Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Mengenal Inventory Forecasting dan Manfaatnya Bagi Bisnis


02 January 2023
Web-Nov-Sohibi-Forecasting.jpg

Banyak pelanggan bisnis e-commerce atau online mengharapkan pesanan dapat dipenuhi secara efisien dan dikirimkan tepat waktu. Sebagai pemilik bisnis, tentu saja Anda tidak ingin mengalami overstocking apalagi stockout. Maka diperlukan sebuah sistem dan keahlian dalam inventory forecasting yang dapat mempengaruhi margin, reputasi, dan tingkat kepuasan pelanggan terhadap bisnis Anda.

Pengertian Inventory Forecasting

Inventory forecasting adalah proses menghitung inventaris yang diperlukan untuk memenuhi pesanan pelanggan di masa depan berdasarkan jumlah banyak produk yang diprediksi akan dijual selama periode waktu tertentu. Perkiraan ini mengambil data penjualan yang lalu, promosi yang direncanakan, dan kekuatan eksternal menjadi seakurat mungkin.

Bagaimana Cara Inventory Forecasting Digunakan dalam Toko Online?

Bisnis online dapat mulai dari yang kecil untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang rantai penjualan dan pasokan mereka, tanpa bantuan dari pihak ketiga atau mitra lain. Semuanya dimulai dengan melacak data secara otomatis menggunakan perangkat lunak manajemen inventori. 

Prosesnya tidak harus menjadi pelajaran besar dalam statistik, tetapi untuk melatih menyatukan banyak sumber data yang membuat tebakan secara profesional. Menerapkan inventory forecasting ke dalam alur kerja Anda saat ini dapat bermanfaat bagi seluruh operasional Anda dan membantu bisnis online berjalan lebih lancar, mencegah stok habis, dan meningkatkan arus kas. 

Manfaat dari Inventory Forecasting yang Akurat

Berikut merupakan beberapa manfaat dari inventory forecasting bagi bisnis Anda:

  1. Lebih sedikit persediaan yang dibutuhkan

Dengan memiliki prediksi berdasarkan data tentang berapa banyak inventaris yang Anda perlukan, Anda tidak perlu membeli inventaris yang tidak Anda perlukan untuk jangka waktu tertentu. Ini berarti Anda dapat meningkatkan akuntansi inventori, membantu arus kas, dan bahkan membebaskan dana untuk area bisnis lainnya.

  1. Lebih banyak penjualan

Jika Anda memiliki persediaan yang cukup, Anda tidak perlu khawatir tentang kehabisan stok atau pesanan mundur, Anda dapat memenuhi setiap pesanan segera setelah dipesan dan memberikan pengiriman yang dijanjikan kepada pelanggan. Menyelaraskan dengan pemasaran pada promosi mendatang sangat penting untuk perkiraan inventori.

Selain itu, pengalaman pelanggan tetap positif ketika mereka menemukan apa yang dicari secara online dan tidak menemukan informasi "stok habis" hanya untuk meninggalkan toko Anda dan berbelanja di tempat lain. Setiap pelanggan yang hilang karena tidak mendapatkan barang yang dibutuhkan di toko Anda, dapat berisiko kehilangan bisnis ke depannya dengan mereka.

  1. Lebih sedikit tenaga kerja manual

Inventory forecasting yang akurat menghemat tenaga kerja dan biaya pergudangan karena Anda lebih siap untuk menangani perubahan permintaan dan dapat mengurangi beberapa pekerjaan manual. Alat inventory forecasting membantu mengotomatiskan pemesanan ulang, memprediksi kebutuhan tenaga kerja, dan memperhitungkan perubahan volume pesanan, sehingga memudahkan untuk memahami apa yang akan terjadi dan mengurangi biaya penyimpanan inventori. Hal ini menghemat waktu dan tenaga untuk manajemen gudang dan semua staf.

