Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Memahami Psikologi di Balik Karyawan yang Resign


07 July 2022
Banner-Article-JULY-Sohibi-Resign.jpg

Dalam dunia manajemen sumber daya manusia, perusahaan umumnya menginginkan karyawan yang loyal dan berkomitmen pada perusahaan. Hal ini bukanlah tanpa alasan. Karyawan yang menunjukkan komitmen pada tempat kerjanya berarti bahwa perusahaan akan mengeluarkan lebih sedikit biaya dalam merekrut karyawan, dapat berfokus pada kegiatan operasional, dan bahkan dapat memiliki keunggulan tersendiri apabila karyawannya merupakan talenta. Apabila ada terlalu banyak karyawan yang keluar dan masuk, maka hal ini tentunya akan menghambat operasional sehari-hari perusahaan, yang berdampak pada produktivitas secara keseluruhan.

Meski ada kalanya karyawan – terutama karyawan potensial – memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya. Kehilangan karyawan potensial tentu saja memiliki dampak signifikan bagi perusahaan, dikarenakan tidak jarang karyawan memiliki pengetahuan dan keterampilan langka. Oleh sebab itu, memahami proses psikologis di balik keputusan resign seorang karyawan dapat memberikan masukan yang berharga bagi perusahaan. 

 

The Unfolding Model: Ketika Keputusan Resign Dipicu oleh Kejadian Signifikan

Pandangan umum atas alasan karyawan untuk resign adalah perasaan tidak puas dengan tempat kerja. Secara sederhana, karyawan akan bertahan di organisasi apabila imbalan yang mereka terima setara dengan kontribusi dan harapan mereka. Meski demikian sebuah model yang dikembangkan oleh Terence R. Mitchell dan Thomas W. Lee dari University of Washington Seattle memberikan gagasan alternatif atas proses resign karyawan. Dikenal dengan Unfolding Model, model ini menyampaikan bahwa, seseorang dapat memiliki intensi untuk resign setelah mengalami suatu kejadian signifikan, yang dikenal dengan kejutan (shock). Kejadian ini dapat berupa hal yang positif (semisal menikah), negatif (seperti masalah dengan rekan kerja atau atasan), atau netral (semisal memperoleh tawaran pekerjaan di tempat lain). Kejadian tersebut mendorong munculnya proses pemikiran dan emosional, yang kemudian akan mendorongnya mencari alternatif tempat kerjanya serta pada akhirnya, berkontribusi pada keputusan keluar.

Secara umum,  terdapat 4 kategori kejadian yang dapat memicu intensi atas resign. 

  1. Kejadian yang sudah direncanakan. Pada kategori ini, karyawan sudah memiliki rencana atau ekspektasi bahwa ia akan resign apabila ia mengalami suatu kejadian. Sebagai contoh, ia mungkin sudah memiliki rencana akan resign apabila hamil. Saat ia mengetahui bahwa ia hamil, maka, ia akan secara otomatis mengajukan resign, terkadang bahkan tanpa mencari alternatif pekerjaan.

  2. Kejadian tidak direncanakan yang bertentangan dengan nilai ideal karyawan. Pada kategori ini, karyawan mungkin sebelumnya tidak memiliki rencana atau ekspektasi akan resign, tetapi ia mengalami kejadian yang diinterpretasikan merupakan hal yang negatif atau bertentangan dengan nilai-nilai personalnya. Sebagai contoh, seorang karyawan memperoleh atasan atau rekan kerja baru di tim yang sering mengambil pengakuan atas idenya. Hal ini bertentangan dengan pandangannya mengenai tim dan atasan yang suportif, yang membuatnya menjadi tidak puas dengan pekerjaannya dan mempertimbangkan untuk resign. 

  3. Kejadian tidak  direncanakan yang membuat karyawan membandingkan situasi  atau pekerjaannya. Pada kategori ini, karyawan mungkin sebelumnya juga tidak memiliki rencana atau ekspektasi akan resign, tetapi ia mengalami kejadian atau memperoleh informasi yang membuatnya memiliki perbandingan atas situasinya saat ini. Sebagai contoh, ia menerima tawaran pekerjaan di tempat lain, yang lantas membuatnya mempertimbangkan untuk resign. 

