Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Cara Membuat Strategi Konten FYP yang Sukses untuk Brand


22 May 2024
Banner-Article-Feb-4 (1).jpg

Penggunaan media sosial sudah menjadi salah satu strategi utama yang dilakukan dalam membangun upaya marketing. Hampir setiap brand menggunakan media sosial Instagram, Facebook, atau TikTok sebagai media komunikasi utama untuk menjangkau pelanggan.

Saat ini, jenis konten video relatif lebih populer dan memiliki performa baik dalam menjangkau audiens. Karena itu, banyak brand yang berlomba mencari cara untuk membuat strategi konten populer yang dikenal sebagai konten FYP di TikTok.

Biasanya, konten yang memiliki performa baik di TikTok juga akan diposting pada platform media sosial lain. Untuk membuktikan performa konten yang baik untuk perkembangan bisnis Anda, berikut inilah cara membuat strategi konten FYP.

Apa Itu FYP?

FYP adalah singkatan dari For Your Page yaitu fitur inti pada platform TikTok yang memberi pengalaman content discovery unik dan disesuaikan dengan preferensi pengguna. Setiap orang yang memiliki akun TikTok akan mendapatkan konten yang berbeda.

Sederhananya, FYP merupakan tampilan feed yang menunjukkan campuran video dari akun yang diikuti dan disukai oleh user. Halaman tersebut menampilkan feed berdasarkan suatu algoritma dan memberikan prediksi konten yang mungkin disukai oleh user tersebut.

Saat ini, pengguna platform TikTok juga mencapai miliaran pengguna aktif secara global sehingga potensi kesuksesan strategi konten lebih luas. Pada aplikasi TikTok, konten FYP yang diberikan pada setiap user ditentukan berdasarkan tiga faktor utama pembentuk algoritma berikut.

  • Interaksi dari user saat menyukai, mengomentari, atau membagikan konten
  • Detail informasi video seperti suara, hashtag, dan deskripsi pada konten
  • Pengaturan yang digunakan user seperti bahasa, lokasi, dan jenis device yang dipakai

Cara Membuat Konten FYP

Untuk bisa mencapai performa konten yang lebih luas bagi audiens brand Anda, perhatikan hal-hal yang bisa direncanakan untuk membuat konten FYP.

1.Memahami perkembangan tren

FYP TikTok selalu membahas tentang tren populer, artinya Anda juga harus bisa melakukan prediksi tren yang akan populer di masa mendatang. Saat membuat content calendar, pikirkan tentang hari libur, kegiatan musiman, atau perubahan cuaca. Pertimbangkan hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjadikan konten Anda penting saat diposting.

Misalnya, akun brand sepatu olahraga melakukan posting persiapan lari marathon menjelang penyelenggaraan acara marathon nasional. Hal ini akan banyak dicari oleh para peserta yang sedang bersiap-siap sehingga konten Anda akan lebih berpotensi FYP.

2. Buat video berdurasi pendek

Biasanya, konten yang disukai orang berdurasi 21—34 detik. Meski Anda bisa membuat video berdurasi hingga 10 menit, tapi membuat konten yang panjang belum tentu akan membuat konten Anda lebih sukses atau viral saat diposting. Hal yang tidak kalah penting adalah menyampaikan pesan yang membuat audiens penasaran di pembukaan video.

3. Posting secara konsisten

Makin sering Anda membuat konten untuk diposting ke TikTok, makin tinggi pula potensi untuk bisa masuk FYP. Jika posting satu konten setiap hari bukan hal yang realistis, cobalah dengan mulai membuat 3—5 konten setiap minggu. Atur konsistensi postingan konten agar konten Anda muncul secara teratur sehingga lebih banyak kesempatan untuk masuk ke FYP.

4. Ajak audiens berinteraksi

Engagement audiens menjadi salah satu faktor yang bisa meningkatkan kesuksesan konten TikTok. Ada banyak cara untuk meningkatkan engagement dengan mengajak audiens Anda untuk menyukai, menyimpan, atau membagikan video ke orang lain. Hal ini tidak harus berupa ajakan langsung, tapi bisa berupa pertanyaan atau kalimat penutup yang catchy.

