Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Inilah Cara Mengukur ESG Secara Tepat bagi Perusahaan Anda

Background.jpg

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif dan transparan, keberlanjutan bukan lagi sekadar inisiatif tambahan. ESG (Environmental, Social, Governance) kini menjadi kunci reputasi, akses modal, dan keunggulan kompetitif jangka panjang. 

Deloitte (2024) bahkan mencatat bahwa perusahaan yang mengintegrasikan prinsip ESG secara strategis memiliki peluang 2,6 kali lebih besar mempertahankan keunggulan dibanding pesaingnya.

Namun, bagaimana cara mengukur ESG secara konkret? Banyak perusahaan mengalami kebingungan dalam memilih indikator dan metode yang relevan. Inilah mengapa pemahaman tentang cara mengukur ESG secara tepat menjadi begitu krusial. 

Artikel ini akan membahas pentingnya penilaian ESG, komponen skor ESG yang baik, hingga langkah praktis pengukurannya. 

Jika Anda ingin memastikan perusahaan Anda relevan di tengah tuntutan global saat ini, mari simak artikel ini hingga tuntas.

 

Mengapa Penilaian ESG Penting?

Di tengah tekanan global untuk lebih transparan dan bertanggung jawab secara lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), penilaian ESG kini bukan lagi sekadar pelengkap. 

Menurut laporan PwC Global Investor Survey 2023, sebanyak 76% investor menyatakan bahwa kinerja ESG suatu perusahaan sangat memengaruhi keputusan investasi mereka. 

Fakta ini menunjukkan bahwa penilaian ESG bukan hanya tentang keberlanjutan, tetapi juga tentang daya saing jangka panjang. 

Karena itu, memahami mengapa penilaian ESG penting bisa menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan Anda di pasar yang semakin kompetitif dan sadar etika.

1. Meningkatkan Akses terhadap Investor dan Pembiayaan

Di era modern, investor tak lagi hanya mencari profit. Mereka juga mempertimbangkan bagaimana sebuah perusahaan mengelola risiko lingkungan dan sosial. 

Laporan PwC (2023) mencatat bahwa lebih dari 70% investor global menganggap informasi ESG sebagai bagian penting dari proses due diligence. 

Ini berarti, jika perusahaan Anda mampu menunjukkan performa ESG yang baik dan terukur, Anda tidak hanya memenuhi ekspektasi investor, tetapi juga membuka peluang pendanaan yang lebih luas.

Dengan menyediakan data ESG yang kredibel dan dapat diaudit, Anda menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan yang nyata, bukan sekadar narasi. 

Hal ini akan meningkatkan kepercayaan dari investor institusional, memudahkan Anda mendapatkan pembiayaan dengan biaya modal yang lebih rendah, serta membuka akses terhadap green financing atau ESG-linked loan. 

Di pasar yang semakin kompetitif, kredibilitas ESG bisa menjadi pembeda utama antara perusahaan Anda dan pesaing.

2. Memperkuat Citra dan Kepercayaan Masyarakat

Konsumen saat ini, terutama generasi milenial dan Gen Z, cenderung lebih loyal terhadap merek yang memiliki nilai keberlanjutan. 

Mereka tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli nilai dan komitmen perusahaan terhadap isu lingkungan dan sosial. 

Dengan menampilkan laporan ESG secara transparan, perusahaan Anda akan lebih dipercaya dan dihargai oleh publik, bahkan di tengah persaingan harga yang ketat.

Selain itu, penilaian ESG yang kuat membantu Anda membangun reputasi jangka panjang. Ketika terjadi krisis atau isu reputasi, perusahaan yang telah menunjukkan komitmen ESG secara konsisten akan lebih mudah membangun kembali kepercayaan publik. 

Tak hanya itu, Anda juga akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam bernegosiasi dengan regulator, komunitas lokal, dan mitra bisnis, karena telah membuktikan tanggung jawab sosial dan etika perusahaan secara konkret.

 

Komponen Skor ESG

Memahami komponen skor ESG sangat penting bagi perusahaan yang ingin unggul dalam strategi keberlanjutan dan menarik investor bertanggung jawab. 

Berdasarkan laporan Sustainalytics dan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (IDX, 2024), penilaian ESG tidak hanya menilai komitmen perusahaan terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola, tetapi juga bagaimana perusahaan mengelola eksposur dan risiko yang terkait. 

