Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Program Pelatihan Kerja Bersertifikat dan Manfaatnya bagi Perusahaan


08 December 2022
Banner-Article-NWDSGN-PelatihanKerja.jpg

Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam bekerja dapat dengan mengikuti program pelatihan kerja bersertifikat. Dengan mengikuti program pelatihan kerja bersertifikat, pekerja akan dibekali dengan pengetahuan secara teori maupun praktik yang lebih mumpuni serta pengakuan akan kemampuan yang terstandarisasi untuk bekerja di bidang terkait. 

Sebagai tambahan, program pelatihan kerja bersertifikat tidak hanya membawa manfaat untuk pekerja, namun juga perusahan. Karyawan yang produktif dapat memberikan kontribusi yang akan berdampak positif terhadap operasional bisnis. 

Artikel berikut akan membahas jenis program pelatihan kerja bersertifikat yang dapat diikuti dan manfaatnya bagi perusahaan secara lebih detail.

Macam-macam Program Pelatihan Kerja Bersertifikat

Idealnya, memilih program pelatihan kerja bersertifikat perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan bisnis perusahaan. Selain itu, setiap divisi atau departemen di dalam suatu perusahaan, membutuhkan skill set yang berbeda-beda. 

Berikut jenis program pelatihan kerja bersertifikat yang dapat dipilih sebagai bekal bagi perusahaan dalam mengakomodasi pekerja yang mumpuni dalam bidangnya. Apa saja program pelatihan kerja?

1. General Business Management

Program pelatihan kerja bersertifikat di bidang general business management mencakup pembelajaran dengan cakupan materi mengenai pemahaman akan peran dan keterkaitan fungsi di dalam manajemen perusahaan. Setidaknya terdapat delapan sub-topik pembelajaran yang akan didalami:

  • Manajeme bisnis

  • Nilai untuk konsumen

  • Menangani proses bisnis

  • Menangani sumber daya manusia (SDM) dan organisasi

  • Finansial

  • Strategi dan perkembangan bisnis

  • Manajemen pemasaran

  • Strategi pemasaran.

2. Marketing Management

Cakupan marketing management atau manajemen pemasaran meliputi pembahasan tentang peran pemasaran bagi perusahaan profit dan maupun nirlaba. Mulai dari pemahaman dasar hingga mengikuti perkembangan strategi pemasaran terkini yang dapat diimplementasikan secara riil. Program pelatihan kerja bersertifikat ini juga membahas tentang permasalahan yang mungkin dihadapi beserta resolusinya.

3. Financial Management Training

Perencanaan keuangan bagi suatu perusahaan atau organisasi merupakan hal yang penting. Pengetahuan dan pemahaman manajemen keuangan akan lebih baik jika dapat dipahami oleh setiap karyawan, tidak hanya bidang tertentu. Materi di dalam Financial Management Training mencakup tentang teori, praktik, dan isu terkini yang berkaitan dengan keuntungan, investasi, maupun risiko kerugian.

4. Human Resources Management

Program pelatihan kerja bersertifikat dalam bidang human resources management bertujuan untuk menguatkan kualifikasi karyawan dalam mengolah sumber daya manusia di dalam perusahaan maupun organisasi. Adapun materi pembelajaran yang akan diampu, yaitu perencanaan tenaga kerja, kompensasi dan manfaat, hingga strategi bisnis yang sejalan dengan peran SDM. Program pelatihan kerja ini juga meliputi pembelajaran tentang budaya dan pengembangan organisasi/karyawan serta manajemen keanekaragaman dan hubungannya dengan mobilitas bakat global.

5. Operation Management

Pembelajaran dalam bidang manajemen operasional membahas tentang proses dan alur operasional bisnis yang perlu dilakukan secara efektif dan efisien. Hal ini berkaitan dengan produksi barang atau penyediaan jasa, optimalisasi sumber daya manusia yang terkait, hingga kelancaran proses distribusi produk/jasa. Keahlian dan kualifikasi untuk operation management semakin dibutuhkan di tengah tantangan pasar yang semakin dinamis.

