorang yang berbisnis sama atau orang-orang yang berada di venture capital. 

Sebelum meminta untuk diperkenalkan dengan orang-orang ini, pastikan bahwa Anda akan dipertemukan dengan orang yang tepat. Misalnya, bertemu dengan orang yang berbisnis serupa atau lembaga yang memang punya rekam jejak mendanai bisnis yang sama dan berkembang.

  1. Terlibat dalam Komunitas Pebisnis

Saat mencari investor, jangan lupakan tempat Anda menuntut ilmu di perguruan tinggi. Bagi Anda yang sekolah di jurusan bisnis, ada potensi para alumni jurusanmu mengenal seseorang yang bisa dijadikan investor.

Perlu mencari informasi dari sekolah karena kita tidak pernah tahu, mungkin ada investor sesuai dengan bisnis Anda.

  1. Menjelajah Peluang Crowdfunding dan Membangun Merek

Crowdfunding dan membangun merek juga salah satu langkah penting untuk dilakukan sebelum mencari investor. Perbanyak promosi untuk menciptakan pengetahuan masyarakat tentang merek atau bisnis yang Anda tekuni. Bisa melalui media, membuat kampanye merk dan masih banyak cara lain.

Ini salah satu cara yang populer dilakukan oleh banyak startup saat ini ketika bertujuan mencari investor untuk pengembangan bisnis kedepan.  

Sebelum mencari investor, seorang pelaku bisnis penting untuk menjaga sistem keuangan yang tertata rapi. Pembukuan dalam bisnis yang tertata rapi akan memudahkan untuk mendapatkan investor untuk tujuan perkembangan.

Setelah beberapa waktu menjalankan bisnis, analisis finansial juga bisa menjadi langkah refleksi terkait kesuksesan bisnis Anda. 

Anda memerlukan analisis finansial untuk menilai kesuksesan bisnis dan mengambil juga langkah finansial yang tepat? Ikuti program financial analysis di Prasmul Eli. Dalam program yang diselenggarakan dua hari ini, Anda akan mendapat ulasan berbagai topik yang akan melengkapi kemampuan analisis bisnis Anda. Ini dia topik-topiknya:

  • Ulasan singkat tentang jenis-jenis laporan keuangan
  • Praktek dan simulasi penyusunan laporan keuangan
  • Analisis laporan keuangan 
  • Indikator kinerja dengan rasio: likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, efisiensi
  • Hubungan antara masing-masing kinerja keuangan
  • Hal-hal lain di luar laporan keuangan yang mempengaruhi kinerja perusahaan

Untuk tahu lebih detail program dan mendaftar, Anda bisa klik link ini.

Banner-Article-Feb-18 (1).jpg
Cara Berkomunikasi pada Atasan jika Kelebihan Workload
03 June 2024

Setiap karyawan tentunya punya kapasitas terkait beban pekerjaan yang bisa diselesaikan. Mendapatkan tambahan pekerjaan tentunya akan membuat kualitas pekerjaan menurun, begitu pun dengan kesehatan dari karyawan tersebut. Jika Anda sedang mengalaminya, pastinya untuk bilang ke atasan bahwa Anda mengalami kelebihan workload.

Sayangnya, situasi ini kadang kurang menguntungkan untuk banyak karyawan. Banyak atasan yang kerap menilai mereka yang kelebihan pekerjaan hanyalah karyawan pemalas dan tukang mengeluh. Untuk itu, Anda perlu sebuah strategi dalam berkomunikasi dengan atasan supaya mendapatkan hasil terbaik.

Cara Mengatakan Anda Kelebihan Pekerjaan kepada Atasan

Hal yang perlu diperhatikan memang menjauhkan dari kesan mengeluh atau mencari enaknya saja. Berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk bilang ke atasan bahwa Anda kelebihan beban pekerjaan.

1. Merencanakan meeting

Mengingat ini urusan pekerjaan, Anda tetap harus melakukan dengan cara profesional. Carilah waktu yang tepat untuk mengajak atasan membicarakan masalah ini secara empat mata. Dengan sebuah meeting terjadwal, Anda akan membuat obrolan ini menjadi penting bagi semua pihak.