  4. Kumpulan kejadian-kejadian kecil yang membuat karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya. Pada kategori ini, karyawan tidak mengalami kejadian yang mengejutkan (shock) , tetapi, ia secara terus-menerus mengalami kejadian yang menimbulkan ketidakpuasan dalam pekerjaan. Sebagai contoh, ia mungkin secara berkala mengalami keterlambatan pembayaran gaji, atau merasa bahwa beban kerjanya sering kali tidak sepadan dengan upahnya. Hal Ini dapat mendorong karyawan untuk mempertimbangkan resign. Karyawan bisa jadi akan langsung resign tanpa mencari alternatif pekerjaan, atau ia mungkin akan mencari alternatif terlebih dahulu sebelum resign. 

 

Bagaimana Mempertahankan Karyawan dengan Job Embeddedness

Setelah memahami mengenai proses resign karyawan, maka perusahaan perlu mencari tahu faktor-faktor apa yang dapat  membuat karyawan bertahan. Salah satu perspektif tersebut adalah Job Embeddedness. Konsep ini juga disampaikan oleh Terence R. Mitchell dan Thomas W. Lee. Dalam perspektif ini, alasan seseorang resign dari pekerjaannya lebih sering disebabkan oleh kejadian yang mengejutkan daripada ketidakpuasan atas pekerjaan itu sendiri. Oleh sebab itu, faktor di luar pekerjaan, kecocokan dengan pekerjaan, dan kedekatan dengan berbagai entitas di organisasi dan komunitas dapat juga berdampak pada keputusan resign. 

Terdapat tiga dimensi dari Job Embeddedness

1. Link,

Link atau hubungan formal atau informal seseorang dengan orang lain atau kelompok di pekerjaan dan di komunitas, baik di dalam pekerjaan atau di luar pekerjaan. Hal Ini dapat berarti rekan kerja, tim, atasan, teman, keluarga, tim, dan sebagainya. Jejaring seseorang di tempat kerja sama pentingnya dengan di luar tempat kerja. Meninggalkan suatu pekerjaan dapat membuat karyawan terpaksa meninggalkan orang-orang dan anggota tim yang dia anggap penting berharga. Bahkan tidak jarang seseorang menetap di suatu pekerjaan karena ia menyukai hubungannya dengan rekan kerja, bahkan meskipun ada hal-hal lain di organisasi yang tidak ia sukai. Di sisi lain, hubungan dengan orang lain di luar pekerjaan, seperti pasangan, anak-anak, dan orang tua juga dapat mempengaruhi keputusan apakah seseorang akan resign atau menetap. Sebagai contoh, seorang karyawan wanita mungkin akan memperitmbangkan untuk keluar dari tempat kerjanya karena harus mengikuti suaminya atau karena ia mengalami kehamilan.

 

2. Fit

Fit merujuk pada kompatibilitas seseorang dalam setting pekerjaan maupun di luar pekerjaan. Secara umum, perasaan bahwa seorang karyawan merasa cocok atau kompatibel dengan lingkungan tempat kerjanya (person-environment fit) akan lebih mungkin untuk membuatnya  bertahan daripada resign. Persepsi atas ketidakcocokkan (mis-fit, terutama dengan nilai atau values personal, umumnya akan cenderung meningkatkan kemungkinan untuk resign.

 

3. Sacrifice

Sacrifice adalah keuntungan material dan psikologis yang harus ditinggalkan seseorang saat ia keluar dari pekerjaannya. Sebagai contoh, saat meninggalkan pekerjaan, seseorang mungkin akan kehilangan paket kompensasi dan benefit yang menarik, proyek yang menantang, kesempatan pelatihan dan pengembangan, stabilitas pekerjaan, dan sebagainya. Di samping aspek kompensasi dan benefit, terdapat pula aspek lain yang bersifat lebih subtle, yang dikenal dengan personal investment. Seiring waktu, personal investment cenderung meningkat apabila seseorang bertahan di tempat kerjanya, seperti waktu yang dibutuhkan untuk dapat memperoleh cuti besar.


