Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Keuntungan Menjalankan Bisnis Franchise dan Cara Memulainya


21 February 2023
Banner-Story-Sohibi-KeuntunganFranchise.jpg

Melirik bisnis franchise mungkin jadi salah satu yang cukup tepat pada masa sekarang. Terlebih lagi, sudah banyak merek dagang yang membuka peluang waralaba untuk para pemilik modal. Model bisnis franchise ini pun menjanjikan segudang keuntungan bagi para pelaku usahanya.

Sebut saja merek besar seperti McDonald, Starbucks, hingga Kopi Kenangan yang sudah menguasai pasar. Memiliki salah satu cabangnya tentu saja jadi aset investasi jangka panjang yang cukup bagus. Masih banyak lagi keuntungan yang bisa didapatkan dari memiliki bisnis waralaba ini.

Cari tahu kelebihan yang bisa didapatkan oleh pemilik modal jika mengambil salah satu bisnis franchise. Jika memang sudah menemukan keputusan, langsung lakukan langkah-langkah untuk mulai membuka cabang sendiri.

Keuntungan Bisnis Franchise

Sebuah bisnis tentu sudah berjalan terlebih dulu sebelum pemiliknya membuka peluangnya kepada pihak lain. Berikut keuntungan yang bisa didapatkan oleh pemilik modal yang membeli bisnis franchise:

1. Merek dagang yang sudah dikenal

Brand recognition merupakan kelebihan yang dibawa oleh bisnis franchise. Berbeda dengan bisnis personal yang dibangun dari nol, pemilik modal yang membeli hak dari merek dagan tidak perlu membentuk pasar. Pasarnya pasti sudah terbentuk dan pelaku bisnis franchise hanya perlu menikmatinya.

Terlebih lagi jika mengambil sebuah hak dari merek dagang yang sudah tersebar di banyak negara. Hanya perlu waktu saja untuk mencapai Break Even Point (BEP) atau balik modal.

2. Pendampingan bisnis

Manfaat yang bisa didapatkan lainnya dari pemilik modal adalah pendampingan bisnis, mulai dari dari perencanaan. Pemilik modal pun berhak mendapatkan informasi terkait dengan bisnis yang dijalaninya tersebut. Pemilik brand besar tentunya akan mendampingi mitra bisnisnya ini selama kontrak kerja berjalan.

Kegagalan dari sebuah bisnis franchise merupakan kegagalan buat semua pihak. Pasalnya, hal ini akan menurunkan kepercayaan buat para pemilik modal lain yang ingin ambil bagian dalam sistem waralaba ini. Jadi, mereka pasti akan melakukan apa pun demi mencapai keuntungan tersebut.

3. Risiko kegagalan yang minim

Gagal dalam bisnis tentu ada. Namun, kegagalan dalam bisnis franchise lebih kecil dibandingkan saat memulai usaha dengan menggunakan merek dagang sendiri. Pasalnya, pemilik modal akan tergabung dalam sebuah komunitas besar dari sebuah merek dagang.

Sebuah brand yang sudah memiliki nama besar biasanya punya konsep bisnis yang baik. Strategi bisnis yang dijalankan juga sudah teruji dengan baik. Buktinya, mereka bisa membuka waralaba untuk pihak luar.

4. Relatif mudah dijalankan

Pemilik modal sudah tidak perlu lagi memikirkan konsep, pelatihan karyawan, brand image, distribusi, dan strategi marketing. Semua akan diurus langsung perusahaan penyedia waralaba tersebut. Biasanya, cabang bisnis yang dimiliki oleh pemilik modal hanya cukup mengikuti sistem yang ada.

Sebagian pemilik franchise akan membantu segala hal yang dibutuhkan sebelum usaha dimulai. Pemilik modal hanya perlu menyiapkan dana investasi di awal. Jumlahnya pun akan tetap dan tertulis jelas dalam surat perjanjian kerja sama nantinya.

