Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Perbedaan Synchronous vs Asynchronous Meeting dalam Pekerjaan


15 February 2023
Banner-Feb-Sohibi-SyncronousVS.jpg

Synchronous meeting merupakan jenis rapat yang disukai banyak orang. Namun, menurut studi Harvard Business Review dari tahun 2017, sebanyak 71% manajer senior mengatakan bahwa rapat jenis tersebut tidaklah produktif dan efisien. Oleh karena itu, asynchronous meetings atau yang lebih dikenal dengan rapat asynchronous dapat menjadi pilihan lain.

Berbeda dengan rapat sinkron, asynchronous meeting memungkinkan anggota tim untuk hadir dalam waktu yang mereka tentukan sendiri dengan lebih sedikit komunikasi real time. Meskipun sebagian besar jenis rapat ini memerlukan penggunaan alat rapat jarak jauh, rapat asynchronous mulai populer dan menjadi pilihan banyak orang.

Perbedaan Synchronous dan Asynchronous Meeting

Perbedaan antara rapat sinkron dan asynchronous adalah peserta dalam rapat sinkron hadir pada waktu yang sama, sedangkan dalam rapat asynchronous tidak. Sederhananya, pertemuan sinkron terjadi ketika semua peserta hadir pada satu waktu dan tempat yang telah diatur sebelumnya, baik secara langsung maupun online, seperti dalam panggilan Zoom.

Rapat sinkron dapat berbentuk seperti rapat tatap muka, video conference, rapat hybrid, dan panggilan telepon. Dengan melakukan rapat sinkron diharapkan  peserta dapat hadir pada waktu yang sama di tempat kerja.

Sementara itu asynchronous mengacu pada sesuatu yang tidak terjadi pada waktu yang sama. Jadi, dalam konteks pekerjaan, rapat asynchronous adalah kolaborasi antar rekan kerja yang tidak berada dalam satu waktu dan tempat yang sama. Beberapa jenis rapat asynchronous di antaranya adalah email, instant messaging, utas message atau komentar dalam management tools, voice notes, dan pre-recorded video.

Masing-masing rapat sinkron dan asynchronous memiliki kelebihan dan kekurangan. Perlu dipahami pula bahwa tidak semua pembicaraan dapat dilakukan dengan format yang sama. Agar dapat memilih yang paling sesuai, berikut beberapa jenis rapat yang lebih baik dilakukan secara asynchronous.

1. Laporan Status Proyek

Dalam format asynchronous, rapat update status proyek dapat menjadi lebih efisien, sebab semua orang dapat berkontribusi ketika mereka memiliki kesempatan. Selain itu, mereka tidak perlu menunda melakukan pekerjaan yang lebih penting hanya untuk mengucapkan beberapa patah kata.

2. Pengumuman

Rapat update status proyek kurang lebih sama dengan rapat pengumuman. Namun, rapat pengumuman membutuhkan lebih sedikit komunikasi dan feedback. Berbagi beberapa pemberitahuan atau informasi dengan tim memang penting, begitu juga mendengar pendapat mereka tentang masalah tersebut. Namun, agar lebih efisien tidak perlu melakukan hal tersebut dalam satu waktu.

3. Project Review

Setelah melakukan promosi penjualan atau presentasi, penting untuk melakukan rapat tinjauan. Ini dilakukan untuk membantu anggota tim dalam mengejar dan memahami pekerjaan mereka. Dengan melakukan rapat asynchronous, feedback dapat diberikan, sehingga anggota tim mengetahui proses dan perkembangan pekerjaan mereka.

4. Goal progress

Memastikan semua orang memiliki tujuan yang sama sangat penting. Namun, jangan sampai menghambat pekerjaan utama mereka. Di sini rapat asynchronous memungkinkan Anda untuk melihat goal progress setiap orang secara periodik, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya organisasi.

5. Sesi Brainstorming 

Harvard Business Review melaporkan bahwa sebanyak 70% peserta dalam sebuah penelitian tampil lebih buruk dalam sesi brainstorming tradisional daripada sesi online. Tidak seperti rapat sinkron, rapat asynchronous dapat mengumpulkan feedback secara anonim, sehingga peserta merasa lebih nyaman. Feedback pun akan dinilai secara adil, sebab tidak ada yang tahu pemilik pendapat tersebut.