Lebih baiknya lagi tidak melakukan meeting mendadak. Dengan begitu, Anda bisa mencatat semua hal yang perlu dibahas dalam meeting tersebut.

Lebih baiknya lagi jika Anda memberikan pembahasan singkat tentang agenda meeting tersebut. Hal ini pun akan memberikan kesempatan untuk atasan Anda memikirkan solusi dari segala kemungkinan tentang hasil meeting.

2. Memberikan solusi tanpa mengeluh

Sebuah cara mengekspresikan ketidakpuasan dan kekecewaan terhadap sebuah situasi pastinya sebuah keluhan. Jika ini yang dilakukan, Anda akan dicap sebagai karyawan pemalas.

Cara untuk menghindari keluhan itu keluar dari mulut Anda adalah memberikan solusi terkait dengan beban pekerjaan tersebut. Sampaikan bahwa ini merupakan masalah tim dan bukanlah persoalan individu. Jika pekerjaan tersebut terlalu banyak, solusi yang perlu dilakukan adalah menambah jumlah personil untuk menyelesaikannya atau membuat skala prioritas.

Mungkin solusi menambah karyawan bisa jadi sebuah masalah baru bagi semua perusahaan. Namun, membuat skala prioritas seharusnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Atasan Anda harus tahu mana pekerjaan yang perlu diselesaikan lebih dulu dan mana yang bisa dikesampingkan atau bahkan dihilangkan.

3. Berkata jujur berdasarkan pengalaman

Anda juga perlu berkata jujur tentang pengalaman dalam menyelesaikan pekerjaan. Uraikan semua pekerjaan yang ada dan faktor yang perlu diperhatikan saat mengerjakannya. Faktor-faktor tersebut tentunya akan mempengaruhi waktu pengerjaan dan tingkat kesulitan dari sebuah pekerjaan.

Lalu, buat sebuah pengandaian jika satu atau dua pekerjaan bisa didelegasikan atau dikerjakan bersama dengan orang lain. Mungkin saja waktu yang dibutuhkan bisa jauh lebih singkat. Sampaikan juga bahwa waktu yang singkat ini juga akan jadi nilai lebih untuk finansial perusahaan.

4. Memberikan pandangan tentang mendelegasi pekerjaan

Selalu ada baik dan buruk dalam mengambil sebuah langkah. Namun, atasan Anda perlu tahu tentang pandangan delegasi pekerjaan dalam sebuah bisnis dan karyawan. Tentu setiap orang akan mendapatkan imbas dari pekerjaan ini.

Mengambil pekerjaan dari Anda dan memberikan pekerjaan kepada orang lain mungkin akan membuat mereka benci kepada Anda. Bisa jadi hal ini akan menimbulkan konflik baru di dalam tim. Tentu saja risiko ini tidak akan diambil oleh atasan Anda.

Di sisi lain, ada hal baik yang bisa didapatkan dari mendelegasi pekerjaan ini. Pertama, workload Anda tentu akan berkurang sehingga Anda bisa menjaga kualitas dari hasil pekerjaan. Hal ini pasti akan disukai oleh semua atasan.

Kedua, orang yang diberikan tambahan beban dari Anda pun akan mendapatkan pengalaman baru. Hal ini tentunya akan baik untuk karyawan tersebut karena dapat pengalaman dan skill tambahan. Tentu saja ini juga akan menjadi nilai tambah untuk perusahaan.

5. Mengajak rekan kerja untuk membantu

Mengharapkan atasan untuk memahami segala hal yang Anda katakan juga kadang tidak bijaksana. Bisa jadi atasan Anda tidak akan melakukan perubahan terkait dengan workload milik Anda. Jika memang hal itu yang terjadi, cobalah untuk memberikan sebuah sinyal ke rekan kerja Anda.

Anda bisa mengharapkan untuk seseorang bisa mengambil sebagian pekerjaan untuk meringankan beban Anda. Jika mereka tidak melakukannya, setidaknya Anda sudah memberikan peringatan kepada rekan kerja. Kalau semua kondisi tidak kunjung berubah, berarti waktunya Anda mencari pekerjaan baru.

