Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

ESG Reporting: Kunci Masa Depan Bisnis Berkelanjutan Anda

Background.jpg

Di era bisnis modern, istilah ESG Reporting semakin sering terdengar, dan bukan tanpa alasan.

Di tengah tekanan publik terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik, perusahaan dituntut untuk tidak hanya mencetak keuntungan, tetapi juga membuktikan bahwa mereka bertanggung jawab.

Namun, tak sedikit pelaku bisnis yang masih bingung: Apa sebenarnya ESG Reporting? Mengapa ini menjadi krusial? Dan bagaimana memulainya?

Inilah tantangan yang kini dihadapi banyak organisasi, termasuk mungkin perusahaan Anda. Di satu sisi, ada keinginan kuat untuk bertransformasi menjadi bisnis yang lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, minimnya pemahaman dan strategi sering kali membuat ESG Reporting terasa rumit dan teknis.

Padahal, bila dijalankan dengan benar, ESG Reporting tidak hanya membantu memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga meningkatkan daya saing di mata investor dan konsumen.

Artikel ini akan membantu Anda memahami ESG Reporting secara menyeluruh, dari urgensinya, definisinya, hingga panduan praktis memilih framework yang tepat. Mari mulai.

 

Mengapa Penggunaan ESG Reporting Penting?

Seiring meningkatnya kesadaran global terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial, ESG Reporting telah berkembang dari sekadar pelaporan sukarela menjadi bagian integral dalam strategi perusahaan yang modern.

Laporan PwC tahun 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 70% investor global kini menjadikan informasi ESG sebagai salah satu dasar utama dalam keputusan investasi mereka.

Artinya, ESG Reporting tidak hanya memperlihatkan komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan sosial, tetapi juga menjadi benchmark atas kualitas tata kelola dan keberlanjutan bisnis.

Inilah alasan mengapa pelaporan ESG tak lagi bisa dipandang sebelah mata oleh perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang di era yang semakin kompetitif dan transparan ini.

1. Meningkatkan Kredibilitas dan Transparansi

Laporan ESG yang disusun dengan kerangka kerja yang jelas akan memperkuat citra perusahaan sebagai organisasi yang transparan, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan.

Transparansi ini sangat penting di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap perusahaan untuk berkontribusi pada lingkungan dan sosial, bukan hanya mengejar keuntungan.

Selain itu, laporan ESG yang akurat juga menunjukkan bahwa perusahaan Anda memiliki sistem pelaporan yang baik dan mampu mempertanggungjawabkan tindakannya kepada stakeholder.

Ketika perusahaan membuka data mengenai jejak karbon, keberagaman SDM, hingga kebijakan tata kelola, kepercayaan terhadap manajemen juga akan meningkat secara signifikan.

2. Menarik Investor dan Mitra Bisnis

Tidak hanya konsumen, para investor dan mitra bisnis kini juga memperhatikan performa ESG perusahaan sebelum mengambil keputusan penting.

Seperti dilansir PwC dalam laporan global tahun 2023, 70% investor menyatakan bahwa informasi ESG berdampak langsung terhadap keputusan investasi mereka, dan lebih dari 80% ingin melihat perusahaan berkomitmen pada target keberlanjutan jangka panjang.

Dalam dunia bisnis yang saling terhubung, reputasi ESG Anda bisa menjadi daya tarik utama bagi kolaborator dan pelanggan korporat.

Perusahaan besar bahkan mulai menjadikan skor ESG sebagai salah satu kriteria dalam memilih supplier atau vendor.

Dengan laporan ESG yang baik, Anda tidak hanya menunjukkan integritas perusahaan, tetapi juga membuka pintu peluang bisnis baru.

3. Mengurangi Risiko Jangka Panjang

Isu lingkungan, sosial, dan tata kelola bukanlah ancaman masa depan, mereka adalah tantangan hari ini.

ESG Reporting membantu perusahaan mengidentifikasi potensi risiko sebelum berdampak besar terhadap reputasi dan operasional.

Contohnya, pelaporan emisi karbon yang konsisten dapat mendorong efisiensi energi, sedangkan laporan hak pekerja mendorong budaya kerja yang sehat dan produktif.

Lebih dari itu, ESG Reporting juga memungkinkan manajemen untuk membuat keputusan yang lebih bijak berbasis data.