5. Gunakan hashtag dan lokasi

Penggunaan hashtag masih menjadi salah satu cara yang digunakan algoritma TikTok untuk mengidentifikasi konten. Gunakan hashtag yang populer di kalangan industri Anda atau cari insight dari kompetitor. Manfaatkan tag lokasi untuk mengelompokkan konten berdasarkan kota atau negara yang spesifik dengan target audiens yang mungkin menyukai konten Anda.

6. Berkolaborasi dengan kreator lain

Lakukan kolaborasi dengan kreator untuk membuat konten yang lebih disukai audiens. Anda tentu akan diuntungkan jika bisa berkolaborasi dengan kreator yang sedang viral. Secara otomatis, brand Anda akan ikut terlihat pada halaman FYP kreator. Namun, tetap pastikan bahwa niche konten yang dikolaborasikan sesuai, bukan hanya karena kreatornya viral.

7. Temukan niche konten

Saat Anda bergabung ke dalam sebuah komunitas tertentu, ketahuilah niche dari para audiens karena hal ini bisa sangat spesifik. Audiens yang menjadi komunitas brand Anda di TikTok belum tentu memiliki ketertarikan pada suatu konten yang sama dengan audiens di platform media sosial lain. Karena itu, persempit konten yang menarik dan sesuai dengan audiens di TikTok, lalu kuasai topiknya untuk disajikan pada lebih banyak audiens.

Itulah berbagai cara membuat strategi konten FYP yang dapat diimplementasikan dalam pembuatan konten sehari-hari. Perkembangan teknologi dan bergesernya tren media sosial harus menjadi hal yang terus dipelajari sebagai manajer agar brand tetap bisa menjangkau audiens yang lebih luas.

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-Juni-No.13.jpg
Mengenal CTA, Strategi Efektif untuk Tingkatkan Konversi
21 June 2024

Dalam dunia digital marketing, CTA adalah salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan konversi. CTA atau call-to-action sendiri adalah elemen wajib untuk setiap website dalam dunia digital marketing.

Salah satu fungsi dari CTA sendiri adalah untuk menarik konsumen dalam sebuah tujuan yang sudah ditetapkan dalam strategi digital marketing.

Apakah penggunaan CTA hanya ada di website atau bisa digunakan di media lainnya? Baca artikel ini untuk tahu lebih dalam tentang CTA dan juga tahu cara pembuatannya yang efektif untuk bisnis Anda!

Apa itu CTA?

Seperti yang telah disebutkan, CTA adalah kepanjangan dari call-to-action. CTA adalah istilah yang digunakan dalam dunia marketing merujuk ke langkah yang diharapkan marketer untuk dilakukan oleh prospeknya. 

Mengenai tujuan dan kebutuhan, biasanya CTA juga bisa disebut sebagai pemancing agar para konsumen atau user mengarah ke suatu destinasi. Destinasi ini bisa bermacam-macam seperti halaman penjualan, halaman kupon, halaman informasi produk, dan masih banyak lagi. 

Fungsi Penggunaan CTA

Membuat berbagai CTA di berbagai media tentu memiliki tujuan dan fungsinya sendiri. Sebelum memutuskan mencari CTA yang tepat, pahami dulu fungsinya. Berikut ini beberapa fungsi CTA yang bisa menjadi bahan pertimbangan saat membuatnya:

  1. Menurunkan Angka Bounce Rate

Bagi Anda yang memiliki usaha dan menggunakan website, CTA adalah salah satu elemen penting. Bayangkan saat calon konsumen Anda bingung untuk membeli produk tetapi tidak ada tombol pembelian, mereka akan memilih keluar dari website.

Keluarnya konsumen atau user dari website mengakibatkan angkat bounce rate yang tinggi. Penggunaan CTA yang jelas dan efektif mampu mengatasi hal ini karena audiens dapat mengikuti petunjuk yang jelas serta menghabiskan waktu lebih lama di halaman tersebut.

  1. Menyederhanakan User atau Buyer Journey

Fungsi CTA yang lainnya adalah menyederhanakan perjalanan user atau buyer sehingga lebih singkat. Penggunaan CTA yang efektif akan membuat user atau konsumen kembali ke halaman tempat Anda melakukan promosi usaha atau produk Anda. 

  1. Meningkatkan Konversi

Saat menggunakan CTA yang tepat, pasti akan semakin banyak target audiens yang masuk ke halaman atau klik link tertentu. Alhasil, semakin banyak leads, customer atau prospek yang bisa didapatkan.