Mengetahui alasan dan proses di balik resign-nya seorang karyawan tentunya akan sangat berguna bagi manajer dalam merencanakan dan menentukan bagaimana mereka dapat mengelola tim dan mempertahankan karyawan. Terlebih, riset membuktikan bahwa karyawan yang merasa fit dengan pekerjaan dan anggota tim akan cenderung bertahan Oleh sebab itu, asesmen dini atas potensi, kompetensi, dan kapabilitas karyawan dapat menjadi penting untuk dapat membantu mengetahui apakah karyawan akan fit dengan pekerjaan dan tempat kerjanya, yang dapat mengurangi kemungkinan karyawan untuk resign.

 

Ditulis oleh Herjuno Tisnoaji - Resident Assessor prasmul-eli

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-Juni-No.15.jpg
Memahami Komunikasi Bisnis Sebagai Kunci Kesuksesan Kerja
25 June 2024

Sebagaimana di kehidupan sehari-hari, komunikasi bisnis adalah hal yang perlu dipahami demi terwujudnya tujuan perusahaan. Alasannya agar kita bisa lebih adaptif dengan lingkungan pekerjaan serta bisa mensukseskan pekerjaan.

Komunikasi bisnis yang jelas dan efektif sangat krusial bagi karyawan, manajer, dan pimpinan bisnis dalam menjalankan tugas dan memenuhi tanggung jawab mereka. Tanpa proses dan alat yang sesuai, bisnis dapat menghadapi berbagai masalah serius, mulai dari karyawan yang tidak puas, pelanggan yang kecewa, hingga penurunan laba secara bertahap.

Jadi seperti apa komunikasi bisnis ini? Simak artikel ini untuk memahami perbedaan tentang komunikasi bisnis yang membuat Anda terlihat lebih profesional di dalam pekerjaan!

Pengertian Komunikasi Bisnis

Komunikasi bisnis adalah sebuah proses pengiriman dan penerimaan informasi di lingkungan bisnis. Menurut Rosenblatt, komunikasi bisnis adalah tindakan berbagi informasi, ide, gagasan, dan instruksi yang disampaikan baik secara personal maupun kepada khalayak.

Dalam komunikasi bisnis, pengirim pesan wajib memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat diterima atau dimengerti oleh lawan bicara. Melakukan komunikasi bisnis memiliki beberapa manfaat salah satunya adalah meningkatkan kepuasan pelanggan.

Saat melakukan komunikasi bisnis dalam pekerjaan, keterikatan dengan pelanggan adalah salah satu yang menjadi tujuan. 

Tujuan Komunikasi Bisnis

Penerapan komunikasi bisnis sendiri memiliki tujuan meningkatkan kolaborasi dalam perusahaan atau dengan pelanggan. Melalui komunikasi yang efektif dalam bisnis, tentunya akan ada kolaborasi dan hubungan timbal balik yang akan menguntungkan kedua belah pihak. 

Selain itu, komunikasi bisnis bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan karyawan terhadap perusahaan atau pelanggan terhadap penyelenggara pemasaran produk. 

Dalam dunia bisnis, komunikasi bisnis adalah salah satu hal yang penting diterapkan. Pasalnya, tanpa adanya komunikasi yang efektif akan terjadi kesalahpahaman yang dampaknya bisa saja merugikan bisnis. 

Jenis Komunikasi Bisnis

Komunikasi yang dilakukan dalam lingkungan bisnis juga memiliki berbagai jenis dalam penerapannya. Berikut ini adalah jenis-jenis komunikasi bisnis yang Anda perlu ketahui:

Komunikasi Horizontal

Komunikasi ini adalah jenis komunikasi dalam bisnis yang dilakukan dengan orang yang memiliki posisi dalam perusahaan. Jenis komunikasi ini biasa terjadi antar kepala departemen di sebuah perusahaan atau dua karyawan yang bekerja di departemen yang sama.

