Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Prinsip-prinsip Green Economy yang Penting Bagi Bisnis


28 October 2022
Banner-Sohibi-GREENeconomy.jpg

Saat ini dan tahun-tahun mendatang, masyarakat akan menghadapi tantangan serius seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, meningkatnya ketidaksetaraan, dan masih banyak lagi. Krisis global sistemik ini tidak dapat ditangani secara terpisah karena semuanya saling terkait. Namun, sistem ekonomi saat ini belum cukup memberikan keseimbangan yang baik antara tujuan lingkungan dan sosial. 

Ekonomi pada dasarnya adalah kumpulan aturan dan norma yang menghargai beberapa perilaku dan menghukum yang lain. Dalam bentuknya saat ini, ekonomi kita mendorong konsumsi yang berlebihan, menurunkan ikatan komunal, dan menghancurkan kekayaan alam. 

Sistem ini bukan hal yang tidak terelakkan atau tak terhindarkan, tetapi bagaimana sistem kerja ekonomi kita telah berevolusi. Karena itulah, diperlukan visi ekonomi baru untuk mengatasi masalah-masalah di atas, seperti green economy.

Green economy memberikan kemakmuran bagi semua makhluk hidup. Terdapat lima prinsip utama yang masing-masing mengacu pada preseden penting dalam kebijakan internasional dan bersama-sama dapat memandu reformasi ekonomi dalam konteks yang beragam. Berikut adalah prinsip-prinsip utama green economy:

  1. Prinsip Kesejahteraan

Green economy memungkinkan semua orang untuk menciptakan dan menikmati kemakmuran.

  • Green economy berpusat pada manusia, tujuannya adalah untuk menciptakan kemakmuran bersama yang sesungguhnya.

  • Hal ini berfokus pada pertumbuhan kekayaan yang akan mendukung kesejahteraan. Kekayaan ini bukan hanya soal finansial, tetapi mencakup seluruh modal manusia, sosial, fisik, dan alam.

  • Green economy memprioritaskan investasi dan akses ke sistem alam yang berkelanjutan, infrastruktur, pengetahuan dan pendidikan yang dibutuhkan semua orang untuk hidup sejahtera.

  • Green economy menawarkan peluang untuk penghidupan, usaha dan pekerjaan yang lebih ramah lingkungan dan layak.

  • Green economy dibangun di atas tindakan kolektif untuk barang publik, namun didasarkan pada pilihan individu.

  1. Prinsip Keadilan

Green economy mempromosikan kesetaraan di dalam dan di antara generasi.

  • Green economy bersifat inklusif dan tidak diskriminatif. Hal ini dilakukan dengan berbagi saat pengambilan keputusan, pembagian manfaat dan biaya secara adil, mendukung pemberdayaan perempuan, serta menghindari elite capture yang artinya penguasaan dari seseorang maupun kelompok yang menjadikan kepentingan pribadinya sebagai tujuan untuk menjalankan sebuah institusi.

  • Green economy mempromosikan pemerataan kesempatan dan hasil, mengurangi kesenjangan di antara manusia, sekaligus memberikan ruang cukup untuk satwa liar dan hutan belantara.

  • Dibutuhkan perspektif jangka panjang pada ekonomi, menciptakan kekayaan dan ketahanan yang melayani kepentingan warga masa depan, serta bertindak untuk segera mengatasi kemiskinan dan ketidakadilan multi-dimensional.

  • Hal ini didasarkan pada solidaritas dan keadilan sosial, memperkuat kepercayaan dan ikatan sosial, serta mendukung hak asasi manusia, hak pekerja, masyarakat adat dan minoritas, dan hak untuk pembangunan berkelanjutan.

  • Penting untuk mempromosikan pemberdayaan UMKM, usaha sosial, dan mata pencaharian yang berkelanjutan.