5. Mendapatkan sumber daya yang cakap

Sumber daya manusia (SDM) sangat krusial dalam sebuah bisnis. Untuk mendapatkannya, bisnis yang sudah besar tentu akan menyediakan pelatihan bagi para karyawan. Karyawan akan diberikan pelatihan sampai titik dia siap untuk melakukan pekerjaan sehari-hari.

Bukan hanya itu, segala urusan terkait karyawan juga sudah diatur oleh perusahaan pemilik merek dagang. Hal ini akan makin mempermudah pemilik modal untuk menjalankan usahanya dengan standar operasional prosedur.

6. Bisa memaksimalkan modal bahan baku

Untuk waralaba kuliner, ketersediaan bahan baku wajib selalu diperhatikan. Nah, keuntungan yang bisa didapat oleh para cabang waralaba ini adalah rantai suplai yang baik. Artinya, pemilik modal tidak perlu lagi mencari vendor yang menyediakan segala bahan baku yang diinginkan.

Belum selesai sampai di situ. Pembeli kontrak waralaba juga akan mendapatkan harga spesial untuk bahan baku yang dibutuhkan. Dengan harga jual yang sudah disepakati, keuntungan yang bisa dihasilkan pun bisa lebih maksimal.

7. Sistem bagi hasil yang mudah

Urusan finansial selalu jadi tantangan dalam menjalankan bisnis, apa pun jenis bisnisnya. Namun, pemilik modal bisa lebih bersantai dengan sistem bisnis franchise. Sejumlah bisnis besar sudah memiliki sistem keuangan yang cukup baik.

Pemilik modal akan mendapatkan laporan keuangan dengan sangat komprehensif, mulai dari laporan harian, bulanan, hingga tahunan. Begitu pun saat akan tutup buku dan pembagian hasil sehingga bisa tahu total keuntungan yang didapatkan.

Cara Memulai Bisnis Franchise

Setelah tahu keuntungan yang bisa didapat, selanjutnya adalah mulai merencanakan bisnis franchise-nya. Berikut langkah yang harus dilakukan untuk memulai bisnis franchise sekarang:

1. Lakukan riset terkait brand

Semua brand akan menjanjikan keuntungan dengan perhitungan di atas kertas. Namun, perhitungan tersebut kadang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Faktor kondisi ekonomi dan tren pasar bisa sangat berpengaruh dalam hal ini.

Karena itu, cobalah untuk melakukan segala riset sebelum memulai bisnisnya. Pemilik modal wajib tahu seluk-beluk terkait dengan brand, mulai dari produk hingga pasarnya. Lalu, hubungkan produknya dengan kebutuhan pasar pada waktu sekarang. Sebagus apa pun produk yang diberikan akan tidak akan ditangkap saat pasar sedang tidak membutuhkannya.

2. Bandingkan satu franchise dengan lainnya

Banyaknya merek dagang yang membuka peluang bisnis jadi keuntungan bagi pemilik modal. Pasalnya, pemilik modal bisa melakukan perbandingan satu dengan yang lainnya. Tentu saja hal ini berpengaruh pada harga franchise dan potensi keuntungan yang dijanjikan.

Selain itu, cari tahu juga biaya-biaya tambahan yang harus dibayarkan oleh mereka yang berniat membeli franchise-nya. Berikut juga dengan durasi kontrak kerja sama yang akan dijalankan dan kesempatan untuk melanjutkan kerja sama.

Untuk membandingkannya, pemilik modal bisa mengumpulkan proposal bisnis dari para merek dagang. Hal ini bisa didapatkan melalui website atau media sosial. Jangan lupa tanyakan testimoni dari mereka yang sudah pernah menjalankan bisnis serupa.

3. Hitung kemampuan finansial

Bagian ini juga jangan sampai terlupakan. Pemilik modal juga harus tahu kemampuan daya belinya. Hal ini juga akan menentukan brand mana yang akan dibeli kontrak waralabanya dan pengembangan seperti apa yang akan dijalankan.

