Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Mengenal Metode SCAMPER: Pengertian hingga Cara Menerapkannya


11 June 2024
Banner-Article-Juni-No.5.jpg

Dalam proses menyusun ide dan rencana, Anda dapat menggunakan ragam metode berpikir. Salah satunya adalah SCAMPER.

Dalam SCAMPER ada berbagai pertanyaan yang bertujuan untuk membantu Anda menghasilkan ide terbaik. Metode SCAMPER dapat dipergunakan untuk membuat produk dan jasa baru.

Berikut kami paparkan selengkapnya tentang Metode SCAMPER!

Pengertian Metode SCAMPER

SCAMPER adalah metode dan teknik berpikir kreatif yang menggunakan serangkaian pertanyaan untuk memancing inovasi serta cara pandang baru. Menurut Interaction-Design, SCAMPER terdiri dari:

  • Substitute
  • Combine
  • Adapt
  • Modify (terkadang juga disebut Magnify atau Minify)
  • Put to another use
  • Eliminate
  • Rearrange

Masing-masing komponen punya daftar pertanyaan yang bertujuan untuk mengasah cara berpikir Anda.

Daftar Pertanyaan SCAMPER

Gunakan daftar pertanyaan dari masing-masing komponen berikut sebagai acuan untuk membentuk kerangka berpikir dan membuat keputusan.

  1. Substitute

Anda dapat berfokus pada perubahan atau perbaikan apa yang harus dilakukan dengan pertanyaan berikut:

  • Cara atau metode baru apa yang bisa saya pakai untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan?
  • Apakah saya harus mengubah susunan tim dan tugas untuk membuat prosesnya lebih efektif?
  • Apakah saya harus mengubah bahan dasar produk ini?
  • Apakah saya harus menggunakan teknik produksi baru?
  • Apakah saya bisa menggunakan metode ini untuk produk lainnya?
  • Apa yang terjadi jika pandangan dan pendapat saya terhadap produk ini berubah?
  1. Combine

Pada komponen ini, Anda ditantang untuk menggabungkan dan menyatukan satu atau lebih bahan, cara, bahkan orang untuk menghasilkan inovasi.

  • Apakah saya dapat menggabungkan kedua bahan ini?
  • Apakah bahan lama bisa saya gabungkan dengan bahan baru?
  • Bagaimana cara saya mengoptimalkan sisa bahan ini ke dalam bahan baru?
  • Apa yang akan terjadi saat saya menggabungkan kedua bahan tersebut?
  • Apa yang akan terjadi jika saya menggabungkan metode dan bahan ini?
  • Bagaimana cara saya membantu tim saya menggunakan metode baru ini?
  1. Adapt

Sesuai sebutannya, Anda akan diminta untuk putar otak dalam memanfaatkan suatu objek atau sumber daya agar dapat beradaptasi dan menyelesaikan masalah. Berikut contoh pertanyaannya:

  • Perubahan seperti apa yang harus dilalui agar dapat menyesuaikan kebutuhan konsumen?
  • Nilai dan fungsi apa yang bisa diubah dari produk ini?
  • Apakah produk ini hanya digunakan untuk satu fungsi?
  • Proses dan metode apa yang harus berubah untuk menghasilkan produk baru?
  1. Modify (terkadang juga disebut Magnify atau Minify)

Pada tahapan ini daftar pertanyaannya akan berfokus pada modifikasi produk dan metode yang Anda pakai untuk menghasilkan sebuah produk.

  • Apa yang bisa dimodifikasi dari produk ini?
  • Nilai atau fungsi apa yang bisa ditonjolkan dari produk ini?
  • Apakah ukurannya harus diperbesar atau diperkecil?
  • Apakah warnanya harus lebih terang atau gelap?
  • Apakah posisinya harus disesuaikan lagi?
  • Apakah produk ini butuh tambahan fitur baru?
  • Fitur baru seperti apa yang dibutuhkan pengguna?
  1. Put to another use

Anda akan diajak untuk menganalisis cara baru untuk menggunakan produk lewat pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah produk dan jasa ini dipakai pada lebih dari satu industri?
  • Industri apa saja yang membutuhkan produk ini?
  • Apakah produk ini akan berubah fungsinya pada industri lain?
  • Jika dipakai dengan cara berbeda, apakah produk ini tetap berfungsi baik?
  • Apakah produk ini dapat dipakai anak-anak?
  • Apakah produk ini hanya dapat dipakai orang dewasa?
  1. Eliminate