  1. Siklus produksi lebih efisien

Inventory forecasting membantu Anda mengelola produk dengan lebih baik di seluruh rantai pasokan. Ketika Anda mengetahui waktu tunggu operasional pabrik, jadwal penerimaan gudang, dan tingkat stok yang tepat untuk setiap produk yang diperlukan untuk membuat pesanan pembelian baru, Anda dapat bekerja lebih efisien dengan pemasok dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang siklus produksi. Dengan cara ini, Anda dapat membuat keputusan yang tepat dan menghilangkan kebutuhan untuk mempercepat jadwal produksi dan pengiriman.

  1. Membantu mengurangi pemborosan persediaan

Dead stock adalah persediaan yang tidak lagi dapat dijual, biasanya berasal dari inventory forecasting yang buruk. Mengetahui inventori terlaris Anda dibandingkan dengan barang yang bergerak lambat dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik tentang siklus hidup produ. Bahkan dapat menyederhanakan lini produk Anda dengan menghentikan produk yang gagal (bekerja sama dengan tim penjualan dan pemasaran untuk memahami produk mana yang Anda ingin mengosongkan atau menjalankan penjualan cepat).

Metode Inventory Forecasting untuk Perencanaan Permintaan

Ada beberapa jenis inventory forecasting yang perlu diperhatikan untuk membantu perencanaan permintaan. Metode-metode tersebut dapat dan harus dicampur serta dicocokkan untuk membantu memprediksi hasil potensial, karena setiap jenis inventory forecasting memiliki kasus penggunaan atau fokus yang berbeda.

  1. Quantitative Forecasting

Metode inventory forecasting ini menggunakan riwayat data penjualan untuk mengantisipasi penjualan di masa depan. Semakin lama bisnis atau produk ada, semakin baik kumpulan data dan analisisnya. Anda memerlukan setidaknya satu tahun penjualan untuk melihat tren musiman, tetapi beberapa tahun data bahkan lebih bermakna karena akan membantu mengidentifikasi konsistensi dan pola tahunan yang sebenarnya.

  1. Qualitative Forecasting

Metode ini menggunakan lebih sedikit data dari riwayat pesanan pedagang dan sebaliknya bergantung pada faktor eksternal seperti intelijen pasar, kekuatan lingkungan, permintaan ekonomi, dan pergeseran tingkat makro lainnya (misal, perilaku pembelian bergeser dari sebelum ke pascapandemi atau inflasi). Metode ini sering menggunakan penilaian ahli seperti seorang analis.

  1. Trend Forecasting

Jenis inventory forecasting ini melibatkan pengawasan ketat pada tren penjualan di lini produk Anda dari waktu ke waktu untuk membantu menunjukkan perubahan gambaran yang lebih besar — bukan hanya musiman — tetapi perubahan yang lebih luas dalam perilaku pembelian konsumen. Meskipun Anda tidak selalu dapat memprediksi produk atau kategori berikutnya yang akan mengganggu bisnis Anda, tetapi dengan menyadari dan memahami tren yang sedang berlangsung juga dapat membantu Anda tetap terdepan.

  1. Graphical Forecasting

Metode ini membantu memvisualisasikan data untuk mengidentifikasi pola yang mungkin luput dari perhatian sebagai teks biasa. Ini dapat digunakan pada salah satu kumpulan data di atas untuk menghasilkan garis tren, menemukan perbedaan, membandingkan variabel dengan cepat, dan banyak lagi.

Praktik Terbaik untuk Inventory Forecasting

Manajemen persediaan yang baik cocok untuk inventory forecasting yang baik. Berikut adalah beberapa dasar yang dapat membantu bisnis Anda menerapkan proses perkiraan inventori yang tepat:

  1. Libatkan tim lain

Setiap pemangku kepentingan atau kelompok memiliki perspektif yang unik dan masukan yang diperlukan untuk membuat perkiraan yang paling akurat.

  1. Catat dan tinjau kembali untuk perencanaan di masa mendatang

Buat daftar penjualan cepat yang akan datang, hari libur yang diketahui (termasuk yang berdampak pada produsen seperti Hari Raya Idul Fitri), dan peristiwa lain yang dapat menyebabkan siklus penjualan atau produksi Anda melambat atau meningkat.