  • Green economy mencari transisi yang cepat dan adil sesuai dengan biaya yang dibutuhkan - tidak meninggalkan siapapun, memungkinkan kelompok rentan menjadi agen transisi, dan berinovasi dalam perlindungan sosial dan pelatihan ulang.

  1. Prinsip Batas Planet

Green economy melindungi, memulihkan, dan berinvestasi di alam.

  • Green economy yang inklusif mengakui dan memelihara nilai-nilai alam yang beragam. Nilai-nilai fungsional dalam menyediakan barang dan jasa yang menopang perekonomian, nilai-nilai budaya alam yang menopang masyarakat, dan nilai-nilai ekologi alam yang menopang seluruh kehidupan itu sendiri.

  • Mengakui substitusi terbatas atas modal alam dengan modal lain, menggunakan prinsip kehati-hatian untuk menghindari hilangnya modal alam dan melanggar batas ekologi.

  • Berinvestasi dalam melindungi, menumbuhkan dan memulihkan keanekaragaman hayati, tanah, air, udara, dan sistem alam.

  • Inovatif dalam mengelola sistem alam, memiliki sistem sirkularitas, dan menyelaraskan dengan mata pencaharian masyarakat lokal berdasarkan keanekaragaman hayati dan sistem alam.

  1. Prinsip Efisiensi dan Berkecukupan

Green economy diarahkan untuk mendukung konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

  • Green economy yang inklusif adalah sistem yang rendah karbon, melestarikan sumber daya yang beragam dan berotasi. Hal ini termasuk model-model baru pembangunan ekonomi yang menjawab untuk menciptakan kemakmuran dalam batas-batas planet.

  • Green economy menyadari adanya keharusan perubahan global yang signifikan untuk membatasi konsumsi sumber daya alam ke tingkat yang berkelanjutan.

  • Menyadari pula adanya social floor untuk konsumsi barang dan jasa dasar yang penting dalam rangka pemenuhan kesejahteraan dan martabat masyarakat, serta puncak konsumsi yang tidak dapat diterima.

  • Green economy menyelaraskan harga, subsidi, dan insentif dengan biaya sebenarnya bagi masyarakat, melalui mekanisme denda bagi individu atau kelompok yang melakukan polusi atau pencemaran dan keuntungan akan diberikan bagi yang memberikan hasil ramah lingkungan.

  1. Prinsip Tata Kelola yang Baik

Green economy berpedoman pada kelembagaan yang terintegrasi, akuntabel, dan tangguh.

  • Green economy yang inklusif berbasis pada bukti. Norma dan institusinya bersifat interdisipliner, menerapkan ilmu pengetahuan dan ekonomi yang baik bersama dengan pengetahuan lokal untuk strategi adaptif.

  • Didukung oleh kelembagaan yang terintegrasi, kolaboratif, dan koheren. Secara horizontal berarti lintas sektor dan vertikal berarti lintas tata kelola. Serta dengan kapasitas yang memadai untuk memenuhi perannya masing-masing secara efektif, efisien, dan akuntabel.

  • Hal ini membutuhkan partisipasi publik, persetujuan terlebih dahulu, transparansi, dialog sosial, akuntabilitas demokratis, dan tidak adanya kepentingan pribadi di semua institusi. Sehingga kepemimpinan yang baru juga dilengkapi dengan permintaan masyarakat.

  • Green economy mempromosikan pengambilan keputusan yang dilimpahkan untuk ekonomi lokal dan pengelolaan sistem alam sekaligus mempertahankan standar, prosedur, dan sistem compliance yang kuat dan terpusat.

  • Membangun sistem keuangan dengan tujuan memberikan kesejahteraan dan keberlanjutan, diatur dengan cara yang aman untuk melayani kepentingan masyarakat.

Green economy adalah perubahan universal dan transformatif terhadap status quo global. Dalam upaya melaksanakan hal ini membutuhkan perubahan mendasar dalam prioritas pemerintah. Menyadari perubahan tersebut bukan hal yang mudah untuk dilakukan, green economy perlu disadari sebagaimana menjadi bagian dari Strategic Business Analysis dengan adanya penekanan pada implikasi lingkungan terhadap strategi perusahaan.

