Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Meminimalkan Risiko Finansial dalam Bisnis


21 December 2023
Banner-Article-Des-14 (2).jpg

Risiko finansial sudah menjadi bagian dari menjalankan bisnis. Setiap pelaku bisnis wajib memiliki cara dan strategi terbaik untuk mendapatkan keuntungan. Setiap pemimpin perusahaan atau mereka yang menjalani bisnis wajib memiliki pengetahuan dalam mengelola risiko ini.

Risiko finansial bisa muncul dari berbagai penyebab dan kondisi ini sangat merugikan. Anda bisa mengalami penurunan profitabilitas, kehilangan modal, arus kas yang tidak stabil, atau bisnis gulung tikar.

Anda perlu mengidentifikasi hal-hal yang mungkin terjadi dari faktor internal maupun eksternal untuk menurunkan risikonya. Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari segala risiko dalam bisnis yang bisa merugikan.

Cara Meminimalkan Risiko Finansial

Langkah yang bisa dilakukan dalam meminimalkan risiko finansial adalah melakukan pengurangan pengeluaran, pemindahan aset, serta penambahan pemasukan. Berikut sejumlah strategi untuk meminimalkan risiko finansial dalam bisnis.

1. Memiliki asuransi

Asuransi merupakan cara terbaik untuk memindahkan risiko pada pihak ketiga saat perusahaan harus membayar biaya tidak terduga. Ada banyak jenis polis asuransi bisnis yang bisa mengcover berbagai risiko yang mungkin muncul. Perusahaan hanya perlu membayar premi dalam jumlah tertentu secara rutin.

2. Membangun dana darurat

Selain asuransi, perusahaan juga perlu memiliki dana darurat sebagai strategi manajemen risiko. Dana darurat diambil dari saat perusahaan mendapatkan profit atau menyisihkan sebagian modal di awal bisnis.

3. Diversifikasi investasi

Sebagian keuntungan bisnis harus diputar kembali dalam produk investasi. Tidak ada salahnya menaruh modal ke dalam saham perusahaan lain yang lebih berpotensi mendatangkan keuntungan. Namun, pastikan perusahaan juga memiliki investasi yang bersifat likuid untuk digunakan secara tiba-tiba.

4. Jaga piutang usaha tetap rendah

Accounts receivable (AR) atau yang lebih dikenal dengan piutang usaha adalah salah satu pemasukan yang bisa menjaga arus kas. Sayangnya, banyak perusahaan yang mengabaikan AR sehingga tidak tertagih sehingga membuat pemasukan perusahaan berkurang. Karena itu, pantau terus laporan AR untuk selalu mengecek laporan pembayaran dari perusahaan lain.

5. Efisiensi operasional

Makin panjang prosedur yang dilakukan, tentunya biaya produksi akan makin besar. Jika memungkinkan, lakukan pemangkasan operasional untuk manajemen risiko. Dana tersebut bisa dialihkan untuk keperluan lain yang lebih mendatangkan keuntungan.

6. Kurangi utang yang tidak diperlukan

Banyak bisnis yang sangat bergantung pada pinjaman dan utang. Nilai utang yang makin besar tentunya akan memperbesar risiko finansial juga. Terlebih lagi jika utang tersebut datang dari Lembaga keuangan yang menetapkan bunga pinjaman tinggi. Karena itu, pastikan nilai pinjaman berada di angka serendah mungkin.

7. Berinvestasi pada karyawan

Karyawan merupakan aset dan bisa menjadi penentu gagal atau berhasilnya sebuah bisnis. Perusahaan harus lebih berani berinvestasi pada karyawan, terlebih saat menjalankan bisnis jasa. Karyawan terbaik akan menurunkan risiko sebuah perusahaan mengalami kerugian akibat reputasi yang buruk.

8. Berikan pekerjaan pada pihak ketiga

Melakukan outsourcing bisa jadi pilihan perusahaan untuk menekan biaya. Namun, pilih tanggung jawab yang bisa diberikan kepada orang di luar perusahaan. Memberikan kepada pihak yang salah juga bisa membuat risiko lainnya.