Hindari menghabiskan modal di awal. Dalam bisnis, ada pengeluaran-pengeluaran tidak terduga yang mungkin butuh modal tambahan.

4. Penuhi segala persyaratan franchise

Tidak kalah penting adalah dokumen untuk pembukaan cabang baru. Pemilik modal bisa bertanggung jawab sendiri dengan menjadi franchisee atau orang yang berhak menjalankan bisnis waralaba. Dokumen tersebut dibutuhkan untuk dasar hukum apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemilik modal juga perlu menyediakan tempat untuk menjalankan bisnisnya. Tempatnya pun wajib disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Setelah semuanya beres, pemilik modal tinggal menentukan waktu pembukaan cabangnya.

5. Membuat business plan

Biarpun sebenarnya bisnis waralaba ini sudah punya sistem, pemilik modal tetap perlu membangun rencana bisnisnya sendiri. Pemilik bisnis harus tahu langkah yang akan dijalani nantinya, termasuk rencana pengebangan dari bisnis waralaba ini. Mungkin rencana pembukaan cabang baru atau bisnis lain di tempat berbeda.

6. Lakukan perekrutan dan pelatihan karyawan

Jauh sebelum melakuk  an pembukaan, perlu dilakukan perekrutan karyawan. Pemilik bisnis biasanya juga diberikan wewenang untuk mencari sendiri karyawan yang sesuai. Setelah itu, karyawan akan diberi pelatihan dalam waktu tertentu. Biasanya mereka akan ditugaskan di cabang lain untuk terjun langsung dengan pekerjaan sehari-harinya.

7. Lakukan pembukaan

Hari pembukaan merupakan kunci untuk mengumpulkan pasar. Karena itu, lakukan cara agar orang mau datang dan melakukan transaksi di sana. Salah satu caranya adalah menerapkan promo atau mengadakan sebuah kegiatan yang bisa menarik orang datang.

Itu dia seluk-beluk dari bisnis franchise. Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan potensi untuk memulai usaha yang aman dan lebih terencana, mungkin sekarang saatnya melakukan riset untuk membuka bisnis franchise sendiri.

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-July-No.3.jpg
Branding Produk yang Akan Membuat Anda Lebih Menonjol dari Kompetitor
19 July 2024

Branding produk kini jadi semakin penting di tengah era globalisasi dan digitalisasi yang terus berkembang. Kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial telah menciptakan pasar yang lebih dinamis dan kompetitif. 

Branding tidak hanya tentang bagaimana produk Anda terlihat, tetapi juga tentang bagaimana produk Anda dirasakan dan diingat oleh konsumen. Pada hakikatnya branding adalah seni dan ilmu menciptakan citra yang kuat dan konsisten untuk produk atau layanan Anda.

Branding yang efektif mampu menciptakan hubungan emosional dengan konsumen, membangun loyalitas, dan membedakan produk Anda dari kompetitor. Ketahui definisi, jenis, manfaat, dan langkah-langkah tepat melakukannya pada artikel berikut ini.

Definisi Branding Produk

Branding produk adalah proses strategis dalam menciptakan identitas unik untuk sebuah produk atau layanan melalui berbagai elemen. Branding tidak hanya berkaitan dengan aspek visual, tetapi juga mencakup persepsi, nilai, dan emosi yang terkait dengan produk tersebut. 

Dengan branding yang efektif, sebuah produk dapat menciptakan citra yang kuat dan berkesan di benak konsumen. Pada akhirnya hal ini akan berkontribusi pada kesuksesan dan keberlanjutan bisnis. 

Jenis-Jenis Branding Produk

Branding produk mencakup berbagai jenis strategi yang dapat digunakan untuk menciptakan identitas unik dan kuat bagi produk atau layanan. Berikut adalah beberapa jenis branding produk yang umum:

  1. Corporate Branding (Branding Perusahaan)

Fokus pada perusahaan secara keseluruhan daripada produk individu. Contoh: Apple, yang dikenal tidak hanya untuk produk iPhone atau MacBook, tetapi juga untuk inovasi dan kualitas secara keseluruhan.

