Pentingnya First Line Leadership dalam Fungsi Organisasi

14 October 2021

Saat mendapat promosi untuk mencapai posisi lebih tinggi, seseorang membutuhkan bekal sebagai pemimpin dalam tim. Tentu tidak mudah karena ini kali pertama Anda menjadi pemimpin dalam tim.

Untuk mengenalkan dan mengasah keterampilan sebagai first line leader, Anda membutuhkan pelatihan dasar. Berikut penjelasan seputar first line leadership yang perlu pemimpin tim ketahui.

Pengertian First Line Leadership

First Line Leadership adalah jabatan garis depan dari sebuah perusahaan. Jabatan dari first line leader bisa bervariasi, mulai dari kepala departemen, pimpinan tim, atau project manager.

Masyarakat awam mengenal First line leader dengan istilah supervisor, jabatan di atas staff yang memimpin sebuah tim. Tentu bukan hal mudah untuk menjadi pemimpin. Terlebih supervisor harus bertanggung jawab dengan seluruh pekerjaan dalam tim.

Saat menjadi staff, fokus Anda adalah menyelesaikan pekerjaan yang sudah atasan tugaskan. Namun, ketika Anda mendapat promosi dan naik jabatan menjadi supervisor, beban bertambah.

Tidak hanya memikirkan tugas harian, Anda juga harus melihat dan menilai kinerja staf. Saat mereka membutuhkan bantuan, supervisor perlu ada untuk memberi masukan dan bimbingan dalam tim.

Seorang first line leader juga perlu peka terhadap staf. Artinya, Anda perlu melihat secara penuh potensi yang staf miliki dan memikirkan bagaimana cara mengembangkannya.

First line leader juga memberikan masukan atau feedback terhadap kinerja staf, seperti kelebihan dan kekurangan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Umumnya, supervisor menjadi sosok yang paling dekat dengan staf karena berhubungan langsung dalam pekerjaan. Ia akan melihat bagaimana anggota tim bergerak, sehingga bisa membedakan sikap bila berhadapan dengan staf dan level manager.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam First Line Leadership

Menjadi pemimpin tentu bukan hal mudah. Mungkin Anda merasa seperti bunglon, perlu dekat dengan staf dan atasan di level manager sampai pimpinan perusahaan. Melansir dari Harvard Business Publishing, berikut hal-hal penting untuk menunjang karir sebagai first line leader.

1. Berperan ganda

Maksud dari peran ganda adalah first line leader perlu menyelesaikan tugas-tugasnya, bersamaan sebagai problem solver untuk masalah dalam tim.

Supervisor juga menjadi orang yang sangat staf andalkan saat terjadi masalah atau hambatan dalam pekerjaan. Di sini peran first line leader untuk mencari strategi memecahkan masalah.

Selain pekerjaan utama yang mengandalkan kemampuan saat menjadi staf, supervisor juga perlu memiliki kemampuan manajerial yang baik. Kemampuan ini untuk mengatur strategi saat berhadapan dengan staf dan level manager tingkat atas.

2. Belajar memimpin diri sendiri

Saat mendapat promosi dan naik jabatan sebagai supervisor, Anda harus mulai belajar untuk bisa memimpin diri sendiri. Pasalnya, mengelola tim tidak mudah, sehingga Anda harus memiliki modal sebagai pemimpin untuk diri sendiri.

Dalam mengelola tim, Anda harus belajar menjadi pemimpin yang tangguh, gesit, dan bisa beradaptasi.

First line leader perlu bisa beradaptasi, menjadi teman saat bersama staf tetapi tetap bisa menjadi pemimpin di sata bersamaan. Anda juga perlu meningkatkan kemampuan sosial dan emosional agar bisa lebih dekat dengan para staf.

3. Pembagian tugas kerja

Saat menjadi staf, mungkin Anda merasa berat dalam menjalani pekerjaan sehari-hari, tetapi tetap bisa menjalaninya dengan baik. Kondisi tersebut menjadi bekal untuk Anda dalam memberikan tugas kerja pada staf.

Saat menjadi seorang leader, Anda tetap perlu memiliki empati terhadap staf. Hal ini bisa membangun kedekatan emosional dengan staf sehingga bisa menjadi rekan kerja yang baik.