9. Buat matriks terukur

Anda harus membuat rencana yang jelas dan mengukur tingkat keberhasilan yang tepat. Gunakan matriks yang tepat untuk mendukung pengambilan sebuah keputusan secara objektif. Dengan begitu, perjalanan bisnis Anda pun akan selalu berada pada jalur yang benar.

10. Buat strategi pengelolaan arus kas

Anda harus bisa memperkirakan arus kas yang masuk dan keluar dalam sebuah periode. Buat perencanaan yang pasti untuk setiap transaksinya, termasuk risiko yang rencana cadangan saat strategi awal tidak berjalan semestinya. Langkah selanjutnya adalah melakukan pemantauan dari setiap strategi yang dijalankan.

11. Membuat catatan yang rapi

Sebuah catatan bisa jadi pembeda antara perusahaan yang berjalan baik dan yang tidak. Untuk menurunkan risiko keuangan, pastikan semua transaksi tercatat dengan baik dan rapi. Dengan begitu, Anda bisa segera tahu letak kesalahan dari pengaturan keuangan. Selain itu, setiap pemimpin perusahaan bisa membuat strategi terbaru.

12. Membuat pemisahan tugas

Memberikan tanggung jawab pada beberapa orang saja malah meningkatkan risiko kesalahan atau penggelapan laporan keuangan. Karena itu, perusahaan harus bisa mengendalikan tugas dari setiap karyawan dan tanggung jawab mereka masing-masing. Hal ini termasuk dalam tanggung jawab pembuatan rencana, persetujuan, pembayaran, hingga pencatatan.

Bekali diri Anda dalam melakukan analisis keuangan dengan mengikuti Program Financial Analysis untuk menjalankan strategi keuangan di perusahan. Dengan begitu, Anda bisa menjaga bisnis tetap berjalan lebih panjang bahkan berpotensi mendapatkan keuntungan.

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-Juni-No.8.jpg
Time Value of Money: Arti, Manfaat, Konsep, Rumus, Contoh, dan Kapan Digunakan
14 June 2024

Dengan uang Rp200 ribu dahulu Anda dapat berbelanja lebih banyak barang dibandingkan saat ini. Situasi tersebut adalah contoh time value of money.

Situasi tersebut terjadi karena nilai uang yang Anda miliki sekarang dapat berubah atau bahkan berkurang di masa depan. Salah satu cara untuk mengatasi perubahan tersebut adalah dengan investasi jangka panjang.

Maka dari itu, dalam artikel ini Anda harus mempelajari secara lengkap mengenai time value of money dari ragam konsep hingga rumus perhitungannya.

Pengertian Time Value of Money

Time value of money adalah konsep keuangan di mana nilai uang saat ini dapat berkurang di masa depan. Berkurangnya nilai tersebut diakibatkan oleh waktu, fluktuasi bunga bank, hingga inflasi.

Investopedia menggambarkan konsep ini dengan contoh kasus berikut. Apabila Anda ditawarkan menerima uang Rp5 juta saat ini atau dua tahun lagi, ada baiknya uang tersebut diterima sekarang.

Meskipun pada dua tahun ke depan Rp5 juta itu tidak berubah secara jumlah, tapi nilai serta barang yang dapat dibelinya sudah menurun. Hal tersebut diakibatkan oleh faktor-faktor yang telah disebutkan di atas.

Maka dari itu dengan menerima Rp5 juta tersebut sekarang, Anda dapat meningkatkan nilainya dengan berinvestasi. Dengan begitu, Anda akan menerima uang tambahan hasil dari investasi tersebut.

Manfaat Time Value of Money

Mungkin Anda berpikir bahwa time value of money adalah hal buruk, tapi tidak selamanya begitu. Berikut adalah beberapa cara memanfaatkan hal tersebut:

  • Menjadi panduan untuk menentukan jumlah investasi.
  • Mengetahui kapan Anda harus menggunakan uang dan untuk apa.
  • Mengetahui instrumen investasi apa yang menguntungkan di masa depan.
  • Membantu Anda memilih produk tabungan yang tepat, misalnya deposito.
  • Memperhitungkan uang yang akan Anda miliki di masa depan dengan rencana keuangan.
  • Berkaitan dengan bisnis, Anda dapat menghitung anggaran produksi dan inovasi.
  • Menghitung peluang profit Anda di masa depan.