  1. Product Branding (Branding Produk)

Menciptakan identitas unik untuk produk individu yang membedakannya dari produk lain di pasar. Contoh: Coca-Cola dengan produk minuman bersoda khasnya.

  1. Personal Branding (Branding Pribadi)

Fokus pada individu tertentu, sering digunakan oleh selebriti, influencer, dan profesional untuk mempromosikan diri dan karya mereka. Contoh: Oprah Winfrey atau Elon Musk.

  1. Co-Branding

Beberapa merek berkolaborasi untuk menghasilkan produk atau layanan baru. Ini dapat membantu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kredibilitas. Contoh: Kolaborasi antara Nike dan Apple untuk produk Nike+iPod.

  1. Geographic Branding (Branding Geografis)

Mempromosikan produk atau layanan berdasarkan lokasi geografis tertentu, sering kali menggunakan asal usul sebagai keunggulan kompetitif. Contoh: Keju Parmigiano-Reggiano dari Italia.

  1. Retail Branding

Strategi yang digunakan oleh pengecer untuk menciptakan identitas unik bagi toko mereka. Contoh: IKEA dengan konsep toko dan produk furniturnya yang unik.

Manfaat Branding Produk

Pentingnya branding produk terletak pada kemampuannya untuk mengubah cara konsumen memandang dan berinteraksi dengan produk Anda. Berikut beberapa alasan pentingnya branding produk:

  1. Membedakan dari Kompetitor

Dalam pasar yang dipenuhi dengan produk serupa, branding yang kuat membantu produk Anda menonjol. Identitas yang unik dan berbeda menarik perhatian konsumen dan memberikan alasan bagi mereka untuk memilih produk Anda dibandingkan produk kompetitor.

  1. Membangun Kepercayaan Konsumen

Konsumen cenderung lebih percaya pada produk yang memiliki branding yang konsisten dan profesional. Branding yang baik menciptakan persepsi kualitas dan keandalan yang pada akhirnya membangun loyalitas konsumen.

  1. Memudahkan Pengenalan Produk

Branding yang efektif memudahkan konsumen untuk mengenali produk Anda di antara banyak produk lainnya. Elemen visual seperti logo, warna, dan kemasan, serta elemen auditif seperti slogan dan jingle, semuanya berkontribusi dalam membangun pengenalan produk.

  1. Memudahkan Pengenalan Produk

Produk dengan branding yang kuat sering kali dapat dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan produk tanpa branding yang jelas. Konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang mereka kenal dan percayai.

Langkah-Langkah dalam Membangun Branding yang Efektif

Membangun branding yang efektif adalah kunci untuk memastikan produk Anda tidak hanya dikenal, tetapi juga diingat dan dicintai oleh konsumen. Berikut ini adalah beberapa langkah penting yang perlu diikuti dalam membangun branding yang efektif:

  1. Menentukan Target Pasar

Langkah pertama dalam membangun branding adalah memahami siapa target pasar Anda. Mengetahui demografi, psikografi, dan perilaku konsumen Anda akan membantu menciptakan pesan dan identitas yang tepat.

  1. Membangun Identitas Merek

Identitas merek mencakup nama merek, logo, warna, tipografi, dan elemen visual lainnya. Pastikan elemen-elemen ini menggambarkan karakter dan nilai-nilai merek Anda. Konsistensi dalam penggunaan elemen visual sangat penting untuk membangun pengenalan dan kepercayaan.

  1. Menciptakan Pesan Merek

Pesan merek adalah cara Anda berkomunikasi dengan konsumen. Ini mencakup tagline, slogan, dan narasi yang menceritakan cerita merek Anda. Pesan harus jelas, konsisten, dan relevan dengan target pasar Anda.

