Managing Strategic B2B Lead Generation

Dalam management strategi B2B ada 2 pipeline yang harus dikenali yaitu Marketing pipeline dan sales pipeline, kedua pipeline ini memiliki peran dan perbedaan yang seringkali masih sering digabungkan sehingga hasil yang dari penggunaan pipeline ini kurang maksimal.

Marketing pipeline menjadi bahan pertimbangan utama untuk mengetahui keberhasilan menjual produk dengan baik dan apa yang dibeli oleh pelanggan. Marketing pipeline memiliki fungsi untuk melacak atau memantau siklus penjualan yang dapat diselaraskan dengan hasil penjualan yang memberi pengaruh besar terhadap perusahaan. Leads generation adalah bagian dari marketing pipeline yang sering kali masih sulit dibedakan oleh banyak orang.

Pada dasarnya Leads adalah orang yang sudah tertarik dengan produk maupun layanan dari perusahaan, baik itu karena cara promosi ataupun karena kualitas produk atau layanan perusahaan.

Para ahli marketing berbagi tips tentang meningkatkan lead, termasuk cara dan media terbaik untuk menemukan pelanggan potensial. Media sosial jadi pertimbangan penting ketika bicara tentang cara terbaik untuk meningkatkan lead dan penjualan atau menemukan pelanggan baru.

Tapi, penelitian menemukan kalau platform media sosial seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Pinterest, tidak terlalu efektif dalam menghasilkan lead sales yang berkualitas.

Leads yang tidak berkualitas tentu saja akan mempengaruhi jumlah sales yang tercipta sehingga hal ini akan berakibat pada penurunan pendapatan perusahaan yang dimana sales merupakan sumber pemasukkan yang utama.

Sedangkan Sales pipeline adalah cara untuk melacak kemajuan (progress) menuju suatu tujuan penjualan melalui serangkaian tahapan tertentu. Umumnya, sales pipeline digambarkan sebagai batang horizontal seperti corong (funnel) yang dibagi ke dalam berbagai tahapan proses penjualan produk perusahaan.

Dalam sales pipeline lead yang telah masuk akan diolah dan dikonversi menjadi customer yang menghasilkan profit untuk perusahaan, tingkat keberhasilan konversi ini dipengaruhi oleh seberapa bagus kualitas leads yang di generate pada marketing pipeline.

Seperti yang kita ketahui tingkat performa sebuah perusahaan B2B sangat tergantung pada penciptaan leads yang akan memenuhi sales pipeline. Banyak perusahaan yang menyerahkan penciptaan leads ini kepada tim sales.

Lalu bagaimana cara mengetahui Leads yang berkualitas sebelum masuk ke sales pipeline?

Melalui program ini, kita akan mempelajari bahwa ada perbedaan utama antara sales pipeline dan marketing pipeline. Leads generation adalah bagian dari marketing pipeline yang nantinya setelah memenuhi kualifikasi akan masuk sebagai sales pipeline. Program ini akan fokus kepada pemahaman tentang marketing pipeline dalam menciptakan leads.

Dalam pembelajaran ini anda akan Memahami perbedaan antara marketing pipeline dan sales pipeline Memahami konsep MQL, SAL dan SQL. Memahami ukuran kinerja leads generation Memahami bagaimana menentukan target dari program lead generation Memahami bagaimana membangun key selling point dalam lead generation Memahami aturan pemasaran untuk lead generation

Sistem pembelajaran akan dibuat dalam bentuk kuliah singkat yang menggabungkan pengaplikasian materi serta workshop dengan tujuan agar peserta bisa benar-benar memahami cara pengaplikasian ilmu yang diberikan selama kelas berlangsung. Bukan hanya itu, selama kelas, peserta juga akan belajar dalam kelompok yang secara otomatis peserta akan didorong untuk lebih aktif berdiskusi dengan sesama peserta ataupun berdiskusi langsung dengan para instruktur yang berpengalaman dan tersertifikasi dalam bidangnya.