6. Business Strategy

Pelatihan kerja business strategy mencakup pembahasan seputar rencana strategis bagi perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Materi program pelatihan ini dirancang berdasarkan Strategic Management Common Body of Knowledge yang merupakan acuan manajemen strategi bisnis. Beberapa hal penting, seperti strategi bersaing, kompetitif, pertumbuhan dan portofolio, hingga strategi pemangku kepentingan telah diakomodor dalam materi program pelatihan kerja bersertifikat ini.

Business strategy merupakan program sertifikasi yang membahas bagaimana para peserta dapat mengetahui strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam mencapai tujuannya, hingga bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut secara efektif.

Manfaat program pelatihan kerja bersertifikat bagi perusahaan

Secara personal, alasan khusus bagi seorang karyawan yang menginginkan sertifikasi profesional yaitu pencapaian pribadi, kesempatan kenaikan gaji, dan mendapatkan promosi. Namun, perusahaan sebaiknya melihat kesempatan ini sebagai investasi jangka panjang.

Tidak hanya manfaat dari sertifikasi secara personal, perusahaan juga berinvestasi dalam pengembangan SDM. Singkatnya, karyawan dengan kualifikasi terstandar dan sertifikat profesional dapat menjadi talenta yang lebih kredibel kepada klien atau partner perusahaan. Berikut ini manfaat program pelatihan kerja bersertifikat bagi perusahaan.

1. Citra perusahaan yang lebih profesional

Karyawan dengan sertifikat profesional di dalam bidangnya dapat menciptakan wajah perusahaan yang lebih dapat dipercaya bagi klien, partner, maupun konsumen perusahaan tersebut. Selain itu, program pelatihan kerja juga dapat menjadi wadah bagi perusahaan untuk memperluas koneksi dan rekan bisnis. Sertifikat program pelatihan kerja juga  menunjukkan pengakuan atas kemampuan dan keterampilan karyawan.

2. Meningkatkan produktivitas

Perkembangan teknologi dan implementasinya ke dalam operasional bisnis dapat menghasilkan output yang maksimal jika diimbangi dengan kualitas SDM yang terkualifikasi. Sertifikasi profesional dapat meningkatkan keterampilan karyawan yang mampu berkontribusi pada peningkatan produktivitas. Peningkatan produktivitas juga berpengaruh dalam meningkatkan kinerja tim yang efisien.

Melansir dari Huffington Post, dari sebuah studi oleh American Society for Training and Development (ASTD) diketahui bahwa perusahaan yang menawarkan pelatihan komprehensif memperoleh pendapatan 218% lebih tinggi per tiap karyawan dibandingkan dengan pelatihan yang tidak komprehensif. 

Studi tersebut juga menyebutkan bahwa perusahaan mendapatkan margin keuntungan 24% lebih tinggi dibanding dengan perusahaan yang tidak berinvestasi pada kualitas SDM. Dalam studi lain dari IBM Smarter Workforce menemukan bahwa 84% karyawan di organisasi dengan kinerja terbaik menerima pelatihan kerja sesuai dengan kebutuhan.

 

3. Meningkatkan kebahagiaan karyawan

Pemenuhan akan kebutuhan untuk terus berkembang secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kebahagiaan karyawan. Dengan terpenuhinya hal tersebut, motivasi dan inovasi dalam bekerja juga dapat terdorong secara lebih baik. Selain itu, memiliki sertifikasi profesional bagi seorang karyawan dapat membangun kepercayaan diri dan memberikan afirmasi positif terhadap diri sendiri dan lingkungan kerja. 

Karyawan yang lebih bahagia lebih loyal dan cenderung tidak mencari kesempatan di luar perusahaan ia bekerja saat ini. Berinvestasi pada kebahagiaan karyawan dianggap lebih efisien dibanding dengan mengulang terus proses rekrutmen untuk mencari pengganti karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan. 

Program pelatihan kerja bersertifikat prasmul-eli dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan perusahaan maupun organisasi. Program ini memberikan keleluasaan bagi perusahaan yang ingin mengembangkan kemampuan dan keahlian karyawannya dalam bidang tertentu. Perusahaan juga dapat mengatur jadwal, tempat, dan kebutuhan pelatihan agar dapat memberikan output yang maksimal.