Itulah cara yang bisa dilakukan untuk memberikan sinyal kepada atasan bahwa Anda kelebihan beban pekerjaan. Mengkomunikasikan hal ini membuat seluruh tim tetap bisa melakukan pekerjaan dengan nyaman dalam pengembangan bisnis.

Banner-Article-Feb-17 (1).jpg
Apa Itu CPA dan Cara Membuatnya dalam Marketing Plan
03 June 2024

Membuat strategi marketing dalam perencanaan perusahaan menjadi salah satu hal penting untuk mengalokasikan biaya. Alokasi biaya yang tepat untuk menjalankan strategi marketing akan membantu perusahaan untuk mencapai return yang tidak kalah menguntungkan.

Namun, hal ini juga harus dipikirkan dengan baik agar menghasilkan nilai konversi secara optimal. Penggunaan iklan sering kali menjadi kontroversi 

Pengertian CPA

Cost per action (CPA) merupakan nilai komisi yang ditawarkan pada mitra afiliasi jika audiens yang diincar melakukan tindakan tertentu. Saat ada audiens yang mengambil tindakan sesuai yang Anda harapkan, Anda akan membayar sesuai harga CPA pada affiliate atau kolaborator yang mempromosikan produk atau layanan tersebut.

Terlepas dari alokasi biayanya, tidak sedikit pihak yang menganggap bahwa CTA merupakan strategi yang hemat biaya karena Anda hanya perlu membayar jika terjadi interaksi yang diharapkan melalui “iklan” yang dibuat. Contoh tindakan yang bisa ditargetkan melalui CTA di antaranya klik halaman website, share video, penggunaan kode voucher, dan lain-lain.

Cara Membuat CPA dalam Marketing Plan

Penerapan CPA untuk strategi marketing bisa diimplementasikan pada halaman review website, splash screen, atau melalui affiliate dan influencer. Berikut ini cara merancang CPA untuk strategi marketing Anda.

1. Tentukan tujuan campaign

Tujuan Anda saat membuat strategi melalui CPA harus bertujuan untuk membuat calon pelanggan mengetahui sesuatu. Contohnya, Anda bisa memilih untuk mengenalkan brand, produk baru, acara, layanan, promo diskon, dan sebagainya. Hal ini penting untuk dapat memengaruhi materi iklan brand dan mitra afiliasi yang digunakan.

2. Tentukan target audiens

Menargetkan audiens adalah peran yang paling penting dalam menjalankan sebuah campaign dengan penentuan CPA. Hal ini berperan sangat krusial karena Anda harus memastikan iklan atau link yang ditargetkan hanya muncul kepada orang-orang yang mungkin tertarik dengan penawaran Anda. Menargetkan audiens Anda juga membantu menentukan mitra afiliasi, networking, dan influencer terbaik untuk diajak berkolaborasi.

3. Lakukan riset kompetitor

Secara langsung maupun tidak langsung, Anda akan berbagi target audiens dengan para kompetitor bisnis. Dalam hal ini, penting untuk memahami posisi brand di pasar dengan market share yang sudah dimiliki oleh para kompetitor. Riset pasar akan membantu mengidentifikasi kompetitor mana yang ingin Anda pilih untuk berbagi afiliasi dan pengaruh.

Menentukan affiliate dan influencer yang cocok dengan brand tidak harus dimulai dari awal karena Anda bisa menargetkan mitra dari para kompetitor. Bekerja dengan affiliate dari para kompetitor juga relatif menghemat waktu karena Anda bisa memastikan bahwa mereka sudah memiliki pengalaman.

Manfaatkan kesempatan dan potensi pasar yang belum disentuh atau digunakan oleh para kompetitor. Dengan cara ini, strategi campaign Anda akan tetap berbeda karena Anda juga sudah memahami strategi yang digunakan oleh para kompetitor.

4. Mengatur ekspektasi yang rasional

Saat mengembangkan strategi untuk sebuah campaign, tetapkan ekspektasi dan tujuan yang ingin dicapai. Campaign Anda belum tentu bisa sukses dengan menempatkan affiliate dan influencer dengan skala besar, tapi Anda mungkin bisa mencapainya dengan menggunakan para pendatang baru.

