Pengertian Manajemen Risiko, Struktur Risiko, dan Cara Meresponsnya

23 November 2022

Dalam usaha menjalankan bisnis, pasti akan ada risiko yang harus dihadapi. Berbagai macam risiko dari segala aspek yang berkaitan dalam bisnis dapat terjadi di masa mendatang. Bijak dan hati-hati dalam menjalankan bisnis adalah hal yang wajib dilakukan, tetapi terkadang risiko dapat muncul dari pihak atau hal yang tidak dapat Anda kendalikan.

Manajemen risiko menjadi hal yang penting untuk didiskusikan dan dijalankan dalam sebuah bisnis demi kelancaran dan perkembangan bisnis Anda. Jika diterapkan dengan baik, Anda dapat mempersiapkan rencana dan bahkan tindakan yang akan dilakukan jika dihadapkan dengan sebuah risiko di masa mendatang.

Apa Itu Manajemen Risiko?

Manajemen risiko adalah hal-hal yang dilakukan untuk tujuan identifikasi, analisis, dan respons terhadap faktor risiko yang menjadi bagian dari sebuah bisnis. Manajemen risiko yang efektif berusaha untuk mengendalikan sebanyak mungkin hasil di masa depan dengan bertindak secara proaktif daripada reaktif. Oleh karena itu, manajemen risiko yang efektif menawarkan potensi untuk mengurangi kemungkinan terjadinya risiko maupun potensi dampaknya.

Ancaman atau risiko dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk ketidakpastian keuangan, kewajiban hukum, kesalahan strategi manajemen, kecelakaan, atau bencana alam. Dalam upaya mengurangi risiko, sebuah bisnis perlu menerapkan sumber daya untuk meminimalkan, memantau, dan mengendalikan dampak peristiwa negatif sambil memaksimalkan peristiwa positif. 

Struktur Manajemen Risiko

Struktur manajemen risiko dirancang untuk melakukan lebih dari sekadar menunjukkan risiko yang ada. Struktur manajemen yang baik juga harus memperhitungkan ketidakpastian dan memprediksi pengaruh adanya risiko terhadap bisnis. Sebuah bisnis akan dihadapkan oleh dua pilihan, yaitu menerima risiko atau menolaknya. Penerimaan atau penolakan risiko tergantung pada tingkat toleransi yang diterapkan pada bisnis. 

Saat sebuah bisnis menetapkan manajemen risiko sebagai sebuah proses yang disiplin dan berkelanjutan dengan tujuan mengidentifikasi dan menyelesaikan risiko. Struktur manajemen risiko dapat digunakan untuk mendukung sistem mitigasi risiko lainnya. Sistem yang dimaksud antara lain seperti perencanaan, organisasi, pengendalian biaya, dan penganggaran. Dalam kasus tertentu, bisnis dapat mengalami banyak kejutan, karena fokusnya ada pada manajemen risiko proaktif.

Respons Terhadap Risiko

Risiko merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari, tapi bisa ditangani sesuai dengan situasi yang dihadapi. Respons terhadap risiko biasanya merupakan salah satu dari beberapa bentuk berikut:

  • Menghindar: sebuah bisnis berusaha untuk menghilangkan risiko tertentu dengan menyingkirkan penyebabnya.

  • Mengurangi: berupaya untuk meminimalkan kerugian, bukan menghilangkan sepenuhnya. Tetap fokus untuk menahan kerugian dan mencegah penyebaran saat adanya suatu risiko.

  • Membagi: ketika risiko dibagi, kemungkinan kerugian ditransfer dari individu ke grup. Biasanya diaplikasikan pada sebuah perusahaan dengan beberapa investor yang mengumpulkan modal sehingga masing-masing menanggung sebagian risiko jika adanya kemungkinan bahwa perusahaan tersebut gagal.

  • Mentransfer: pengalihan risiko secara kontraktual kepada pihak ketiga, seperti asuransi.

  • Mitigasi: menurunkan proyeksi nilai keuangan yang terkait dengan suatu risiko dengan cara menurunkan kemungkinan terjadinya risiko tersebut.

  • Menerima: dalam beberapa kasus, bisnis mungkin terpaksa menerima risiko yang ada. Respons ini dimungkinkan jika entitas bisnis mengembangkan adanya kemungkinan untuk memitigasi dampak risiko jika itu terjadi.

