Self Leadership: Personality Perspective

Kepemimpinan adalah sebuah seni yang dimulai dari diri sendiri. Pemahaman terkait kekuatan dan kelemahan diri kita, sering menjadi kunci sukses. Keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin dimulai dari bagaimana dia memahami dirinya sendiri. Bahkan seseorang yang tidak memimpin orang lain, pada dasarnya memimpin diri sendiri.

 

Ada empat aspek dalam self-leadership:

 

  • Self-awareness: kemampuan seseorang untuk mengakui, memahami serta menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri
  • Self-awareness: kemampuan seseorang untuk mengakui, memahami serta menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri
  • Other-awareness: kemampuan untuk mengakui dan memahami kekuatan, kelemahan, potensi dan kebutuhan orang lain
  • Other-management: kemampuan untuk mengembangan dan memotivasi orang lain sesuai dengan kemampuan dan potensinya dalam rangka mencapai sasaran organisasi.

 

Seorang pemimpin yang baik akan memulai dengan self-awareness kemudian bergerak ke self-management, lalu ke other-awareness dan berpuncak pada other-management. Proses ini bukanlah proses yang linear, namun merupakan proses yang interaktif antar keempat faktor di atas. Beberapa pemimpin memiliki kesadaran yang baik terhadap dirinya, kepribadian, motivasi dan kompetensinya. Namun terkadang mereka gagal mengelola diri, terutama terkait emosi dan kelemahan mereka. Mereka kehilangan kendali, berperilaku tidak tepat, ingin mengerjakan semuanya dan kehilangan kewibawaannya.

 

 

Ketika Anda benar-benar mengenal diri sendiri, kekuatan dan kelemahan Anda, Anda akan menghargai orang lain. Daniel Goleman, dalam penelitian yang luas tentang kegagalan kepemimpinan, mengatakan, “Ketika saya membandingkan antara star performers dengan orang yang rata-rata di posisi kepemimpinan puncak, hampir 90 persen dari perbedaan tersebut terletak pada faktor kecerdasan emosional, bukan kognitif.” Oleh karena itu, self-leadership sangatlah penting jika Anda ingin menjadi pemimpin yang efektif. Salah satu unsur self leadership adalah pemahaman akan karakter atau tipe kepribadian kita. Apakah Anda mengetahui tipe kepribadian Anda? Apakah Anda cenderung teratur dan membuat jadwal? Atau Anda cenderung mengalir tanpa perencanaan yang ketat? Apakah Anda bersemangat bila berada di tengah tengah orang lain? Atau Anda lebih berenergi saat Anda sendiri? Apapun tipe kepribadian Anda, hal ini akan mempengaruhi kehidupan Anda, termasuk di dunia kerja. Dalam program dua hari ini, Anda akan diajak untuk menemukan dan memahami tipe kepribadiannya dan tipe kepribadian orang lain. Dengan memahami tipe kepribadian Anda dan orang di sekitar Anda, Anda akan memahami cara berkomunikasi, cara mengelola konflik, dan memotivasi orang lain dengan lebih baik.

 

Kepemimpinan adalah sebuah seni yang dimulai dari diri sendiri. Pemahaman terkait kekuatan dan kelemahan diri kita, sering menjadi kunci sukses. Keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin dimulai dari bagaimana dia memahami dirinya sendiri. Bahkan seseorang yang tidak memimpin orang lain, pada dasarnya memimpin diri sendiri.

 

Ada empat aspek dalam self-leadership:

 

  • Self-awareness: kemampuan seseorang untuk mengakui, memahami serta menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri
  • Self-awareness: kemampuan seseorang untuk mengakui, memahami serta menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri
  • Other-awareness: kemampuan untuk mengakui dan memahami kekuatan, kelemahan, potensi dan kebutuhan orang lain
  • Other-management: kemampuan untuk mengembangan dan memotivasi orang lain sesuai dengan kemampuan dan potensinya dalam rangka mencapai sasaran organisasi.

 

Seorang pemimpin yang baik akan memulai dengan self-awareness kemudian bergerak ke self-management, lalu ke other-awareness dan berpuncak pada other-management. Proses ini bukanlah proses yang linear, namun merupakan proses yang interaktif antar keempat faktor di atas. Beberapa pemimpin memiliki kesadaran yang baik terhadap dirinya, kepribadian, motivasi dan kompetensinya. Namun terkadang mereka gagal mengelola diri, terutama terkait emosi dan kelemahan mereka. Mereka kehilangan kendali, berperilaku tidak tepat, ingin mengerjakan semuanya dan kehilangan kewibawaannya.

 

 

Ketika Anda benar-benar mengenal diri sendiri, kekuatan dan kelemahan Anda, Anda akan menghargai orang lain. Daniel Goleman, dalam penelitian yang luas tentang kegagalan kepemimpinan, mengatakan, “Ketika saya membandingkan antara star performers dengan orang yang rata-rata di posisi kepemimpinan puncak, hampir 90 persen dari perbedaan tersebut terletak pada faktor kecerdasan emosional, bukan kognitif.” Oleh karena itu, self-leadership sangatlah penting jika Anda ingin menjadi pemimpin yang efektif. Salah satu unsur self leadership adalah pemahaman akan karakter atau tipe kepribadian kita. Apakah Anda mengetahui tipe kepribadian Anda? Apakah Anda cenderung teratur dan membuat jadwal? Atau Anda cenderung mengalir tanpa perencanaan yang ketat? Apakah Anda bersemangat bila berada di tengah tengah orang lain? Atau Anda lebih berenergi saat Anda sendiri? Apapun tipe kepribadian Anda, hal ini akan mempengaruhi kehidupan Anda, termasuk di dunia kerja. Dalam program dua hari ini, Anda akan diajak untuk menemukan dan memahami tipe kepribadiannya dan tipe kepribadian orang lain. Dengan memahami tipe kepribadian Anda dan orang di sekitar Anda, Anda akan memahami cara berkomunikasi, cara mengelola konflik, dan memotivasi orang lain dengan lebih baik.

 

Prasetiya Mulya Executive Learning Institute
Prasetiya Mulya Cilandak Campus, Building 2, #2203
Jl. R.A Kartini (TB. Simatupang), Cilandak Barat, Jakarta 12430
Indonesia
Prasetiya Mulya Executive Learning Institute
Prasetiya Mulya Cilandak Campus, Building 2, #2203
Jl. R.A Kartini (TB. Simatupang), Cilandak Barat,
Jakarta 12430
Indonesia