Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Apa itu Beta Tester dan Perannya dalam Eksperimen


12 October 2022
Banner-Sohibi-BETAtester.jpg

Saat membangun sebuah bisnis, Anda ingin membuat produk baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar. Sayangnya, jika di saat yang bersamaan Anda tidak menghasilkan keuntungan, Anda merasakan stres dan tekanan untuk menjual produk baru sesegera mungkin. 

Anda kemudian bertanya-tanya, apakah aplikasi hand phone, desain pakaian, atau subscription service disukai pasar? Atau malah produk tidak berkembang sehingga mempengaruhi penjualan? Dengan menggunakan Beta Tester, Anda dapat mencari tahu kemungkinan dan penyebab masalah bisnis Anda.

Apa itu Beta Tester?

Beta Tester adalah cara praktis dan terjangkau untuk menghasilkan feedback pada startup atau ide baru Anda. Penggunaan Beta Tester juga memungkinkan Anda untuk memberikan informasi kepada target audiens tentang kegunaan dan keuntungan menggunakan produk. Untuk lebih jelas, berikut pembahasan tentang Beta Tester dan cara melakukan uji cobanya.

Manfaat Beta Tester

Sebuah perusahaan analisis bisnis dan data global yang menyediakan informasi pasar kepada perusahaan swasta dan investor, CB Insights melakukan survei terkait dengan alasan gagalnya sebuah brand. Survei tersebut menunjukan bahwa sebanyak 35% startup gagal karena produk yang dikeluarkan tidak dibutuhkan pasar, 20% gagal karena kalah bersaing, 15% bermasalah dengan harga, dan 8% menjual produk yang buruk.

Sebagai pelaku bisnis yang telah menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan mungkin tahun untuk merencanakan bisnis dan produk baru, melihat bisnis tidak berkembang atau gagal akan sangat membuat Anda sedih hingga marah. 

Namun, lebih baik Anda mempelajari sumber masalahnya. Ini dilakukan agar Anda dapat meminimalisir risiko dan mengatasi masalah di kemudian hari. Beta Tester dapat membantu Anda untuk mengetahui kemungkinan sumber masalah dan memungkinkan Anda untuk mengatasi masalah sebelum produk diluncurkan. Beberapa manfaat Beta Tester di antaranya:

  • Sebelum rilis Beta Tester akan membuat buzz tentang brand, layanan, dan produk Anda;
  • Memungkinkan Anda untuk mengumpulkan detail tentang demografi target pasar, seperti cara orang-orang dengan latar belakang atau usia yang berbeda melihat atau menggunakan produk Anda;
  • Memvalidasi persyaratan dan manfaat produk sambil lebih memahami harapan pasar Anda;
  • Menyempurnakan marketing, periklanan, dan penempatan berdasarkan kinerja produk dan feedback penguji beta; dan
  • Mengidentifikasi masalah sejak dini dan mengembangkan solusi untuk mengatasi masalah, sehingga kepuasaan pelanggan akan meningkat.

Cara melakukan eksperimen Beta Tester

Tidak ada formula yang pasti untuk melakukan Beta Tester. Namun, Anda perlu mengingat bahwa eksperimen harus relevan dengan tujuan Anda. Berikut beberapa persyaratan yang Anda perlukan untuk memastikan produk siap untuk diuji coba:

  • Produk harus sudah lengkap, dan sesuai dengan rencana ketika ingin dipasarkan;
  • Produk harus stabil, sehingga pengguna tidak mengalami crash yang tidak diinginkan;
  • Harus diuji di dunia nyata dan menyelesaikan kemungkinan-kemungkinan yang dihadapi pengguna sehari-hari; dan
  • Pengguna yang berpartisipasi harus target pasar Anda.

Setelah memastikan produk siap diuji coba, penting bagi Anda untuk mengetahui target pasar, sebab mereka adalah subyek utama uji coba ini. Lebih baik lagi jika target pasar diisi dari berbagai macam orang-orang dari latar belakang dan usia yang beragam. Karena jika semua orang yang ada di Beta Tester adalah anggota keluarga atau teman, feedback yang dihasilkan pun tidak akan otentik.

Untuk menemukan Beta Tester, berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  • Daftar email: Kirim undangan eksklusif kepada pelanggan yang sudah subscribers ke email Anda. Untuk hasil yang lebih baik, segmentasikan pelanggan berdasarkan keaktifan dan jangkauan;
  • Acara komunitas: Berpartisipasilah dalam acara-acara, seperti bazaar, pameran, dan konferensi. Untuk melakukan uji coba, buat stan pendaftaranan dan dorong mereka untuk mengisi data diri di formulir yang sudah Anda sediakan;
  • Media sosial: Agar audiens tertarik untuk mengunjungi page, arahkan mereka untuk melakukan subscribers ke email Anda. Sebarkan informasi ke media sosial dan manfaatkan pula penggunaan tagar, seperti #Betatesting dan #Betatesters;
  • Forum dan layanan online: Pertimbangkan untuk menggunakan situs yang dibuat untuk Beta Tester, seperti BetaList, Betabound, atau Beta Family.