6. Approval request

Mendapatkan persetujuan bukanlah perkara yang mudah. Untuk mendapatkan persetujuan terkadang dibutuhkan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu untuk mengatur jadwal, dan mengumpulkan dokumen yang diperlukan. 

Dengan rapat asynchronous, peserta dapat fokus pada agenda yang lebih penting. Ketika peserta memiliki waktu luang atau istirahat, Anda dapat mengumpulkan persetujuan dari mereka. Dengan begitu, persetujuan akan lebih mudah dicapai.

7. Kickoff meeting

Kickoff meeting mencakup banyak hal, seperti mengatur tema proyek, tujuan, dan tenggat waktu untuk proyek baru. Namun, karena detail baru dapat muncul secara tiba-tiba, informasi dalam rapat dapat berubah. 

Saat sudah beralih pada tahap eksekusi, format asynchronous bisa menjadi sangat ideal. Anda dapat merekam dan melihatkan presentasi video, menambahkan catatan, dan memberikan ruang bagi peserta lain untuk memberikan pendapat mereka.

8. Pertemuan yang Tidak Produktif

Rapat memang tidak selalu produktif, tetapi sering kali diperlukan. Terlebih untuk mengetahui perkembangan bisnis, seperti rapat antar departemen, check-in bulanan, dan sebagainya. Melalui rapat asynchronous, pertemuan itu akan lebih efisien agar setiap orang dapat melakukan diskusi yang lebih konstruktif.

Pengaplikasian rapat synchronous dan asynchronous bisa disesuaikan dengan topik yang perlu diulas oleh peserta yang terlibat. Namun, terbiasa bertemu tatap muka atau pada waktu tertentu tidak menjadikan pertemuan tatap muka menjadi pilihan terbaik untuk berdiskusi. Pada beberapa kesempatan, rapat asynchronous bisa berfungsi efisien jika setiap orang bertanggung jawab dan disiplin sesuai perannya di perusahaan.

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-Juni-No.15.jpg
Memahami Komunikasi Bisnis Sebagai Kunci Kesuksesan Kerja
25 June 2024

Sebagaimana di kehidupan sehari-hari, komunikasi bisnis adalah hal yang perlu dipahami demi terwujudnya tujuan perusahaan. Alasannya agar kita bisa lebih adaptif dengan lingkungan pekerjaan serta bisa mensukseskan pekerjaan.

Komunikasi bisnis yang jelas dan efektif sangat krusial bagi karyawan, manajer, dan pimpinan bisnis dalam menjalankan tugas dan memenuhi tanggung jawab mereka. Tanpa proses dan alat yang sesuai, bisnis dapat menghadapi berbagai masalah serius, mulai dari karyawan yang tidak puas, pelanggan yang kecewa, hingga penurunan laba secara bertahap.

Jadi seperti apa komunikasi bisnis ini? Simak artikel ini untuk memahami perbedaan tentang komunikasi bisnis yang membuat Anda terlihat lebih profesional di dalam pekerjaan!

Pengertian Komunikasi Bisnis

Komunikasi bisnis adalah sebuah proses pengiriman dan penerimaan informasi di lingkungan bisnis. Menurut Rosenblatt, komunikasi bisnis adalah tindakan berbagi informasi, ide, gagasan, dan instruksi yang disampaikan baik secara personal maupun kepada khalayak.

Dalam komunikasi bisnis, pengirim pesan wajib memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat diterima atau dimengerti oleh lawan bicara. Melakukan komunikasi bisnis memiliki beberapa manfaat salah satunya adalah meningkatkan kepuasan pelanggan.

Saat melakukan komunikasi bisnis dalam pekerjaan, keterikatan dengan pelanggan adalah salah satu yang menjadi tujuan. 

Tujuan Komunikasi Bisnis

Penerapan komunikasi bisnis sendiri memiliki tujuan meningkatkan kolaborasi dalam perusahaan atau dengan pelanggan. Melalui komunikasi yang efektif dalam bisnis, tentunya akan ada kolaborasi dan hubungan timbal balik yang akan menguntungkan kedua belah pihak. 