Tujuannya untuk mengoptimalkan produk Anda melalui perubahan atau menghilangkan bagian tertentu. Maka, coba jawab beberapa pertanyaan berikut:

  • Apa saja bagian yang bisa saya kurangi tanpa mengubah fungsinya?
  • Bisakah saya kurangi biaya pembuatannya?
  • Bisakah saya menurunkan kualitas bahannya?
  • Apa saya bagian yang sebenarnya tak diperlukan?
  • Bagaimana caranya membuat produk ini lebih kecil dan ringan?
  • Bagaimana caranya membuat produk ini lebih mudah dipakai?
  1. Rearrange

Terakhir, Anda akan ditantang untuk melakukan sesuatu yang berlawanan dari kebiasaan atau proses dasarnya.

  • Bisakah saya mengubah arahnya jadi berlawanan?
  • Apa yang akan terjadi jika proses pembuatannya ditukar?
  • Apa yang akan terjadi jika posisinya jadi terbalik?
  • Bisakah saya memulai proses dengan tahapan akhirnya terlebih dahulu?

Cara Menerapkan Metode SCAMPER

Setelah mengenal seluk-beluknya, mungkin metode SCAMPER terlihat rumit. Untuk memudahkan Anda, berikut adalah beberapa cara sederhana menerapkannya, dirangkum dari Mindtool:

  1. Identifikasi masalah yang ada pada produk atau jasa. Selain masalah, Anda dapat memilih produk yang dirasa butuh perkembangan.
  2. Mulai jawab pertanyaan-pertanyaan di atas, mulai dari Substitute hingga Rearrange. Anda tak perlu menjawab seluruh pertanyaan, jika dirasa tidak relevan dengan kebutuhan, lewati saja.
  3. Jawaban-jawaban tersebut akan menghasilkan ide, cara, metode, hingga proses berpikir baru. Identifikasi semua hal tersebut sesuai tujuan utama.
  4. Gunakan ide, cara, metode, hingga proses berpikir yang paling sesuai dalam rencana baru dan perubahan pada produk tersebut. Pastikan juga Anda punya ide atau metode cadangan.

Contoh Penerapan Metode SCAMPER

Misalkan perusahaan Anda punya produk berupa aplikasi penyedia jasa perbaikan rumah. Sudah satu bulan jumlah pengguna tidak bertambah. Dengan Metode SCAMPER Anda ingin menambah jumlah pengguna.

  • Substitute

Coba identifikasi proses pemesanan jasa di aplikasi. Apakah Anda dapat mengubah proses pemesanan jasa tersebut? Apakah ada komplain atau masukan dari konsumen terkait jasa yang ditawarkan? 

  • Combine

Apakah bisa tukang yang memperbaiki kebocoran rumah juga mengerjakan proses pengecatan interior rumah? Apakah ada fitur yang bisa digabungkan dalam 1 halaman, agar memudahkan konsumen?

  • Adapt

Apakah jasa-jasa yang ditawarkan dalam aplikasi sudah sesuai kebutuhan konsumen Anda? Apakah harus membuat survey terbaru untuk memastikan apa saja kebutuhan konsumen? Bisakah jasa yang Anda tawarkan tidak sebatas perbaikan dan perawatan rumah?

  • Modify (terkadang juga disebut Magnify atau Minify)

Apakah ada testimoni pelanggan yang bisa ditonjolkan dalam aplikasi dan media sosial untuk meningkatkan kepercayaan calon pelanggan? Fitur baru apa yang dapat memudahkan konsumen?

  • Put to another use

Apakah Anda harus mengubah lokasi calon pelanggan semulanya Jakarta dan Tangerang jadi hanya Tangerang?

  • Eliminate

Apa fitur atau tahapan pemesanan yang bisa dihapus agar lebih mudah dipakai pelanggan?

  • Rearrange

Kalau dilihat tidak ada pertanyaan atau langkah relevan dengan masalah di atas.

Pertanyaan-pertanyaan di atas dapat menghasilkan jawaban langkah atau cara meningkatkan angka pelanggan jasa Anda. Pastikan Anda menghasilkan langkah konkret. Misalnya, Anda mau membuat diskon, tanyakan lagi “Berapa besar? Apa saja jasa yang diskon?”.