Konsep Time Value of Money

Dirangkum dari MasterClass, berdasarkan perubahan waktu dan cara melihat nilai uang, ada tiga konsep time value of money adalah: 

  1. Present value

Present value adalah jumlah uang yang Anda butuhkan saat ini untuk diinvestasikan demi mendapatkan keuntungan tertentu di masa depan. Secara singkat nilai uang saat ini. Jumlah tersebut juga berfungsi sebagai patokan dan besaran bunga yang Anda akan terima setelah investasi.

  1. Future value

Future value adalah prediksi jumlah keuntungan yang akan Anda dapatkan berdasarkan suku bunga dan durasi tertentu. Secara singkat nilai uang di masa depan. Misalkan, berdasarkan present value, Anda menginvestasikan Rp100 juta. Dengan perhitungan suku bunga tinggi, maka Anda akan mendapatkan keuntungan/future value yang semakin besar.

  1. Annuity

Annuity atau anuitas adalah pendapatan tambahan yang Anda terima secara konsisten dalam rentang waktu tertentu. Contohnya, jika Anda memiliki usaha kos-kosan, setiap bulannya Anda akan menerima anuitas berupa uang sewa.

Rumus dan Contoh Time Value of Money

Untuk menghitung time value of money Anda dapat menghitungnya berdasarkan masing-masing konsepnya. Sebelumnya, Anda harus memahami beberapa istilah berikut:

  • FV = future value/nilai uang masa depan
  • PV = present value/nilai uang saat ini
  • r = interest rate/tingkat suku bunga
  • n = jangka waktu

Setelah paham istilah, berikut adalah rumus dan contoh perhitungannya, mengutip BankRate:

Rumus dan contoh perhitungan present value (PV)

Rumus present value adalah PV = FV / (1 + r)ⁿ.

Contoh perhitungan PV: Anda memiliki target tabungan sebesar Rp25.000.000 dalam waktu 3 tahun. Anda memutuskan untuk membuat rekening deposito dengan suku bunga 10% setiap tahunnya. Berdasarkan rumus di atas, perhitungannya:

PV = 25.000.000 / (1 + 10%)3

PV = 25.000.000 / 1,331

PV atau uang yang Anda harus persiapkan sekarang = Rp18.782.870

Rumus dan contoh perhitungan future value (FV)

Rumusnya adalah FV = PV x (1 + r)ⁿ.

Contoh perhitungan future value: apabila Anda menabung deposito di bank sebesar Rp15.000.000 dengan suku bunga sebesar 10% setiap tahunnya. Anda memiliki rencana untuk menyimpannya selama 3 tahun.

FV tahun pertama: 15.000.000 x (1+0,10) = 15.000.000 x 1,10 = Rp16.500.000

FV tahun kedua: 16.500.000 x 1,10 = Rp18.150.000

FV tahun ketiga: 18.150.000 x 1,10 = Rp19.965.000

Dengan perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa total keuntungan yang Anda dapatkan dalam tiga tahun adalah Rp4.965.000.

 

Kapan Perhitungan Time Value of Money Sebaiknya Digunakan?

Kami menyarankan Anda untuk menggunakan perhitungan time value of money pada beberapa situasi berikut:

  • Saat sedang mempertimbangkan ingin membeli atau menyewa rumah, serta besaran yang dibutuhkan antara keduanya.

  • Saat menghitung besaran premi asuransi yang ingin Anda ambil dan jumlah investasinya.

  • Saat memulai investasi, termasuk memilih instrumen, besaran investasi awal, hingga jangka waktu investasi.

  • Saat sedang mempertimbangkan membeli mobil, motor, serta barang berharga lain.

  • Saat sedang mempertimbangkan untuk membayar utang/kredit atau investasi terlebih dahulu dengan bonus tahunan.