Istilah lain menyebutkan komunikasi horizontal dalam bisnis sebagai peer communication. Komunikasi horizontal dapat membantu koordinasi dalam tim atau saat perlu diskusi lebih lanjut untuk rencana dalam tim atau departemen. 

Komunikasi Vertikal

Komunikasi vertikal adalah jenis komunikasi dalam bisnis yang terjadi antara karyawan dengan posisi tingkatan berbeda. Sebagai contoh komunikasi vertikal adalah pertukaran informasi antara anggota tim dan kepala tim.

Dalam komunikasi ini, anggota tim perlu melaporkan pekerjaan atau berdiskusi lebih lanjut terkait proyek sehingga terjadi komunikasi. Tentunya, berkomunikasi antara dua individu ini juga perlu diatur oleh tata krama yang sesuai.

Komunikasi Diagonal

Komunikasi diagonal adalah jenis komunikasi yang terjadi di dalam perusahaan antara orang yang memiliki level berbeda tetapi terkait. Jenis komunikasi diagonal dalam perusahaan adalah komunikasi terbuka serta memfasilitasi kolaborasi dengan tim yang berbeda-beda. 

Teknik Komunikasi Bisnis yang Bisa Diterapkan

Untuk mencapai tujuan komunikasi efektif, dalam bekerja setiap individu harus menguasai teknik komunikasi bisnis. Berikut ini adalah teknik komunikasi bisnis yang bisa Anda terapkan!

Mendengarkan Aktif

Saat melakukan komunikasi dalam pekerjaan, pastikan Anda aktif mendengarkan. Dalam komunikasi bisnis, penting sekali untuk menerima informasi secara tepat sehingga mencapai pemahaman bersama.

Saat Anda bisa mendengarkan secara aktif, komunikasi bisnis akan lebih efektif karena Anda bisa menangkap maksud lawan bicara secara sesuai. Selain itu, cara ini membuat seseorang bisa menjalin hubungan yang erat dengan member lain yang bekerja di perusahaan yang sama. 

Menggunakan Bahasa yang Tepat

Komunikasi dengan penggunaan bahasa yang tepat akan melahirkan efektivitas tinggi. Perlu dipahami, pemilihan jenis komunikasi bisnis juga mengatur bahasa yang digunakan.

Tentunya berkomunikasi dengan rekan satu tim dengan jabatan setara akan berbeda dengan berbicara dengan atasan Anda. Jadi, pastikan untuk memahami dengan siapa Anda berbicara untuk menentukan gaya bahasa yang tepat. 

Namun secara umum, bahasa formal dan jelas masih menjadi pilihan untuk menyampaikan informasi dalam bisnis.

Menjaga Kontak Mata

Dari semua hal dalam teknik komunikasi, ada beberapa hal kecil yang juga bisa membuat Anda lebih sukses melakukan komunikasi bisnis. Sebuah hal kecil tapi juga dapat mengantarkan komunikasi bisnis yang lebih sukses.

Menjaga kontak mata saat berbicara dapat membangun hubungan kerja yang baik dalam bisnis. Selain kontak mata, gesture juga menjadi salah satu hal yang penting.

Bukan tujuan utama tetapi bisa membantu apabila teknik ini dipelajari dengan baik. 

Menjaga Emosi

Dalam sebuah meeting atau rapat, seringkali terjadi selisih paham atau perbedaan pendapat yang mengantarkan kepada ketegangan. Dalam komunikasi bisnis, salah satu teknik yang penting dipelajari adalah tidak melibatkan emosi saat berkomunikasi.

Balik lagi tujuannya adalah untuk memberikan kesuksesan dalam bisnis, sehingga kita harus bisa menahan emosi dan berpikir secara terbuka.