Dengan memetakan area rawan risiko sejak awal, perusahaan dapat menghindari potensi litigasi, boikot konsumen, atau kerugian finansial akibat kelalaian sosial atau lingkungan.

Strategi seperti ini adalah bentuk proactive risk management yang semakin dihargai oleh pasar global.

 

Apa Itu ESG Reporting?

ESG Reporting adalah proses sistematis untuk mengukur, mencatat, dan mengomunikasikan kinerja perusahaan dalam aspek Environmental (Lingkungan), Social (Sosial), dan Governance (Tata Kelola).

Pelaporan ini mencakup berbagai metrik yang mencerminkan bagaimana perusahaan Anda berdampak dan bertanggung jawab secara luas terhadap masyarakat dan lingkungan.

ESG Reporting bukan hanya soal pencitraan. Ini adalah alat strategis yang digunakan untuk:

  • Menyampaikan komitmen Anda terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan
  • Memberikan transparansi kepada pemangku kepentingan
  • Menyediakan data untuk pengambilan keputusan internal dan eksternal

Berbagai organisasi seperti Global Reporting Initiative (GRI), SASB, dan TCFD telah menetapkan framework untuk memandu perusahaan dalam menyusun laporan ESG mereka.

Masing-masing memiliki pendekatan berbeda, tergantung pada tujuan dan industri yang relevan.

 

Bagaimana Cara Memilih ESG Framework Reporting yang Tepat?

Memilih kerangka kerja ESG yang sesuai bukan sekadar soal mengikuti tren, tetapi menjadi strategi penting untuk membangun kepercayaan pasar dan kepatuhan terhadap regulasi.

Bahkan, survei dari EY Global 2023 mengungkap bahwa 75% perusahaan besar saat ini menggunakan lebih dari satu ESG framework untuk menjawab kompleksitas permintaan pelaporan dari berbagai pihak.

Fakta ini menunjukkan bahwa pemilihan framework ESG yang tepat adalah elemen krusial dalam strategi komunikasi keberlanjutan perusahaan Anda.

Lantas, bagaimana langkah tepat untuk memilih ESG reporting yang repat?

1. Pahami Tujuan Pelaporan Anda

Sebelum menentukan framework yang akan digunakan, langkah pertama adalah memahami dengan jelas tujuan dari pelaporan ESG yang akan Anda buat.

Apakah laporan tersebut ditujukan untuk menarik minat investor, memenuhi persyaratan regulator, atau meningkatkan kredibilitas brand di mata publik?

Setiap tujuan memerlukan pendekatan dan gaya pelaporan yang berbeda.

Misalnya, jika Anda ingin meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand Anda sebagai perusahaan yang peduli lingkungan, maka narasi yang kuat dan humanis mungkin lebih dibutuhkan dibandingkan data teknis yang kompleks.

Menentukan tujuan sejak awal akan membantu Anda memilih framework yang paling sesuai.

Misalnya, framework seperti GRI cocok untuk pelaporan yang menyasar masyarakat umum karena bahasanya yang mudah dipahami dan cakupannya yang luas.

Sementara itu, framework seperti SASB atau TCFD lebih cocok jika tujuan Anda adalah menyampaikan risiko dan peluang ESG kepada investor secara finansial dan strategis.

Dengan memahami tujuan utama pelaporan, Anda bisa menghemat waktu dan sumber daya dalam proses penyusunan laporan.

2. Kenali Target Audien Anda

Setelah memahami tujuan pelaporan, langkah selanjutnya adalah mengenali siapa audien utama dari laporan ESG Anda.

Apakah mereka investor, regulator, konsumen, atau mungkin kombinasi dari semuanya?

Setiap audien memiliki kebutuhan informasi dan tingkat pemahaman yang berbeda terhadap data ESG.

Investor, misalnya, cenderung mencari data yang bisa diukur dan dikaitkan langsung dengan kinerja keuangan, sehingga mereka lebih menyukai framework seperti SASB atau TCFD.

Sebaliknya, jika Anda berkomunikasi dengan publik atau lembaga pemerintah, framework seperti GRI sangat disarankan.

GRI memiliki pendekatan yang komprehensif dan dapat digunakan lintas sektor, sehingga cocok untuk menjelaskan berbagai inisiatif sosial, lingkungan, dan tata kelola dengan cara yang transparan dan mudah dimengerti.