Saat memprediksi sebuah kemungkinan terjadinya sebuah risiko di masa mendatang, bisnis perlu terlibat dalam pendekatan pemecahan masalah. Hasilnya adalah rencana yang terinci dengan baik dapat dapat dieksekusi segera setelah kebutuhan untuk merespons risiko tersebut muncul. Rencana seperti itu akan memungkinkan sebuah bisnis menangani hambatan yang ada karena dapat menangani risiko segera setelah muncul.

Pentingnya Manajemen Risiko

Manajemen risiko sebuah proses penting karena memberdayakan bisnis dengan sistem yang diperlukan sehingga dapat mengidentifikasi dan menangani potensi risiko secara memadai. Setelah risiko teridentifikasi, maka mudah untuk menguranginya. Selain itu, manajemen risiko menyediakan bisnis dengan dasar pengetahuan untuk dapat melakukan pengambilan keputusan yang baik.

Bagi sebuah bisnis, penilaian dan pengelolaan risiko adalah cara terbaik untuk mempersiapkan kemungkinan yang akan terjadi dalam upaya kemajuan dan pertumbuhan bisnis itu sendiri. Ketika sebuah bisnis mengevaluasi rencananya untuk menangani potensi ancanan dan kemudian mengembangkan struktur untuk mengatasinya, hal tersebut meningkatkan peluang untuk menjadi entitas yang sukses.

Selain itu, manajemen risiko yang progresif memastikan risiko dengan prioritas tinggi untuk ditangani seagresif mungkin. Manajemen akan memiliki informasi yang diperlukan sehingga dapat digunakan untuk membuat keputusan tepat dan memastikan bahwa bisnis tetap menguntungkan.

Proses Analisis Risiko

Analisis risiko adalah pendekatan pemecahan masalah kualitatif yang menggunakan berbagai alat penilaian untuk bekerja dan menentukan peringkat risiko dengan tujuan untuk menilai dan menyelesaikannya. Berikut adalah proses analisis risiko:

  1. Identifikasi Risiko

Diperlukan diskusi dalam upaya mengidentifikasi risiko. Sebuah bisnis mengumpulkan karyawannya bersama-sama sehingga dapat meninjau semua berbagai sumber risiko. Langkah selanjutnya adalah menyusun semua risiko yang teridentifikasi dalam urutan prioritas. Karena tidak mungkin untuk memitigasi semua risiko yang ada, prioritas memastikan bahwa risiko-risiko yang dapat mempengaruhi bisnis secara signifikan ditangani dengan lebih mendesak.

  1. Menilai Risiko

Dalam banyak kasus, penyelesaian masalah melibatkan identifikasi masalah baru kemudian berusaha untuk menemukan solusi yang tepat. Namun, sebelum mengetahui cara terbaik menangani risiko, sebuah bisnis harus menemukan penyebab risiko melalui pertanyaan, “Apa yang menyebabkan risiko tersebut dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi bisnis?”.

  1. Mengembangkan Respons yang Tepat

Setelah sebuah bisnis ditetapkan untuk menilai kemungkinan pemulihan untuk mengurangi risiko yang teridentifikasi dan mencegah terulangnya risiko tersebut, maka perlu mengajukan memikirkan tindakan yang dapat diambil untuk mencegah risiko terulang kembali. Tidak lupa mendiskusikan hal terbaik yang harus dilakukan jika risiko tersebut berulang.

  1. Mengembangkan Mekanisme Preventif dalam Mengidentifikasi Risiko

Ide-ide dianggap berguna dalam mengurangi risiko dapat dikembangkan menjadi sejumlah tugas. Tugas ini kemudian dapat menjadi rencana jika ada kemungkinan sebuah risiko terjadi di masa mendatang. Bila risiko tersebut terjadi, maka rencana dapat diterapkan.

Berbagai macam jenis bisnis tentu saja akan ada risiko yang harus dihadapi. Risiko tersebut kemudian dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan pertumbuhan bisnis Anda. Oleh karena itu, penting untuk memahami prinsip-prinsip dasar manajemen risiko dan cara menerapkan prinsip-prinsip tersebut untuk membantu mengurangi dampak risiko pada entitas bisnis yang sedang Anda jalankan.