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-Juni-No.8.jpg
Time Value of Money: Arti, Manfaat, Konsep, Rumus, Contoh, dan Kapan Digunakan
14 June 2024

Dengan uang Rp200 ribu dahulu Anda dapat berbelanja lebih banyak barang dibandingkan saat ini. Situasi tersebut adalah contoh time value of money.

Situasi tersebut terjadi karena nilai uang yang Anda miliki sekarang dapat berubah atau bahkan berkurang di masa depan. Salah satu cara untuk mengatasi perubahan tersebut adalah dengan investasi jangka panjang.

Maka dari itu, dalam artikel ini Anda harus mempelajari secara lengkap mengenai time value of money dari ragam konsep hingga rumus perhitungannya.

Pengertian Time Value of Money

Time value of money adalah konsep keuangan di mana nilai uang saat ini dapat berkurang di masa depan. Berkurangnya nilai tersebut diakibatkan oleh waktu, fluktuasi bunga bank, hingga inflasi.

Investopedia menggambarkan konsep ini dengan contoh kasus berikut. Apabila Anda ditawarkan menerima uang Rp5 juta saat ini atau dua tahun lagi, ada baiknya uang tersebut diterima sekarang.

Meskipun pada dua tahun ke depan Rp5 juta itu tidak berubah secara jumlah, tapi nilai serta barang yang dapat dibelinya sudah menurun. Hal tersebut diakibatkan oleh faktor-faktor yang telah disebutkan di atas.

Maka dari itu dengan menerima Rp5 juta tersebut sekarang, Anda dapat meningkatkan nilainya dengan berinvestasi. Dengan begitu, Anda akan menerima uang tambahan hasil dari investasi tersebut.

Manfaat Time Value of Money

Mungkin Anda berpikir bahwa time value of money adalah hal buruk, tapi tidak selamanya begitu. Berikut adalah beberapa cara memanfaatkan hal tersebut:

  • Menjadi panduan untuk menentukan jumlah investasi.
  • Mengetahui kapan Anda harus menggunakan uang dan untuk apa.
  • Mengetahui instrumen investasi apa yang menguntungkan di masa depan.
  • Membantu Anda memilih produk tabungan yang tepat, misalnya deposito.
  • Memperhitungkan uang yang akan Anda miliki di masa depan dengan rencana keuangan.
  • Berkaitan dengan bisnis, Anda dapat menghitung anggaran produksi dan inovasi.
  • Menghitung peluang profit Anda di masa depan.

Konsep Time Value of Money

Dirangkum dari MasterClass, berdasarkan perubahan waktu dan cara melihat nilai uang, ada tiga konsep time value of money adalah: 

  1. Present value

Present value adalah jumlah uang yang Anda butuhkan saat ini untuk diinvestasikan demi mendapatkan keuntungan tertentu di masa depan. Secara singkat nilai uang saat ini. Jumlah tersebut juga berfungsi sebagai patokan dan besaran bunga yang Anda akan terima setelah investasi.

  1. Future value

Future value adalah prediksi jumlah keuntungan yang akan Anda dapatkan berdasarkan suku bunga dan durasi tertentu. Secara singkat nilai uang di masa depan. Misalkan, berdasarkan present value, Anda menginvestasikan Rp100 juta. Dengan perhitungan suku bunga tinggi, maka Anda akan mendapatkan keuntungan/future value yang semakin besar.

  1. Annuity

Annuity atau anuitas adalah pendapatan tambahan yang Anda terima secara konsisten dalam rentang waktu tertentu. Contohnya, jika Anda memiliki usaha kos-kosan, setiap bulannya Anda akan menerima anuitas berupa uang sewa.

