Mengatasi Crab Mentality untuk Menjaga Tim yang Efektif

11 November 2021

Saat Anda memasukkan satu kepiting ke dalam ember, kepiting akan mencakar keluar dengan mudah. Namun, cobalah memasukkan seikat kepiting ke dalam ember. Jika salah satu dari mereka mencoba memanjat keluar, sisanya menariknya kembali ke dalam ember.

Jika kepiting mencoba memanjat keluar untuk kedua kalinya, kepiting lain akan menyerang lagi untuk sepenuhnya mencegah upaya kepiting lain untuk membebaskan diri. Artinya, tidak akan ada kepiting yang lolos karena mereka semua bekerja melawan satu sama lain.

Sayangnya, mentalitas seperti ini juga ditemukan pada perilaku manusia. Namun, dampak dari hal ini tentunya tidak baik karena menghambat seseorang untuk mengembangkan diri.

Disadari atau tidak, metode berpikir, perilaku, dan proses pengambilan keputusan seseorang sangat dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya. Artinya, Anda berisiko tetap jalan di tempat jika selalu berada di sekitar orang-orang yang membuat keputusan buruk di bidang yang ingin Anda dalami.

Pengertian Crab Mentality

Crab mentality adalah metafora atas cara seseorang merespons saat melihat orang lain di sekitarnya mencapai kemajuan. Hal ini terjadi pada orang-orang yang secara tidak sadar (atau bahkan secara sadar) mengulurkan tangan untuk menahan orang lain untuk berkembang.

Mereka melakukan apa yang bisa dilakukan menghalangi kemajuan atau bahkan menghentikan seseorang untuk sekedar mencoba. Orang dengan crab mentality merasa tidak aman saat melihat orang lain menjadi lebih baik dan menganggap bahwa dirinya gagal karena orang lain berhasil. Ciri orang dengan Crab Mentality muncul dengan sikap berikut:

1. Terlalu bangga pada diri sendiri dan memperlakukan orang lain lebih rendah. Anda dapat merasakan arogansi dari orang-orang tersebut.

2. Panik saat teman-temannya senang dan berkembang. Selain arogansi, Anda juga bisa merasakan rasa iri saat melihat seseorang maju melampauinya.

3. Moto hidupnya adalah Jika saya tidak bisa memilikinya, kamu juga tidak bisa. Karena itulah, orang dengan Crab Mentality lebih suka berharap semua orang akan gagal daripada membiarkan diri mereka gagal sementara orang lain berhasil.

4. Positif pada diri mereka, tapi penuh dengan hal-hal negatif untuk orang lain. Mereka hanya melihat hal-hal baik dalam diri mereka sendiri, tapi buta dalam hal karakteristik negatif dirinya.

5. Memiliki kecenderungan menyalahkan orang lain atas suatu kegagalan daripada membantunya. Orang dengan Crab Mentality akan membiarkan Anda semakin terpuruk ketika Anda sudah jatuh.

Cara Mengatasi Crab Mentality

Jika hal ini terjadi dalam sebuah tim, perlu dilakukan sesuatu untuk mengatasinya. Situasi tersebut tidak baik untuk efektivitas tim untuk berkembang. Baik sebagai atasan maupun anggota tim, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya Crab Mentality.

1. Buat sebuah kelompok diskusi

Identifikasi lingkungan yang ingin Anda dalami dan temukan kelompok diskusi untuk membantu Anda melakukannya. Kelompok-kelompok ini biasanya terdiri dari orang-orang yang berpikiran sama yang berkumpul untuk tujuan bersama.

Saat beberapa orang digabungkan, jumlah keseluruhan kekuatan mental diharapkan setara dengan lebih dari jumlah bagian-bagiannya. Dengan begitu, pola pikir yang terbentuk akan lebih terkendali sehingga bisa membawa tim untuk terus berkembang

2. Bekerja dengan mitra yang bertanggung jawab

Kemitraan yang dimaksud adalah hubungan yang disepakati bersama untuk saling melatih secara teratur untuk meningkatkan keberhasilan masing-masing. Temukan teman yang suportif dan Anda percayai untuk berdiskusi tentang pengembangan potensi diri.