Dalam usaha menjalankan bisnis, pasti akan ada risiko yang harus dihadapi. Berbagai macam risiko dari segala aspek yang berkaitan dalam bisnis dapat terjadi di masa mendatang. Bijak dan hati-hati dalam menjalankan bisnis adalah hal yang wajib dilakukan, tetapi terkadang risiko dapat muncul dari pihak atau hal yang tidak dapat Anda kendalikan.

Manajemen risiko menjadi hal yang penting untuk didiskusikan dan dijalankan dalam sebuah bisnis demi kelancaran dan perkembangan bisnis Anda. Jika diterapkan dengan baik, Anda dapat mempersiapkan rencana dan bahkan tindakan yang akan dilakukan jika dihadapkan dengan sebuah risiko di masa mendatang.

Apa Itu Manajemen Risiko?

Manajemen risiko adalah hal-hal yang dilakukan untuk tujuan identifikasi, analisis, dan respons terhadap faktor risiko yang menjadi bagian dari sebuah bisnis. Manajemen risiko yang efektif berusaha untuk mengendalikan sebanyak mungkin hasil di masa depan dengan bertindak secara proaktif daripada reaktif. Oleh karena itu, manajemen risiko yang efektif menawarkan potensi untuk mengurangi kemungkinan terjadinya risiko maupun potensi dampaknya.

Ancaman atau risiko dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk ketidakpastian keuangan, kewajiban hukum, kesalahan strategi manajemen, kecelakaan, atau bencana alam. Dalam upaya mengurangi risiko, sebuah bisnis perlu menerapkan sumber daya untuk meminimalkan, memantau, dan mengendalikan dampak peristiwa negatif sambil memaksimalkan peristiwa positif. 

Struktur Manajemen Risiko

Struktur manajemen risiko dirancang untuk melakukan lebih dari sekadar menunjukkan risiko yang ada. Struktur manajemen yang baik juga harus memperhitungkan ketidakpastian dan memprediksi pengaruh adanya risiko terhadap bisnis. Sebuah bisnis akan dihadapkan oleh dua pilihan, yaitu menerima risiko atau menolaknya. Penerimaan atau penolakan risiko tergantung pada tingkat toleransi yang diterapkan pada bisnis. 

Saat sebuah bisnis menetapkan manajemen risiko sebagai sebuah proses yang disiplin dan berkelanjutan dengan tujuan mengidentifikasi dan menyelesaikan risiko. Struktur manajemen risiko dapat digunakan untuk mendukung sistem mitigasi risiko lainnya. Sistem yang dimaksud antara lain seperti perencanaan, organisasi, pengendalian biaya, dan penganggaran. Dalam kasus tertentu, bisnis dapat mengalami banyak kejutan, karena fokusnya ada pada manajemen risiko proaktif.

Respons Terhadap Risiko

Risiko merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari, tapi bisa ditangani sesuai dengan situasi yang dihadapi. Respons terhadap risiko biasanya merupakan salah satu dari beberapa bentuk berikut:

  • Menghindar: sebuah bisnis berusaha untuk menghilangkan risiko tertentu dengan menyingkirkan penyebabnya.

  • Mengurangi: berupaya untuk meminimalkan kerugian, bukan menghilangkan sepenuhnya. Tetap fokus untuk menahan kerugian dan mencegah penyebaran saat adanya suatu risiko.

  • Membagi: ketika risiko dibagi, kemungkinan kerugian ditransfer dari individu ke grup. Biasanya diaplikasikan pada sebuah perusahaan dengan beberapa investor yang mengumpulkan modal sehingga masing-masing menanggung sebagian risiko jika adanya kemungkinan bahwa perusahaan tersebut gagal.

  • Mentransfer: pengalihan risiko secara kontraktual kepada pihak ketiga, seperti asuransi.

  • Mitigasi: menurunkan proyeksi nilai keuangan yang terkait dengan suatu risiko dengan cara menurunkan kemungkinan terjadinya risiko tersebut.

  • Menerima: dalam beberapa kasus, bisnis mungkin terpaksa menerima risiko yang ada. Respons ini dimungkinkan jika entitas bisnis mengembangkan adanya kemungkinan untuk memitigasi dampak risiko jika itu terjadi.

Saat memprediksi sebuah kemungkinan terjadinya sebuah risiko di masa mendatang, bisnis perlu terlibat dalam pendekatan pemecahan masalah. Hasilnya adalah rencana yang terinci dengan baik dapat dapat dieksekusi segera setelah kebutuhan untuk merespons risiko tersebut muncul. Rencana seperti itu akan memungkinkan sebuah bisnis menangani hambatan yang ada karena dapat menangani risiko segera setelah muncul.