  • Saat perusahaan Anda ingin mengakuisisi perusahaan yang lebih kecil.

  • Saat perusahaan Anda ingin membeli peralatan baru untuk produksi.

Dengan memahami time value of money, Anda dapat memperkirakan keuntungan uang yang Anda miliki saat ini jika diinvestasikan dengan benar.

Ingin pelajari lebih jauh soal time value of money dan bagaimana cara memanfaatkannya untuk keuntungan masa depan?


Bergabunglah dengan short program kami dan belajar dari ahlinya dengan klik di sini sekarang!

Banner-Article-Juni-No.2.jpg
5 Contoh Laporan Keuangan dan Cara Tepat Membuatnya
07 June 2024

Laporan keuangan adalah komponen penting dalam sebuah perusahaan. Untuk membantu Anda mengetahui kondisi keuangan perusahaan, kami siapkan ragam contoh laporan keuangan.

Namun, sebelum mengetahui ragam contohnya, kami juga akan memaparkan secara detail cara membuat laporan keuangan berikut ini.

Cara Membuat Laporan Keuangan

Menurut Databox, sebuah laporan keuangan harus akurat dan lengkap. Laporan keuangan tersebut dapat Anda gunakan untuk menunjukan kinerja perusahaan kepada investor lama dan menarik investor baru.

Berikut cara serta langkah tepat membuat laporan keuangan:

  1. Awali tiga data utama ini

Jika perusahaan atau usaha Anda sudah berjalan lebih dari tiga, tambahkan informasi penjualan (sales) di tiga tahun terakhir.

Sementara itu, jika perusahaan atau usaha Anda baru merintis atau kurang dari tiga tahun, cantumkan semua informasi penjualan selama usaha berjalan.

Informasi penjualan yang dimaksud adalah harga jual, jumlah produk yang terjual, dan perhitungan biaya operasional. Informasi tersebut dapat membuat Anda memahami seberapa banyak keuntungan berdasarkan jumlah penjualan/sales.

Ragam informasi tersebut juga dapat Anda pakai untuk membuat target atau prediksi sales (sales forecast) untuk beberapa bulan atau 1 tahun mendatang.

  1. Tulis pengeluaran secara detail

Sales forecast berguna untuk membantu Anda menghitung pengeluaran yang telah dan akan Anda keluarkan. Pengeluaran yang detail berisi fixed cost (pengeluaran pasti seperti biasa sewa, gaji karyawan, dan lainnya) serta variable cost (pengeluaran proporsional, contohnya biaya marketing dan promosi).

Anda juga dapat menambahkan beban pajak dalam detail informasi pengeluaran, seperti PPN dan PBB.

  1. Buat arus kas yang jelas

Dengan menggunakan informasi penjualan, sales forecast, dan perhitungan pengeluaran, Anda dapat membuat arus kas (cash flow) perusahaan.

Jika perusahaan Anda masih rintisan atau baru, buatlah perhitungan cash flow selama 6-12 bulan ke depan.

  1. Buat prediksi profit/keuntungan

Prediksi profit cukup mudah dibuat. Anda tinggal menghitungnya dengan rumus berikut:

Pendapatan - pengeluaran - beban pajak

Contohnya:

Pengeluaran perusahaan dalam 1 tahun: Rp125 juta

Pendapatan perusahaan dalam 1 tahun: Rp175 juta

Beban pajak dalam 1 tahun: Rp17,5 juta

Maka, perhitungannya adalah: Rp175 juta - Rp125 juta - Rp17,5 juta = Rp32,5 juta.

Namun, perlu diingat bahwa angka tersebut adalah prediksi. Tergantung pada kondisi pasar, angka penjualan, dan besaran biaya operasional Anda nanti, angka dapat menunjukkan keuntungan atau kerugian.

  1. Pastikan data inventaris lengkap

Cantumkan apa saja yang menjadi inventaris Anda serta besaran biaya yang dikeluarkan untuk membeli dan menyimpannya.