  1. Menambah Value Konten

Apabila saat ini Anda masih bingung menentukan CTA yang relevan dengan konten, bisa saja Anda belum paham tujuan konten dibuat. Dengan adanya CTA, itu memudahkan Anda untuk memahami seperti apa konten yang perlu dibuat untuk mempromosikan usaha di media digital.

Dengan kata lain, penggunaan CTA berfungsi untuk menambah value dari konten yang Anda buat. 

Jenis-Jenis CTA

Tidak hanya memiliki banyak fungsi, jenis CTA pun bermacam-macam. Penggunaan CTA bisa disesuaikan dengan tujuan promosi yang dapat ditentukan selaku marketer. Beberapa jenis  CTA di bawah ini bisa bantu Anda sebagai marketer untuk memiliki konten promosi yang efektif! 

  1. Pengisian Formulir

Setelah masuk ke halaman landing page, pengunjung website atau kontenmu biasanya akan diberikan formulir untuk mengisi data diri. Bagian tombol yang menuju ke formulir ini disebut dengan CTA.

Kalimat yang digunakan untuk tombol CTA ini juga perlu dicari yang paling efektif, tujuannya tentu untuk menarik audiens untuk memberikan data diri atau leads. 

  1. Lead Generation

CTA juga adalah salah satu elemen berguna untuk menghasilkan leads dari konten di website atau landing page. Leads sendiri adalah sebutan untuk sekumpulan orang atau perusahaan yang tertarik dengan produk atau jenis usaha yang Anda tawarkan. 

Pastikan Anda meletakkan CTA di tempat yang terlihat di website agar bisa menjadi leads yang diinginkan. 

  1. Button “Baca Selengkapnya”

Tidak hanya berupa leads, CTA juga bisa berbentuk sebuah tombol yang mengarahkan ke halaman untuk memuat informasi lebih banyak. Biasanya tombol “baca selengkapnya” sebagai CTA digunakan untuk website yang bersifat informatif. 

Tujuannya adalah untuk mengarahkan audiens ke artikel lainnya untuk memperjelas informasi yang telah diberikan.

  1. Penawaran Produk dan Jasa

Tujuan membuat sebuah konten di media digital adalah untuk mempromosikan usaha atau produk, bukan? Ternyata, dengan adanya CTA di halaman website pemasaran dapat diarahkan ke halaman penjualan.

Syaratnya, penggunaan kalimat CTA harus jelas dan ditempatkan di bagian yang benar terlihat oleh user atau konsumen. 

Bagaimana Membuat CTA yang Efektif

Seperti yang kita tahu, meyakinkan audiens untuk melakukan hal yang kita inginkan di website bukan hal yang mudah tetapi tidak mustahil. Berikut ini tips membuat CTA yang bisa membantu mempromosikan usaha atau produk Anda!

  1. Pilih Kata atau Frasa yang Singkat

Gunakan CTA yang to the point di halaman website Anda untuk menarik user melakukan aksi lanjutan. Pemilihan kata atau frasa yang singkat tidak hanya menarik user tetapi juga lebih baik secara estetika saat digabungkan dengan desain.

Teknik pemilihan kata atau frasa untuk CTA bertujuan untuk meningkatkan rasa fear of missing out (FOMO). Hasilnya user akan lebih cepat klik CTA yang mengarahkan ke halaman yang dikehendaki marketer.  

  1. Harus Mencolok dan Unik

Apabila Anda ingin memiliki CTA yang mencolok dan gampang dilihat, komponen yang menentukan adalah warna. Pemilihan warna yang mencolok akan membantu user untuk memahami apa aksi yang diharapkan dari halaman yang saat itu mereka kunjungi. 

Bentuk CTA pun cukup menentukan. Beberapa website menggunakan CTA bentuk button agar terlihat jelas, ada juga yang menggunakan hyperlink dengan warna mencolok.

Anda bisa memilih bentuk CTA sesuai dengan tujuan serta preferensi bisnis mengikuti selera. 

  1. Penulisan Harus Jelas di Berbagai Device

Sebuah riset mengatakan pengguna smartphone menyumbang cukup banyak dari total pengguna internet. Jadi, dalam pembuatan CTA Anda perlu memprioritaskan bentuk yang terlihat pada smartphone lebih banyak. 