Selain menggunakan SCAMPER, Anda juga dapat belajar mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui short training program dari prasmul-eli!
Anda dapat belajar langsung dari para ahlinya! Tunggu apa lagi, daftar dan ikuti kelasnya dengan klik di sini sekarang!

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-Juni-No.5.jpg
Mengenal Metode SCAMPER: Pengertian hingga Cara Menerapkannya
11 June 2024

Dalam proses menyusun ide dan rencana, Anda dapat menggunakan ragam metode berpikir. Salah satunya adalah SCAMPER.

Dalam SCAMPER ada berbagai pertanyaan yang bertujuan untuk membantu Anda menghasilkan ide terbaik. Metode SCAMPER dapat dipergunakan untuk membuat produk dan jasa baru.

Berikut kami paparkan selengkapnya tentang Metode SCAMPER!

Pengertian Metode SCAMPER

SCAMPER adalah metode dan teknik berpikir kreatif yang menggunakan serangkaian pertanyaan untuk memancing inovasi serta cara pandang baru. Menurut Interaction-Design, SCAMPER terdiri dari:

  • Substitute
  • Combine
  • Adapt
  • Modify (terkadang juga disebut Magnify atau Minify)
  • Put to another use
  • Eliminate
  • Rearrange

Masing-masing komponen punya daftar pertanyaan yang bertujuan untuk mengasah cara berpikir Anda.

Daftar Pertanyaan SCAMPER

Gunakan daftar pertanyaan dari masing-masing komponen berikut sebagai acuan untuk membentuk kerangka berpikir dan membuat keputusan.

  1. Substitute

Anda dapat berfokus pada perubahan atau perbaikan apa yang harus dilakukan dengan pertanyaan berikut:

  • Cara atau metode baru apa yang bisa saya pakai untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan?
  • Apakah saya harus mengubah susunan tim dan tugas untuk membuat prosesnya lebih efektif?
  • Apakah saya harus mengubah bahan dasar produk ini?
  • Apakah saya harus menggunakan teknik produksi baru?
  • Apakah saya bisa menggunakan metode ini untuk produk lainnya?
  • Apa yang terjadi jika pandangan dan pendapat saya terhadap produk ini berubah?
  1. Combine

Pada komponen ini, Anda ditantang untuk menggabungkan dan menyatukan satu atau lebih bahan, cara, bahkan orang untuk menghasilkan inovasi.

  • Apakah saya dapat menggabungkan kedua bahan ini?
  • Apakah bahan lama bisa saya gabungkan dengan bahan baru?
  • Bagaimana cara saya mengoptimalkan sisa bahan ini ke dalam bahan baru?
  • Apa yang akan terjadi saat saya menggabungkan kedua bahan tersebut?
  • Apa yang akan terjadi jika saya menggabungkan metode dan bahan ini?
  • Bagaimana cara saya membantu tim saya menggunakan metode baru ini?
  1. Adapt

Sesuai sebutannya, Anda akan diminta untuk putar otak dalam memanfaatkan suatu objek atau sumber daya agar dapat beradaptasi dan menyelesaikan masalah. Berikut contoh pertanyaannya:

  • Perubahan seperti apa yang harus dilalui agar dapat menyesuaikan kebutuhan konsumen?
  • Nilai dan fungsi apa yang bisa diubah dari produk ini?
  • Apakah produk ini hanya digunakan untuk satu fungsi?
  • Proses dan metode apa yang harus berubah untuk menghasilkan produk baru?
  1. Modify (terkadang juga disebut Magnify atau Minify)

Pada tahapan ini daftar pertanyaannya akan berfokus pada modifikasi produk dan metode yang Anda pakai untuk menghasilkan sebuah produk.