Rumus dan Contoh Time Value of Money

Untuk menghitung time value of money Anda dapat menghitungnya berdasarkan masing-masing konsepnya. Sebelumnya, Anda harus memahami beberapa istilah berikut:

  • FV = future value/nilai uang masa depan
  • PV = present value/nilai uang saat ini
  • r = interest rate/tingkat suku bunga
  • n = jangka waktu

Setelah paham istilah, berikut adalah rumus dan contoh perhitungannya, mengutip BankRate:

Rumus dan contoh perhitungan present value (PV)

Rumus present value adalah PV = FV / (1 + r)ⁿ.

Contoh perhitungan PV: Anda memiliki target tabungan sebesar Rp25.000.000 dalam waktu 3 tahun. Anda memutuskan untuk membuat rekening deposito dengan suku bunga 10% setiap tahunnya. Berdasarkan rumus di atas, perhitungannya:

PV = 25.000.000 / (1 + 10%)3

PV = 25.000.000 / 1,331

PV atau uang yang Anda harus persiapkan sekarang = Rp18.782.870

Rumus dan contoh perhitungan future value (FV)

Rumusnya adalah FV = PV x (1 + r)ⁿ.

Contoh perhitungan future value: apabila Anda menabung deposito di bank sebesar Rp15.000.000 dengan suku bunga sebesar 10% setiap tahunnya. Anda memiliki rencana untuk menyimpannya selama 3 tahun.

FV tahun pertama: 15.000.000 x (1+0,10) = 15.000.000 x 1,10 = Rp16.500.000

FV tahun kedua: 16.500.000 x 1,10 = Rp18.150.000

FV tahun ketiga: 18.150.000 x 1,10 = Rp19.965.000

Dengan perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa total keuntungan yang Anda dapatkan dalam tiga tahun adalah Rp4.965.000.

 

Kapan Perhitungan Time Value of Money Sebaiknya Digunakan?

Kami menyarankan Anda untuk menggunakan perhitungan time value of money pada beberapa situasi berikut:

  • Saat sedang mempertimbangkan ingin membeli atau menyewa rumah, serta besaran yang dibutuhkan antara keduanya.

  • Saat menghitung besaran premi asuransi yang ingin Anda ambil dan jumlah investasinya.

  • Saat memulai investasi, termasuk memilih instrumen, besaran investasi awal, hingga jangka waktu investasi.

  • Saat sedang mempertimbangkan membeli mobil, motor, serta barang berharga lain.

  • Saat sedang mempertimbangkan untuk membayar utang/kredit atau investasi terlebih dahulu dengan bonus tahunan.

  • Saat perusahaan Anda ingin mengakuisisi perusahaan yang lebih kecil.

  • Saat perusahaan Anda ingin membeli peralatan baru untuk produksi.

Dengan memahami time value of money, Anda dapat memperkirakan keuntungan uang yang Anda miliki saat ini jika diinvestasikan dengan benar.

Ingin pelajari lebih jauh soal time value of money dan bagaimana cara memanfaatkannya untuk keuntungan masa depan?


Bergabunglah dengan short program kami dan belajar dari ahlinya dengan klik di sini sekarang!

Banner-Article-Juni-No.7.jpg
Upskilling: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat Program, dan Contoh Programnya
13 June 2024

Upskilling adalah salah satu cara memenuhi target serta kebutuhan perusahaan. Usaha tersebut berbentuk skill dan pengalaman baru yang dapat membantu mereka dalam menyelesaikan pekerjaan.

Upskilling juga bisa jadi program yang dibentuk oleh perusahaan untuk membantu karyawannya. Ketahui lebih banyak soal upskilling, cara membuat programnya, hingga rekomendasi programnya di bawah ini.

Pengertian Upskilling

Upskilling adalah strategi pengembangan skill profesional untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja karyawan. Menurut Oracle, dalam program ini perusahaan akan menargetkan beberapa hal seperti menambah skill baru sesuai pekerjaan, mengembangkan skill yang telah dimiliki pegawai, hingga mengubah cara kerja karyawan untuk meningkatkan efektivitas.