Pastikan mereka juga sedang berupaya untuk terus berkembang dalam beberapa bidang kehidupan. Dalam hal ini, pelajari cara bekerja sama dengan berbagi kewajiban dan saling mendukung satu sama lain.

3. Dengarkan podcast dan lebih banyak membaca buku

Mendengarkan podcast dan membaca buku di bidang yang ingin ditekuni juga dapat memotivasi. Anda mungkin bisa mengetahui kisah orang-orang yang telah lebih dulu sukses sebelum Anda. Pelajari saran dan kiat suksesnya untuk mencapai kesuksesan sendiri.

4. Bicara dan berbagi pandangan pribadi

Bicarakan minat Anda dengan orang lain. Langkah sederhana ini akan membantu Anda untuk menarik orang-orang yang berpikiran sama. Selain itu, Anda juga dapat terlibat dalam percakapan yang menurut Anda menarik dan informatif.

5. Mendaftar kelas atau pelatihan

Temukan kelas lokal atau online yang mengajarkan tentang kehidupan yang Anda minati. Ini juga dapat membantu Anda bertemu orang-orang dengan minat yang sama. Dengan begitu, Anda juga mendapatkan informasi yang lebih banyak dan bermanfaat untuk sesuatu yang ingin ditekuni.

Jika Anda merasa memiliki mental seperti ini atau berada di tengah lingkungan yang menghambat diri Anda untuk berkembang, segera cari bantuan. Sesi sharing atau diskusi kelompok dapat cara untuk mengelola karyawan tetap termotivasi untuk terus berkembang.
 

Saat Anda memasukkan satu kepiting ke dalam ember, kepiting akan mencakar keluar dengan mudah. Namun, cobalah memasukkan seikat kepiting ke dalam ember. Jika salah satu dari mereka mencoba memanjat keluar, sisanya menariknya kembali ke dalam ember.

Jika kepiting mencoba memanjat keluar untuk kedua kalinya, kepiting lain akan menyerang lagi untuk sepenuhnya mencegah upaya kepiting lain untuk membebaskan diri. Artinya, tidak akan ada kepiting yang lolos karena mereka semua bekerja melawan satu sama lain.

Sayangnya, mentalitas seperti ini juga ditemukan pada perilaku manusia. Namun, dampak dari hal ini tentunya tidak baik karena menghambat seseorang untuk mengembangkan diri.

Disadari atau tidak, metode berpikir, perilaku, dan proses pengambilan keputusan seseorang sangat dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya. Artinya, Anda berisiko tetap jalan di tempat jika selalu berada di sekitar orang-orang yang membuat keputusan buruk di bidang yang ingin Anda dalami.

Pengertian Crab Mentality

Crab mentality adalah metafora atas cara seseorang merespons saat melihat orang lain di sekitarnya mencapai kemajuan. Hal ini terjadi pada orang-orang yang secara tidak sadar (atau bahkan secara sadar) mengulurkan tangan untuk menahan orang lain untuk berkembang.

Mereka melakukan apa yang bisa dilakukan menghalangi kemajuan atau bahkan menghentikan seseorang untuk sekedar mencoba. Orang dengan crab mentality merasa tidak aman saat melihat orang lain menjadi lebih baik dan menganggap bahwa dirinya gagal karena orang lain berhasil. Ciri orang dengan Crab Mentality muncul dengan sikap berikut:

1. Terlalu bangga pada diri sendiri dan memperlakukan orang lain lebih rendah. Anda dapat merasakan arogansi dari orang-orang tersebut.

2. Panik saat teman-temannya senang dan berkembang. Selain arogansi, Anda juga bisa merasakan rasa iri saat melihat seseorang maju melampauinya.