  • Apa yang bisa dimodifikasi dari produk ini?
  • Nilai atau fungsi apa yang bisa ditonjolkan dari produk ini?
  • Apakah ukurannya harus diperbesar atau diperkecil?
  • Apakah warnanya harus lebih terang atau gelap?
  • Apakah posisinya harus disesuaikan lagi?
  • Apakah produk ini butuh tambahan fitur baru?
  • Fitur baru seperti apa yang dibutuhkan pengguna?
  1. Put to another use

Anda akan diajak untuk menganalisis cara baru untuk menggunakan produk lewat pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah produk dan jasa ini dipakai pada lebih dari satu industri?
  • Industri apa saja yang membutuhkan produk ini?
  • Apakah produk ini akan berubah fungsinya pada industri lain?
  • Jika dipakai dengan cara berbeda, apakah produk ini tetap berfungsi baik?
  • Apakah produk ini dapat dipakai anak-anak?
  • Apakah produk ini hanya dapat dipakai orang dewasa?
  1. Eliminate

Tujuannya untuk mengoptimalkan produk Anda melalui perubahan atau menghilangkan bagian tertentu. Maka, coba jawab beberapa pertanyaan berikut:

  • Apa saja bagian yang bisa saya kurangi tanpa mengubah fungsinya?
  • Bisakah saya kurangi biaya pembuatannya?
  • Bisakah saya menurunkan kualitas bahannya?
  • Apa saya bagian yang sebenarnya tak diperlukan?
  • Bagaimana caranya membuat produk ini lebih kecil dan ringan?
  • Bagaimana caranya membuat produk ini lebih mudah dipakai?
  1. Rearrange

Terakhir, Anda akan ditantang untuk melakukan sesuatu yang berlawanan dari kebiasaan atau proses dasarnya.

  • Bisakah saya mengubah arahnya jadi berlawanan?
  • Apa yang akan terjadi jika proses pembuatannya ditukar?
  • Apa yang akan terjadi jika posisinya jadi terbalik?
  • Bisakah saya memulai proses dengan tahapan akhirnya terlebih dahulu?

Cara Menerapkan Metode SCAMPER

Setelah mengenal seluk-beluknya, mungkin metode SCAMPER terlihat rumit. Untuk memudahkan Anda, berikut adalah beberapa cara sederhana menerapkannya, dirangkum dari Mindtool:

  1. Identifikasi masalah yang ada pada produk atau jasa. Selain masalah, Anda dapat memilih produk yang dirasa butuh perkembangan.
  2. Mulai jawab pertanyaan-pertanyaan di atas, mulai dari Substitute hingga Rearrange. Anda tak perlu menjawab seluruh pertanyaan, jika dirasa tidak relevan dengan kebutuhan, lewati saja.
  3. Jawaban-jawaban tersebut akan menghasilkan ide, cara, metode, hingga proses berpikir baru. Identifikasi semua hal tersebut sesuai tujuan utama.
  4. Gunakan ide, cara, metode, hingga proses berpikir yang paling sesuai dalam rencana baru dan perubahan pada produk tersebut. Pastikan juga Anda punya ide atau metode cadangan.

Contoh Penerapan Metode SCAMPER

Misalkan perusahaan Anda punya produk berupa aplikasi penyedia jasa perbaikan rumah. Sudah satu bulan jumlah pengguna tidak bertambah. Dengan Metode SCAMPER Anda ingin menambah jumlah pengguna.

  • Substitute

Coba identifikasi proses pemesanan jasa di aplikasi. Apakah Anda dapat mengubah proses pemesanan jasa tersebut? Apakah ada komplain atau masukan dari konsumen terkait jasa yang ditawarkan? 

  • Combine

Apakah bisa tukang yang memperbaiki kebocoran rumah juga mengerjakan proses pengecatan interior rumah? Apakah ada fitur yang bisa digabungkan dalam 1 halaman, agar memudahkan konsumen?

  • Adapt

Apakah jasa-jasa yang ditawarkan dalam aplikasi sudah sesuai kebutuhan konsumen Anda? Apakah harus membuat survey terbaru untuk memastikan apa saja kebutuhan konsumen? Bisakah jasa yang Anda tawarkan tidak sebatas perbaikan dan perawatan rumah?

  • Modify (terkadang juga disebut Magnify atau Minify)

Apakah ada testimoni pelanggan yang bisa ditonjolkan dalam aplikasi dan media sosial untuk meningkatkan kepercayaan calon pelanggan? Fitur baru apa yang dapat memudahkan konsumen?

  • Put to another use

Apakah Anda harus mengubah lokasi calon pelanggan semulanya Jakarta dan Tangerang jadi hanya Tangerang?

  • Eliminate

Apa fitur atau tahapan pemesanan yang bisa dihapus agar lebih mudah dipakai pelanggan?

  • Rearrange

Kalau dilihat tidak ada pertanyaan atau langkah relevan dengan masalah di atas.