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-Mar-2 (1).jpg
Apa Itu Customer Segment, Arti, Tujuan, Manfaat serta Jenisnya
22 July 2024

Customer segment atau segmentation adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan informasi seputar karakteristik pelanggan dalam waktu yang tepat. 

Dengan melakukan segmentasi pelanggan, Anda akan lebih mudah untuk memahami pelanggan, termasuk kebutuhan mereka yang bermanfaat untuk bisnis. 

Memahami pelanggan atau customer dalam bisnis adalah salah satu hal yang krusial.

Bisa dikatakan bahwa dengan memahami kebutuhan pelanggan, maka pertumbuhan bisnis Anda akan lebih tepat dan terarah.

Nah, untuk itu perlu untuk memahami customer segment dengan lebih baik. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Arti Customer Segment

Dikutip dari Shopify, customer segment atau customer segmentation adalah proses pengelompokan pelanggan dalam grup berdasarkan karakteristik umum mereka.

Pengelompokan itu bertujuan untuk mengoptimalkan upaya pemasaran pada masing-masing grup. 

HubSpot juga menambahkan, bahwa pengelompokkan ini didasari beberapa karakteristik umum seperti umur, industri, gender, dan lainnya. 

Customer segment adalah langkah yang tepat untuk membuat personalisasi pemasaran atau marketing, termasuk juga pelayanan dan penjualan yang bisa mencapai grup tertentu. 

Dalam area business-to-business marketing atau B2B, customer segmentation dilakukan berdasarkan beberapa faktor di antaranya: 

  • industri;
  • jumlah pekerja atau karyawan;
  • produk yang baru saja dibeli perusahaan; dan
  • lokasi.

Sedangkan untuk business-to-consumer marketing, perusahaan biasanya mengelompokkan pelanggan sesuai dengan demografinya seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu:

  • umur;
  • gender;
  • status pernikahan; dan
  • lokasi. 

Kampanye yang lebih terarah dan akurat untuk masing-masing grup pelanggan akan meningkatkan brand loyalty dan customer satisfaction atau kepuasan pelanggan.

Tujuan Customer Segment

Tujuan utama dari customer segment adalah untuk membuat strategi marketing yang lebih akurat untuk masing-masing karakteristik pelanggan. 

Namun, perlu diperhatikan bahwa melakukan customer segmentation bukan hanya sekadar mengelompokkan pelanggan saja. Melalui customer segment, Anda dapat membuat konten yang sesuai serta menemukan tantangan tersendiri pada setiap kelompok pelanggan.  Upaya yang dilakukan dapat berupa komunikasi kepada pelanggan maupun pengembangan produk. 

Secara lebih spesifik, tujuan customer segment adalah sebagai berikut:

  • Membuat dan mengomunikasikan marketing yang relevan dengan kebutuhan pelanggan berdasarkan hasil customer segmentation.
  • Memilih media komunikasi yang baik untuk setiap segmen pelanggan, misalnya melalui email, media sosial seperti Instagram, iklan radio, dan media lain sesuai dengan preferensi kelompok pelanggan.
  • Mengidentifikasi bagaimana cara untuk meningkatkan produk dan layanan kepada kelompok pelanggan. 
  • Membangun hubungan baik dengan pelanggan. 
  • Membentuk strategi bisnis yang lebih fokus untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.
  • Membantu meningkatkan penjualan produk dan layanan lain yang dimiliki perusahaan. 
  • Meningkatkan customer service di perusahaan. 

Manfaat Customer Segment

Dua manfaat utama dari customer segment menurut Forbes adalah meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan dan brand loyalty, serta meningkatkan customer experience atau pengalaman pelanggan.

Keduanya bermuara pada tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan. 

Menurut HubSpot, berikut adalah beberapa manfaat yang bisa diberikan customer segment untuk perusahaan Anda:

1. Unggul dalam Pasar yang Kompetitif

Dalam melakukan marketing atau membangun hubungan baik dengan pelanggan, sering kali pendekatannya adalah one-size-fits-all atau semua pelanggan dianggap sama. 