3. Moto hidupnya adalah Jika saya tidak bisa memilikinya, kamu juga tidak bisa. Karena itulah, orang dengan Crab Mentality lebih suka berharap semua orang akan gagal daripada membiarkan diri mereka gagal sementara orang lain berhasil.

4. Positif pada diri mereka, tapi penuh dengan hal-hal negatif untuk orang lain. Mereka hanya melihat hal-hal baik dalam diri mereka sendiri, tapi buta dalam hal karakteristik negatif dirinya.

5. Memiliki kecenderungan menyalahkan orang lain atas suatu kegagalan daripada membantunya. Orang dengan Crab Mentality akan membiarkan Anda semakin terpuruk ketika Anda sudah jatuh.

Cara Mengatasi Crab Mentality

Jika hal ini terjadi dalam sebuah tim, perlu dilakukan sesuatu untuk mengatasinya. Situasi tersebut tidak baik untuk efektivitas tim untuk berkembang. Baik sebagai atasan maupun anggota tim, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya Crab Mentality.

1. Buat sebuah kelompok diskusi

Identifikasi lingkungan yang ingin Anda dalami dan temukan kelompok diskusi untuk membantu Anda melakukannya. Kelompok-kelompok ini biasanya terdiri dari orang-orang yang berpikiran sama yang berkumpul untuk tujuan bersama.

Saat beberapa orang digabungkan, jumlah keseluruhan kekuatan mental diharapkan setara dengan lebih dari jumlah bagian-bagiannya. Dengan begitu, pola pikir yang terbentuk akan lebih terkendali sehingga bisa membawa tim untuk terus berkembang

2. Bekerja dengan mitra yang bertanggung jawab

Kemitraan yang dimaksud adalah hubungan yang disepakati bersama untuk saling melatih secara teratur untuk meningkatkan keberhasilan masing-masing. Temukan teman yang suportif dan Anda percayai untuk berdiskusi tentang pengembangan potensi diri.

Pastikan mereka juga sedang berupaya untuk terus berkembang dalam beberapa bidang kehidupan. Dalam hal ini, pelajari cara bekerja sama dengan berbagi kewajiban dan saling mendukung satu sama lain.

3. Dengarkan podcast dan lebih banyak membaca buku

Mendengarkan podcast dan membaca buku di bidang yang ingin ditekuni juga dapat memotivasi. Anda mungkin bisa mengetahui kisah orang-orang yang telah lebih dulu sukses sebelum Anda. Pelajari saran dan kiat suksesnya untuk mencapai kesuksesan sendiri.

4. Bicara dan berbagi pandangan pribadi

Bicarakan minat Anda dengan orang lain. Langkah sederhana ini akan membantu Anda untuk menarik orang-orang yang berpikiran sama. Selain itu, Anda juga dapat terlibat dalam percakapan yang menurut Anda menarik dan informatif.

5. Mendaftar kelas atau pelatihan

Temukan kelas lokal atau online yang mengajarkan tentang kehidupan yang Anda minati. Ini juga dapat membantu Anda bertemu orang-orang dengan minat yang sama. Dengan begitu, Anda juga mendapatkan informasi yang lebih banyak dan bermanfaat untuk sesuatu yang ingin ditekuni.

Jika Anda merasa memiliki mental seperti ini atau berada di tengah lingkungan yang menghambat diri Anda untuk berkembang, segera cari bantuan. Sesi sharing atau diskusi kelompok dapat cara untuk mengelola karyawan tetap termotivasi untuk terus berkembang.
 

Prasetiya Mulya Executive Learning Institute
Prasetiya Mulya Cilandak Campus, Building 2, #2203
Jl. R.A Kartini (TB. Simatupang), Cilandak Barat, Jakarta 12430
Indonesia
Prasetiya Mulya Executive Learning Institute
Prasetiya Mulya Cilandak Campus, Building 2, #2203
Jl. R.A Kartini (TB. Simatupang), Cilandak Barat,
Jakarta 12430
Indonesia