Pertanyaan-pertanyaan di atas dapat menghasilkan jawaban langkah atau cara meningkatkan angka pelanggan jasa Anda. Pastikan Anda menghasilkan langkah konkret. Misalnya, Anda mau membuat diskon, tanyakan lagi “Berapa besar? Apa saja jasa yang diskon?”.

Selain menggunakan SCAMPER, Anda juga dapat belajar mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui short training program dari prasmul-eli!
Anda dapat belajar langsung dari para ahlinya! Tunggu apa lagi, daftar dan ikuti kelasnya dengan klik di sini sekarang!

Banner-Article-Juni-No.4.jpg
Workshop: Manfaat, Tujuan, Jenis, dan Bedanya dengan Seminar
10 June 2024

Workshop adalah wadah yang membantu Anda mengembangkan ragam kemampuan, beberapa di antaranya adalah analisis dan kolaborasi.

Sayangnya, masih banyak yang menganggap bahwa workshop adalah seminar. Padahal keduanya punya bentuk dan hasil yang berbeda.

Pelajari selengkapnya tentang workshop, dari tujuan, jenis, contoh, hingga perbedaannya dengan seminar, di bawah ini!

Pengertian Workshop

Workshop adalah sebuah sesi diskusi dan pertemuan yang terstruktur serta interaktif. Menurut SessionLab, workshop didesain agar pesertanya aktif dan ikut terlibat dalam diskusi hingga pemecahan masalah.

Dalam sebuah workshop Anda tidak akan hanya duduk dan mendengarkan pembicara. Anda akan mendapatkan diskusi intensif dengan tujuan untuk menyelesaikan sebuah masalah. Lalu, Anda juga dapat berkolaborasi dengan peserta lainnya.

Tujuan Workshop

Tidak hanya untuk meningkatkan ragam kemampuan Anda, berikut beberapa manfaat workshop:

  1. berbagi pengalaman dan mendapatkan ilmu baru
  2. membangun koneksi
  3. mendorong peserta untuk lebih kritis dan kreatif
  4. memberikan gambaran tentang sebuah situasi atau permasalahan
  5. belajar memecahkan sebuah masalah dengan rapi dan tepat
  6. mendorong peserta untuk semakin kolaboratif
  7. belajar berargumen dan menerima masukan
  8. membantu peserta untuk lebih mengenal sebuah industri atau lingkungan kerja

Manfaat Workshop

Berkaitan erat dengan tujuannya, Anda bisa mendapatkan ragam manfaat setelah mengikuti workshop, dirangkum dari MeraEvents

  1. Kesempatan untuk mendapatkan evaluasi

Evaluasi kinerja dan karier tidak hanya datang dari perusahaan tempat Anda bekerja. Dalam workshop pun Anda dapat meminta masukan dan evaluasi dari pembicara hingga sesama peserta.

Anda dapat bertanya untuk mengevaluasi beberapa hal seperti cara membuat keputusan, cara mengatur anggota tim, hingga cara memulai karier dalam suatu bidang.

  1. Belajar dan mengasah soft skill 

Anda dapat belajar banyak soft skill baru, seperti:

  • kepemimpinan 
  • komunikasi 
  • empati
  • berpikir kritis
  • kreativitas
  • menyelesaikan masalah
  • mengambil keputusan
  • kolaborasi 
  • mendengar dan memahami
  1. Menambah koneksi dengan profesional yang sebidang

Terlebih jika Anda baru memulai di suatu bidang. Punya koneksi atau seseorang yang dikenal dapat membantu Anda dalam sukses dalam bidang tersebut.

Anda juga dapat membentuk sebuah komunitas dan grup yang solid nantinya.

  1. Meningkatkan kualitas kerja dan produktivitas

Tentunya setelah Anda menambah dan meningkatkan ragam skill, kinerja Anda akan semakin baik. Hal tersebut dapat terbukti dalam kerja yang semakin produktif, efektif, dan berkualitas.

  1. Menambah perspektif dan cara berpikir

Setiap orang mungkin punya cara kerja dan berpikirnya masing-masing. Akan tetapi, mendengarkan dan menerima perspektif orang lain dapat membuka kesempatan untuk belajar serta berkembang.

  1. Kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan baru

Koneksi yang baru Anda temui dalam sebuah workshop dapat menjadi aset masa depan. Mungkin nantinya akan muncul kebutuhan untuk posisi yang sesuai dengan kemampuan Anda. Koneksi tersebut akan mengingat dan berbagi peluang baru itu kepada Anda.