Pastikan CTA yang digunakan bisa terlihat dan ditampilkan di layar smartphone. Tidak hanya ditampilkan, pastikan resolusi juga tajam untuk mendukung estetika. 

Penggunaan CTA dalam media promosi digital akan sangat membantu Anda mendapatkan atau mengalihkan user untuk melakukan hal yang diharapkan. Pastikan CTA yang digunakan sudah sesuai dengan tujuan bisnis dan juga bisa mengakomodir tujuan tersebut. 

Selain penggunaan CTA dalam media promosi digital, pengembangan lainnya juga dapat membantu Anda menyukseskan bisnis yang dijalankan. Saat ini, prasmul-eli membuka berbagai program singkat untuk bantu Anda pertajam skill yang berguna untuk bisnis Anda.


Klik link ini untuk informasi lebih lanjut!

Banner-Article-Juni-No.9.jpg
Customer Relationship: Arti, Manfaat, Jenis, Cara Membangun, dan Perbedaannya dengan Customer Service
17 June 2024

Hubungan antara bisnis dan konsumen harus jadi perhatian utama dan terus dijaga. Membangun customer relationship yang kuat adalah salah satu caranya.

Konsumen selalu mengharapkan komitmen bisnis untuk memberikan produk dan pelayanan terbaik. Loyalitas konsumen adalah hasil yang akan berbanding lurus dengan keuntungan bisnis.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari secara mendalam tentang customer relationship, dari pengertian, manfaat, jenis, sampai cara membangunnya.

Apa Itu Customer Relationship?

Customer relationship adalah metode yang digunakan oleh perusahaan untuk memastikan kepuasaan dan loyalitas pelanggan. Metode ini, mengutip HubSpot, mewajibkan perusahaan untuk secara proaktif memberikan pelayanan terbaik, solusi atas masalah konsumen, hingga memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.

Perusahaan dengan produk atau jasa yang terbaik tidak sebatas apa yang dijual. Sebab, konsumen zaman sekarang juga ingin mengetahui bagaimana citra produk dan tingkat kepedulian perusahaan setelah produk atau jasa dibeli.

Maka dari itu, customer relationship yang kuat akan memastikan kesuksesan bisnis di masa depan.

Manfaat Customer Relationship

Selain membawa kesuksesan bisnis, ketahui juga manfaat-manfaat customer relationship pada bisnis Anda dalam jangka pendek dan panjang.

  • Loyalitas konsumen untuk membeli produk apa pun yang dijual.
  • Mengenal dan memahami kebutuhan konsumen.
  • Menjadi modal penting dalam membuat keputusan bisnis.
  • Memahami masalah apa yang mereka hadapi dan bagaimana produk dapat membantu mereka.
  • Meningkatkan reputasi dan citra perusahaan secara menyeluruh.
  • Membuat brand atau bisnis menjadi top of mind konsumen.
  • Meningkatkan pengalaman dan kepuasan pelanggan.
  • Menciptakan kesempatan bagi bisnis untuk punya produk yang lebih beragam.

Jenis-Jenis Customer Relationship

Tergantung bisnis, jenis produk, dan tipe konsumen, terdapat tiga jenis customer relationship. Merangkum HiverHQ, berikut pemaparan lengkapnya:

  1. Proactive customer relations

Proactive customer relations adalah langsung membangun customer relationship secara proaktif. Perusahaan harus menghubungi konsumen sebelum ada komplain atau masalah terjadi. Sejak awal, perusahaan harus:

  • mengenal siapa konsumennya
  • apa kebutuhannya
  • bagaimana proses berpikirnya sebelum membeli
  • produk seperti apa yang diharapkan
  • citra apa yang diharapkan
  • memahami cara membuat mereka puas

Anda dapat menjalankan jenis ini dengan beragam survei berhadiah. Pastikan survei dijalankan secara konsisten, misalnya setiap kuartal (3 bulan).

  1. Reactive customer relations

Berbeda dari jenis sebelumnya, reactive customer relations adalah cara bisnis menanggapi, memahami, dan menyelesaikan masalah yang dialami konsumen. Maka dari itu, Anda harus mengetahui seluruh masalah dan komplain yang konsumen sampaikan dalam berbagai bentuk dan platform.