Pastikan semua data akurat dan lengkap, karena data ini juga akan menjadi bagian dari perhitungan operasional perusahaan Anda. Apabila usaha atau perusahaan Anda bergerak di bidang produk multifungsi, investor akan meminta informasi ini.

Mereka ingin mengetahui bahkan proses Anda mengelola aset dan inventaris untuk keberlangsungan produksi.

  1. Tambahkan titik impas (break even point)

Melansir BBC, titik impas adalah titik di mana total pendapatan sama rata dengan total pengeluaran. Secara sederhana break even point menandakan bahwa perusahaan belum mendapatkan keuntungan, tapi juga tidak mengalami kerugian.

Analisis titik impas dapat membantu Anda menemukan pengeluaran yang berpotensi dibutuhkan nanti. Hal tersebut dapat membantu Anda membuat target yang lebih masuk akal, harga produk yang lebih akurat, dan menghindari membuat keputusan sembarangan.

Contoh-Contoh Laporan Keuangan

Jika Anda membutuhkan contoh laporan keuangan yang lebih jelas, berikut kami paparan lima jenisnya, dikutip dari Investopedia:

  1. Contoh laporan keuangan sederhana

Sumber: manajemenkeuangan.net

Untuk usaha kecil dan rintisan, Anda dapat mengikuti contoh laporan keuangan sederhana ini. Laporan ini harus berisi elemen-elemen penting terkait keuangan usaha Anda. Pastikan Anda memasukkan apa saja jenis pengeluaran dan sekecil apa pun.

  1. Contoh laporan keuangan: Pendapatan/laba komprehensif

Sumber: pintu.co.id

Laporan keuangan terkait pendapatan dan laba komprehensif akan menunjukkan perubahan keuangan bersih usaha atau perusahaan Anda dalam satu periode tertentu.

Laporan keuangan ini juga akan lebih singkat dan berfokus pada laba atau keuangan bersih perusahaan Anda.

  1. Contoh laporan keuangan: Arus kas

Sumber: OCBC.id

Cash flow penting untuk memastikan apakah perusahaan atau usaha Anda sudah berjalan sesuai rencana. Dalam contoh laporan keuangan ini, Anda harus mencantumkan secara lengkap dan detail seluruh biaya operasional, investasi, aset, hingga pendanaan perusahaan Anda.

  1. Contoh laporan keuangan: Laba rugi

Sumber: Detik.com

Contoh laporan keuangan ini yang paling sering digunakan karena dapat menunjukkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan atau usaha Anda secara menyeluruh.

Laporan ini akan memberikan gambaran kondisi keuangan perusahaan Anda secara faktual. Biasanya, laporan ini akan berisi:

  • Beban pengeluaran usaha (gaji karyawan, sewa, penyusutan, dan lainnya)
  • Pendapatan usaha
  • Beban luar usaha (bunga pinjaman, denda keterlambatan, dan lainnya)
  • Pajak penghasilan badan/usaha

Dari seluruh angka tersebut, Anda dapat tahu laba bersih perusahaan Anda.

  1. Contoh laporan keuangan: Perubahan ekuitas

Sumber: bigalpha.id

Laporan keuangan terkait perubahan ekuitas investor harus menyertakan secara detail total ekuitas dari satu periode ke periode lainnya. Dalam laporan ini, investor akan dapat mengetahui data soal:

  • Ekuitas awal
  • Pendapatan akhir perusahaan
  • Dividen

Itulah ragam contoh laporan keuangan dan cara menyusunnya yang pasti bisa membantu membantu Anda mengetahui lebih dalam soal kinerja perusahaan atau usaha.

Ingin pelajari lebih jauh soal laporan keuangan yang tepat dan cara menyusunnya?

Bergabunglah dengan kelas kami dan pelajari cara menyusun laporan keuangan terbaik serta dapatkan contoh-contohnya.

Gabung short program kami dengan klik di sini sekarang!

Banner-Article-May-18.jpg
Cara Mencari Investor untuk Anda yang Akan Mendirikan Bisnis
04 June 2024

Untuk pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis, tentu harus memahami cara mencari investor yang tepat. Dengan adanya investor, modal untuk pengembangan bisnis akan lebih aman sehingga bisa membuat berbagai rencana bisnis bisa berjalan ke depan.