Ada saatnya dalam komunikasi bisnis melibatkan emosi untuk membangun hubungan lebih baik. Namun, pastikan Anda bisa menguasai emosi sehingga tidak menjadi sebuah hal yang berdampak negatif dalam menjalankan komunikasi bisnis.

Ingin mempertajam komunikasi bisnis Anda? 

Anda bisa mencoba mengambil salah satu program singkat di prasmul-eli. Saat ini, prasmul-eli telah menyediakan berbagai kelas singkat untuk mengasah keterampilan yang berguna bagi pekerjaan atau bisnis Anda.

Selain itu, dihadirkan juga fasilitator yang sudah berpengalaman di bidangnya untuk membantu Anda belajar serta mendapatkan insight yang bisa diterapkan.


Penasaran? Segera hubungi prasmul-eli untuk keterangan lebih lanjut dengan klik link ini!

Banner-Article-Juni-No.14.jpg
Mengenal ERP yang Memudahkan Pengelolaan Data Bisnis
24 June 2024

ERP atau Enterprise Resource Planning merupakan sistem yang dirancang untuk mengelola seluruh aspek bisnis suatu organisasi dalam satu platform terpadu. Dengan hal tersebut, perusahaan dapat mengotomasi berbagai fungsi bisnis seperti keuangan, sumber daya manusia, produksi, rantai pasokan, layanan, dan lainnya.

Konsep ERP berkembang dari Material Requirements Planning (MRP) yang pertama kali muncul pada tahun 1960-an. MRP berfokus pada perencanaan dan pengendalian produksi. Seiring perkembangan teknologi informasi, pada awal 1990-an, MRP berevolusi menjadi ERP, yang mencakup tidak hanya fungsi manufaktur tetapi juga seluruh proses bisnis.

Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan memberikan wawasan yang lebih baik melalui data yang terpadu dan real-time. Ingin memahami lebih lanjut soal ERP dan penggunaannya dalam bisnis? Simak artikel ini sampai selesai!

Apa Itu ERP?

ERP atau Enterprise Resource Planning adalah sebuah sistem pengumpulan dan organisasi data yang dilakukan sebuah software yang terintegrasi. Sistem ERP adalah solusi untuk memudahkan bisnis dalam pengelolaan data sehari-hari.

Data yang dapat dikelola cukup beragam seperti; data akuntansi, manufaktur, pemasaran hingga SDM. Dengan adanya sistem ini, data bisa sinkron dan bergerak secara otomatis sehingga memudahkan para managerial untuk memantau bisnis secara keseluruhan. 

Aplikasi ERP memfasilitasi komunikasi dan pertukaran informasi yang lebih mudah antar departemen di seluruh perusahaan. Sistem ini mengumpulkan informasi tentang aktivitas berbagai divisi, sehingga informasinya tersedia bagi bagian lain dan dapat digunakan secara produktif.

Cara Kerja ERP

Setelah memahami pengertiannya, tentu menarik sekali untuk tahu bagaimana cara kerjanya. Secara proses, ERP akan membantu mengumpulkan semua data dalam organisasi yang kemudian disimpan dalam satu database pusat. 

Setelah itu, data akan dianalisis oleh sistem untuk mengoptimalkan proses bisnis dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Tujuannya adalah untuk melakukan otomatisasi tugas-tugas, meningkatkan kolaborasi kerja tim, serta pengawasan dan kontrol yang lebih baik. 

Perlu diketahui bahwa ERP adalah alat digital baru yang saat ini bertujuan menjadi solusi pengelolaan data. Tetapi tidak menutup kemungkinan sistemnya akan berkembang dan memberikan berbagai solusi lain untuk menjalankan bisnis dari segi pengelolaan data. 

Jenis-Jenis ERP

Dengan sistem yang dinamis, tentu ERP pun memiliki beberapa jenis yang bisa digunakan. Jenis-jenisnya secara implementasi juga cukup beragam sesuai dengan kebutuhan dari organisasi atau perusahaan yang ingin menggunakannya.