Beberapa strategi yang dapat bisnis jalankan untuk menghasilkan reactive customer relations positif antara lain:

  • Memvalidasi keluhan dan masukan konsumen.
  • Meminta maaf dan pastikan bisnis siap menyelesaikan keluhannya.
  • Memahami masalah dan tawarkan solusi terbaik.
  • Melakukan follow-up meskipun masalah sudah selesai dan tunjukkan kepedulian.
  1. Strategic customer relations

Strategic customer relations berarti kultur dan acuan perusahaan ada pada kebutuhan dan kepuasan konsumen. Setiap produk yang dibuat selalu melalui konfirmasi dan uji coba oleh konsumen loyal. Biasanya juga jenis ini dilakukan oleh perusahaan yang sudah punya citra khusus secara umum.

Cara Membangun Customer Relationship

Ikutilah langkah-langkah berikut untuk membangun customer relationship yang baik:

  1. Bangun pondasi kuat dalam komunikasi

Hubungan yang baik didasari komunikasi yang jelas dan terbuka. Sampaikan setiap informasi apa adanya dan gunakan kalimat yang mudah dimengerti. Hindari jargon atau kata-kata yang sulit.

  1. Realistis dan jangan berbohong

Jangan memberikan harapan palsu dan tidak realistis. Pastikan solusi yang ditawarkan masuk akal dan dapat dilakukan oleh konsumen dengan mudah.

  1. Terima dan kumpulkan masukan dari konsumen

Selalu catat dan perhatikan setiap masukan, saran, hingga keluhan yang disampaikan. Jadikan hal tersebut sebagai acuan untuk perkembangan dan menyelesaikan ragam masalah.

  1. Lacak proses penyelesaian masalah

Selama masalah belum selesai, jangan sampai konsumen harus melaporkan hal yang sama lagi. Lacak juga proses penyelesaian masalah dengan tim terkait. Terus sampaikan sampai mana tim Anda bekerja.

  1. Antisipasi kebutuhan konsumen

Meski masalah sudah terselesaikan, konsumen akan terus menggunakan produk atau jasa Anda. Dengan memahami kebiasaan dan profil konsumen, buat daftar kebutuhan yang mungkin akan muncul di masa depan.

  1. Buat hubungan lebih personal

Buat konsumen merasa Anda adalah teman yang membantu mereka menyelesaikan masalah. Anda juga dapat memanggil konsumen dengan namanya di tiap proses komunikasi.

  1. Pantau perubahan konsumen

Pantau perubahan konsumen dan cek apa saja kemungkinan masalah yang akan terjadi. Masalah-masalah tersebut bisa terkait cara kerja produk, rasa produk, dampak produk terhadap konsumen, hingga citra produk.

  1. Analisis kompetitor

Ketahui bagaimana cara mereka membangun hubungan dengan konsumen. Terlebih kompetitor pada industri yang sama. Anda dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan baik untuk menggaet konsumen baru.

  1. Pahami perubahan pasar

Pahami perubahan pasar dan kebutuhan konsumen. Perubahan yang terjadi pada perekonomian, cara berpikir, hingga kebutuhan akan berpengaruh pada strategi customer relationship perusahaan.

  1. Jangkau konsumen baru

Jangkau calon konsumen yang dapat menjadi konsumen loyal di masa depan. Anda dapat memperluas jangkauan jasa atau produk dipasarkan atau menambah lini produk.

Perbedaan Customer Relationship dan Customer Service

Secara singkat, berikut adalah perbedaan mendasar antara customer relationship dan customer service: 

  • Customer service berfokus pada proses menyelesaikan masalah konsumen secara langsung.
  • Sementara, customer relationship berfokus pada proses membangun dan menjaga hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Keduanya berperan penting pada hubungan bisnis dan konsumen.

Customer relationship adalah langkah konkret untuk memastikan konsumen terus menggunakan produk Anda dalam jangka panjang.

Membangun customer relationship membutuhkan waktu dan strategi yang tepat.

Ingin pelajari lebih jauh soal customer relationship dan cara membangunnya?
Bergabunglah dengan kelas kami dan pelajari cara membangun customer relationship yang baik, klik di sini sekarang!

Banner-Article-Juni-No.1.jpg
Strategi Penetapan Harga: Definisi, Tujuan, Faktor, dan Cara Melakukannya
06 June 2024

Untuk membuat sebuah strategi penetapan harga, Anda perlu melakukan riset, pertimbangan, dan perhitungan yang mendalam.