Saat memberikan tugas, tanamkan bahwa ini adalah kepercayaan yang Anda berikan kepada mereka untuk menyelesaikan dengan baik.

Sampaikan juga bahwa tugas-tugas ini bisa menjadi bekal untuk menjajaki karir yang lebih tinggi. Jika belum percaya untuk memberikan tugas dan pekerjaan kepada staf, artinya Anda belum bisa sepenuhnya menjadi pemimpin dalam tim.

4. Menjadi teman dan mentor yang baik

First line leader adalah orang yang kerja langsung dengan staf sehingga bisa mengerti dinamika pekerjaannya. Peran Anda sebagai supervisor adalah membantu staf yang sedang kesulitan.

Meski seorang pemimpin tim, bukan berarti Anda hanya ingin terima jadi pekerjaan yang selesai. Maka dari itu, Anda bisa menjadi pendengar dan mentor yang baik untuk rekan-rekan staf ketika sedang menemukan kendala.

Saat sedang diskusi, berikan ruang untuk mereka berpendapat sehingga komunikasi tidak hanya terjadi satu arah.

5. Memberikan feedback

Saat menjadi supervisor, Anda bertanggung jawab dengan apa yang rekan-rekan staf kerjakan. Namun, staf juga bisa mengoreksi dan memberikan saran kepada first line leader.

Berikan ruang untuk mereka speak up tentang pekerjaan dan tugasnya, termasuk kinerja Anda selama bekerja langsung dengannya.

Memimpin orang lain sekaligus menjalankan peran dalam organisasi bukan hal yang mudah dan memerlukan jam terbang. Untuk mendapatkan dan mencapai tujuan kelompok yang sejalan dengan organisasi, Anda mungkin perlu keahlian khusus sebagai first line leader.

Anda bisa mengikuti program pelatihan First Line Leadership dalam Short Program prasmul eli. Hal ini juga dapat dibekali perusahaan untuk pengembangan karier karyawan agar dapat menjadi seorang supervisor yang mumpuni.

Saat mendapat promosi untuk mencapai posisi lebih tinggi, seseorang membutuhkan bekal sebagai pemimpin dalam tim. Tentu tidak mudah karena ini kali pertama Anda menjadi pemimpin dalam tim.

Untuk mengenalkan dan mengasah keterampilan sebagai first line leader, Anda membutuhkan pelatihan dasar. Berikut penjelasan seputar first line leadership yang perlu pemimpin tim ketahui.

Pengertian First Line Leadership

First Line Leadership adalah jabatan garis depan dari sebuah perusahaan. Jabatan dari first line leader bisa bervariasi, mulai dari kepala departemen, pimpinan tim, atau project manager.

Masyarakat awam mengenal First line leader dengan istilah supervisor, jabatan di atas staff yang memimpin sebuah tim. Tentu bukan hal mudah untuk menjadi pemimpin. Terlebih supervisor harus bertanggung jawab dengan seluruh pekerjaan dalam tim.

Saat menjadi staff, fokus Anda adalah menyelesaikan pekerjaan yang sudah atasan tugaskan. Namun, ketika Anda mendapat promosi dan naik jabatan menjadi supervisor, beban bertambah.

Tidak hanya memikirkan tugas harian, Anda juga harus melihat dan menilai kinerja staf. Saat mereka membutuhkan bantuan, supervisor perlu ada untuk memberi masukan dan bimbingan dalam tim.

Seorang first line leader juga perlu peka terhadap staf. Artinya, Anda perlu melihat secara penuh potensi yang staf miliki dan memikirkan bagaimana cara mengembangkannya.

First line leader juga memberikan masukan atau feedback terhadap kinerja staf, seperti kelebihan dan kekurangan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Umumnya, supervisor menjadi sosok yang paling dekat dengan staf karena berhubungan langsung dalam pekerjaan. Ia akan melihat bagaimana anggota tim bergerak, sehingga bisa membedakan sikap bila berhadapan dengan staf dan level manager.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam First Line Leadership

Menjadi pemimpin tentu bukan hal mudah. Mungkin Anda merasa seperti bunglon, perlu dekat dengan staf dan atasan di level manager sampai pimpinan perusahaan. Melansir dari Harvard Business Publishing, berikut hal-hal penting untuk menunjang karir sebagai first line leader.