Ini dia jenis-jenis sistem ERP berdasarkan implementasinya:

  1. Berbasis Cloud

Bagi yang menginginkan data secara real-time, penggunaan ERP berbasis cloud bisa jadi pilihan. Sistem implementasi ini tersedia melalui layanan hosting cloud.

Sistem berbasis cloud ini umumnya cocok digunakan untuk organisasi atau perusahaan skala besar. Hal ini karena semakin besar organisasi, semakin besar juga kebutuhan analisis data secara real-time untuk optimasi bisnis.

  1. On Premise

Untuk jenis ini, sistem yang digunakan dalam sebuah perangkat secara langsung di organisasi atau perusahaan. Sistem ERP on premise dirancang untuk semua skala bisnis, tapi biasa digunakan oleh organisasi atau perusahaan skala kecil dan menengah.

  1. Open Source

Sama seperti software open source lain, sistem ERP ini memungkinkan perusahaan untuk memeriksa, memodifikasi dan mengubah kode source. Manfaat menggunakan open source adalah bisa membuat aplikasi lebih sesuai dengan organisasi atau perusahaan. 

  1. Hybrid

Jenis sistem ini menggabungkan dua implementasi yaitu cloud dan on premise. Penggunaan sistem ini memungkinkan untuk dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan data dan seberapa banyak data yang dikelola.

Manfaat ERP untuk Bisnis

Berbagai jenis implementasi sistem ERP membuka mata kita bahwa saat ini ada sistem yang memudahkan dan bisa disesuaikan. Akan tetapi, apa sebenarnya manfaat yang diberikan oleh penggunaan sistem tersebut untuk pengembangan bisnis dalam sebuah organisasi atau perusahaan?

Berikut ini beberapa manfaat sistem ERP untuk keperluan bisnis:

  1. Analisis Data

Dalam menentukan sebuah keputusan, tentu harus ada sumber data yang valid sebagai pendukungnya. Di sini lah fungsi dari sistem ERP yang dapat membantu menyediakan data yang valid baik secara kuantitas maupun kualitas.

Selain itu dengan adanya sistem ini, analisis data harian pun bisa dilakukan untuk membantu sistem produksi secara cepat dan tepat. 

  1. Efektivitas Alur Kerja

Sebelum adanya sistem ERP, Anda mungkin memperbarui data dengan menghubungi departemen lain menggunakan telepon. Dengan adanya sistem ini, pembaruan data bisa dilakukan dengan cepat serta menghemat waktu komunikasi.

Dengan kata lain sistem ini mampu memberikan manfaat yang efektif dalam alur kerja serta efisiensi komunikasi. 

  1. Penjadwalan Kerja

Manfaat lain dengan adanya sistem ERP di sebuah perusahaan adalah dalam penjadwalan kerja. Perusahaan dapat mengatur shift kerja karyawan, waktu pengiriman inventaris, dan pengelolaan waktu untuk pemeliharaan dalam perusahaan baik sarana maupun prasarana.

Adanya sistem ERP adalah solusi untuk membuat komunikasi serta pengelolaan data lebih efisien. Sistemnya pasti akan berkembang lebih canggih dan memberikan manfaat lain untuk menjalankan organisasi atau perusahaan jadi efektif. 

Pastikan organisasi atau perusahaan Anda menggunakan jenis ERP sesuai kebutuhan dan mampu menolong kegiatan bisnis sehari-hari. 

Selain sistem ERP ada juga cara mengelola organisasi atau perusahaan lainnya yaitu pemahaman tentang manajemen strategis. Saat ini prasmul-eli memiliki sebuah program singkat manajemen strategis yang bisa Anda ikuti.

Tujuan dari program singkat ini adalah untuk menginspirasi dan mengembangkan perspektif Anda dalam bisnis. Dengan kurikulum terkini, Anda bisa memilih berbagai kelas bisnis sesuai dengan kebutuhan Anda. Program singkat ini juga menghadirkan fasilitator yang berpengalaman dalam bidangnya.


Tunggu apa lagi, segera daftarkan diri Anda untuk ikut pelatihan singkat dari prasmul-eli! Klik link ini untuk informasi pendaftaran dan juga pilihan kelasnya.