Ini akan membuat Anda sama dengan brand lainnya sehingga tidak membuat bisnis menonjol atau unggul.

Customer segment lebih menguntungkan karena targetnya sudah sesuai dengan pengelompokkan. 

2. Kampanye Berbayar yang Sesuai Target

Customer segment akan memudahkan perusahaan untuk menentukan di area mana dan seperti apa kampanye berbayar harus dilakukan. 

Melalui kampanye berbayar yang efektif, maka anggaran yang digunakan juga menjadi efisien dan tidak sia-sia karena sesuai target.

3. Meningkatkan Cara Berkomunikasi 

Contoh paling mudah adalah email. Tentu segmen pelanggan gen z dengan generasi lain harus dibedakan agar lebih menarik. 

Pengelompokkan pelanggan tentu akan lebih memudahkan cara berkomunikasi brand Anda dengan pelanggan.

Jenis-jenis Customer Segment

Dilansir Forbes, berikut adalah beberapa jenis customer segment yang biasa dilakukan oleh perusahaan:

1. Segmentasi Demografi (Demographic Segmentation)

Segmentasi berdasarkan demografi adalah customer segment yang dikelompokkan berdasarkan karakteristik yang sama dan umum. Misalnya, gender, umur, status pernikahan, tingkat pendidikan, pekerjaan, hingga pendapatan, dan lokasi. 

Contoh sederhana adalah jika Anda memiliki toko buku, maka segmentasinya untuk orang yang usianya lebih dewasa. Atau Anda bisa membuat pengelompokkan berdasarkan umur. 

2. Segmentasi Geografi (Geographic Segmentation)

Untuk segmentasi berdasarkan geografis, Anda butuh mengelompokkan pelanggan berdasarkan bahasa dan lokasi. 

Lokasi ini bisa berupa lingkungan, kota, provinsi, hingga negara. Anda juga bisa menambahkan preferensi moda transportasi untuk segmentasi geografis. 

Segmentasi geografis ini bisa diterapkan jika Anda memiliki setidaknya dua lokasi bisnis dalam satu wilayah yang sama.

Selain itu, Anda juga bisa menerapkan segmentasi ini jika bisnis memerlukan pengiriman barang di wilayah yang berbeda. 

3. Psychographic Segmentation

Psychographic segmentation meliputi pengelompokkan pelanggan dari sikap, nilai yang ia percaya, gaya hidup, kepribadian, hingga ketertarikan terhadap sesuatu. 

Biasanya untuk customer segment jenis ini, perusahaan akan mempertimbangkan produk yang dibeli sebelumnya, respon survei, dan kebiasaan belanja. 

Biasanya segmentasi ini digunakan oleh perusahaan yang menawarkan beberapa jenis layanan dan produk sekaligus.

4. Segmentasi Kebiasaan (Behavioral Segmentation)

Untuk behavioral segmentation atau segmentasi berdasarkan kebiasaan pelanggan, beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan yaitu:

  • riwayat pembelian produk pelanggan;
  • respon terhadap marketing campaign atau kampanye brand;
  • aktivitas website;
  • aktivitas pembelian di e-commerce; dan
  • customer engagement atau interaksi pelanggan yang sering terjadi.

Dari kebiasaan tersebut maka karakteristik pelanggan terbentuk dan penentuan segmentasi bisa dilakukan. 

Dasarnya adalah frekuensi serta kecenderungan kebiasaan yang dilakukan oleh pelanggan.

Nah, itu dia beberapa info penting tentang customer segment yang perlu Anda ketahui untuk mengembangkan bisnis. 

Pelanggan atau konsumen adalah salah satu aset penting untuk perkembangan suatu bisnis. 

Penting untuk perusahaan dan brand memahami kebutuhan pelanggan di tengah persaingan atau kompetisi di pasar yang semakin ketat. 

Itulah mengapa penting untuk mempelajari bagaimana membangun hubungan yang positif dengan pelanggan Anda sehingga kepuasan pelanggan juga terpenuhi. 

Nah, untuk mendalaminya, Anda bisa mengikuti Customer Satisfaction & Relationship Program dari prasmul-eli!