  1. Gunakan data

Data penjualan dan inventori Anda sebelumnya harus memandu keputusan di masa mendatang dan membantu Anda bersikap proaktif, bukan reaktif. Dengan cara ini, proses perkiraan inventori Anda dapat diulang dan menggunakan periode perkiraan yang konsisten.

  1. Lihat real-time level stok

Pelacakan inventori waktu nyata memungkinkan Anda memantau tingkat stok aktual kapan saja dan membantu Anda mengawasi apakah perkiraan Anda tepat atau turun drastis.

  1. Pilih perangkat lunak yang tepat

Pastikan perangkat lunak yang Anda gunakan memiliki semua fungsi yang masuk akal untuk ukuran, katalog produk, dan kompleksitas bisnis Anda.

  1. Gunakan metode inventory forecasting yang tepat

Beberapa metode inventory forecasting akan lebih membantu bisnis Anda daripada yang lain, tergantung pada jenis produk yang Anda jual.

  1. Hitung perputaran persediaan

Mengidentifikasi produk mana yang lebih populer dan mana yang lebih lambat dijual dapat membantu Anda merencanakan inventori dengan lebih strategis, dan mengarahkan Anda untuk berinvestasi pada produk yang akan membantu Anda mencapai penjualan yang lebih tinggi.

  1. Menerapkan tujuan bisnis

Inventory forecasting dapat memengaruhi apakah bisnis Anda mencapai tujuannya atau tidak — jadi saat memperkirakan inventori Anda, pertimbangkan bagaimana keputusan stok Anda dapat membantu Anda mencapai sasaran tersebut.

Jika membahas tentang inventory forecasting, Anda tetap harus berhati-hati dengan stok yang tersedia, sekalipun sudah menggunakan software. Melalui Supply Chain Management, para eksekutif perusahaan dapat berbagi terkait praktik terbaru manajemen rantai pasok yang ada saat ini.

Penting untuk mempertimbangkan keterkaitan peranan teknologi dalam mempercepat supply chain yang lebih hemat dan lebih baik serta strategi ekosistem bisnis. Anda dapat mencoba strategi omnichannel, cooperation, disintermediation atau resource sharing agar mendapatkan perencanaan lebih akurat untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-July-No.3.jpg
Branding Produk yang Akan Membuat Anda Lebih Menonjol dari Kompetitor
19 July 2024

Branding produk kini jadi semakin penting di tengah era globalisasi dan digitalisasi yang terus berkembang. Kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial telah menciptakan pasar yang lebih dinamis dan kompetitif. 

Branding tidak hanya tentang bagaimana produk Anda terlihat, tetapi juga tentang bagaimana produk Anda dirasakan dan diingat oleh konsumen. Pada hakikatnya branding adalah seni dan ilmu menciptakan citra yang kuat dan konsisten untuk produk atau layanan Anda.

Branding yang efektif mampu menciptakan hubungan emosional dengan konsumen, membangun loyalitas, dan membedakan produk Anda dari kompetitor. Ketahui definisi, jenis, manfaat, dan langkah-langkah tepat melakukannya pada artikel berikut ini.

Definisi Branding Produk

Branding produk adalah proses strategis dalam menciptakan identitas unik untuk sebuah produk atau layanan melalui berbagai elemen. Branding tidak hanya berkaitan dengan aspek visual, tetapi juga mencakup persepsi, nilai, dan emosi yang terkait dengan produk tersebut. 

Dengan branding yang efektif, sebuah produk dapat menciptakan citra yang kuat dan berkesan di benak konsumen. Pada akhirnya hal ini akan berkontribusi pada kesuksesan dan keberlanjutan bisnis. 