  1. Mengimplementasikan Strategi Pemasaran

Dalam era digital, kehadiran online yang kuat sangat penting. Website profesional, profil media sosial yang aktif, dan strategi konten yang baik akan membantu Anda menjangkau dan berinteraksi dengan konsumen secara lebih efektif.

  1. Mendukung Inovasi

Pemahaman yang baik tentang kebutuhan dan harapan pengguna dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk yang lebih baik di masa depan.

Branding produk adalah elemen krusial dalam strategi bisnis modern. Dengan membangun identitas yang kuat dan menciptakan kepercayaan konsumen, branding yang efektif dapat membawa kesuksesan jangka panjang bagi produk Anda.

Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini, Anda dapat memastikan produk Anda tidak hanya dikenal, tetapi juga dicintai oleh konsumen. 

Branding produk hanyalah satu dari sekian banyak strategi manajemen yang bisa dilakukan perusahaan. Pahami lebih dalam tentang berbagai elemen dari  strategi manajemen melalui program Strategic Brand Management dari prasmul-eli.

Dengan durasi belajar 2 hari, program ini bersertifikasi ISO 9001:2015 memiliki lima pembahasan berikut ini:

  • Product and Brand Management
  • Brand Element
  • Brand Identity
  • Brand Loyalty
  • Brand Extensions

 

Hubungi prasmul-eli untuk informasi lebih lengkapnya melalui link ini!

Banner-Article-Mar-1 (1).jpg
HRM: Pengertian Fungsi, dan Manfaatnya bagi Bisnis
18 July 2024

Pengelolaan sumber daya manusia atau HRM (Human Resources Management) adalah suatu hal yang penting untuk diketahui bagi pemilik bisnis.

Pasalnya, sebuah perusahaan yang baik memiliki tiga sumber daya yaitu; sumber daya fisik, sumber daya finansial, dan sumber daya manusia. Berperan sebagai penggerak, sumber daya manusia wajib dikelola dengan baik untuk keberlangsungan perusahaan.

Terlebih lagi perusahaan yang sukses bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Hal itu membuat HRM yang baik perlu dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Pahami lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan HRM, fungsi, dan manfaatnya bagi perusahaan Anda pada ulasan berikut ini.

Pengertian HRM

HRM atau Human Resources Management adalah kegiatan mengorganisasi dan mengelola pegawai dalam sebuah perusahaan untuk melaksanakan visi, misi, dan tujuan bisnis.

HRM cukup diandalkan untuk menjaga kelancaran dan efisiensi bisnis, baik untuk perusahaan berskala kecil maupun besar.

Aktivitas di dalamnya mencakup rekrutmen, pelatihan, kompensasi, retensi, dan motivasi pegawai.

Fungsi HRM dalam Perusahaan

Berikut penjelasan lebih lengkap tentang fungsi HRM dalam perusahaan di antaranya adalah:

  1. Rekrutmen dan seleksi

HRM suatu perusahaan memegang tanggung jawab dalam perencanaan, pengiklanan, seleksi, dan perekrutan pegawai sesuai kebutuhan.

Proses ini mencakup wawancara, penilaian, dan pemilihan karyawan yang paling sesuai untuk posisi yang tersedia.

  1. Pelatihan dan pengembangan

Fungsi HRM yang kedua adalah sebagai perancang dan pelaksana program pelatihan.

Pelatihan yang diadakan harus yang dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi pegawai. 

Misalnya, HRM merencanakan pelatihan yang melibatkan pegawai dari berbagai departemen untuk mempelajari dan menguasai perangkat lunak terbaru. 

Program ini mencakup sesi pelatihan langsung, studi kasus, dan proyek nyata yang menuntut pegawai untuk menerapkan pengetahuan baru mereka dalam konteks pekerjaan sehari-hari.

Rangkaian pelatihan ini akan meningkatkan produktivitas pegawai yang berakhir pada kemajuan perusahaan.

  1. Pengelola kinerja

Pengelolaan kinerja adalah tugas penting HRM yang melibatkan penilaian terhadap kinerja pegawai. HRM menetapkan tujuan, memberikan umpan balik, mengevaluasi kinerja, dan merancang rencana perbaikan.