Perbedaan Workshop dan Seminar

Perbedaan utama dari workshop dan seminar adalah pada aktivitas serta tujuan akhirnya.

Aktivitas

Dalam workshop Anda akan dituntut untuk aktif dan kolaboratif. Setiap workshop akan memberikan sebuah contoh kasus yang harus diselesaikan peserta. Peserta juga dapat mempresentasikan hasil kerja dan diskusinya untuk menjadi sesi tanya jawab yang baru.

Sementara dalam seminar, peserta akan lebih banyak diam dan menyimak presentasi pakar atau ahli. Peserta baru bisa berbicara ketika ada sesi tanya jawab khusus. Tidak ada contoh kasus yang harus diselesaikan.

Tujuan akhir

Setelah mengikuti workshop, Anda diharapkan dapat menjadi lebih memahami sebuah situasi atau permasalahan. Anda juga berkesempatan untuk langsung mempraktikkan ilmu serta perspektif yang baru didapatkan dalam workshop tersebut.

Seminar sendiri lebih berfokus pada ilmu atau teori terkait topiknya. Anda tetap mendapatkan ilmu baru, tapi tidak berkesempatan untuk langsung mempraktikkannya pada sesi tersebut.

Jenis dan Contoh Workshop

  1. Workshop edukasi

Sesuai namanya, jenis workshop ini mengutamakan proses pembelajaran dan mengembangkan kemampuan. Dikutip dari WeAreDevelopers, jika Anda baru mulai meniti karier di sebuah bidang yang baru, tentu jenis ini akan sangat membantu. Contoh workshop edukasi antara lain:

  1. Workshop public speaking

Jika Anda mau mendalami industri Public Relations, maka salah satu skill wajibnya adalah public speaking.

  1. Workshop coding

Saat ini sudah banyak workshop coding dasar yang bertujuan untuk membantu orang-orang yang ingin mengenal lebih jauh dunia IT.

  1. Workshop menggunakan Excel/Spreadsheets

Excel dan Spreadsheets jadi dua aplikasi yang banyak dipelajari. Tidak hanya mempermudah pekerjaan, tapi dibutuhkan oleh berbagai pekerjaan dan perusahaan.

  1. Workshop untuk kreativitas

Jenis ini bertujuan untuk mengasah kemampuan peserta dalam berpikir kreatif dan menciptakan sesuatu. Contoh workshop kreativitas adalah:

  1. Workshop storytelling

Workshop ini akan membantu peserta dalam mengasah kemampuan mereka dalam berbahasa lisan dan tulisan. Storytelling biasanya juga dipakai untuk pekerjaan di bidang marketing.

  1. Workshop ideasi

Peserta biasanya akan ditantang untuk berpikir kritis dan kreatif. Anda juga akan mendapatkan banyak inspirasi serta cara untuk melihat suatu masalah dari kacamata yang berbeda.

  1. Workshop interaktif

Saat mengikuti workshop ini, Anda harus berpartisipasi aktif dalam kegiatannya. Biasanya, workshop ini diadakan oleh sebuah perusahaan guna memperkuat kolaborasi dan produktivitas timnya.

  1. Team building

Aktivitas ini mungkin lebih dikenal sebagai sesi main atau bersenang-senang. Namun, tidak selamanya begitu. Team building akan melibatkan seluruh peserta untuk melakukan aktivitas terkait pekerjaan mereka. Semua orang, apa pun itu jabatannya, harus ikut ambil bagian.

  1. Workshop problem solving

Hampir sama dengan aktivitas sebelumnya, workshop ini akan mewajibkan seluruh peserta untuk aktif menyelesaikan sebuah masalah. Namun, bedanya dengan team building, sesi ini bisa dilakukan dalam kelompok atau perorangan. Tujuannya juga sudah jelas, untuk memecahkan sebuah masalah.

Anda juga dapat mengikuti ragam workshop dan aktivitas yang ada dalam short training program prasmul-eli!

Anda dapat belajar langsung dari para ahlinya dan praktik langsung! Daftar dan ikuti kelasnya dengan klik di sini sekarang!