Selain itu, komunikasi bisnis bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan karyawan terhadap perusahaan atau pelanggan terhadap penyelenggara pemasaran produk. 

Dalam dunia bisnis, komunikasi bisnis adalah salah satu hal yang penting diterapkan. Pasalnya, tanpa adanya komunikasi yang efektif akan terjadi kesalahpahaman yang dampaknya bisa saja merugikan bisnis. 

Jenis Komunikasi Bisnis

Komunikasi yang dilakukan dalam lingkungan bisnis juga memiliki berbagai jenis dalam penerapannya. Berikut ini adalah jenis-jenis komunikasi bisnis yang Anda perlu ketahui:

Komunikasi Horizontal

Komunikasi ini adalah jenis komunikasi dalam bisnis yang dilakukan dengan orang yang memiliki posisi dalam perusahaan. Jenis komunikasi ini biasa terjadi antar kepala departemen di sebuah perusahaan atau dua karyawan yang bekerja di departemen yang sama.

Istilah lain menyebutkan komunikasi horizontal dalam bisnis sebagai peer communication. Komunikasi horizontal dapat membantu koordinasi dalam tim atau saat perlu diskusi lebih lanjut untuk rencana dalam tim atau departemen. 

Komunikasi Vertikal

Komunikasi vertikal adalah jenis komunikasi dalam bisnis yang terjadi antara karyawan dengan posisi tingkatan berbeda. Sebagai contoh komunikasi vertikal adalah pertukaran informasi antara anggota tim dan kepala tim.

Dalam komunikasi ini, anggota tim perlu melaporkan pekerjaan atau berdiskusi lebih lanjut terkait proyek sehingga terjadi komunikasi. Tentunya, berkomunikasi antara dua individu ini juga perlu diatur oleh tata krama yang sesuai.

Komunikasi Diagonal

Komunikasi diagonal adalah jenis komunikasi yang terjadi di dalam perusahaan antara orang yang memiliki level berbeda tetapi terkait. Jenis komunikasi diagonal dalam perusahaan adalah komunikasi terbuka serta memfasilitasi kolaborasi dengan tim yang berbeda-beda. 

Teknik Komunikasi Bisnis yang Bisa Diterapkan

Untuk mencapai tujuan komunikasi efektif, dalam bekerja setiap individu harus menguasai teknik komunikasi bisnis. Berikut ini adalah teknik komunikasi bisnis yang bisa Anda terapkan!

Mendengarkan Aktif

Saat melakukan komunikasi dalam pekerjaan, pastikan Anda aktif mendengarkan. Dalam komunikasi bisnis, penting sekali untuk menerima informasi secara tepat sehingga mencapai pemahaman bersama.

Saat Anda bisa mendengarkan secara aktif, komunikasi bisnis akan lebih efektif karena Anda bisa menangkap maksud lawan bicara secara sesuai. Selain itu, cara ini membuat seseorang bisa menjalin hubungan yang erat dengan member lain yang bekerja di perusahaan yang sama. 

Menggunakan Bahasa yang Tepat

Komunikasi dengan penggunaan bahasa yang tepat akan melahirkan efektivitas tinggi. Perlu dipahami, pemilihan jenis komunikasi bisnis juga mengatur bahasa yang digunakan.

Tentunya berkomunikasi dengan rekan satu tim dengan jabatan setara akan berbeda dengan berbicara dengan atasan Anda. Jadi, pastikan untuk memahami dengan siapa Anda berbicara untuk menentukan gaya bahasa yang tepat. 

Namun secara umum, bahasa formal dan jelas masih menjadi pilihan untuk menyampaikan informasi dalam bisnis.

Menjaga Kontak Mata

Dari semua hal dalam teknik komunikasi, ada beberapa hal kecil yang juga bisa membuat Anda lebih sukses melakukan komunikasi bisnis. Sebuah hal kecil tapi juga dapat mengantarkan komunikasi bisnis yang lebih sukses.

Menjaga kontak mata saat berbicara dapat membangun hubungan kerja yang baik dalam bisnis. Selain kontak mata, gesture juga menjadi salah satu hal yang penting.