Melalui program ini, Anda akan diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang kepuasan dan loyalitas pelanggan juga konsep-konsep yang berkaitan dengan keduanya. 

 

Tunggu apalagi? Tingkatkan perkembangan bisnis Anda dan ikuti programnya sekarang!

Banner-Article-July-No.4.jpg
HRBP: Tujuan, Tugas, dan Tantangannya Dalam Perusahaan
22 July 2024

HRBP adalah profesional HR yang memastikan bahwa strategi sumber daya manusia sejalan dengan tujuan bisnis. HRBP atau Human Resources Business Partner juga memiliki peran krusial dalam dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif. 

Perubahan teknologi yang cepat, globalisasi, dan pergeseran demografi tenaga kerja telah mengubah cara perusahaan beroperasi. Bisnis harus lebih adaptif dan inovatif untuk tetap kompetitif dan di sinilah HRBP memainkan peran penting.

HRBP juga berfungsi sebagai agen perubahan, membantu organisasi menavigasi transformasi besar seperti restrukturisasi, merger, atau perubahan budaya. Dengan pemahaman mendalam tentang tujuan bisnis dan tantangan operasional, mereka mampu memberikan wawasan yang berharga dan solusi yang relevan.

Pahami lebih lanjut tentang HRBP pada artikel berikut ini.

Definisi Human Resources Business Partner (HRBP)

HRBP adalah seorang profesional dalam bidang sumber daya manusia yang bertindak sebagai mitra strategis bagi manajemen bisnis. Fungsi utama HRBP adalah untuk memastikan bahwa strategi dan praktik sumber daya manusia sejalan dengan tujuan dan kebutuhan bisnis. 

Artinya HRBP tidak hanya bertanggung jawab atas tugas-tugas administratif HR tradisional yang biasanya terdiri dari penggajian, rekrutmen, dan manajemen karyawan. Melainkan juga terlibat dalam pengambilan keputusan strategis yang memengaruhi keseluruhan arah dan keberhasilan perusahaan.

Tujuan HRBP

Tujuan utama dari HRBP adalah untuk menyelaraskan strategi sumber daya manusia dengan tujuan bisnis guna meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan. Berikut beberapa tujuan spesifik HRBP:

  1. Mendukung Tujuan Bisnis

HRBP bekerja untuk memastikan bahwa semua inisiatif HR mendukung tujuan strategis perusahaan. Ini berarti mereka harus memahami visi dan misi bisnis agar dapat mengarahkan sumber daya manusia untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut.

  1. Pengembangan dan Retensi Talenta

HRBP berperan dalam mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempertahankan talenta terbaik di dalam organisasi. Mereka merancang program pelatihan dan pengembangan yang memungkinkan karyawan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka. Pada akhirnya, upaya ini akan meningkatkan produktivitas dan inovasi.

  1. Peningkatan Kinerja Karyawan

Salah satu tujuan utama HRBP adalah mengembangkan sistem manajemen kinerja yang efektif. Ini melibatkan penetapan tujuan kinerja yang jelas, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan mengelola penilaian kinerja.

  1. Meningkatkan Keterlibatan dan Kepuasan Karyawan

HRBP bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan mendukung, di mana karyawan merasa dihargai dan termotivasi. Mereka mengembangkan program dan inisiatif yang meningkatkan keterlibatan karyawan, seperti pengakuan pencapaian, keseimbangan kerja dan kehidupan, dan peluang karier.

  1. Mengelola Perubahan Organisasi

Dalam menghadapi perubahan bisnis, HRBP berfungsi sebagai agen perubahan. Mereka membantu organisasi dalam mengelola proses perubahan, memastikan bahwa transisi berjalan lancar dan diterima baik oleh karyawan.

  1. Memastikan Kepatuhan dan Mengelola Risiko

HRBP juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan mematuhi semua peraturan ketenagakerjaan yang relevan. Mereka bekerja untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko terkait sumber daya manusia, seperti masalah hukum atau ketidakpatuhan yang dapat merugikan perusahaan.