Mencari investor bukan hal yang bisa dilakukan dengan mudah bagi setiap pelaku bisnis. Sebelum mencari investor, tentu Anda perlu mengetahui tujuan bisnis dan bagaimana posisi bisnis saat ini.

Setelah mengetahui hal tersebut, carilah investor yang bisa Anda dapatkan dalam berbagai cara. Baca artikel ini untuk mengetahui berbagai hal yang dapat membantu Anda mencari investor yang sesuai untuk bisnis!

Definisi Investor

Investor adalah sebutan untuk individu atau lembaga yang menanamkan modal dalam sebuah bisnis. Tujuan investor menanamkan uang di dalam sebuah bisnis ada banyak ragamnya. 

Secara garis besar, investor dalam sebuah bisnis berperan memberikan pendanaan yang dibutuhkan agar bisnis tetap bisa berjalan dan berkembang. 

Sistem investor dalam sebuah bisnis biasanya berlaku dalam jangka panjang. Apabila investasi dilakukan dalam jangka pendek, penamaannya disebut trader.

Jadi pada dasarnya perbedaan antara investor dan trader secara garis besar terletak pada durasi pemberian modal pada sebuah bisnisnya. 

Jenis-jenis Investor

Mencari investor adalah salah satu langkah bijak yang dilakukan oleh pelaku bisnis apabila ingin mengembangkan bisnis lebih dari yang dimilikinya. Tetapi sebelum mencarinya, lebih baik perlu diketahui dahulu macam-macam jenis investor yang ada.

Berikut ini adalah beberapa jenis investor yang bisa Anda temui di lapangan: 

Bootstrap

Bootstrap adalah sebutan untuk para founder yang menjadi investor pada bisnisnya sendiri. Biasanya bootstrap terjadi apabila bisnis yang ingin dijalankan masih dalam tahap ide dan baru saja dibangun.

Menjadi investor untuk bisnis sendiri memberikan tanggung jawab yang cukup besar, tapi sang founder jadi bisa mengatur bisnisnya sendiri. 

Apabila saat ini Anda masih dalam tahap bootstrap dalam bisnis dan berniat mencari investor, pisahkan rekening pribadi dan bisnis. Hal ini untuk menjaga agar cashflow bisnismu terpantau dengan baik.

Angel Investor

Angel investor adalah sebutan untuk para investor yang memberikan pendanaan dalam bisnis dengan timbal balik kepemilikan saham dalam bisnis tersebut. Mencari investor seperti ini sebenarnya cukup mudah melalui koneksi yang tepat. 

Biasanya angel investor dari sebuah bisnis berada di kalangan kerabat founder. Karakteristiknya pun memberikan suntikan modal satu kali. Setelahnya adalah tugas si pelaku bisnis untuk mengembangkan bisnis dan meraih profit yang bisa diberikan kepada para investor. 

Inkubator

Ingin mencari investor dalam bentuk kelembagaan? Jenis ini disebut sistem inkubator. Dalam proses sistem inkubator ini, lembaga akan membantu pengembangan bisnis.

Pendanaan sistem inkubator ini terbuka bagi bisnis yang masih dalam tahap ide dan juga mencari investor untuk pengembangan ide tersebut. 

Akselerator

Sistem pendanaan bisnis tipe akselerator ini hanya berjangka tiga bulan. Selain itu, bisnis yang ikut dalam pendanaan sistem akselerator biasanya bisnis yang sudah berjalan.

Dalam prosesnya, pemilik bisnis juga akan mendapatkan pelatihan dan bimbingan dalam pengelolaan bisnis sehingga ke depannya tidak perlu mencari investor lagi.

Venture Capital

Mencari investor dalam bentuk lembaga keuangan juga bisa dilakukan, tetapi biasanya ini berlaku untuk bisnis yang sudah berjalan. Venture capital adalah sebutan untuk lembaga keuangan yang berpotensi mendanai sebuah bisnis tetapi sumber dana dari banyak tempat. 