Bukan tujuan utama tetapi bisa membantu apabila teknik ini dipelajari dengan baik. 

Menjaga Emosi

Dalam sebuah meeting atau rapat, seringkali terjadi selisih paham atau perbedaan pendapat yang mengantarkan kepada ketegangan. Dalam komunikasi bisnis, salah satu teknik yang penting dipelajari adalah tidak melibatkan emosi saat berkomunikasi.

Balik lagi tujuannya adalah untuk memberikan kesuksesan dalam bisnis, sehingga kita harus bisa menahan emosi dan berpikir secara terbuka.

Ada saatnya dalam komunikasi bisnis melibatkan emosi untuk membangun hubungan lebih baik. Namun, pastikan Anda bisa menguasai emosi sehingga tidak menjadi sebuah hal yang berdampak negatif dalam menjalankan komunikasi bisnis.

Ingin mempertajam komunikasi bisnis Anda? 

Anda bisa mencoba mengambil salah satu program singkat di prasmul-eli. Saat ini, prasmul-eli telah menyediakan berbagai kelas singkat untuk mengasah keterampilan yang berguna bagi pekerjaan atau bisnis Anda.

Selain itu, dihadirkan juga fasilitator yang sudah berpengalaman di bidangnya untuk membantu Anda belajar serta mendapatkan insight yang bisa diterapkan.


Penasaran? Segera hubungi prasmul-eli untuk keterangan lebih lanjut dengan klik link ini!

Banner-Article-Juni-No.14.jpg
Mengenal ERP yang Memudahkan Pengelolaan Data Bisnis
24 June 2024

ERP atau Enterprise Resource Planning merupakan sistem yang dirancang untuk mengelola seluruh aspek bisnis suatu organisasi dalam satu platform terpadu. Dengan hal tersebut, perusahaan dapat mengotomasi berbagai fungsi bisnis seperti keuangan, sumber daya manusia, produksi, rantai pasokan, layanan, dan lainnya.

Konsep ERP berkembang dari Material Requirements Planning (MRP) yang pertama kali muncul pada tahun 1960-an. MRP berfokus pada perencanaan dan pengendalian produksi. Seiring perkembangan teknologi informasi, pada awal 1990-an, MRP berevolusi menjadi ERP, yang mencakup tidak hanya fungsi manufaktur tetapi juga seluruh proses bisnis.

Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan memberikan wawasan yang lebih baik melalui data yang terpadu dan real-time. Ingin memahami lebih lanjut soal ERP dan penggunaannya dalam bisnis? Simak artikel ini sampai selesai!

Apa Itu ERP?

ERP atau Enterprise Resource Planning adalah sebuah sistem pengumpulan dan organisasi data yang dilakukan sebuah software yang terintegrasi. Sistem ERP adalah solusi untuk memudahkan bisnis dalam pengelolaan data sehari-hari.

Data yang dapat dikelola cukup beragam seperti; data akuntansi, manufaktur, pemasaran hingga SDM. Dengan adanya sistem ini, data bisa sinkron dan bergerak secara otomatis sehingga memudahkan para managerial untuk memantau bisnis secara keseluruhan. 

Aplikasi ERP memfasilitasi komunikasi dan pertukaran informasi yang lebih mudah antar departemen di seluruh perusahaan. Sistem ini mengumpulkan informasi tentang aktivitas berbagai divisi, sehingga informasinya tersedia bagi bagian lain dan dapat digunakan secara produktif.

Cara Kerja ERP

Setelah memahami pengertiannya, tentu menarik sekali untuk tahu bagaimana cara kerjanya. Secara proses, ERP akan membantu mengumpulkan semua data dalam organisasi yang kemudian disimpan dalam satu database pusat. 

Setelah itu, data akan dianalisis oleh sistem untuk mengoptimalkan proses bisnis dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Tujuannya adalah untuk melakukan otomatisasi tugas-tugas, meningkatkan kolaborasi kerja tim, serta pengawasan dan kontrol yang lebih baik. 

Perlu diketahui bahwa ERP adalah alat digital baru yang saat ini bertujuan menjadi solusi pengelolaan data. Tetapi tidak menutup kemungkinan sistemnya akan berkembang dan memberikan berbagai solusi lain untuk menjalankan bisnis dari segi pengelolaan data. 