Jenis-Jenis Branding Produk

Branding produk mencakup berbagai jenis strategi yang dapat digunakan untuk menciptakan identitas unik dan kuat bagi produk atau layanan. Berikut adalah beberapa jenis branding produk yang umum:

  1. Corporate Branding (Branding Perusahaan)

Fokus pada perusahaan secara keseluruhan daripada produk individu. Contoh: Apple, yang dikenal tidak hanya untuk produk iPhone atau MacBook, tetapi juga untuk inovasi dan kualitas secara keseluruhan.

  1. Product Branding (Branding Produk)

Menciptakan identitas unik untuk produk individu yang membedakannya dari produk lain di pasar. Contoh: Coca-Cola dengan produk minuman bersoda khasnya.

  1. Personal Branding (Branding Pribadi)

Fokus pada individu tertentu, sering digunakan oleh selebriti, influencer, dan profesional untuk mempromosikan diri dan karya mereka. Contoh: Oprah Winfrey atau Elon Musk.

  1. Co-Branding

Beberapa merek berkolaborasi untuk menghasilkan produk atau layanan baru. Ini dapat membantu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kredibilitas. Contoh: Kolaborasi antara Nike dan Apple untuk produk Nike+iPod.

  1. Geographic Branding (Branding Geografis)

Mempromosikan produk atau layanan berdasarkan lokasi geografis tertentu, sering kali menggunakan asal usul sebagai keunggulan kompetitif. Contoh: Keju Parmigiano-Reggiano dari Italia.

  1. Retail Branding

Strategi yang digunakan oleh pengecer untuk menciptakan identitas unik bagi toko mereka. Contoh: IKEA dengan konsep toko dan produk furniturnya yang unik.

Manfaat Branding Produk

Pentingnya branding produk terletak pada kemampuannya untuk mengubah cara konsumen memandang dan berinteraksi dengan produk Anda. Berikut beberapa alasan pentingnya branding produk:

  1. Membedakan dari Kompetitor

Dalam pasar yang dipenuhi dengan produk serupa, branding yang kuat membantu produk Anda menonjol. Identitas yang unik dan berbeda menarik perhatian konsumen dan memberikan alasan bagi mereka untuk memilih produk Anda dibandingkan produk kompetitor.

  1. Membangun Kepercayaan Konsumen

Konsumen cenderung lebih percaya pada produk yang memiliki branding yang konsisten dan profesional. Branding yang baik menciptakan persepsi kualitas dan keandalan yang pada akhirnya membangun loyalitas konsumen.

  1. Memudahkan Pengenalan Produk

Branding yang efektif memudahkan konsumen untuk mengenali produk Anda di antara banyak produk lainnya. Elemen visual seperti logo, warna, dan kemasan, serta elemen auditif seperti slogan dan jingle, semuanya berkontribusi dalam membangun pengenalan produk.

  1. Memudahkan Pengenalan Produk

Produk dengan branding yang kuat sering kali dapat dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan produk tanpa branding yang jelas. Konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang mereka kenal dan percayai.

Langkah-Langkah dalam Membangun Branding yang Efektif

Membangun branding yang efektif adalah kunci untuk memastikan produk Anda tidak hanya dikenal, tetapi juga diingat dan dicintai oleh konsumen. Berikut ini adalah beberapa langkah penting yang perlu diikuti dalam membangun branding yang efektif:

  1. Menentukan Target Pasar

Langkah pertama dalam membangun branding adalah memahami siapa target pasar Anda. Mengetahui demografi, psikografi, dan perilaku konsumen Anda akan membantu menciptakan pesan dan identitas yang tepat.

  1. Membangun Identitas Merek

Identitas merek mencakup nama merek, logo, warna, tipografi, dan elemen visual lainnya. Pastikan elemen-elemen ini menggambarkan karakter dan nilai-nilai merek Anda. Konsistensi dalam penggunaan elemen visual sangat penting untuk membangun pengenalan dan kepercayaan.

  1. Menciptakan Pesan Merek

Pesan merek adalah cara Anda berkomunikasi dengan konsumen. Ini mencakup tagline, slogan, dan narasi yang menceritakan cerita merek Anda. Pesan harus jelas, konsisten, dan relevan dengan target pasar Anda.