Kelas ini sangat cocok untuk para Manajer Madya dan mereka yang harus atau akan melakukan fungsi pimpinan serta memiliki tanggung jawab untuk mencapai target organisasi

Tujuan

Program ini bertujuan agar para peserta dapat:

- Memahami perbedaan antara marketing pipeline dan sales pipeline

- Memahami konsep MQL, SAL dan SQL.

- Memahami ukuran kinerja leads generation

- Memahami bagaimana menentukan target dari program lead generation

- Memahami bagaimana membangun key selling point dalam lead generation

- Memahami aturan pemasaran untuk lead generation

Cakupan Pembelajaran

Day 1

Marketing funnel versus sales funnel.

MQL vs SAL vs SQL.

Define metrics for lead generation objectives.

Define target audience!

Define �what�s in it for me� of the audience.

Day 2

Plan programs mix for marketing funnel.

Available options for lead generations.

Aligning marketing and sales for SLA on leads generated.

Metode Pembelajaran

Kuliah (lecturing) singkat

Pembelajaran secara online dengan menggunakan platform Zoom. Partisipan dapat bertanya, menanggapi, hingga berinteraksi dengan pengajar dan partisipan lain dengan fitur quiz dan poll.

Aplikasi konsep

Mengaplikasikan konsep dan pembahasan yang telah diberikan kepada studi kasus

Workshop

Diskusi kelompok.

Sesi diskusi antar partisipan dalam kelompok kecil, dimana partisipan dapat berdiskusi tentang suatu topik, mengerjakan tugas yang diberikan, ataupun menyelesaikan suatu masalah.

Peserta

Program ini sangat direkomendasikan bagi:

Para Manajer Madya

Para profesional yang harus atau akan melakukan fungsi kepemimpinan

Para profesional memiliki tanggung jawab untuk mencapai target organisasi.

Para profesional di bidang sales, account, dan sejenisnya
 

Dalam management strategi B2B ada 2 pipeline yang harus dikenali yaitu Marketing pipeline dan sales pipeline, kedua pipeline ini memiliki peran dan perbedaan yang seringkali masih sering digabungkan sehingga hasil yang dari penggunaan pipeline ini kurang maksimal.

Marketing pipeline menjadi bahan pertimbangan utama untuk mengetahui keberhasilan menjual produk dengan baik dan apa yang dibeli oleh pelanggan. Marketing pipeline memiliki fungsi untuk melacak atau memantau siklus penjualan yang dapat diselaraskan dengan hasil penjualan yang memberi pengaruh besar terhadap perusahaan. Leads generation adalah bagian dari marketing pipeline yang sering kali masih sulit dibedakan oleh banyak orang.

Pada dasarnya Leads adalah orang yang sudah tertarik dengan produk maupun layanan dari perusahaan, baik itu karena cara promosi ataupun karena kualitas produk atau layanan perusahaan.

Para ahli marketing berbagi tips tentang meningkatkan lead, termasuk cara dan media terbaik untuk menemukan pelanggan potensial. Media sosial jadi pertimbangan penting ketika bicara tentang cara terbaik untuk meningkatkan lead dan penjualan atau menemukan pelanggan baru.

Tapi, penelitian menemukan kalau platform media sosial seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Pinterest, tidak terlalu efektif dalam menghasilkan lead sales yang berkualitas.

Leads yang tidak berkualitas tentu saja akan mempengaruhi jumlah sales yang tercipta sehingga hal ini akan berakibat pada penurunan pendapatan perusahaan yang dimana sales merupakan sumber pemasukkan yang utama.

Sedangkan Sales pipeline adalah cara untuk melacak kemajuan (progress) menuju suatu tujuan penjualan melalui serangkaian tahapan tertentu. Umumnya, sales pipeline digambarkan sebagai batang horizontal seperti corong (funnel) yang dibagi ke dalam berbagai tahapan proses penjualan produk perusahaan.

Dalam sales pipeline lead yang telah masuk akan diolah dan dikonversi menjadi customer yang menghasilkan profit untuk perusahaan, tingkat keberhasilan konversi ini dipengaruhi oleh seberapa bagus kualitas leads yang di generate pada marketing pipeline.