Umumnya venture capital memberikan dana kepada bisnis atau startup yang berpotensi akan berkembang bisnisnya. Hal ini karena potensi pengembalian dana diatas rata-rata akan didapatkan oleh venture capital apabila bisnis berkembang dari hasil pendanaannya. 

 

Cara Mencari Investor

Bagi Anda pelaku bisnis, mencari investor ternyata bisa dilakukan dengan berbagai cara. Hal yang perlu diketahui sebelum mencari investor adalah Anda harus paham betul tentang bisnisnya. Setelahnya ada berbagai cara, berikut contoh cara mencari investor yang tepat:

  1. Menggunakan LinkedIn 

Mengaktifkan akun LinkedIn bisa menjadi langkah pertama untuk mencari investor. Semua dimulai dari koneksi dan pembicaraan.

Melihat dari segi investor, tentu mereka akan lebih terbuka untuk memulai pembicaraan dengan seseorang yang bisnisnya terlihat nyata tujuannya di publik. Sebagai pebisnis, pastikan cari investor yang mengerti tentang bisnis Anda dan memiliki semangat yang sama tentang masa depan bisnis tersebut.

  1. Memperluas Koneksi

Cara mencari investor selanjutnya adalah dengan memperluas koneksi. Caranya bisa dimulai dengan mencari orang yang sesuai, bisa seseorang yang berbisnis sama atau orang-orang yang berada di venture capital. 

Sebelum meminta untuk diperkenalkan dengan orang-orang ini, pastikan bahwa Anda akan dipertemukan dengan orang yang tepat. Misalnya, bertemu dengan orang yang berbisnis serupa atau lembaga yang memang punya rekam jejak mendanai bisnis yang sama dan berkembang.

  1. Terlibat dalam Komunitas Pebisnis

Saat mencari investor, jangan lupakan tempat Anda menuntut ilmu di perguruan tinggi. Bagi Anda yang sekolah di jurusan bisnis, ada potensi para alumni jurusanmu mengenal seseorang yang bisa dijadikan investor.

Perlu mencari informasi dari sekolah karena kita tidak pernah tahu, mungkin ada investor sesuai dengan bisnis Anda.

  1. Menjelajah Peluang Crowdfunding dan Membangun Merek

Crowdfunding dan membangun merek juga salah satu langkah penting untuk dilakukan sebelum mencari investor. Perbanyak promosi untuk menciptakan pengetahuan masyarakat tentang merek atau bisnis yang Anda tekuni. Bisa melalui media, membuat kampanye merk dan masih banyak cara lain.

Ini salah satu cara yang populer dilakukan oleh banyak startup saat ini ketika bertujuan mencari investor untuk pengembangan bisnis kedepan.  

Sebelum mencari investor, seorang pelaku bisnis penting untuk menjaga sistem keuangan yang tertata rapi. Pembukuan dalam bisnis yang tertata rapi akan memudahkan untuk mendapatkan investor untuk tujuan perkembangan.

Setelah beberapa waktu menjalankan bisnis, analisis finansial juga bisa menjadi langkah refleksi terkait kesuksesan bisnis Anda. 

Anda memerlukan analisis finansial untuk menilai kesuksesan bisnis dan mengambil juga langkah finansial yang tepat? Ikuti program financial analysis di Prasmul Eli. Dalam program yang diselenggarakan dua hari ini, Anda akan mendapat ulasan berbagai topik yang akan melengkapi kemampuan analisis bisnis Anda. Ini dia topik-topiknya:

  • Ulasan singkat tentang jenis-jenis laporan keuangan
  • Praktek dan simulasi penyusunan laporan keuangan
  • Analisis laporan keuangan 
  • Indikator kinerja dengan rasio: likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, efisiensi
  • Hubungan antara masing-masing kinerja keuangan
  • Hal-hal lain di luar laporan keuangan yang mempengaruhi kinerja perusahaan

Untuk tahu lebih detail program dan mendaftar, Anda bisa klik link ini.