Banner-Article-Feb-16 (1).jpg
Manfaat Program Data Management untuk Pengembangan Karier
31 May 2024

Pengambilan keputusan dalam bisnis harus didasarkan pada data dan informasi. Makin banyak organisasi yang mendapatkan data dari berbagai sistem berbeda, makin banyak pula volume data bisnis secara eksponensial. Karena itu, online data management menjadi salah satu sistem yang dirancang untuk bisa memberikan insight tentang aspek-aspek bisnis.

Tidak hanya perannya bagi perusahaan, data management juga menjadi salah satu keahlian yang berdampak positif bagi karir karyawan. Karena itu, banyak orang yang memilih online data management sebagai cara meningkatkan kemampuan analisis demi mendukung analisis dan pengambilan keputusan yang lebih akurat dalam bisnis.

Apa Itu Data Management?

Perusahaan menggunakan manajemen data untuk membantu memastikan informasi yang dimiliki bisa diakses oleh semua pihak yang berkepentingan. Manajemen data sangat penting untuk membantu organisasi mengoptimalkan kebijakan dan menghasilkan revenue.

Dalam praktiknya, kemampuan manajemen data dapat memandu bisnis, perusahaan, dan bahkan tingkat eksekutif untuk membuat keputusan. Banyak organisasi yang sudah menggunakan big data dengan berbagai platform manajemen data yang menganalisisnya secara real-time untuk mendapatkan insight tentang perilaku pelanggan.

Pelatihan online data management biasanya ditujukan agar talenta perusahaan mendapat peningkatan analisis terkait insight dari pelanggan. Program pelatihan ini diberikan agar bisa mengisi kesenjangan keterampilan analisis data sekaligus mengubah karier.

Manfaat Online Data Management Training

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, data management dapat mengisi kesenjangan dalam optimalisasi data di dalam operasional perusahaan. Berikut ini manfaat online data management training untuk karier.

1. Mempelajari keterampilan baru

Untuk membangun tenaga kerja yang tangguh, perusahaan sudah mengaplikasikan skill-based recruitment. Daripada hanya berfokus pada pengalaman dari kandidat karyawan, perusahaan merekrut dan mempertahankan talenta yang memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Keterampilan big data bisa menyempurnakan resume dan memperkuat kemampuan analisis sebagai persyaratan saat bergabung dengan perusahaan terkemuka.

2. Mempelajari tools yang relevan

Tidak hanya perkembangan bisnis yang semakin pesat, cara untuk bersaing juga harus didukung dari sisi teknis. Anda membutuhkan tools canggih yang relevan untuk membuat analisis yang tepat dan cepat sebagai bekal keterampilan teknis.

Para praktisi big data juga mengajarkan cara mengimplementasikan tools seperti Apache Spark, Hadoop, Tableau, MongoDB, Python, Zoho, atau Cloudera. Pengetahuan tentang tools ini akan menawarkan keunggulan kompetitif serta meningkatkan peluang untuk mendapatkan manfaat big data yang menjanjikan.

3. Mengetahui tren dan insight terbaru

Big data terus berkembang dengan pesat dan menjadi tren baru yang mendominasi dalam berbagai sektor industri. Karena itu, para profesional perusahaan harus mampu mengikuti tren big data yang paling relevan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.

Mengetahui wawasan industri memiliki peran penting bagi para profesional big data di dalam perusahaan untuk menemukan peran leader. Hal ini bisa meningkatkan pertumbuhan karier dengan menawarkan insight tentang industri dan tren terkini.

4. Networking dengan profesional big data

Saat mengikuti pelatihan big data, Anda tidak hanya akan mendapatkan keterampilan baru, tapi juga networking dengan para profesional lainnya. Hal ini akan membantu Anda untuk memecahkan masalah melalui kerja sama tim, kolaborasi, dan diskusi di berbagai sektor terkait. Hal ini membuka lebih banyak kesempatan sharing untuk memecahkan masalah.

5. Membuat portofolio

Mengikuti program data management juga dapat membantu Anda untuk membuat portofolio. Dari tahap pengumpulan data, riset, dan proyek yang dijalankan menjadi program pelatihan nyata yang bisa menjadi tempat untuk mendemonstrasikan kemampuan.

Secara umum, mempelajari data management akan memberikan tambahan skill yang bermanfaat bagi pengembangan sebuah bisnis. Karena itu, online data management training akan menjadi salah satu aset yang bermanfaat secara pribadi. Berdasarkan hal itu, data management akan menjadi skill yang berharga untuk meningkatkan karier.