  1. Mengimplementasikan Strategi Pemasaran

Dalam era digital, kehadiran online yang kuat sangat penting. Website profesional, profil media sosial yang aktif, dan strategi konten yang baik akan membantu Anda menjangkau dan berinteraksi dengan konsumen secara lebih efektif.

  1. Mendukung Inovasi

Pemahaman yang baik tentang kebutuhan dan harapan pengguna dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk yang lebih baik di masa depan.

Branding produk adalah elemen krusial dalam strategi bisnis modern. Dengan membangun identitas yang kuat dan menciptakan kepercayaan konsumen, branding yang efektif dapat membawa kesuksesan jangka panjang bagi produk Anda.

Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini, Anda dapat memastikan produk Anda tidak hanya dikenal, tetapi juga dicintai oleh konsumen. 

Branding produk hanyalah satu dari sekian banyak strategi manajemen yang bisa dilakukan perusahaan. Pahami lebih dalam tentang berbagai elemen dari  strategi manajemen melalui program Strategic Brand Management dari prasmul-eli.

Dengan durasi belajar 2 hari, program ini bersertifikasi ISO 9001:2015 memiliki lima pembahasan berikut ini:

  • Product and Brand Management
  • Brand Element
  • Brand Identity
  • Brand Loyalty
  • Brand Extensions

 

Hubungi prasmul-eli untuk informasi lebih lengkapnya melalui link ini!

Banner-Article-Mar-1 (1).jpg
HRM: Pengertian Fungsi, dan Manfaatnya bagi Bisnis
18 July 2024

Pengelolaan sumber daya manusia atau HRM (Human Resources Management) adalah suatu hal yang penting untuk diketahui bagi pemilik bisnis.

Pasalnya, sebuah perusahaan yang baik memiliki tiga sumber daya yaitu; sumber daya fisik, sumber daya finansial, dan sumber daya manusia. Berperan sebagai penggerak, sumber daya manusia wajib dikelola dengan baik untuk keberlangsungan perusahaan.

Terlebih lagi perusahaan yang sukses bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Hal itu membuat HRM yang baik perlu dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Pahami lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan HRM, fungsi, dan manfaatnya bagi perusahaan Anda pada ulasan berikut ini.

Pengertian HRM

HRM atau Human Resources Management adalah kegiatan mengorganisasi dan mengelola pegawai dalam sebuah perusahaan untuk melaksanakan visi, misi, dan tujuan bisnis.

HRM cukup diandalkan untuk menjaga kelancaran dan efisiensi bisnis, baik untuk perusahaan berskala kecil maupun besar.

Aktivitas di dalamnya mencakup rekrutmen, pelatihan, kompensasi, retensi, dan motivasi pegawai.

Fungsi HRM dalam Perusahaan

Berikut penjelasan lebih lengkap tentang fungsi HRM dalam perusahaan di antaranya adalah:

  1. Rekrutmen dan seleksi

HRM suatu perusahaan memegang tanggung jawab dalam perencanaan, pengiklanan, seleksi, dan perekrutan pegawai sesuai kebutuhan.

Proses ini mencakup wawancara, penilaian, dan pemilihan karyawan yang paling sesuai untuk posisi yang tersedia.

  1. Pelatihan dan pengembangan

Fungsi HRM yang kedua adalah sebagai perancang dan pelaksana program pelatihan.

Pelatihan yang diadakan harus yang dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi pegawai. 

Misalnya, HRM merencanakan pelatihan yang melibatkan pegawai dari berbagai departemen untuk mempelajari dan menguasai perangkat lunak terbaru. 

Program ini mencakup sesi pelatihan langsung, studi kasus, dan proyek nyata yang menuntut pegawai untuk menerapkan pengetahuan baru mereka dalam konteks pekerjaan sehari-hari.

Rangkaian pelatihan ini akan meningkatkan produktivitas pegawai yang berakhir pada kemajuan perusahaan.