Sustainalytics menilai perusahaan berdasarkan dua parameter utama, yaitu exposure (risiko yang melekat) dan management (kapasitas perusahaan dalam menanganinya). Semakin baik manajemen ESG Anda, semakin rendah risiko yang tercermin dalam skor ESG. 

Dengan memahami komponen utamanya, yakni Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola, Anda dapat menyusun strategi yang lebih terarah dan berdampak nyata.

1. Aspek Environmental (Lingkungan)

Komponen Environmental dalam skor ESG menilai bagaimana perusahaan mengelola dampaknya terhadap lingkungan. 

Indikator yang dinilai mencakup penggunaan energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, jejak karbon, konservasi air, dan strategi mitigasi perubahan iklim. 

Perusahaan yang unggul dalam aspek ini umumnya telah memiliki kebijakan pengelolaan lingkungan yang terdokumentasi, serta laporan berkala mengenai pengurangan emisi atau limbah.

Sebagai contoh, beberapa metrik pengukuran umum yang digunakan dalam penilaian lingkungan meliputi: intensitas emisi CO2 per unit produk, jumlah energi yang dihemat dalam periode tertentu, dan persentase bahan baku daur ulang yang digunakan dalam proses produksi. 

Semakin terukur kontribusi Anda terhadap pengurangan emisi atau limbah, semakin baik skor ESG yang akan Anda capai di aspek ini. 

Hal ini tidak hanya mengurangi risiko regulasi di masa depan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional perusahaan Anda.

2. Aspek Social (Sosial)

Komponen Social menilai bagaimana perusahaan berinteraksi dengan karyawan, komunitas, dan mitra dalam rantai pasoknya. 

Indikator ini mencakup perlakuan terhadap tenaga kerja (kesehatan, keselamatan, dan hak asasi), keberagaman dan inklusi, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta keterlibatan masyarakat. 

ESG di aspek sosial juga sangat memperhatikan rantai pasok: apakah pemasok Anda mematuhi standar HAM dan keselamatan kerja?

Beberapa metrik yang lazim digunakan dalam aspek sosial antara lain: tingkat kepuasan karyawan, rasio gender dalam kepemimpinan, jumlah jam pelatihan SDM, serta frekuensi dan cakupan program CSR. 

Penilaian positif dalam aspek sosial tidak hanya memperkuat hubungan internal perusahaan, tetapi juga membangun reputasi positif di mata konsumen dan komunitas eksternal. 

Perusahaan yang menciptakan budaya kerja sehat dan adil akan lebih mudah mempertahankan talenta terbaik dan mendapatkan dukungan dari publik.

3. Aspek Governance (Tata Kelola Perusahaan)

Aspek Governance mencerminkan bagaimana perusahaan mengelola struktur kepemimpinan dan pengambilan keputusan. 

Penilaian difokuskan pada transparansi laporan keuangan, kebijakan anti-korupsi, struktur dewan yang independen, keberadaan audit internal, serta sistem pengawasan risiko. 

ESG governance yang baik menjadi dasar integritas dan akuntabilitas sebuah perusahaan.

Contohnya, perusahaan yang memiliki kebijakan anti-suap yang terdokumentasi dan mekanisme pelaporan whistleblower cenderung mendapatkan skor tinggi. 

Selain itu, adanya dewan direksi yang beragam dan independen menunjukkan bahwa perusahaan menjunjung pengambilan keputusan yang adil dan minim konflik kepentingan. 

Tata kelola yang kuat menjadi sinyal penting bagi investor dan pemangku kepentingan bahwa perusahaan Anda dapat diandalkan dalam jangka panjang.

 

Tabel Penilaian Nilai ESG Berdasarkan Sustainalytics

Untuk memahami skor ESG secara kuantitatif, berikut adalah klasifikasi tingkat risiko ESG menurut Sustainalytics, seperti yang dikutip dari Bursa Efek Indonesia:

Skor Risiko

Kategori

Deskripsi

0–10

Negligible

Risiko ESG yang dapat diabaikan

10–20

Low

Risiko ESG yang rendah

20–30

Medium

Risiko ESG yang sedang

30–40

High

Risiko ESG yang tinggi

>40

Severe

Risiko ESG yang berat

 

Klasifikasi ini membantu Anda mengukur seberapa besar eksposur risiko ESG yang dimiliki, serta apakah sistem manajemen perusahaan sudah cukup tangguh untuk menanganinya. 