Sebagai contoh, HRM dapat membantu dalam menyusun tujuan kinerja yang terukur dan memberikan umpan balik konstruktif kepada karyawan.

Dengan melakukan evaluasi rutin, HRM dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kinerja, serta merancang program pelatihan untuk meningkatkan kinerja pegawai. 

  1. Perantara komunikasi

Fungsi HRM selanjutnya dalam perusahaan adalah sebagai perantara komunikasi antara pimpinan dan pegawai juga sebaliknya. 

Informasi-informasi seperti pengumuman kebijakan dan perkembangan perusahaan, hingga masukan atas suatu permasalahan biasanya dikomunikasikan terlebih dulu pada HRM.

Misalnya, sebuah perusahaan menghadapi perubahan kebijakan terkait jam kerja fleksibel. Sebelum pengumuman resmi kepada seluruh pegawai, pimpinan perusahaan menyampaikan informasi tersebut terlebih dahulu kepada HRM. 

HRM kemudian bertanggung jawab untuk mengomunikasikan kebijakan tersebut kepada seluruh pegawai.

HRM tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membuka kanal komunikasi untuk menerima masukan dan pertanyaan dari pegawai.

Hal ini menciptakan transparansi dalam komunikasi internal perusahaan dan membantu mengelola perubahan dengan lebih efektif.

  1. Pengelola kesejahteraan pegawai

HRM juga bertanggung jawab untuk memastikan keamanan, kenyamanan lingkungan kerja, dan standar keamanan bagi pegawai. 

Selain itu, HRM bertugas untuk menangani tunjangan karyawan seperti asuransi kesehatan, cuti, dan program kesejahteraan lainnya.

  1. Perencanaan posisi pegawai

Perencanaan tenaga kerja HRM dikatakan berhasil jika perusahaan dapat menjaga kelangsungan operasional dengan baik, termasuk saat ada yang keluar. 

Contohnya, saat ada pegawai dengan level senior memilih untuk keluar, perusahaan bisa dengan cepat mendapat penggantinya sehingga produktivitas tetap terjaga.

Begitu juga ketika ada staf yang akan diangkat menjadi senior, ia akan mendapat bekal terlebih dahulu agar lebih siap untuk pengangkatannya.

  1. Manajemen konflik

HRM adalah peran kunci dalam penanganan konflik di antara anggota tim atau antara tim dan pimpinan. Mereka dapat melakukan mediasi, menyelesaikan sengketa, dan mencari solusi yang mendukung keharmonisan lingkungan kerja.

Dengan melakukan mediasi, mereka memfasilitasi diskusi konstruktif dan mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak. Tindakan ini membantu menjaga suasana kerja yang positif dan mendukung produktivitas tim.

Manfaat HRM untuk Perusahaan

Jika fungsi-fungsi HRM di atas berjalan dengan baik, beberapa manfaat ini bisa didapatkan perusahaan:

  • Turut berperan dalam pencapaian target departemen atau perusahaan secara keseluruhan yang berdampak pada bertambahnya keuntungan.
  • Penempatan pegawai yang tepat sesuai kompetensi dan kebutuhan perusahaan yang memaksimalkan hasil pekerjaan.
  • Manajemen waktu yang lebih maksimal sehingga menghasilkan produktivitas yang optimal.
  • Memudahkan proses delegasi dari pimpinan, sehingga pegawai dapat fokus mengerjakan tugasnya masing-masing.
  • Membekali karyawan dengan rangkaian pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam rangka persiapan ke jenjang karir berikutya.

Itu dia informasi yang perlu Anda ketahui tentang apa itu HRM, fungsi, dan manfaatnya bagi perusahaan Anda. Sistem HRM yang baik adalah yang mampu menghasilkan tim yang solid, produktif, dan menguntungkan bagi perusahaan.