  1. Pengelola kinerja

Pengelolaan kinerja adalah tugas penting HRM yang melibatkan penilaian terhadap kinerja pegawai. HRM menetapkan tujuan, memberikan umpan balik, mengevaluasi kinerja, dan merancang rencana perbaikan.

Sebagai contoh, HRM dapat membantu dalam menyusun tujuan kinerja yang terukur dan memberikan umpan balik konstruktif kepada karyawan.

Dengan melakukan evaluasi rutin, HRM dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kinerja, serta merancang program pelatihan untuk meningkatkan kinerja pegawai. 

  1. Perantara komunikasi

Fungsi HRM selanjutnya dalam perusahaan adalah sebagai perantara komunikasi antara pimpinan dan pegawai juga sebaliknya. 

Informasi-informasi seperti pengumuman kebijakan dan perkembangan perusahaan, hingga masukan atas suatu permasalahan biasanya dikomunikasikan terlebih dulu pada HRM.

Misalnya, sebuah perusahaan menghadapi perubahan kebijakan terkait jam kerja fleksibel. Sebelum pengumuman resmi kepada seluruh pegawai, pimpinan perusahaan menyampaikan informasi tersebut terlebih dahulu kepada HRM. 

HRM kemudian bertanggung jawab untuk mengomunikasikan kebijakan tersebut kepada seluruh pegawai.

HRM tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membuka kanal komunikasi untuk menerima masukan dan pertanyaan dari pegawai.

Hal ini menciptakan transparansi dalam komunikasi internal perusahaan dan membantu mengelola perubahan dengan lebih efektif.

  1. Pengelola kesejahteraan pegawai

HRM juga bertanggung jawab untuk memastikan keamanan, kenyamanan lingkungan kerja, dan standar keamanan bagi pegawai. 

Selain itu, HRM bertugas untuk menangani tunjangan karyawan seperti asuransi kesehatan, cuti, dan program kesejahteraan lainnya.

  1. Perencanaan posisi pegawai

Perencanaan tenaga kerja HRM dikatakan berhasil jika perusahaan dapat menjaga kelangsungan operasional dengan baik, termasuk saat ada yang keluar. 

Contohnya, saat ada pegawai dengan level senior memilih untuk keluar, perusahaan bisa dengan cepat mendapat penggantinya sehingga produktivitas tetap terjaga.

Begitu juga ketika ada staf yang akan diangkat menjadi senior, ia akan mendapat bekal terlebih dahulu agar lebih siap untuk pengangkatannya.

  1. Manajemen konflik

HRM adalah peran kunci dalam penanganan konflik di antara anggota tim atau antara tim dan pimpinan. Mereka dapat melakukan mediasi, menyelesaikan sengketa, dan mencari solusi yang mendukung keharmonisan lingkungan kerja.

Dengan melakukan mediasi, mereka memfasilitasi diskusi konstruktif dan mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak. Tindakan ini membantu menjaga suasana kerja yang positif dan mendukung produktivitas tim.

Manfaat HRM untuk Perusahaan

Jika fungsi-fungsi HRM di atas berjalan dengan baik, beberapa manfaat ini bisa didapatkan perusahaan:

  • Turut berperan dalam pencapaian target departemen atau perusahaan secara keseluruhan yang berdampak pada bertambahnya keuntungan.
  • Penempatan pegawai yang tepat sesuai kompetensi dan kebutuhan perusahaan yang memaksimalkan hasil pekerjaan.
  • Manajemen waktu yang lebih maksimal sehingga menghasilkan produktivitas yang optimal.
  • Memudahkan proses delegasi dari pimpinan, sehingga pegawai dapat fokus mengerjakan tugasnya masing-masing.
  • Membekali karyawan dengan rangkaian pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam rangka persiapan ke jenjang karir berikutya.

Itu dia informasi yang perlu Anda ketahui tentang apa itu HRM, fungsi, dan manfaatnya bagi perusahaan Anda. Sistem HRM yang baik adalah yang mampu menghasilkan tim yang solid, produktif, dan menguntungkan bagi perusahaan.