Anda tidak dapat menentukan harga hanya berdasarkan keinginan atau kebutuhan perusahaan. Terdapat berbagai faktor penting dan cara dalam menentukan harga.

Berikut pemaparan lengkap tentang strategi penetapan harga.

Apa Itu Strategi Penetapan Harga?

Strategi penetapan harga adalah metode menentukan harga terbaik untuk sebuah produk atau jasa.

Melansir HubSpot, strategi tersebut harus berpatokan pada banyak hal, seperti:

  • strategi bisnis perusahaan
  • target konsumen
  • kebutuhan calon konsumen
  • harga yang ditawarkan kompetitor
  • kondisi pasar atau ekonomi saat ini

Tujuan Strategi Penetapan Harga

Strategi penetapan harga tidak hanya untuk menemukan dan menentukan sebuah angka. Ada berbagai tujuan atau target yang akan tercapai.

  1. Menarik perhatian konsumen

Dikutip dari Indeed, harga sebuah produk akan memengaruhi cara pandang dan opini konsumen. Nantinya, mereka akan membandingkan produk Anda dan kompetitor.

  1. Memenuhi harapan konsumen

Berkaitan dengan poin sebelumnya, proses membandingkan harga produk Anda dan kompetitor akan menjawab; apakah harganya sesuai dengan nilai-nilai produk?

  1. Menunjukkan nilai sebuah produk

Tidak selamanya semakin mahal, berarti semakin baik ataupun sebaliknya. Nilai-nilai fungsional dan apa yang jadi keunggulan produk Anda dibanding kompetitor. 

  1. Menentukan profit perusahaan

Strategi penetapan harga harus mengacu pada pendapatan dan keuntungan yang didapatkan perusahaan. Strategi tersebut harus dapat menjawab apakah konsumen suka dan menjadi pembeli setia.

Faktor Penentu Strategi Penetapan Harga

Strategi penetapan harga yang Anda buat harus fleksibel untuk memastikan kebutuhan konsumen terpenuhi dan perkembangan perusahaan terjamin.

Berikut adalah beberapa faktor penting dalam membuatnya:

  1. Kondisi ekonomi

Banyak bisnis yang harus putar otak ketika kondisi ekonomi menurun. Kemampuan beli yang menurun juga termasuk dalam hal ini. Contohnya adalah ketika konsumen yang sedang dalam masa ekonomi lemah, akan lebih memilih produk-produk yang lebih murah.

Nah, contoh strategi penetapan harga yang Anda pakai adalah fokus pada keuntungan dan tak mempertimbangkan harga. Sehingga, Anda enggan menurunkan harga atau melakukan penyesuaian, maka konsumen akan memilih produk atau jasa kompetitor dengan kualitas serupa tapi harga lebih terjangkau.

  1. Kebutuhan pasar

Kondisi ekonomi tentunya akan memengaruhi kebutuhan pasar. Konsumen-konsumen yang sebelumnya dapat membeli produk atau jasa Anda setiap hari, bisa tiba-tiba jadi satu minggu sekali atau bahkan tidak sama sekali.

Selain itu, perubahan kebiasaan dan kebutuhan konsumen pun dapat menjadi salah satu faktor berubahnya kondisi pasar. Misalnya, Anda hanya menjual satu produk sabun, tapi sudah banyak kompetitor dengan harga lebih murah.

Maka, contoh strategi penetapan harga yang harus Anda terapkan adalah fleksibilitas dan kemauan untuk beradaptasi. Anda dapat membuat produk baru seperti sampo harga terjangkau dengan kualitas dan harga bersaing. 

  1. Target pendapatan dan keuntungan perusahaan

Tentunya perusahaan Anda mau memaksimalkan keuntungan dari sebuah produk. Maka, dalam strateginya harus jelas apa tujuan penjualan Anda.

Apabila Anda ingin pendapatan dalam waktu singkat, maka contoh strategi penetapan harga yang dapat dilakukan adalah diskon dan promo bundle.

Sementara itu, jika Anda ingin keuntungan jangka panjang, maka contoh strategi penetapan harga yang dibuat harus mengutamakan kebutuhan konsumen dengan tujuan utama untuk mendapatkan konsumen setia.

  1. Siapa kompetitor Anda?

Anda dapat melakukan analisis dan riset mendalam terkait perusahaan atau brand-brand yang menjual produk serupa.