Banner-Article-Juni-No.13.jpg
Mengenal CTA, Strategi Efektif untuk Tingkatkan Konversi
21 June 2024

Dalam dunia digital marketing, CTA adalah salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan konversi. CTA atau call-to-action sendiri adalah elemen wajib untuk setiap website dalam dunia digital marketing.

Salah satu fungsi dari CTA sendiri adalah untuk menarik konsumen dalam sebuah tujuan yang sudah ditetapkan dalam strategi digital marketing.

Apakah penggunaan CTA hanya ada di website atau bisa digunakan di media lainnya? Baca artikel ini untuk tahu lebih dalam tentang CTA dan juga tahu cara pembuatannya yang efektif untuk bisnis Anda!

Apa itu CTA?

Seperti yang telah disebutkan, CTA adalah kepanjangan dari call-to-action. CTA adalah istilah yang digunakan dalam dunia marketing merujuk ke langkah yang diharapkan marketer untuk dilakukan oleh prospeknya. 

Mengenai tujuan dan kebutuhan, biasanya CTA juga bisa disebut sebagai pemancing agar para konsumen atau user mengarah ke suatu destinasi. Destinasi ini bisa bermacam-macam seperti halaman penjualan, halaman kupon, halaman informasi produk, dan masih banyak lagi. 

Fungsi Penggunaan CTA

Membuat berbagai CTA di berbagai media tentu memiliki tujuan dan fungsinya sendiri. Sebelum memutuskan mencari CTA yang tepat, pahami dulu fungsinya. Berikut ini beberapa fungsi CTA yang bisa menjadi bahan pertimbangan saat membuatnya:

  1. Menurunkan Angka Bounce Rate

Bagi Anda yang memiliki usaha dan menggunakan website, CTA adalah salah satu elemen penting. Bayangkan saat calon konsumen Anda bingung untuk membeli produk tetapi tidak ada tombol pembelian, mereka akan memilih keluar dari website.

Keluarnya konsumen atau user dari website mengakibatkan angkat bounce rate yang tinggi. Penggunaan CTA yang jelas dan efektif mampu mengatasi hal ini karena audiens dapat mengikuti petunjuk yang jelas serta menghabiskan waktu lebih lama di halaman tersebut.

  1. Menyederhanakan User atau Buyer Journey

Fungsi CTA yang lainnya adalah menyederhanakan perjalanan user atau buyer sehingga lebih singkat. Penggunaan CTA yang efektif akan membuat user atau konsumen kembali ke halaman tempat Anda melakukan promosi usaha atau produk Anda. 

  1. Meningkatkan Konversi

Saat menggunakan CTA yang tepat, pasti akan semakin banyak target audiens yang masuk ke halaman atau klik link tertentu. Alhasil, semakin banyak leads, customer atau prospek yang bisa didapatkan.

  1. Menambah Value Konten

Apabila saat ini Anda masih bingung menentukan CTA yang relevan dengan konten, bisa saja Anda belum paham tujuan konten dibuat. Dengan adanya CTA, itu memudahkan Anda untuk memahami seperti apa konten yang perlu dibuat untuk mempromosikan usaha di media digital.

Dengan kata lain, penggunaan CTA berfungsi untuk menambah value dari konten yang Anda buat. 

Jenis-Jenis CTA

Tidak hanya memiliki banyak fungsi, jenis CTA pun bermacam-macam. Penggunaan CTA bisa disesuaikan dengan tujuan promosi yang dapat ditentukan selaku marketer. Beberapa jenis  CTA di bawah ini bisa bantu Anda sebagai marketer untuk memiliki konten promosi yang efektif! 

  1. Pengisian Formulir

Setelah masuk ke halaman landing page, pengunjung website atau kontenmu biasanya akan diberikan formulir untuk mengisi data diri. Bagian tombol yang menuju ke formulir ini disebut dengan CTA.