Tugas dan Tanggung Jawab HRBP

Dalam menjalankan peran strategisnya, HRBP memiliki serangkaian tugas dan tanggung jawab yang luas dan kompleks. Berikut adalah beberapa tugas dan tanggung jawab utama yaitu:

  1. Mempertahankan Keseimbangan Antara Strategi Bisnis dan Kebutuhan Karyawan

HRBP bekerja sama dengan manajer dan pemimpin bisnis untuk memahami kebutuhan dan tujuan bisnis. Dengan pemahaman yang mendalam tentang bisnis, HRBP dapat mengembangkan dan mengimplementasikan strategi HR yang mendukung pencapaian tujuan tersebut.

Contohnya bisa terlihat ketika sebuah perusahaan berencana untuk memperluas pasar ke wilayah baru. HRBP akan berperan dalam merencanakan perekrutan dan pengembangan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan ekspansi tersebut.

  1. Mengelola Perubahan Organisasi

Dalam dunia bisnis yang selalu berubah, kemampuan untuk mengelola perubahan adalah kunci. HRBP membantu perusahaan dalam mengelola perubahan, baik itu restrukturisasi, merger, akuisisi, atau perubahan budaya organisasi.

Mereka memastikan bahwa perubahan ini berjalan dengan lancar dan diterima oleh karyawan, sehingga tidak mengganggu produktivitas dan moral.

  1. Pengembangan Karyawan

Pengembangan karyawan adalah salah satu fokus utama HRBP. Mereka bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan, serta merancang program yang meningkatkan keterampilan dan kompetensi karyawan.

HRBP juga bekerja sama dengan manajer untuk mengidentifikasi talenta potensial dan merencanakan jalur karier yang memungkinkan pertumbuhan profesional.

  1. Menyediakan Solusi HR yang Strategis

HRBP menggunakan data dan analisis untuk membuat keputusan yang informasional tentang strategi HR. Mereka menganalisis data karyawan, seperti tingkat retensi, kepuasan karyawan, dan produktivitas.

Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan mengembangkan solusi yang efektif. Dengan pendekatan berbasis data ini, HRBP dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja bisnis secara keseluruhan.

  1. Mendukung Manajemen Kinerja

HRBP berperan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan sistem manajemen kinerja yang efektif. Mereka bekerja dengan manajer untuk menetapkan tujuan kinerja, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan mengelola proses penilaian kinerja.

Dengan sistem yang efektif, perusahaan dapat memastikan bahwa karyawan bekerja sesuai dengan harapan dan berkontribusi secara maksimal.

Tantangan yang Dihadapi HRBP

Meskipun peran HRBP sangat penting, mereka juga menghadapi sejumlah tantangan yang kompleks:

  1. Menyelaraskan Strategi Bisnis dan Kebutuhan Karyawan

Salah satu tantangan utama HRBP adalah menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kebutuhan karyawan. Mereka harus memastikan bahwa strategi HR mendukung tujuan bisnis tanpa mengabaikan kesejahteraan karyawan.

Ini memerlukan kemampuan komunikasi yang kuat dan negosiasi untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan.

  1. Adaptasi Terhadap Teknologi Baru

Dengan kemajuan teknologi yang pesat, HRBP harus selalu up-to-date dengan alat dan sistem baru yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas fungsi HR. Ini termasuk penggunaan perangkat lunak HRIS (Human Resource Information System) atau alat analisis data dan platform komunikasi digital.

Adaptasi terhadap teknologi ini memerlukan pelatihan dan pengembangan berkelanjutan.

  1. Mengelola Keragaman dan Inklusi

Dalam lingkungan kerja yang semakin beragam, HRBP memiliki tanggung jawab untuk mengelola keragaman dan inklusi. Mereka harus memastikan bahwa perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, di mana setiap karyawan merasa dihargai dan didukung.

Ini melibatkan penyusunan kebijakan anti-diskriminasi, pelatihan kesadaran keragaman, dan inisiatif lain yang mendukung inklusi.