Dengan menambah kemampuan baru, karyawan dapat menambah portofolio mereka dan perusahaan dapat memastikan target baru mereka tercapai. Perusahaan biasanya menganggap upskilling sebagai investasi, karena hasilnya akan membantu perusahaan semakin maju.

Manfaat Upskilling

Manfaat upskilling tidak hanya dirasakan oleh karyawan, tapi juga perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaatnya, melansir FDM Group:

  1. Menyesuaikan kebutuhan pasar

Upskilling adalah strategi tepat ketika perusahaan mau menghadapi perubahan dan kebutuhan bisnis. Karyawan juga mendapatkan kesempatan untuk memperkaya portofolio mereka.

  1. Kesempatan untuk menguasai teknologi baru

Perubahan kebutuhan pasar tidak hanya disebabkan oleh konsumen dan ekonomi, tapi juga perkembangan teknologi. Mulai dari Artificial Intelligence (AI), automasi, hingga ragam tools untuk kebutuhan bisnis. 

Karyawan dapat menambah kemampuan mereka untuk menguasai teknologi baru tersebut. Perusahaan pun dapat mengadopsi penggunaan tools tersebut untuk mencapai target.

  1. Membentuk tim yang solid dan efektif

Karyawan yang berkembang akan membuat tim semakin paham dengan peran satu sama lain. Tim akan lebih solid dan efektif dalam menyelesai sebuah proyek atau masalah. Mereka juga berpotensi saling belajar dan mengawasi kinerja satu sama lain.

  1. Memaksimalkan waktu dan sumber daya

Dengan meningkatkan dan menambah kemampuan karyawan, perusahaan tak perlu repot untuk mencari talenta baru. Dengan memiliki karyawan yang sudah lama bekerja dalam perusahaan, Anda tidak perlu repot lagi melakukan pelatihan ulang terkait nilai-nilai internal perusahaan.

  1. Meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja

Dalam sebuah perusahaan, karyawan tentunya punya harapan dan target yang mau dicapai. Tidak hanya menambah pengalaman kerja, mereka juga ingin punya kemampuan baru agar “nilai jual” mereka meningkat. Dengan upskilling yang disediakan perusahaan, produktivitas akan meningkat dan kepuasan kerja mereka juga bertambah.

  1. Mendukung kesuksesan perusahaan

Tentunya dengan karyawan yang berkembang, mereka akan dapat menyelesaikan masalah atau proyek yang lebih kompleks lagi. Perusahaan juga memiliki target baru untuk dicapai dengan keuntungan yang lebih besar.

  1. Nilai jual perusahaan di mata pencari kerja

Terakhir adalah saat perusahaan membuka lowongan kerja baru, tentu program upskilling dapat menjadi salah satu benefit yang ditawarkan. Pencari kerja sekarang banyak yang mencari kesempatan untuk menambah pengalaman dan pengembangan kemampuan selama bekerja dalam satu perusahaan.

Cara Membangun Program Upskilling

Pastikan Anda memiliki rencana dan program yang matang serta sesuai kebutuhan karyawan juga bisnis. Merangkum Betterworks, berikut beberapa cara membangun program upskilling yang tepat:

  1. Identifikasi skill yang telah dimiliki karyawan

Untuk mengetahui program upskilling seperti apa yang akan dijalankan, pastikan dulu Anda mengenali apa saja kemampuan yang telah karyawan miliki. Identifikasi juga aspirasi mereka serta skill apa yang ingin dipelajari.

  1. Analisis jenis kemampuan yang dibutuhkan pasar

Identifikasi skill apa yang sedang ramai di kompetitor atau pasar secara umum. Dengan begitu, Anda dapat memetakan kemampuan apa saja yang perusahaan butuhkan. Setelah itu cocokkan kebutuhan tersebut dengan profil karyawan.