Semakin rendah skor, maka semakin kecil risiko ESG yang dinilai berdampak terhadap kelangsungan bisnis Anda.

 

Kategori Kontroversi Berdasarkan Sustainalytics

Selain skor risiko, Sustainalytics juga melakukan kontroversi screening, yaitu penilaian berdasarkan insiden atau isu publik yang mencoreng reputasi ESG suatu perusahaan. Berikut kategorinya:

Kategori

Deskripsi

Tanpa Bukti

Tidak ada bukti kontroversi yang relevan

Kategori 1

Dampak rendah; risiko dapat diabaikan

Kategori 2

Dampak sedang, risiko minimal; perusahaan memiliki manajemen risiko yang baik

Kategori 3

Dampak signifikan; risiko bisnis cukup tinggi; sistem manajemen tidak memadai

Kategori 4

Dampak tinggi; insiden berulang; perusahaan memiliki masalah struktural atau sistemik

Kategori 5

Dampak sangat berat; insiden besar dan sering terjadi; manajemen kontroversi buruk dan respons perusahaan sangat tidak memadai

Penting bagi perusahaan untuk menghindari masuk ke kategori tinggi (Kategori 4 dan 5) karena akan sangat memengaruhi persepsi investor, kredibilitas di pasar, dan bahkan kelangsungan bisnis. 

Manajemen yang responsif dan sistem pelaporan insiden yang akurat akan menjadi kunci utama untuk tetap berada di zona aman.

 

Bagaimana Cara Mengukur ESG?

Mengukur ESG (Environmental, Social, and Governance) secara efektif menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan global. 

Menurut laporan Deloitte 2024, sekitar 85% perusahaan besar kini telah mengembangkan metodologi khusus untuk mengukur performa ESG mereka secara berkala. 

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya tekanan dari investor, regulator, dan konsumen yang menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam praktik bisnis yang berkelanjutan. 

Laporan dari KPMG bahkan menyebutkan bahwa perusahaan yang memiliki sistem pengukuran ESG yang terstruktur memiliki peluang dua kali lebih besar untuk mempertahankan investor jangka panjang. 

Maka dari itu, Anda perlu memahami bagaimana cara mengukur ESG dengan benar agar perusahaan dapat menavigasi lanskap bisnis yang semakin kompleks dan berorientasi pada keberlanjutan.

1. Tentukan Tujuan dan Lingkup Evaluasi

Langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah menentukan tujuan dari evaluasi ESG. 

Apakah Anda menginginkan laporan ESG untuk memenuhi regulasi pemerintah, menarik minat investor institusional, atau membangun strategi keberlanjutan internal jangka panjang?

Jawaban dari pertanyaan ini akan menentukan pendekatan dan kerangka kerja (framework) yang paling sesuai. 

Misalnya, jika fokus Anda adalah transparansi kepada pemegang saham, standar seperti GRI (Global Reporting Initiative) sangat direkomendasikan. 

Namun, jika Anda beroperasi di sektor keuangan, SASB (Sustainability Accounting Standards Board) bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.

Selain tujuan, Anda juga harus menetapkan ruang lingkup evaluasi secara spesifik. Apakah pengukuran akan dilakukan pada level grup perusahaan, hanya pada unit bisnis tertentu, atau bahkan hanya proyek spesifik? 

Ruang lingkup ini penting untuk menyaring indikator yang relevan dan menyederhanakan proses pengumpulan data. 

Dengan batasan yang jelas, tim Anda dapat bekerja lebih efisien dan hasil pengukuran ESG pun akan lebih akurat dan dapat ditindaklanjuti.

2. Identifikasi Indikator ESG yang Relevan

Setelah tujuan dan ruang lingkup ditetapkan, kini saatnya menentukan indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI) untuk setiap aspek ESG. 

Pemilihan indikator harus disesuaikan dengan karakteristik industri Anda. Sebagai contoh, perusahaan di sektor manufaktur perlu menyoroti emisi karbon, penggunaan energi, dan pengelolaan limbah sebagai indikator utama. 

Sementara itu, perusahaan di sektor jasa mungkin lebih fokus pada metrik keterlibatan karyawan, keberagaman gender, dan kepuasan pelanggan.