Peran HRBP sangat vital dalam memastikan keselarasan antara strategi sumber daya manusia dan tujuan bisnis. Dengan tugas yang mencakup pengembangan karyawan, manajemen kinerja, dan pengelolaan perubahan organisasi, HRBP berkontribusi signifikan terhadap kesuksesan perusahaan.

Namun, mereka juga menghadapi tantangan yang kompleks. Oleh karena itu, HRBP harus memiliki keterampilan yang kuat tentang pemahaman bisnis yang mendalam dan kemampuan untuk beradaptasi.

Dalam dunia HR sendiri, masih banyak hal yang perlu dipahami demi kelangsungan perusahaan. Anda bisa mendalaminya dengan mengikuti program HR Today: Building Employee Experience dari prasmul-eli.

Dengan durasi belajar dua hari, program yang bersertifikasi ISO 9001:2015 ini memiliki lima pembahasan berikut ini:

  • HR Today - What & Why, People Strategy
  • Model HRM
  • Acquiring - DEI & EVP (Employer Branding)
  • Developing - Bench Strength & Reskilling Upskilling
  • Maintaining - Well Being, Mental Health, Hybrid Working, Work Life & Play


Hubungi prasmul-eli untuk informasi lebih lengkapnya melalui link ini!

Banner-Article-July-No.3.jpg
Branding Produk yang Akan Membuat Anda Lebih Menonjol dari Kompetitor
19 July 2024

Branding produk kini jadi semakin penting di tengah era globalisasi dan digitalisasi yang terus berkembang. Kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial telah menciptakan pasar yang lebih dinamis dan kompetitif. 

Branding tidak hanya tentang bagaimana produk Anda terlihat, tetapi juga tentang bagaimana produk Anda dirasakan dan diingat oleh konsumen. Pada hakikatnya branding adalah seni dan ilmu menciptakan citra yang kuat dan konsisten untuk produk atau layanan Anda.

Branding yang efektif mampu menciptakan hubungan emosional dengan konsumen, membangun loyalitas, dan membedakan produk Anda dari kompetitor. Ketahui definisi, jenis, manfaat, dan langkah-langkah tepat melakukannya pada artikel berikut ini.

Definisi Branding Produk

Branding produk adalah proses strategis dalam menciptakan identitas unik untuk sebuah produk atau layanan melalui berbagai elemen. Branding tidak hanya berkaitan dengan aspek visual, tetapi juga mencakup persepsi, nilai, dan emosi yang terkait dengan produk tersebut. 

Dengan branding yang efektif, sebuah produk dapat menciptakan citra yang kuat dan berkesan di benak konsumen. Pada akhirnya hal ini akan berkontribusi pada kesuksesan dan keberlanjutan bisnis. 

Jenis-Jenis Branding Produk

Branding produk mencakup berbagai jenis strategi yang dapat digunakan untuk menciptakan identitas unik dan kuat bagi produk atau layanan. Berikut adalah beberapa jenis branding produk yang umum:

  1. Corporate Branding (Branding Perusahaan)

Fokus pada perusahaan secara keseluruhan daripada produk individu. Contoh: Apple, yang dikenal tidak hanya untuk produk iPhone atau MacBook, tetapi juga untuk inovasi dan kualitas secara keseluruhan.

  1. Product Branding (Branding Produk)

Menciptakan identitas unik untuk produk individu yang membedakannya dari produk lain di pasar. Contoh: Coca-Cola dengan produk minuman bersoda khasnya.

  1. Personal Branding (Branding Pribadi)

Fokus pada individu tertentu, sering digunakan oleh selebriti, influencer, dan profesional untuk mempromosikan diri dan karya mereka. Contoh: Oprah Winfrey atau Elon Musk.

  1. Co-Branding

Beberapa merek berkolaborasi untuk menghasilkan produk atau layanan baru. Ini dapat membantu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kredibilitas. Contoh: Kolaborasi antara Nike dan Apple untuk produk Nike+iPod.

  1. Geographic Branding (Branding Geografis)

Mempromosikan produk atau layanan berdasarkan lokasi geografis tertentu, sering kali menggunakan asal usul sebagai keunggulan kompetitif. Contoh: Keju Parmigiano-Reggiano dari Italia.