Jenis-Jenis ERP

Dengan sistem yang dinamis, tentu ERP pun memiliki beberapa jenis yang bisa digunakan. Jenis-jenisnya secara implementasi juga cukup beragam sesuai dengan kebutuhan dari organisasi atau perusahaan yang ingin menggunakannya.

Ini dia jenis-jenis sistem ERP berdasarkan implementasinya:

  1. Berbasis Cloud

Bagi yang menginginkan data secara real-time, penggunaan ERP berbasis cloud bisa jadi pilihan. Sistem implementasi ini tersedia melalui layanan hosting cloud.

Sistem berbasis cloud ini umumnya cocok digunakan untuk organisasi atau perusahaan skala besar. Hal ini karena semakin besar organisasi, semakin besar juga kebutuhan analisis data secara real-time untuk optimasi bisnis.

  1. On Premise

Untuk jenis ini, sistem yang digunakan dalam sebuah perangkat secara langsung di organisasi atau perusahaan. Sistem ERP on premise dirancang untuk semua skala bisnis, tapi biasa digunakan oleh organisasi atau perusahaan skala kecil dan menengah.

  1. Open Source

Sama seperti software open source lain, sistem ERP ini memungkinkan perusahaan untuk memeriksa, memodifikasi dan mengubah kode source. Manfaat menggunakan open source adalah bisa membuat aplikasi lebih sesuai dengan organisasi atau perusahaan. 

  1. Hybrid

Jenis sistem ini menggabungkan dua implementasi yaitu cloud dan on premise. Penggunaan sistem ini memungkinkan untuk dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan data dan seberapa banyak data yang dikelola.

Manfaat ERP untuk Bisnis

Berbagai jenis implementasi sistem ERP membuka mata kita bahwa saat ini ada sistem yang memudahkan dan bisa disesuaikan. Akan tetapi, apa sebenarnya manfaat yang diberikan oleh penggunaan sistem tersebut untuk pengembangan bisnis dalam sebuah organisasi atau perusahaan?

Berikut ini beberapa manfaat sistem ERP untuk keperluan bisnis:

  1. Analisis Data

Dalam menentukan sebuah keputusan, tentu harus ada sumber data yang valid sebagai pendukungnya. Di sini lah fungsi dari sistem ERP yang dapat membantu menyediakan data yang valid baik secara kuantitas maupun kualitas.

Selain itu dengan adanya sistem ini, analisis data harian pun bisa dilakukan untuk membantu sistem produksi secara cepat dan tepat. 

  1. Efektivitas Alur Kerja

Sebelum adanya sistem ERP, Anda mungkin memperbarui data dengan menghubungi departemen lain menggunakan telepon. Dengan adanya sistem ini, pembaruan data bisa dilakukan dengan cepat serta menghemat waktu komunikasi.

Dengan kata lain sistem ini mampu memberikan manfaat yang efektif dalam alur kerja serta efisiensi komunikasi. 

  1. Penjadwalan Kerja

Manfaat lain dengan adanya sistem ERP di sebuah perusahaan adalah dalam penjadwalan kerja. Perusahaan dapat mengatur shift kerja karyawan, waktu pengiriman inventaris, dan pengelolaan waktu untuk pemeliharaan dalam perusahaan baik sarana maupun prasarana.

Adanya sistem ERP adalah solusi untuk membuat komunikasi serta pengelolaan data lebih efisien. Sistemnya pasti akan berkembang lebih canggih dan memberikan manfaat lain untuk menjalankan organisasi atau perusahaan jadi efektif. 

Pastikan organisasi atau perusahaan Anda menggunakan jenis ERP sesuai kebutuhan dan mampu menolong kegiatan bisnis sehari-hari. 

Selain sistem ERP ada juga cara mengelola organisasi atau perusahaan lainnya yaitu pemahaman tentang manajemen strategis. Saat ini prasmul-eli memiliki sebuah program singkat manajemen strategis yang bisa Anda ikuti.