  1. Buat target yang sejalan dengan bisnis

Target bisnis dapat ditentukan melalui:

  • riset pasar
  • analisis kompetitor
  • perubahan dalam industri
  1. Awasi kebutuhan baru yang muncul

Hal ini berarti perusahaan harus dapat mengantisipasi masalah dan kebutuhan baru yang muncul saat program upskilling berlangsung. Pastikan program terus diperbarui dan target bisnis fleksibel. Anda juga harus menetapkan timeline atau durasi program yang fleksibel.

  1. Ketahui tipe upskilling yang dibutuhkan

Secara umum ada dua tipe upskilling yang dapat Anda buat, antara lain:

  1. Program upskilling internal

Tipe upskilling ini biasanya memanfaatkan para pegawai senior dan berpengalaman dalam perusahaan. Jadi perusahaan tidak perlu menggunakan jasa eksternal yang membutuhkan pengeluaran ekstra.

  1. Program upskilling eksternal

Tipe program ini biasanya butuh budget atau tambahan biaya karena harus menggunakan jasa eksternal. Anda juga dapat melakukan kerja sama antarbisnis yang saling menguntungkan.

  1. Analisis peluang karyawan berganti peran

Seperti yang telah dipaparkan, upskilling membantu karyawan untuk menambah dan mengembangkan kemampuan baru. Dengan begitu, program ini dapat memunculkan potensi peran baru atau perubahan peran karyawan. 

Anda dapat memastikan apakah karyawan tersebut pantas mendapatkan promosi setelah program upskilling selesai.

  1. Lakukan check-in dan pastikan program berjalan sesuai tujuan

Check-in dapat dilakukan satu kali per minggu atau satu kali per dua minggu. Pastikan setiap check-in, ada target yang tercapai. Pastikan juga Anda menanyakan masukan dan pendapat dari karyawan terkait programnya.

Contoh Program Upskilling

Ada banyak program upskilling yang dapat diikuti oleh karyawan. Tergantung kebutuhan, Anda dapat memilih program berjangka panjang atau pendek.

Apabila Anda membutuhkan program pengembangan skill yang spesifik dan singkat, maka Program Pelatihan Singkat (Short Programs) dari prasmul-eli dapat jadi solusi terbaik!

Dalam short programs ini, karyawan dapat mengembangkan kemampuan yang berpengaruh pada strategi bisnis perusahaan.

Program ini menghadirkan ahli langsung dari bidangnya. Jika tertarik, Anda bisa klik di sini untuk memahami dan mengikuti programnya.

Itulah penjelasan soal upskilling yang dapat membantu karyawan meningkatkan produktivitas dan hasil kerja mereka.

Perusahaan dapat menyediakan program upskilling sesuai dengan kebutuhan bisnis dan karyawan. Salah satu program yang dapat dipilih adalah short programs dari prasmul-eli.


Klik di sini untuk memahami dan mengikuti programnya.

Banner-Article-Juni-No.6.jpg
Apa Itu Inventaris: Jenis, Contoh, Tujuan, Tantangan, dan Cara Mengelola
12 June 2024

Inventaris adalah salah satu bentuk aset yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki produk untuk diproduksi dan dijual. Pengelolaan inventaris pun tak sembarangan, karena akan memengaruhi jumlah penjualan.

Inventaris juga punya beragam bentuk dan jenis, tergantung industri yang dijalani oleh perusahaan. Maka dari itu, kenali apa itu inventaris hingga cara mengelola di artikel ini!

Apa Itu Inventaris?

Inventaris adalah materi atau bahan baku pembuatan sebuah produk. Kadang, menurut Investopedia, inventaris pun bisa menjadi produk utama yang dijual. Inventaris harus tercatat dengan rapi dan detail dalam pembukuan perusahaan.

Proses pengelolaan inventaris yang benar akan membantu perusahaan menghemat biaya operasional serta produksi. Berikut, kami jelaskan tujuan, manfaat, tantangan, dan cara mengelola inventaris perusahaan.