Affiliate dan influencer dapat mengenakan biaya sesuai kebijaksanaan mereka dalam mempromosikan produk. Makin banyak traffic atau followers, makin tinggi pula biaya yang dibebankan untuk mempromosikan produk. Bekerjasamalah dengan affiliate dan influencer dalam tahap pengembangan bisnis Anda.

5. Lakukan evaluasi CPA

Strategi CPA marketing Anda mungkin berubah dari waktu ke waktu seiring dengan berkembangnya bisnis. Karena itulah, evaluasi atas strategi campaign sangat penting untuk dilakukan. Atur jadwal mingguan, bulanan, atau triwulan untuk melacak ROI campaign Anda. Awasi metrik penting seperti traffic kinerja secara keseluruhan, traffic affiliate, dan kinerja kompetitor selama campaign berlangsung.

Memahami konsep CPA dan penerapannya dalam strategi marketing tidak terlepas dari riset terhadap brand kompetitor. Selain itu, Anda juga perlu memastikan bahwa strategi yang diambil masih relevan dengan kondisi pasar. Hal ini yang bisa terus dikembangkan para eksekutif perusahaan melalui Digital Marketing Fundamental untuk merancang strategi dan memahami customer journey yang ideal dalam dunia digital.

Banner-Article-May-16.jpg
Mengenal Onboarding, Proses Penting dalam Perekrutan Karyawan
03 June 2024

Onboarding adalah salah satu proses penting dalam tahap perekrutan karyawan baru di sebuah perusahaan. 

Pada dasarnya, tugas dari tim human resource (HR) tidak berhenti hingga karyawan menerima pekerjaannya saja. Melainkan segala proses setelahnya termasuk memastikan kehadiran karyawan pada proses onboarding yang biasa dilakukan di hari pertama bekerja. 

Seperti kata pepatah “Tak kenal maka tak sayang”, proses onboarding bisa disebut menjadi proses pengenalan untuk para karyawan baru. Setiap perusahaan juga pastinya memiliki proses onboarding berbeda-beda baik dari segi kegiatan maupun formatnya.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang proses onboarding dalam sistem perekrutan karyawan yang dilakukan tim HR, simak selengkapnya dalam artikel ini.

Definisi Onboarding

Dalam dunia HR, istilah onboarding pastinya bukanlah istilah yang asing lagi. Onboarding adalah proses yang dilakukan tim HR sebuah perusahaan, dengan tujuan memperkenalkan, membimbing, dan mengintegrasi karyawan baru ke dalam perusahaan. 

Onboarding karyawan juga bukanlah satu proses singkat karena terdiri dari berbagai tahapan tergantung perusahaan masing-masing.

Dalam proses onboarding ini, karyawan akan melakukan berbagai hal seperti melengkapi administrasi dan penjelasan seputar tugas. Pada proses ini juga dilakukan pengenalan perusahaan secara garis besar dan juga per tim.

Tujuan Onboarding

Setelah mengetahui pengertiannya, Anda juga perlu mengetahui tujuan diadakannya onboarding di sebuah perusahaan dengan tim HR sebagai pelaksana. Berikut ini adalah tujuan diadakannya onboarding yang merupakan salah satu proses dalam perusahaan:

  1. Meningkatkan Produktivitas Kerja

Tujuan pertama dari onboarding adalah untuk meningkatkan produktivitas kerja. Proses onboarding yang menyeluruh memberikan karyawan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas mereka dengan efisien. Dengan memahami proses kerja, sistem, dan alat yang digunakan, karyawan dapat mulai berkontribusi lebih cepat dan dengan lebih percaya diri.

Onboarding yang baik juga dapat membantu mengurangi waktu yang diperlukan bagi karyawan untuk mencapai tingkat produktivitas optimal. Dengan menyediakan pelatihan yang relevan dan bimbingan yang tepat, karyawan dapat mempercepat proses pembelajaran dan penyesuaian mereka dengan peran baru.

  1. Meningkatkan Retensi Karyawan

Untuk jangka panjang, proses onboarding yang tepat dapat meningkatkan retensi karyawan.

Kegiatan onboarding membantu karyawan lebih cepat mengenali lingkungan baru perusahaan. Onboarding yang baik membantu karyawan baru untuk memahami visi, misi, nilai-nilai, dan budaya perusahaan.