Namun, sistem HRM yang berhasil di 5-10 tahun lalu, belum tentu masih relevan di masa kini. Seorang manajer SDM harus mengikuti berbagai perubahan mulai dari cara pengelolaan bisnis, teknologi, hingga harapan para pencari kerja masa kini.

Jika Anda ingin mendalami HR yang relevan saat ini, ikuti short program HR Today: Building Employee Excellence dari prasmul-eli.

Dalam program dua hari, cakupan pembelajarannya meliputi:

  • HR Today - What & Why, People Strategy
  • Model HRM
  • Acquiring - DEI & EVP (Employer Branding)
  • Developing - Bench Strength & Reskilling Upskilling
  • Guest Speaker
  • Rewarding - total reward package
  • Maintaining - Well Being, Mental Health, Hybrid Working, Work Life & Play
  • Wrap Up


Daftarkan diri Anda melalui link berikut untuk mengikuti kelas ini!

Banner-Article-July-No.2.jpg
User Experience Sebagai Pendorong Kepuasan Pengguna di Era Digital
18 July 2024

User Experience (UX) adalah elemen krusial dalam kesuksesan produk dan layanan dalam era digital. Dalam berbagai aplikasi, UX memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana pengguna berinteraksi ketika menggunakan suatu produk. 

Menciptakan pengalaman positif bukan hanya sekadar memberikan tampilan yang menarik, tetapi juga melibatkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan perilaku pengguna. UX yang baik dapat meningkatkan loyalitas pengguna, mengurangi tingkat churn, dan bahkan mempercepat adopsi produk di pasar yang kompetitif. 

Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai aspek dari UX, mulai dari pengertian hingga penerapan praktisnya dalam dunia bisnis.

Definisi User Experience (UX)

User Experience (UX) adalah konsep yang mencakup semua aspek interaksi pengguna dengan suatu perusahaan, layanan, dan produk. Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman yang memuaskan dan menyenangkan bagi pengguna, serta memenuhi kebutuhan dan harapan mereka.

UX tidak hanya berfokus pada desain visual, tetapi juga pada keseluruhan proses yang dialami pengguna. Proses ini mulai dari mencari informasi hingga menggunakan produk atau layanan tersebut.

Fungsi User Experience (UX)

Fungsi user experience dalam pengembangan produk sangatlah vital untuk mencapai kesuksesan di pasar yang kompetitif. Dengan memahami berbagai fungsi utama UX, perusahaan dapat menciptakan pengalaman yang optimal dan pada gilirannya meningkatkan retensi dan loyalitas. 

Berikut adalah beberapa fungsi utama UX:

  1. Meningkatkan Kepuasan Pengguna

Fungsi utama user experience adalah meningkatkan kepuasan pengguna dengan membuat interaksi mereka dengan produk menjadi lebih mudah, efisien, dan menyenangkan. UX yang baik memastikan bahwa pengguna dapat dengan cepat menemukan apa yang mereka cari dan menyelesaikan tugas tanpa kesulitan.

  1. Meningkatkan Retensi dan Loyalitas Pengguna

Pengalaman pengguna yang positif mendorong loyalitas. Ketika pengguna merasa nyaman dan puas dengan suatu produk, mereka cenderung untuk terus menggunakannya dan bahkan merekomendasikannya kepada orang lain.

  1. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas

UX yang baik dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pengguna dengan menyediakan antarmuka yang intuitif dan fungsional. Pengguna dapat menyelesaikan tugas lebih cepat dengan lebih sedikit kesalahan, yang berarti mereka dapat fokus pada hal-hal yang lebih penting. 

  1. Mengurangi Biaya Dukungan Pelanggan

Produk dengan user experience yang buruk cenderung menyebabkan frustasi dan kebingungan bagi pengguna, yang pada akhirnya meningkatkan kebutuhan akan dukungan pelanggan. Dengan berinvestasi untuk memperbaiki UX, perusahaan dapat mengurangi jumlah panggilan dan permintaan dukungan, yang pada gilirannya dapat menurunkan biaya operasional.