Tujuan dari program singkat ini adalah untuk menginspirasi dan mengembangkan perspektif Anda dalam bisnis. Dengan kurikulum terkini, Anda bisa memilih berbagai kelas bisnis sesuai dengan kebutuhan Anda. Program singkat ini juga menghadirkan fasilitator yang berpengalaman dalam bidangnya.


Tunggu apa lagi, segera daftarkan diri Anda untuk ikut pelatihan singkat dari prasmul-eli! Klik link ini untuk informasi pendaftaran dan juga pilihan kelasnya.

Banner-Article-Juni-No.13.jpg
Mengenal CTA, Strategi Efektif untuk Tingkatkan Konversi
21 June 2024

Dalam dunia digital marketing, CTA adalah salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan konversi. CTA atau call-to-action sendiri adalah elemen wajib untuk setiap website dalam dunia digital marketing.

Salah satu fungsi dari CTA sendiri adalah untuk menarik konsumen dalam sebuah tujuan yang sudah ditetapkan dalam strategi digital marketing.

Apakah penggunaan CTA hanya ada di website atau bisa digunakan di media lainnya? Baca artikel ini untuk tahu lebih dalam tentang CTA dan juga tahu cara pembuatannya yang efektif untuk bisnis Anda!

Apa itu CTA?

Seperti yang telah disebutkan, CTA adalah kepanjangan dari call-to-action. CTA adalah istilah yang digunakan dalam dunia marketing merujuk ke langkah yang diharapkan marketer untuk dilakukan oleh prospeknya. 

Mengenai tujuan dan kebutuhan, biasanya CTA juga bisa disebut sebagai pemancing agar para konsumen atau user mengarah ke suatu destinasi. Destinasi ini bisa bermacam-macam seperti halaman penjualan, halaman kupon, halaman informasi produk, dan masih banyak lagi. 

Fungsi Penggunaan CTA

Membuat berbagai CTA di berbagai media tentu memiliki tujuan dan fungsinya sendiri. Sebelum memutuskan mencari CTA yang tepat, pahami dulu fungsinya. Berikut ini beberapa fungsi CTA yang bisa menjadi bahan pertimbangan saat membuatnya:

  1. Menurunkan Angka Bounce Rate

Bagi Anda yang memiliki usaha dan menggunakan website, CTA adalah salah satu elemen penting. Bayangkan saat calon konsumen Anda bingung untuk membeli produk tetapi tidak ada tombol pembelian, mereka akan memilih keluar dari website.

Keluarnya konsumen atau user dari website mengakibatkan angkat bounce rate yang tinggi. Penggunaan CTA yang jelas dan efektif mampu mengatasi hal ini karena audiens dapat mengikuti petunjuk yang jelas serta menghabiskan waktu lebih lama di halaman tersebut.

  1. Menyederhanakan User atau Buyer Journey

Fungsi CTA yang lainnya adalah menyederhanakan perjalanan user atau buyer sehingga lebih singkat. Penggunaan CTA yang efektif akan membuat user atau konsumen kembali ke halaman tempat Anda melakukan promosi usaha atau produk Anda. 

  1. Meningkatkan Konversi

Saat menggunakan CTA yang tepat, pasti akan semakin banyak target audiens yang masuk ke halaman atau klik link tertentu. Alhasil, semakin banyak leads, customer atau prospek yang bisa didapatkan.

  1. Menambah Value Konten

Apabila saat ini Anda masih bingung menentukan CTA yang relevan dengan konten, bisa saja Anda belum paham tujuan konten dibuat. Dengan adanya CTA, itu memudahkan Anda untuk memahami seperti apa konten yang perlu dibuat untuk mempromosikan usaha di media digital.

Dengan kata lain, penggunaan CTA berfungsi untuk menambah value dari konten yang Anda buat. 

Jenis-Jenis CTA

Tidak hanya memiliki banyak fungsi, jenis CTA pun bermacam-macam. Penggunaan CTA bisa disesuaikan dengan tujuan promosi yang dapat ditentukan selaku marketer. Beberapa jenis  CTA di bawah ini bisa bantu Anda sebagai marketer untuk memiliki konten promosi yang efektif! 

  1. Pengisian Formulir

Setelah masuk ke halaman landing page, pengunjung website atau kontenmu biasanya akan diberikan formulir untuk mengisi data diri. Bagian tombol yang menuju ke formulir ini disebut dengan CTA.