Tujuan Mengelola Inventaris

Tidak hanya untuk memastikan perusahaan punya materi untuk produksi, berikut adalah beberapa tujuan mengelola inventaris, dirangkum dari Easyecom:

  1. Memastikan jumlah barang cukup untuk produksi dan dijual.
  2. Menghindari salah hitung.
  3. Memaksimalkan durasi produksi.
  4. Mengoptimalkan budget dan rencana bisnis.
  5. Memastikan akurasi barang yang dibeli konsumen.

Manfaat Mengelola Inventaris

Setelah tahu tujuannya, Anda juga harus memahami manfaat dari pengelolaan inventaris dengan benar:

  1. Lebih hemat

Selama proses mengelola inventaris, Anda pasti belajar juga soal harga-harga dan stok barang yang tersedia. Dengan mengetahui hal tersebut, Anda dapat menghitung stok yang tersedia pada beberapa titik lokasi. Dengan begitu, perusahaan hanya perlu memesan barang sekali dan menyebar stoknya ke beberapa lokasi. Hal tersebut akan membantu perusahaan menghemat biaya pengiriman dan operasional.

  1. Meningkatkan kualitas cash flow

Dengan memotong biaya operasional, cash flow perusahaan tentunya akan semakin baik. Terlebih saat penjualan terus berulang dan menambah pendapatan serta keuntungan.

  1. Konsumen jadi puas dan setia

Dengan memiliki stok di beberapa titik lokasi atau gudang, Anda dapat mempercepat proses pengiriman produk pada konsumen. Tentunya sambil menjaga kualitas produk atau barang yang dipesan. Pelanggan pun akan semakin setia.

  1. Automasi tugas-tugas di gudang

Pengelolaan inventaris dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi. Hal tersebut akan membuat banyak proses pengelolaan jadi terautomasi. Dengan begitu, pekerja dapat fokus mengerjakan hal lain dan produksi berjalan lebih efektif.

  1. Meningkatkan kinerja pekerja

Dengan proses automasi, pekerja punya cakupan kerja yang lebih terfokus. Mereka akan punya lebih banyak waktu untuk menyelesaikan kewajiban utama. Selain itu, produktivitas dan efektivitas produksi akan meningkat.

Tantangan Mengelola Inventaris

Mengutip NetSuite, berikut adalah beberapa tantangan dalam mengelola inventaris:

  1. Memastikan angka inventaris akurat.
  2. Tanpa bantuan automasi, proses manual akan memakan waktu lama.
  3. Kebutuhan konsumen yang berubah membuat inventaris harus diperbarui.
  4. Memaksimalkan gudang agar inventaris tertata rapi serta produk tetap berjalan.

Jenis dan Contoh Inventaris

  1. Bahan mentah/baku

Sesuai namanya, barang-barang dalam jenis inventaris ini adalah bahan utama untuk membuat sebuah produk. Contohnya:

  • tepung dan telur untuk membuat roti
  • biji kopi dan filter kopi untuk membuat kopi
  • beras, telur, minyak, bawang-bawangan, daging untuk warung atau restoran
  1. Barang yang masih dalam produksi

Biasanya ada inventaris khusus untuk memastikan barang belum selesai diproduksi. Nantinya, proses produksi barang akan dilanjutkan untuk jadi produk baru. Contohnya:

  • Adonan kue yang disimpan semalaman agar mengembang.
  • Casing, mesin, dan komponen lain untuk membuat HP.
  1. Barang jadi/produk siap jual

Jenis inventaris ini terdiri dari barang-barang jadi dan siap jual. Jadi tak perlu proses produksi atau telah melewatinya. Contoh:

  • inventaris tisu
  • inventaris susu
  • inventaris HP baru
  • inventaris motor baru
  1. Komponen

Jenis inventaris ini juga jadi barang yang dijual oleh perusahaan. Contohnya:

  • Mesin, body, jok, roda, velg, knalpot, rantai, dan lampu untuk produksi motor.
  1. Alat operasional dan perawatan/perbaikan

Untuk inventaris ini biasanya disimpan pada gudang yang sama dengan tempat produksi. Semua alat yang harus dipakai atau digunakan oleh pekerja untuk menjalankan produksi, contohnya:

  • ragam mesin produksi
  • sarung tangan
  • masker 
  • helm proyek
  • alat kebersihan
  1. Material packaging

Sesuai dengan namanya, ada inventaris khusus untuk bahan-bahan membungkus produk. Contohnya:

  • bubble wrap
  • plastik pembungkus
  • kertas pembungkus
  • kotak pembungkus
  1. Inventaris untuk barang isi ulang

Inventaris ini biasanya dibutuhkan di restoran atau rumah sakit, sebab harus siap sedia untuk diisi ulang ketika habis. Contohnya:

  • tisu
  • sabun cuci piring
  • tusuk gigi
  • hand sanitizer
  • masker dan sarung tangan sekali pakai
  1. Inventaris ekstra

Jenis inventaris ini disimpan untuk barang-barang yang sulit didapatkan di pasaran atau harganya fluktuatif. Jadi perusahaan akan membeli 2-3 produk sekaligus. Contohnya:

  • komponen mesin motor
  • bahan-bahan kimia
  • mesin khusus
  1. Inventaris transit

Barang-barang yang masuk dalam inventaris ini tidak akan bertahan lama dalam gudang. Sebab, barang-barang ini hanya menginap atau dititipkan sementara untuk dipindahkan lagi. Contoh:

  • Bengkel akan memesan komponen mesin langsung dari pabriknya, maka komponen tersebut akan dititipkan pada cabang atau toko milik pabrik agar dapat diambil nantinya.

  1. Inventaris cadangan

Bedanya dengan inventaris ekstra, untuk jenis inventaris ini barang yang disimpan sering dicari atau cepat habis. Jadi perusahaan akan membelinya dalam jumlah lebih banyak untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan konsumen ketika terjadi kelangkaan. Contohnya:

  • pasir kucing
  • ban luar motor
  • velg baru
  • kaca motor
  • jok motor
  • bahan baku kemasan
  1. Inventaris sisa/tidak terjual

Sesuai namanya, inventaris ini menyimpan barang-barang sisa dan tidak terjual. Biasanya juga barang yang sudah tidak musim. Contohnya:

  • pakaian musiman atau kolaborasi khusus
  • makanan atau minuman musiman
  • produk mandi dan kecantikan yang tidak habis terjual

Cara Mengelola Inventaris

  1. Memantau ketersediaan barang

Pertama tentunya Anda harus memantau jumlah barang dan stok dalam inventaris. Pastikan jumlahnya cukup untuk produksi. Buat takaran per minggu atau per bulan.

  1. Menggunakan inventaris online atau cloud-based

Saat ini inventaris dapat dikelola dan dipantau dengan sentuhan jari. Anda dapat bekerja sama dengan penyedia jasa inventaris online dan diakses melalui komputer atau HP.

  1. Perhitungan untuk inventaris isi ulang

Jika Anda bekerja dalam industri pelayanan, tentu perhitungan inventaris isi ulang akan sangat membantu. Buat perhitungan mingguan atau bahkan harian agar stok terjaga.

  1. Buat sistem batch

Untuk mendukung proses isi ulang atau restock, buat batch di mana Anda akan melakukan pembelian dalam jangka waktu tertentu. Anda juga dapat membagi barang apa saja yang dibeli di masing-masing batch.

  1. Pakai sistem barcode

Sistem barcode akan mempermudah Anda dalam menghitung stok dan ketersediaan barang.

Kemampuan mengelola inventaris dapat dikembangkan dengan belajar langsung dari para ahlinya. 
Anda dapat mengikuti short training program kami untuk belajar soal pengelolaan inventaris dengan klik di sini sekarang!