Namun, sistem HRM yang berhasil di 5-10 tahun lalu, belum tentu masih relevan di masa kini. Seorang manajer SDM harus mengikuti berbagai perubahan mulai dari cara pengelolaan bisnis, teknologi, hingga harapan para pencari kerja masa kini.

Jika Anda ingin mendalami HR yang relevan saat ini, ikuti short program HR Today: Building Employee Excellence dari prasmul-eli.

Dalam program dua hari, cakupan pembelajarannya meliputi:

  • HR Today - What & Why, People Strategy
  • Model HRM
  • Acquiring - DEI & EVP (Employer Branding)
  • Developing - Bench Strength & Reskilling Upskilling
  • Guest Speaker
  • Rewarding - total reward package
  • Maintaining - Well Being, Mental Health, Hybrid Working, Work Life & Play
  • Wrap Up


Daftarkan diri Anda melalui link berikut untuk mengikuti kelas ini!

Banner-Article-July-No.2.jpg
User Experience Sebagai Pendorong Kepuasan Pengguna di Era Digital
18 July 2024

User Experience (UX) adalah elemen krusial dalam kesuksesan produk dan layanan dalam era digital. Dalam berbagai aplikasi, UX memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana pengguna berinteraksi ketika menggunakan suatu produk. 

Menciptakan pengalaman positif bukan hanya sekadar memberikan tampilan yang menarik, tetapi juga melibatkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan perilaku pengguna. UX yang baik dapat meningkatkan loyalitas pengguna, mengurangi tingkat churn, dan bahkan mempercepat adopsi produk di pasar yang kompetitif. 

Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai aspek dari UX, mulai dari pengertian hingga penerapan praktisnya dalam dunia bisnis.

Definisi User Experience (UX)

User Experience (UX) adalah konsep yang mencakup semua aspek interaksi pengguna dengan suatu perusahaan, layanan, dan produk. Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman yang memuaskan dan menyenangkan bagi pengguna, serta memenuhi kebutuhan dan harapan mereka.

UX tidak hanya berfokus pada desain visual, tetapi juga pada keseluruhan proses yang dialami pengguna. Proses ini mulai dari mencari informasi hingga menggunakan produk atau layanan tersebut.

Fungsi User Experience (UX)

Fungsi user experience dalam pengembangan produk sangatlah vital untuk mencapai kesuksesan di pasar yang kompetitif. Dengan memahami berbagai fungsi utama UX, perusahaan dapat menciptakan pengalaman yang optimal dan pada gilirannya meningkatkan retensi dan loyalitas. 

Berikut adalah beberapa fungsi utama UX:

  1. Meningkatkan Kepuasan Pengguna

Fungsi utama user experience adalah meningkatkan kepuasan pengguna dengan membuat interaksi mereka dengan produk menjadi lebih mudah, efisien, dan menyenangkan. UX yang baik memastikan bahwa pengguna dapat dengan cepat menemukan apa yang mereka cari dan menyelesaikan tugas tanpa kesulitan.

  1. Meningkatkan Retensi dan Loyalitas Pengguna

Pengalaman pengguna yang positif mendorong loyalitas. Ketika pengguna merasa nyaman dan puas dengan suatu produk, mereka cenderung untuk terus menggunakannya dan bahkan merekomendasikannya kepada orang lain.

  1. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas

UX yang baik dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pengguna dengan menyediakan antarmuka yang intuitif dan fungsional. Pengguna dapat menyelesaikan tugas lebih cepat dengan lebih sedikit kesalahan, yang berarti mereka dapat fokus pada hal-hal yang lebih penting. 

  1. Mengurangi Biaya Dukungan Pelanggan

Produk dengan user experience yang buruk cenderung menyebabkan frustasi dan kebingungan bagi pengguna, yang pada akhirnya meningkatkan kebutuhan akan dukungan pelanggan. Dengan berinvestasi untuk memperbaiki UX, perusahaan dapat mengurangi jumlah panggilan dan permintaan dukungan, yang pada gilirannya dapat menurunkan biaya operasional.