Demand pasar tinggi dan akan terus meningkat. Dengan menggunakan aplikasi dan situs website Beta Tester, bisnis Anda dapat lebih mudah memahami kebutuhan pasar. 

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-July-No.3.jpg
Branding Produk yang Akan Membuat Anda Lebih Menonjol dari Kompetitor
19 July 2024

Branding produk kini jadi semakin penting di tengah era globalisasi dan digitalisasi yang terus berkembang. Kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial telah menciptakan pasar yang lebih dinamis dan kompetitif. 

Branding tidak hanya tentang bagaimana produk Anda terlihat, tetapi juga tentang bagaimana produk Anda dirasakan dan diingat oleh konsumen. Pada hakikatnya branding adalah seni dan ilmu menciptakan citra yang kuat dan konsisten untuk produk atau layanan Anda.

Branding yang efektif mampu menciptakan hubungan emosional dengan konsumen, membangun loyalitas, dan membedakan produk Anda dari kompetitor. Ketahui definisi, jenis, manfaat, dan langkah-langkah tepat melakukannya pada artikel berikut ini.

Definisi Branding Produk

Branding produk adalah proses strategis dalam menciptakan identitas unik untuk sebuah produk atau layanan melalui berbagai elemen. Branding tidak hanya berkaitan dengan aspek visual, tetapi juga mencakup persepsi, nilai, dan emosi yang terkait dengan produk tersebut. 

Dengan branding yang efektif, sebuah produk dapat menciptakan citra yang kuat dan berkesan di benak konsumen. Pada akhirnya hal ini akan berkontribusi pada kesuksesan dan keberlanjutan bisnis. 

Jenis-Jenis Branding Produk

Branding produk mencakup berbagai jenis strategi yang dapat digunakan untuk menciptakan identitas unik dan kuat bagi produk atau layanan. Berikut adalah beberapa jenis branding produk yang umum:

  1. Corporate Branding (Branding Perusahaan)

Fokus pada perusahaan secara keseluruhan daripada produk individu. Contoh: Apple, yang dikenal tidak hanya untuk produk iPhone atau MacBook, tetapi juga untuk inovasi dan kualitas secara keseluruhan.

  1. Product Branding (Branding Produk)

Menciptakan identitas unik untuk produk individu yang membedakannya dari produk lain di pasar. Contoh: Coca-Cola dengan produk minuman bersoda khasnya.

  1. Personal Branding (Branding Pribadi)

Fokus pada individu tertentu, sering digunakan oleh selebriti, influencer, dan profesional untuk mempromosikan diri dan karya mereka. Contoh: Oprah Winfrey atau Elon Musk.

  1. Co-Branding

Beberapa merek berkolaborasi untuk menghasilkan produk atau layanan baru. Ini dapat membantu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kredibilitas. Contoh: Kolaborasi antara Nike dan Apple untuk produk Nike+iPod.

  1. Geographic Branding (Branding Geografis)

Mempromosikan produk atau layanan berdasarkan lokasi geografis tertentu, sering kali menggunakan asal usul sebagai keunggulan kompetitif. Contoh: Keju Parmigiano-Reggiano dari Italia.

  1. Retail Branding

Strategi yang digunakan oleh pengecer untuk menciptakan identitas unik bagi toko mereka. Contoh: IKEA dengan konsep toko dan produk furniturnya yang unik.

Manfaat Branding Produk

Pentingnya branding produk terletak pada kemampuannya untuk mengubah cara konsumen memandang dan berinteraksi dengan produk Anda. Berikut beberapa alasan pentingnya branding produk:

  1. Membedakan dari Kompetitor

Dalam pasar yang dipenuhi dengan produk serupa, branding yang kuat membantu produk Anda menonjol. Identitas yang unik dan berbeda menarik perhatian konsumen dan memberikan alasan bagi mereka untuk memilih produk Anda dibandingkan produk kompetitor.

  1. Membangun Kepercayaan Konsumen

Konsumen cenderung lebih percaya pada produk yang memiliki branding yang konsisten dan profesional. Branding yang baik menciptakan persepsi kualitas dan keandalan yang pada akhirnya membangun loyalitas konsumen.

  1. Memudahkan Pengenalan Produk

Branding yang efektif memudahkan konsumen untuk mengenali produk Anda di antara banyak produk lainnya. Elemen visual seperti logo, warna, dan kemasan, serta elemen auditif seperti slogan dan jingle, semuanya berkontribusi dalam membangun pengenalan produk.