Seperti yang kita ketahui tingkat performa sebuah perusahaan B2B sangat tergantung pada penciptaan leads yang akan memenuhi sales pipeline. Banyak perusahaan yang menyerahkan penciptaan leads ini kepada tim sales.

Lalu bagaimana cara mengetahui Leads yang berkualitas sebelum masuk ke sales pipeline?

Melalui program ini, kita akan mempelajari bahwa ada perbedaan utama antara sales pipeline dan marketing pipeline. Leads generation adalah bagian dari marketing pipeline yang nantinya setelah memenuhi kualifikasi akan masuk sebagai sales pipeline. Program ini akan fokus kepada pemahaman tentang marketing pipeline dalam menciptakan leads.

Dalam pembelajaran ini anda akan Memahami perbedaan antara marketing pipeline dan sales pipeline Memahami konsep MQL, SAL dan SQL. Memahami ukuran kinerja leads generation Memahami bagaimana menentukan target dari program lead generation Memahami bagaimana membangun key selling point dalam lead generation Memahami aturan pemasaran untuk lead generation

Sistem pembelajaran akan dibuat dalam bentuk kuliah singkat yang menggabungkan pengaplikasian materi serta workshop dengan tujuan agar peserta bisa benar-benar memahami cara pengaplikasian ilmu yang diberikan selama kelas berlangsung. Bukan hanya itu, selama kelas, peserta juga akan belajar dalam kelompok yang secara otomatis peserta akan didorong untuk lebih aktif berdiskusi dengan sesama peserta ataupun berdiskusi langsung dengan para instruktur yang berpengalaman dan tersertifikasi dalam bidangnya.

Kelas ini sangat cocok untuk para Manajer Madya dan mereka yang harus atau akan melakukan fungsi pimpinan serta memiliki tanggung jawab untuk mencapai target organisasi

Tujuan

Program ini bertujuan agar para peserta dapat:

- Memahami perbedaan antara marketing pipeline dan sales pipeline

- Memahami konsep MQL, SAL dan SQL.

- Memahami ukuran kinerja leads generation

- Memahami bagaimana menentukan target dari program lead generation

- Memahami bagaimana membangun key selling point dalam lead generation

- Memahami aturan pemasaran untuk lead generation

Cakupan Pembelajaran

Day 1

Marketing funnel versus sales funnel.

MQL vs SAL vs SQL.

Define metrics for lead generation objectives.

Define target audience!

Define �what�s in it for me� of the audience.

Day 2

Plan programs mix for marketing funnel.

Available options for lead generations.

Aligning marketing and sales for SLA on leads generated.

Metode Pembelajaran

Kuliah (lecturing) singkat

Pembelajaran secara online dengan menggunakan platform Zoom. Partisipan dapat bertanya, menanggapi, hingga berinteraksi dengan pengajar dan partisipan lain dengan fitur quiz dan poll.

Aplikasi konsep

Mengaplikasikan konsep dan pembahasan yang telah diberikan kepada studi kasus

Workshop

Diskusi kelompok.

Sesi diskusi antar partisipan dalam kelompok kecil, dimana partisipan dapat berdiskusi tentang suatu topik, mengerjakan tugas yang diberikan, ataupun menyelesaikan suatu masalah.

Peserta

Program ini sangat direkomendasikan bagi:

Para Manajer Madya

Para profesional yang harus atau akan melakukan fungsi kepemimpinan

Para profesional memiliki tanggung jawab untuk mencapai target organisasi.

Para profesional di bidang sales, account, dan sejenisnya
 

Prasetiya Mulya Executive Learning Institute
Prasetiya Mulya Cilandak Campus, Building 2, #2203
Jl. R.A Kartini (TB. Simatupang), Cilandak Barat, Jakarta 12430
Indonesia
Prasetiya Mulya Executive Learning Institute
Prasetiya Mulya Cilandak Campus, Building 2, #2203
Jl. R.A Kartini (TB. Simatupang), Cilandak Barat,
Jakarta 12430
Indonesia