  1. Meningkatkan Tingkat Konversi

Dalam konteks e-commerce atau aplikasi yang berorientasi pada penjualan, UX yang baik dapat meningkatkan tingkat konversi. Dengan merancang jalur pengguna yang jelas dan sederhana dari awal hingga akhir, pengguna jadi lebih cepat untuk melakukan pembelian.

Komponen-Komponen User Experience (UX)

Setiap komponen UX memainkan peran penting dalam menciptakan pengalaman yang holistik dan memuaskan bagi pengguna. Berikut adalah komponen-komponen utama user experience di antaranya adalah:

  1. Usability (Kegunaan): Menyediakan navigasi yang mudah, antarmuka yang intuitif, dan kemudahan dalam mencapai tujuan pengguna.
  2. Desain Interaksi: Memastikan interaksi antara pengguna dan produk berjalan lancar, responsif, dan efisien.
  3. Desain Visual: Menarik perhatian pengguna melalui elemen visual yang estetik dan fungsional.
  4. Struktur Informasi: Mengorganisasi konten dan informasi sehingga mudah ditemukan dan dimengerti oleh pengguna.
  5. Accessibility (Aksesibilitas): Menjamin bahwa produk dapat digunakan oleh semua orang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas.
  6. Kepuasan Pengguna: Mengukur sejauh mana pengguna merasa puas dengan pengalaman yang mereka dapatkan.

Pentingnya User Experience (UX) untuk Bisnis

Penerapan UX yang tepat  dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan, meningkatkan loyalitas, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan bisnis. 

Pentingnya user experience dalam bisnis dapat dilihat dari berbagai manfaat yang ditawarkannya, beberapa di antaranya adalah:

  1. Meningkatkan Kepuasan Pengguna

Manfaat user experience yang pertama adalah dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Pengalaman yang baik membuat pengguna merasa puas dan senang menggunakan produk atau layanan. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas dan retensi pengguna.

  1. Mengurangi Biaya

Produk yang dirancang dengan UX yang baik dapat mengurangi biaya dukungan pelanggan karena pengguna lebih jarang mengalami masalah atau kebingungan. Hal ini mengurangi jumlah panggilan dan bantuan, yang pada gilirannya mengurangi beban kerja tim dukungan pelanggan dan menurunkan biaya operasional.

  1. Meningkatkan Konversi

Situs web atau aplikasi yang memiliki UX yang baik cenderung memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi. Hal ini karena pengguna merasa nyaman dan mudah dalam mencapai tujuan mereka, seperti melakukan pembelian.

  1. Membangun Reputasi Merek

Pengalaman positif dapat meningkatkan citra dan reputasi merek. Pengguna yang merasa puas biasanya akan merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain.

  1. Mendukung Inovasi

Pemahaman yang baik tentang kebutuhan dan harapan pengguna dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk yang lebih baik di masa depan.

User experience adalah aspek yang sangat penting dalam pengembangan produk dan layanan. Dengan fokus pada UX, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pengguna, mengurangi biaya, meningkatkan konversi, dan membangun reputasi merek yang kuat.

UX hanyalah salah satu aspek yang perlu Anda kuasai dalam dunia Digital Marketing. Optimasi masih perlu dilakukan di ranah search engine, website, hingga media sosial. 

Pahami lebih dalam tentang penerapan digital marketing pada perusahaan melalui program Digital Marketing Fundamental dari prasmul-eli.

Dengan durasi belajar 2 hari, program ini bersertifikasi ISO 9001:2015 memiliki tujuh pembahasan berikut ini:

  • Introduction to Digital Marketing Strategy
  • Customer Persona
  • Social Media Marketing
  • Digital Paid Advertising
  • Digital Free Advertising
  • Customer Journey & Online Sales Funnel
  • Digital Marketing Strategy & Workshop


Hubungi prasmul-eli untuk informasi lebih lengkapnya melalui link ini!