Pentingnya Manajemen Risiko

Manajemen risiko sebuah proses penting karena memberdayakan bisnis dengan sistem yang diperlukan sehingga dapat mengidentifikasi dan menangani potensi risiko secara memadai. Setelah risiko teridentifikasi, maka mudah untuk menguranginya. Selain itu, manajemen risiko menyediakan bisnis dengan dasar pengetahuan untuk dapat melakukan pengambilan keputusan yang baik.

Bagi sebuah bisnis, penilaian dan pengelolaan risiko adalah cara terbaik untuk mempersiapkan kemungkinan yang akan terjadi dalam upaya kemajuan dan pertumbuhan bisnis itu sendiri. Ketika sebuah bisnis mengevaluasi rencananya untuk menangani potensi ancanan dan kemudian mengembangkan struktur untuk mengatasinya, hal tersebut meningkatkan peluang untuk menjadi entitas yang sukses.

Selain itu, manajemen risiko yang progresif memastikan risiko dengan prioritas tinggi untuk ditangani seagresif mungkin. Manajemen akan memiliki informasi yang diperlukan sehingga dapat digunakan untuk membuat keputusan tepat dan memastikan bahwa bisnis tetap menguntungkan.

Proses Analisis Risiko

Analisis risiko adalah pendekatan pemecahan masalah kualitatif yang menggunakan berbagai alat penilaian untuk bekerja dan menentukan peringkat risiko dengan tujuan untuk menilai dan menyelesaikannya. Berikut adalah proses analisis risiko:

  1. Identifikasi Risiko

Diperlukan diskusi dalam upaya mengidentifikasi risiko. Sebuah bisnis mengumpulkan karyawannya bersama-sama sehingga dapat meninjau semua berbagai sumber risiko. Langkah selanjutnya adalah menyusun semua risiko yang teridentifikasi dalam urutan prioritas. Karena tidak mungkin untuk memitigasi semua risiko yang ada, prioritas memastikan bahwa risiko-risiko yang dapat mempengaruhi bisnis secara signifikan ditangani dengan lebih mendesak.

  1. Menilai Risiko

Dalam banyak kasus, penyelesaian masalah melibatkan identifikasi masalah baru kemudian berusaha untuk menemukan solusi yang tepat. Namun, sebelum mengetahui cara terbaik menangani risiko, sebuah bisnis harus menemukan penyebab risiko melalui pertanyaan, “Apa yang menyebabkan risiko tersebut dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi bisnis?”.

  1. Mengembangkan Respons yang Tepat

Setelah sebuah bisnis ditetapkan untuk menilai kemungkinan pemulihan untuk mengurangi risiko yang teridentifikasi dan mencegah terulangnya risiko tersebut, maka perlu mengajukan memikirkan tindakan yang dapat diambil untuk mencegah risiko terulang kembali. Tidak lupa mendiskusikan hal terbaik yang harus dilakukan jika risiko tersebut berulang.

  1. Mengembangkan Mekanisme Preventif dalam Mengidentifikasi Risiko

Ide-ide dianggap berguna dalam mengurangi risiko dapat dikembangkan menjadi sejumlah tugas. Tugas ini kemudian dapat menjadi rencana jika ada kemungkinan sebuah risiko terjadi di masa mendatang. Bila risiko tersebut terjadi, maka rencana dapat diterapkan.

Berbagai macam jenis bisnis tentu saja akan ada risiko yang harus dihadapi. Risiko tersebut kemudian dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan pertumbuhan bisnis Anda. Oleh karena itu, penting untuk memahami prinsip-prinsip dasar manajemen risiko dan cara menerapkan prinsip-prinsip tersebut untuk membantu mengurangi dampak risiko pada entitas bisnis yang sedang Anda jalankan.

Prasetiya Mulya Executive Learning Institute
Prasetiya Mulya Cilandak Campus, Building 2, #2203
Jl. R.A Kartini (TB. Simatupang), Cilandak Barat, Jakarta 12430
Indonesia
Prasetiya Mulya Executive Learning Institute
Prasetiya Mulya Cilandak Campus, Building 2, #2203
Jl. R.A Kartini (TB. Simatupang), Cilandak Barat,
Jakarta 12430
Indonesia