1. Berperan ganda

Maksud dari peran ganda adalah first line leader perlu menyelesaikan tugas-tugasnya, bersamaan sebagai problem solver untuk masalah dalam tim.

Supervisor juga menjadi orang yang sangat staf andalkan saat terjadi masalah atau hambatan dalam pekerjaan. Di sini peran first line leader untuk mencari strategi memecahkan masalah.

Selain pekerjaan utama yang mengandalkan kemampuan saat menjadi staf, supervisor juga perlu memiliki kemampuan manajerial yang baik. Kemampuan ini untuk mengatur strategi saat berhadapan dengan staf dan level manager tingkat atas.

2. Belajar memimpin diri sendiri

Saat mendapat promosi dan naik jabatan sebagai supervisor, Anda harus mulai belajar untuk bisa memimpin diri sendiri. Pasalnya, mengelola tim tidak mudah, sehingga Anda harus memiliki modal sebagai pemimpin untuk diri sendiri.

Dalam mengelola tim, Anda harus belajar menjadi pemimpin yang tangguh, gesit, dan bisa beradaptasi.

First line leader perlu bisa beradaptasi, menjadi teman saat bersama staf tetapi tetap bisa menjadi pemimpin di sata bersamaan. Anda juga perlu meningkatkan kemampuan sosial dan emosional agar bisa lebih dekat dengan para staf.

3. Pembagian tugas kerja

Saat menjadi staf, mungkin Anda merasa berat dalam menjalani pekerjaan sehari-hari, tetapi tetap bisa menjalaninya dengan baik. Kondisi tersebut menjadi bekal untuk Anda dalam memberikan tugas kerja pada staf.

Saat menjadi seorang leader, Anda tetap perlu memiliki empati terhadap staf. Hal ini bisa membangun kedekatan emosional dengan staf sehingga bisa menjadi rekan kerja yang baik.

Saat memberikan tugas, tanamkan bahwa ini adalah kepercayaan yang Anda berikan kepada mereka untuk menyelesaikan dengan baik.

Sampaikan juga bahwa tugas-tugas ini bisa menjadi bekal untuk menjajaki karir yang lebih tinggi. Jika belum percaya untuk memberikan tugas dan pekerjaan kepada staf, artinya Anda belum bisa sepenuhnya menjadi pemimpin dalam tim.

4. Menjadi teman dan mentor yang baik

First line leader adalah orang yang kerja langsung dengan staf sehingga bisa mengerti dinamika pekerjaannya. Peran Anda sebagai supervisor adalah membantu staf yang sedang kesulitan.

Meski seorang pemimpin tim, bukan berarti Anda hanya ingin terima jadi pekerjaan yang selesai. Maka dari itu, Anda bisa menjadi pendengar dan mentor yang baik untuk rekan-rekan staf ketika sedang menemukan kendala.

Saat sedang diskusi, berikan ruang untuk mereka berpendapat sehingga komunikasi tidak hanya terjadi satu arah.

5. Memberikan feedback

Saat menjadi supervisor, Anda bertanggung jawab dengan apa yang rekan-rekan staf kerjakan. Namun, staf juga bisa mengoreksi dan memberikan saran kepada first line leader.

Berikan ruang untuk mereka speak up tentang pekerjaan dan tugasnya, termasuk kinerja Anda selama bekerja langsung dengannya.

Memimpin orang lain sekaligus menjalankan peran dalam organisasi bukan hal yang mudah dan memerlukan jam terbang. Untuk mendapatkan dan mencapai tujuan kelompok yang sejalan dengan organisasi, Anda mungkin perlu keahlian khusus sebagai first line leader.

Anda bisa mengikuti program pelatihan First Line Leadership dalam Short Program prasmul eli. Hal ini juga dapat dibekali perusahaan untuk pengembangan karier karyawan agar dapat menjadi seorang supervisor yang mumpuni.

Prasetiya Mulya Executive Learning Institute
Prasetiya Mulya Cilandak Campus, Building 2, #2203
Jl. R.A Kartini (TB. Simatupang), Cilandak Barat, Jakarta 12430
Indonesia
Prasetiya Mulya Executive Learning Institute
Prasetiya Mulya Cilandak Campus, Building 2, #2203
Jl. R.A Kartini (TB. Simatupang), Cilandak Barat,
Jakarta 12430
Indonesia