Dengan menyusun laporan sesuai harapan audien, Anda meningkatkan peluang bahwa laporan tersebut akan dibaca, dipahami, dan diapresiasi secara luas.

3. Evaluasi Jenis Industri dan Risiko Bisnis Anda

Setiap industri memiliki tantangan dan risiko ESG yang unik, sehingga pemilihan framework juga harus disesuaikan dengan karakter sektor bisnis Anda.

Perusahaan di sektor energi atau pertambangan, misalnya, menghadapi ekspektasi tinggi dalam hal pelaporan risiko lingkungan dan emisi karbon.

Dalam kasus ini, framework seperti TCFD atau CDP bisa sangat relevan karena memberikan panduan pelaporan risiko iklim yang lebih teknis dan terukur.

Sementara itu, perusahaan di sektor jasa atau digital mungkin lebih banyak diharapkan untuk mengungkapkan informasi seputar tata kelola perusahaan, perlindungan data, dan dampak sosial.

Framework seperti GRI atau Integrated Reporting () dapat membantu Anda menyusun laporan ESG yang relevan dengan konteks industri.

Dengan melakukan evaluasi risiko dan profil bisnis Anda terlebih dahulu, Anda akan lebih siap memilih framework yang bukan hanya sesuai, tetapi juga strategis.

4. Pertimbangkan Kombinasi Framework

Dalam praktiknya, banyak perusahaan memilih untuk tidak bergantung pada satu framework saja.

Kombinasi beberapa framework justru menjadi praktik terbaik untuk memastikan pelaporan yang lebih lengkap dan adaptif terhadap permintaan stakeholder yang beragam.

Data dari EY Global Corporate Reporting Survey 2023 menyebutkan bahwa 3 dari 4 perusahaan besar di dunia kini menggunakan dua atau lebih ESG framework secara simultan.

Misalnya, Anda bisa menggabungkan GRI untuk menjangkau masyarakat dan regulator, sementara menggunakan SASB atau TCFD untuk menyasar investor dan pasar modal.

Hal ini memungkinkan Anda menyampaikan pesan ESG yang berbeda dengan cara yang sesuai untuk setiap kelompok audien.

Tentu saja, penggunaan multi-framework membutuhkan koordinasi yang baik agar tidak menimbulkan redundansi atau kebingungan dalam narasi laporan.

Tapi bila dikelola dengan benar, pendekatan ini mampu meningkatkan kredibilitas dan efektivitas laporan Anda secara signifikan.

5. Gunakan Bantuan Konsultan Profesional

Memilih framework ESG yang tepat bisa menjadi proses yang rumit, terutama bagi perusahaan yang baru memulai perjalanan keberlanjutan mereka.

Di sinilah pentingnya melibatkan pihak ketiga profesional seperti pasmul-eli.

Kami memiliki pengalaman mendalam dalam membantu berbagai perusahaan lintas industri untuk merancang strategi pelaporan ESG yang efektif, kredibel, dan selaras dengan standar global.

Dengan dukungan konsultan, Anda tidak hanya akan mendapatkan panduan teknis dalam menyusun laporan, tetapi juga mendapatkan insight strategis agar laporan ESG Anda benar-benar memberikan nilai tambah.

Selain itu, prasmul-eli juga menyediakan pelatihan terstruktur bagi tim internal Anda agar mampu menjalankan proses pelaporan ESG secara berkelanjutan dan mandiri di masa mendatang.

Ini adalah investasi jangka panjang yang penting dalam membangun kepercayaan dan keunggulan kompetitif.

 

Inikah Waktu Tepat Anda Memulai ESG Reporting?

ESG Reporting bukan hanya tren sesaat, melainkan bagian dari masa depan bisnis yang bertanggung jawab.

Dengan laporan yang transparan, strategis, dan relevan, Anda tidak hanya memperkuat posisi perusahaan di mata investor dan konsumen, tetapi juga mempersiapkan diri untuk menghadapi dinamika pasar global.

Apabila Anda tertarik untuk memulai ESG Reporting atau ingin menyempurnakan pendekatan keberlanjutan di perusahaan Anda, ikuti program pelatihan ESG dari prasmul-eli.

Dengan fasilitator berpengalaman dan kurikulum berbasis praktik nyata, kami siap menjadi mitra strategis Anda menuju transformasi bisnis berkelanjutan.

ARTIKEL TERKAIT