Agar indikator ESG yang Anda gunakan dapat diterima secara luas, pastikan untuk mengacu pada standar internasional seperti GRI, TCFD (Task Force on Climate-related Financial Disclosures), dan ISO 26000. 

Namun, Anda juga perlu menyesuaikan indikator tersebut dengan konteks lokal serta regulasi yang berlaku di negara tempat Anda beroperasi. 

Dengan begitu, laporan ESG Anda tidak hanya relevan secara global, tetapi juga selaras dengan ekspektasi pemangku kepentingan lokal.

3. Gunakan Alat dan Teknologi Analitik

Transformasi digital juga berperan penting dalam pengukuran ESG yang efektif. 

Saat ini, tersedia berbagai perangkat lunak ESG seperti Bloomberg ESG, Refinitiv, Sustainalytics, dan S&P Global yang memungkinkan Anda untuk melacak dan menganalisis data ESG secara otomatis. 

Platform ini umumnya dilengkapi dengan fitur dashboard, pelacakan real-time, dan sistem pelaporan terstandar yang mempercepat proses evaluasi ESG.

Dengan teknologi, Anda bisa mengintegrasikan data dari berbagai departemen—mulai dari SDM, keuangan, hingga operasional, ke dalam satu sistem terpadu. 

Ini tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga mengurangi risiko kesalahan manusia dalam proses pelaporan. 

Penggunaan teknologi juga memungkinkan Anda melakukan benchmarking ESG terhadap perusahaan lain di industri yang sama, yang bisa sangat berguna dalam meningkatkan daya saing.

4. Libatkan Konsultan Profesional

Mengingat kompleksitas pengukuran ESG, banyak perusahaan sukses yang memilih untuk menggandeng konsultan profesional. 

Di sinilah prasmul-eli dapat menjadi mitra strategis Anda. Kami memiliki pengalaman mendalam dalam mendampingi perusahaan lintas sektor dalam membangun sistem ESG yang kredibel dan dapat diverifikasi. 

Konsultan ESG dari prasmul-eli akan membantu Anda menyusun kerangka kerja yang sesuai, memilih indikator yang relevan, dan menginterpretasikan data ESG menjadi strategi bisnis berkelanjutan.

Tidak hanya itu, kami juga memastikan bahwa laporan ESG Anda mudah dipahami oleh semua stakeholder, termasuk investor, regulator, hingga komunitas lokal. 

Pendekatan ini menjamin komunikasi keberlanjutan Anda menjadi lebih efektif, akuntabel, dan berdampak positif bagi reputasi perusahaan secara jangka panjang.

5. Lakukan Review dan Peningkatan Berkelanjutan

Pengukuran ESG tidak berhenti setelah laporan selesai disusun. Anda perlu mengadopsi proses review dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) sebagai bagian dari strategi ESG perusahaan. 

Setiap tahun, evaluasi ulang kinerja ESG Anda dan tetapkan target-target baru yang lebih menantang. 

Langkah ini penting untuk memastikan bahwa strategi ESG Anda berkembang seiring dengan perubahan regulasi, ekspektasi pasar, dan kondisi lingkungan.

Agar seluruh organisasi bergerak selaras, lakukan pelatihan internal secara rutin. Edukasi seluruh tim mengenai pentingnya ESG dan bagaimana mengukurnya akan memperkuat budaya keberlanjutan di perusahaan Anda. 

Ketika semua karyawan memahami peran mereka dalam ESG, maka implementasi di lapangan akan jauh lebih konsisten dan berdampak nyata.

 

Inikah Waktu Tempat bagi Perusahaan Anda Mengukur ESG?

Mengukur ESG dengan tepat adalah kunci untuk membangun bisnis yang tidak hanya bertahan, tapi juga unggul. 

Dengan pendekatan yang strategis dan indikator yang relevan, Anda dapat mengubah ESG dari kewajiban menjadi keunggulan kompetitif.

Jika Anda ingin membangun sistem ESG yang efektif dan terpercaya, prasmul-eli siap menjadi mitra pelatihan dan konsultasi Anda. 

Hubungi kami sekarang dan ikuti program pelatihan ESG kami untuk mempersiapkan organisasi Anda menjawab tantangan masa depan secara berkelanjutan.

ARTIKEL TERKAIT