  1. Meningkatkan Tingkat Konversi

Dalam konteks e-commerce atau aplikasi yang berorientasi pada penjualan, UX yang baik dapat meningkatkan tingkat konversi. Dengan merancang jalur pengguna yang jelas dan sederhana dari awal hingga akhir, pengguna jadi lebih cepat untuk melakukan pembelian.

Komponen-Komponen User Experience (UX)

Setiap komponen UX memainkan peran penting dalam menciptakan pengalaman yang holistik dan memuaskan bagi pengguna. Berikut adalah komponen-komponen utama user experience di antaranya adalah:

  1. Usability (Kegunaan): Menyediakan navigasi yang mudah, antarmuka yang intuitif, dan kemudahan dalam mencapai tujuan pengguna.
  2. Desain Interaksi: Memastikan interaksi antara pengguna dan produk berjalan lancar, responsif, dan efisien.
  3. Desain Visual: Menarik perhatian pengguna melalui elemen visual yang estetik dan fungsional.
  4. Struktur Informasi: Mengorganisasi konten dan informasi sehingga mudah ditemukan dan dimengerti oleh pengguna.
  5. Accessibility (Aksesibilitas): Menjamin bahwa produk dapat digunakan oleh semua orang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas.
  6. Kepuasan Pengguna: Mengukur sejauh mana pengguna merasa puas dengan pengalaman yang mereka dapatkan.

Pentingnya User Experience (UX) untuk Bisnis

Penerapan UX yang tepat  dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan, meningkatkan loyalitas, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan bisnis. 

Pentingnya user experience dalam bisnis dapat dilihat dari berbagai manfaat yang ditawarkannya, beberapa di antaranya adalah:

  1. Meningkatkan Kepuasan Pengguna

Manfaat user experience yang pertama adalah dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Pengalaman yang baik membuat pengguna merasa puas dan senang menggunakan produk atau layanan. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas dan retensi pengguna.

  1. Mengurangi Biaya

Produk yang dirancang dengan UX yang baik dapat mengurangi biaya dukungan pelanggan karena pengguna lebih jarang mengalami masalah atau kebingungan. Hal ini mengurangi jumlah panggilan dan bantuan, yang pada gilirannya mengurangi beban kerja tim dukungan pelanggan dan menurunkan biaya operasional.

  1. Meningkatkan Konversi

Situs web atau aplikasi yang memiliki UX yang baik cenderung memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi. Hal ini karena pengguna merasa nyaman dan mudah dalam mencapai tujuan mereka, seperti melakukan pembelian.

  1. Membangun Reputasi Merek

Pengalaman positif dapat meningkatkan citra dan reputasi merek. Pengguna yang merasa puas biasanya akan merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain.

  1. Mendukung Inovasi

Pemahaman yang baik tentang kebutuhan dan harapan pengguna dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk yang lebih baik di masa depan.

User experience adalah aspek yang sangat penting dalam pengembangan produk dan layanan. Dengan fokus pada UX, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pengguna, mengurangi biaya, meningkatkan konversi, dan membangun reputasi merek yang kuat.

UX hanyalah salah satu aspek yang perlu Anda kuasai dalam dunia Digital Marketing. Optimasi masih perlu dilakukan di ranah search engine, website, hingga media sosial. 

Pahami lebih dalam tentang penerapan digital marketing pada perusahaan melalui program Digital Marketing Fundamental dari prasmul-eli.

Dengan durasi belajar 2 hari, program ini bersertifikasi ISO 9001:2015 memiliki tujuh pembahasan berikut ini:

  • Introduction to Digital Marketing Strategy
  • Customer Persona
  • Social Media Marketing
  • Digital Paid Advertising
  • Digital Free Advertising
  • Customer Journey & Online Sales Funnel
  • Digital Marketing Strategy & Workshop


Hubungi prasmul-eli untuk informasi lebih lengkapnya melalui link ini!