Pastikan dalam riset Anda, pertanyaan-pertanyaan berikut ini terjawab:

  • Berapa harga yang ditetapkan kompetitor?
  • Apa yang menjadi daya tarik kompetitor?
  • Produk dan jasa seperti apa yang kompetitor tawarkan?
  • Bagaimana posisi kompetitor di pasar saat ini?
  • Hal apa yang dapat menarik perhatian konsumen?
  1. Nilai produk atau jasa

Pasti Anda pernah mendengar istilah “Ada harga, ada barang”. Istilah tersebut dapat diartikan kalau sebuah produk atau jasa mahal, maka kualitasnya pasti baik. Namun, hal tersebut tidak selalu benar.

Nah, nilai yang produk atau jasa Anda tawarkan dapat memengaruhi pendapat serta pandangan konsumen terhadap brand. Anda dapat dikenal sebagai perusahaan yang menawarkan produk harga terjangkau dengan kualitas tinggi.

  1. Peraturan yang berlaku dan demografi konsumen

Pastikan Anda mengikuti peraturan dagang yang berlaku di Indonesia. Anda juga harus dapat memenuhi kebutuhan kondisi sesuai peraturan yang berlaku untuk menciptakan konsumen setia.

Anda juga dapat membuat strategi penetapan harga berdasarkan demografi calon konsumen. Pastikan Anda memetakan umur, tempat tinggal, latar belakang pendidikan, hingga jenis pekerjaan mereka.

Cara Menetapkan Harga

Lebih baik tidak langsung memikirkan angka yang akan jadi harga produk atau jasa Anda. Untuk menentukan harga produk atau jasa, menurut Shopify, Anda harus punya tiga pondasi berikut ini.

  1. Menentukan satuan penjualan

Value metric akan menentukan satuan penjualan produk Anda. Contohnya, berapa harga produk Anda per produk, per kardus, per 100 kardus, atau harga khusus untuk konsumen setia nantinya.

Satuan penjualan ini penting agar Anda tidak mematok harga yang sama untuk konsumen personal, borongan, atau perusahaan lain. Alasan lainnya adalah Anda dapat menentukan berapa banyak target pendapatan dan keuntungan yang ingin dicapai.

  1. Menentukan profil konsumen

Seperti yang telah disebutkan di atas, kebiasaan, kebutuhan, dan demografi konsumen begitu penting dalam menentukan harga.

Pastikan Anda membuat profil lengkap dan detail terkait target konsumen. Pastikan juga profil tersebut dalam bentuk kuantitatif (angka).

Anda dapat mendata atau menargetkan berapa banyak target konsumen dalam profil yang telah dibuat.

Contoh profil dalam strategi penetapan harga adalah:

  • Profile konsumen A (potensi tinggi)

    • Usia: 25-35 tahun

    • Jenis kelamin: Perempuan (80%) dan Pria (20%)

    • Lokasi tempat tinggal: Jabodetabek, Surabaya, Makassar, Medan, Bali

    • Pekerjaan: pegawai swasta, PNS, dan pemilik usaha

    • Perkiraan jumlah konsumen potensial:

      • Jabodetabek: 1 juta

      • Surabaya: 750 ribu

      • Makassar: 100 ribu

      • Bali: 100 ribu

  1. Melakukan riset mendalam dan eksperimen

Setelah memiliki value metric dan profil konsumen, saatnya Anda melakukan riset mendalam soal kondisi pasar, kebiasaan belanja konsumen, hingga analisis kompetitor.

Jangan lupa juga untuk melakukan eksperimen harga. Dengan strategi penentuan harga yang fleksibel, Anda dapat mengubah harga dan satuan penjualan. Lakukan juga analisis dari hasil eksperimen Anda, untuk mendapatkan insight serta nilai-nilai baru terkait produk.

Strategi penetapan harga yang tepat dan sesuai akan membantu produk Anda semakin bernilai di mata konsumen. Setelahnya, Anda akan mendapatkan konsumen-konsumen setia yang tentunya akan mendukung pendapatan serta keuntungan.

Ingin pelajari lebih jauh soal strategi penentuan harga dan cara menyusunnya?

Bergabunglah dengan kelas kami dan pelajari cara menyusun strategi penentuan harga terbaik serta dapatkan contoh-contohnya.

Gabung short program kami dengan klik di sini sekarang!