  1. Retail Branding

Strategi yang digunakan oleh pengecer untuk menciptakan identitas unik bagi toko mereka. Contoh: IKEA dengan konsep toko dan produk furniturnya yang unik.

Manfaat Branding Produk

Pentingnya branding produk terletak pada kemampuannya untuk mengubah cara konsumen memandang dan berinteraksi dengan produk Anda. Berikut beberapa alasan pentingnya branding produk:

  1. Membedakan dari Kompetitor

Dalam pasar yang dipenuhi dengan produk serupa, branding yang kuat membantu produk Anda menonjol. Identitas yang unik dan berbeda menarik perhatian konsumen dan memberikan alasan bagi mereka untuk memilih produk Anda dibandingkan produk kompetitor.

  1. Membangun Kepercayaan Konsumen

Konsumen cenderung lebih percaya pada produk yang memiliki branding yang konsisten dan profesional. Branding yang baik menciptakan persepsi kualitas dan keandalan yang pada akhirnya membangun loyalitas konsumen.

  1. Memudahkan Pengenalan Produk

Branding yang efektif memudahkan konsumen untuk mengenali produk Anda di antara banyak produk lainnya. Elemen visual seperti logo, warna, dan kemasan, serta elemen auditif seperti slogan dan jingle, semuanya berkontribusi dalam membangun pengenalan produk.

  1. Memudahkan Pengenalan Produk

Produk dengan branding yang kuat sering kali dapat dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan produk tanpa branding yang jelas. Konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang mereka kenal dan percayai.

Langkah-Langkah dalam Membangun Branding yang Efektif

Membangun branding yang efektif adalah kunci untuk memastikan produk Anda tidak hanya dikenal, tetapi juga diingat dan dicintai oleh konsumen. Berikut ini adalah beberapa langkah penting yang perlu diikuti dalam membangun branding yang efektif:

  1. Menentukan Target Pasar

Langkah pertama dalam membangun branding adalah memahami siapa target pasar Anda. Mengetahui demografi, psikografi, dan perilaku konsumen Anda akan membantu menciptakan pesan dan identitas yang tepat.

  1. Membangun Identitas Merek

Identitas merek mencakup nama merek, logo, warna, tipografi, dan elemen visual lainnya. Pastikan elemen-elemen ini menggambarkan karakter dan nilai-nilai merek Anda. Konsistensi dalam penggunaan elemen visual sangat penting untuk membangun pengenalan dan kepercayaan.

  1. Menciptakan Pesan Merek

Pesan merek adalah cara Anda berkomunikasi dengan konsumen. Ini mencakup tagline, slogan, dan narasi yang menceritakan cerita merek Anda. Pesan harus jelas, konsisten, dan relevan dengan target pasar Anda.

  1. Mengimplementasikan Strategi Pemasaran

Dalam era digital, kehadiran online yang kuat sangat penting. Website profesional, profil media sosial yang aktif, dan strategi konten yang baik akan membantu Anda menjangkau dan berinteraksi dengan konsumen secara lebih efektif.

  1. Mendukung Inovasi

Pemahaman yang baik tentang kebutuhan dan harapan pengguna dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk yang lebih baik di masa depan.

Branding produk adalah elemen krusial dalam strategi bisnis modern. Dengan membangun identitas yang kuat dan menciptakan kepercayaan konsumen, branding yang efektif dapat membawa kesuksesan jangka panjang bagi produk Anda.

Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini, Anda dapat memastikan produk Anda tidak hanya dikenal, tetapi juga dicintai oleh konsumen. 

Branding produk hanyalah satu dari sekian banyak strategi manajemen yang bisa dilakukan perusahaan. Pahami lebih dalam tentang berbagai elemen dari  strategi manajemen melalui program Strategic Brand Management dari prasmul-eli.

Dengan durasi belajar 2 hari, program ini bersertifikasi ISO 9001:2015 memiliki lima pembahasan berikut ini:

  • Product and Brand Management
  • Brand Element
  • Brand Identity
  • Brand Loyalty
  • Brand Extensions

 

Hubungi prasmul-eli untuk informasi lebih lengkapnya melalui link ini!