Semakin mereka merasa terhubung dengan perusahaan dan memahami bagaimana peran mereka berkontribusi, semakin besar kemungkinan mereka bertahan.

  1. Membangun Employer Branding

Kegiatan onboarding yang dilakukan secara benar dapat meningkatkan employer branding sebuah perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik. Onboarding membantu karyawan untuk beradaptasi dengan harapan ke depannya dapat membangun citra positif bagi perusahaan. 

Dengan proses onboarding yang menarik, karyawan juga bisa membagikan cerita pengalaman bekerja ke kerabat dekatnya. Ini berdampak kepada employer branding dari sebuah perusahaan lebih positif dan membuat banyak kandidat baru untuk masuk ke perusahaan tersebut. 

  1. Meningkatkan Keamanan 

Tujuan selanjutnya dari proses onboarding adalah untuk meningkatkan keamanan, khususnya untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang alat berat atau manufaktur.

Proses onboarding dapat membahas tentang tata aturan keselamatan kerja yang dibutuhkan oleh karyawan baru.

Hal ini karena penggunaan alat berat atau proses manufaktur biasanya membutuhkan kehati-hatian atau lebih detil untuk tetap aman dalam bekerja. Proses onboarding di perusahaan alat berat atau manufaktur dapat meminimalisir risiko kecelakaan kerja. 

Contoh Kegiatan Onboarding Karyawan

Dalam menjalani proses onboarding, perusahaan sering kali merancang serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengintegrasikan karyawan baru ke dalam lingkungan kerja dengan mulus dan efektif.

Berikut ini beberapa contoh kegiatan yang biasanya dilakukan dalam proses onboarding:

  1. Pengenalan Perusahaan

Biasanya dalam proses onboarding karyawan, hari pertama akan dilakukan pengenalan perusahaan. Pada tahap ini, akan diberikan informasi seputar perusahaan baik secara bisnis, struktur organisasi, dan berbagai pencapaian perusahaan.

Kegiatan ini akan menambah wawasan lebih banyak lagi untuk karyawan baru. Sehingga saat mengerjakan tugasnya, ia akan lebih adaptif karena sudah mengenal perusahaan secara lebih dalam.

  1. Pengenalan dengan Tim

Setelah proses pengenalan perusahaan, HR akan mengadakan pengenalan dengan tim. Khususnya tim yang bekerja dekat dengan karyawan baru tersebut. Biasanya karyawan akan dikenalkan dengan atasan dan anggota tempat ia bekerja.

Dalam sesi ini, biasanya atasan akan menjelaskan cara kerja, tugas, serta memberikan berbagai dokumen penunjang. Kenyamanan karyawan baru cukup diperhatikan pada sesi ini agar dapat mengikuti proses yang sudah berjalan di perusahaan dengan baik.

  1. Sesi Kasual (Casual Session)

Dalam sesi ini sebenarnya tidak semua perusahaan melakukannya. Biasanya sesi ini diadakan seminggu setelah karyawan bekerja, dimana HR mengajak karyawan berdiskusi tentang pengalamannya setelah satu minggu bekerja.

Segala saran yang didapatkan akan ditampung untuk evaluasi ke depan.

Perlu diingat proses onboarding di setiap perusahaan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan. Tetapi pastinya setiap tim HR perusahaan akan membuat proses onboarding dengan tujuan memberikan pengenalan serta membimbing karyawan baru sehingga lebih nyaman bekerja. 

Jika kamu ingin mengetahui berbagai ilmu terkait bidang sumber daya atau human resources, ikuti pelatihan Building Employee Excellence ini. Sesi yang akan diadakan oleh Prasmul Eli ini diselenggarakan selama 2 hari dan akan memberikan Anda informasi seputar:

  • Model HRM
  • Acquiring - DEI & EVP (Employer Branding)
  • Developing - Bench Strength & Reskilling Upskilling
  • dan masih banyak lagi

Tidak hanya materi yang menarik, sesi ini akan dilakukan oleh para praktisi dalam bidang human resources yang sudah memiliki pengalaman. Segera daftar sesinya melalui link ini.