Kalimat yang digunakan untuk tombol CTA ini juga perlu dicari yang paling efektif, tujuannya tentu untuk menarik audiens untuk memberikan data diri atau leads. 

  1. Lead Generation

CTA juga adalah salah satu elemen berguna untuk menghasilkan leads dari konten di website atau landing page. Leads sendiri adalah sebutan untuk sekumpulan orang atau perusahaan yang tertarik dengan produk atau jenis usaha yang Anda tawarkan. 

Pastikan Anda meletakkan CTA di tempat yang terlihat di website agar bisa menjadi leads yang diinginkan. 

  1. Button “Baca Selengkapnya”

Tidak hanya berupa leads, CTA juga bisa berbentuk sebuah tombol yang mengarahkan ke halaman untuk memuat informasi lebih banyak. Biasanya tombol “baca selengkapnya” sebagai CTA digunakan untuk website yang bersifat informatif. 

Tujuannya adalah untuk mengarahkan audiens ke artikel lainnya untuk memperjelas informasi yang telah diberikan.

  1. Penawaran Produk dan Jasa

Tujuan membuat sebuah konten di media digital adalah untuk mempromosikan usaha atau produk, bukan? Ternyata, dengan adanya CTA di halaman website pemasaran dapat diarahkan ke halaman penjualan.

Syaratnya, penggunaan kalimat CTA harus jelas dan ditempatkan di bagian yang benar terlihat oleh user atau konsumen. 

Bagaimana Membuat CTA yang Efektif

Seperti yang kita tahu, meyakinkan audiens untuk melakukan hal yang kita inginkan di website bukan hal yang mudah tetapi tidak mustahil. Berikut ini tips membuat CTA yang bisa membantu mempromosikan usaha atau produk Anda!

  1. Pilih Kata atau Frasa yang Singkat

Gunakan CTA yang to the point di halaman website Anda untuk menarik user melakukan aksi lanjutan. Pemilihan kata atau frasa yang singkat tidak hanya menarik user tetapi juga lebih baik secara estetika saat digabungkan dengan desain.

Teknik pemilihan kata atau frasa untuk CTA bertujuan untuk meningkatkan rasa fear of missing out (FOMO). Hasilnya user akan lebih cepat klik CTA yang mengarahkan ke halaman yang dikehendaki marketer.  

  1. Harus Mencolok dan Unik

Apabila Anda ingin memiliki CTA yang mencolok dan gampang dilihat, komponen yang menentukan adalah warna. Pemilihan warna yang mencolok akan membantu user untuk memahami apa aksi yang diharapkan dari halaman yang saat itu mereka kunjungi. 

Bentuk CTA pun cukup menentukan. Beberapa website menggunakan CTA bentuk button agar terlihat jelas, ada juga yang menggunakan hyperlink dengan warna mencolok.

Anda bisa memilih bentuk CTA sesuai dengan tujuan serta preferensi bisnis mengikuti selera. 

  1. Penulisan Harus Jelas di Berbagai Device

Sebuah riset mengatakan pengguna smartphone menyumbang cukup banyak dari total pengguna internet. Jadi, dalam pembuatan CTA Anda perlu memprioritaskan bentuk yang terlihat pada smartphone lebih banyak. 

Pastikan CTA yang digunakan bisa terlihat dan ditampilkan di layar smartphone. Tidak hanya ditampilkan, pastikan resolusi juga tajam untuk mendukung estetika. 

Penggunaan CTA dalam media promosi digital akan sangat membantu Anda mendapatkan atau mengalihkan user untuk melakukan hal yang diharapkan. Pastikan CTA yang digunakan sudah sesuai dengan tujuan bisnis dan juga bisa mengakomodir tujuan tersebut. 

Selain penggunaan CTA dalam media promosi digital, pengembangan lainnya juga dapat membantu Anda menyukseskan bisnis yang dijalankan. Saat ini, prasmul-eli membuka berbagai program singkat untuk bantu Anda pertajam skill yang berguna untuk bisnis Anda.


Klik link ini untuk informasi lebih lanjut!