Kalimat yang digunakan untuk tombol CTA ini juga perlu dicari yang paling efektif, tujuannya tentu untuk menarik audiens untuk memberikan data diri atau leads. 

  1. Lead Generation

CTA juga adalah salah satu elemen berguna untuk menghasilkan leads dari konten di website atau landing page. Leads sendiri adalah sebutan untuk sekumpulan orang atau perusahaan yang tertarik dengan produk atau jenis usaha yang Anda tawarkan. 

Pastikan Anda meletakkan CTA di tempat yang terlihat di website agar bisa menjadi leads yang diinginkan. 

  1. Button “Baca Selengkapnya”

Tidak hanya berupa leads, CTA juga bisa berbentuk sebuah tombol yang mengarahkan ke halaman untuk memuat informasi lebih banyak. Biasanya tombol “baca selengkapnya” sebagai CTA digunakan untuk website yang bersifat informatif. 

Tujuannya adalah untuk mengarahkan audiens ke artikel lainnya untuk memperjelas informasi yang telah diberikan.

  1. Penawaran Produk dan Jasa

Tujuan membuat sebuah konten di media digital adalah untuk mempromosikan usaha atau produk, bukan? Ternyata, dengan adanya CTA di halaman website pemasaran dapat diarahkan ke halaman penjualan.

Syaratnya, penggunaan kalimat CTA harus jelas dan ditempatkan di bagian yang benar terlihat oleh user atau konsumen. 

Bagaimana Membuat CTA yang Efektif

Seperti yang kita tahu, meyakinkan audiens untuk melakukan hal yang kita inginkan di website bukan hal yang mudah tetapi tidak mustahil. Berikut ini tips membuat CTA yang bisa membantu mempromosikan usaha atau produk Anda!

  1. Pilih Kata atau Frasa yang Singkat

Gunakan CTA yang to the point di halaman website Anda untuk menarik user melakukan aksi lanjutan. Pemilihan kata atau frasa yang singkat tidak hanya menarik user tetapi juga lebih baik secara estetika saat digabungkan dengan desain.

Teknik pemilihan kata atau frasa untuk CTA bertujuan untuk meningkatkan rasa fear of missing out (FOMO). Hasilnya user akan lebih cepat klik CTA yang mengarahkan ke halaman yang dikehendaki marketer.  

  1. Harus Mencolok dan Unik

Apabila Anda ingin memiliki CTA yang mencolok dan gampang dilihat, komponen yang menentukan adalah warna. Pemilihan warna yang mencolok akan membantu user untuk memahami apa aksi yang diharapkan dari halaman yang saat itu mereka kunjungi. 

Bentuk CTA pun cukup menentukan. Beberapa website menggunakan CTA bentuk button agar terlihat jelas, ada juga yang menggunakan hyperlink dengan warna mencolok.

Anda bisa memilih bentuk CTA sesuai dengan tujuan serta preferensi bisnis mengikuti selera. 

  1. Penulisan Harus Jelas di Berbagai Device

Sebuah riset mengatakan pengguna smartphone menyumbang cukup banyak dari total pengguna internet. Jadi, dalam pembuatan CTA Anda perlu memprioritaskan bentuk yang terlihat pada smartphone lebih banyak. 

Pastikan CTA yang digunakan bisa terlihat dan ditampilkan di layar smartphone. Tidak hanya ditampilkan, pastikan resolusi juga tajam untuk mendukung estetika. 

Penggunaan CTA dalam media promosi digital akan sangat membantu Anda mendapatkan atau mengalihkan user untuk melakukan hal yang diharapkan. Pastikan CTA yang digunakan sudah sesuai dengan tujuan bisnis dan juga bisa mengakomodir tujuan tersebut. 

Selain penggunaan CTA dalam media promosi digital, pengembangan lainnya juga dapat membantu Anda menyukseskan bisnis yang dijalankan. Saat ini, prasmul-eli membuka berbagai program singkat untuk bantu Anda pertajam skill yang berguna untuk bisnis Anda.


Klik link ini untuk informasi lebih lanjut!