  1. Memudahkan Pengenalan Produk

Produk dengan branding yang kuat sering kali dapat dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan produk tanpa branding yang jelas. Konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang mereka kenal dan percayai.

Langkah-Langkah dalam Membangun Branding yang Efektif

Membangun branding yang efektif adalah kunci untuk memastikan produk Anda tidak hanya dikenal, tetapi juga diingat dan dicintai oleh konsumen. Berikut ini adalah beberapa langkah penting yang perlu diikuti dalam membangun branding yang efektif:

  1. Menentukan Target Pasar

Langkah pertama dalam membangun branding adalah memahami siapa target pasar Anda. Mengetahui demografi, psikografi, dan perilaku konsumen Anda akan membantu menciptakan pesan dan identitas yang tepat.

  1. Membangun Identitas Merek

Identitas merek mencakup nama merek, logo, warna, tipografi, dan elemen visual lainnya. Pastikan elemen-elemen ini menggambarkan karakter dan nilai-nilai merek Anda. Konsistensi dalam penggunaan elemen visual sangat penting untuk membangun pengenalan dan kepercayaan.

  1. Menciptakan Pesan Merek

Pesan merek adalah cara Anda berkomunikasi dengan konsumen. Ini mencakup tagline, slogan, dan narasi yang menceritakan cerita merek Anda. Pesan harus jelas, konsisten, dan relevan dengan target pasar Anda.

  1. Mengimplementasikan Strategi Pemasaran

Dalam era digital, kehadiran online yang kuat sangat penting. Website profesional, profil media sosial yang aktif, dan strategi konten yang baik akan membantu Anda menjangkau dan berinteraksi dengan konsumen secara lebih efektif.

  1. Mendukung Inovasi

Pemahaman yang baik tentang kebutuhan dan harapan pengguna dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk yang lebih baik di masa depan.

Branding produk adalah elemen krusial dalam strategi bisnis modern. Dengan membangun identitas yang kuat dan menciptakan kepercayaan konsumen, branding yang efektif dapat membawa kesuksesan jangka panjang bagi produk Anda.

Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini, Anda dapat memastikan produk Anda tidak hanya dikenal, tetapi juga dicintai oleh konsumen. 

Branding produk hanyalah satu dari sekian banyak strategi manajemen yang bisa dilakukan perusahaan. Pahami lebih dalam tentang berbagai elemen dari  strategi manajemen melalui program Strategic Brand Management dari prasmul-eli.

Dengan durasi belajar 2 hari, program ini bersertifikasi ISO 9001:2015 memiliki lima pembahasan berikut ini:

  • Product and Brand Management
  • Brand Element
  • Brand Identity
  • Brand Loyalty
  • Brand Extensions

 

Hubungi prasmul-eli untuk informasi lebih lengkapnya melalui link ini!

Banner-Article-July-No.2.jpg
User Experience Sebagai Pendorong Kepuasan Pengguna di Era Digital
18 July 2024

User Experience (UX) adalah elemen krusial dalam kesuksesan produk dan layanan dalam era digital. Dalam berbagai aplikasi, UX memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana pengguna berinteraksi ketika menggunakan suatu produk. 

Menciptakan pengalaman positif bukan hanya sekadar memberikan tampilan yang menarik, tetapi juga melibatkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan perilaku pengguna. UX yang baik dapat meningkatkan loyalitas pengguna, mengurangi tingkat churn, dan bahkan mempercepat adopsi produk di pasar yang kompetitif. 

Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai aspek dari UX, mulai dari pengertian hingga penerapan praktisnya dalam dunia bisnis.

Definisi User Experience (UX)

User Experience (UX) adalah konsep yang mencakup semua aspek interaksi pengguna dengan suatu perusahaan, layanan, dan produk. Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman yang memuaskan dan menyenangkan bagi pengguna, serta memenuhi kebutuhan dan harapan mereka.

UX tidak hanya berfokus pada desain visual, tetapi juga pada keseluruhan proses yang dialami pengguna. Proses ini mulai dari mencari informasi hingga menggunakan produk atau layanan tersebut.

Fungsi User Experience (UX)

Fungsi user experience dalam pengembangan produk sangatlah vital untuk mencapai kesuksesan di pasar yang kompetitif. Dengan memahami berbagai fungsi utama UX, perusahaan dapat menciptakan pengalaman yang optimal dan pada gilirannya meningkatkan retensi dan loyalitas. 

Berikut adalah beberapa fungsi utama UX:

  1. Meningkatkan Kepuasan Pengguna

Fungsi utama user experience adalah meningkatkan kepuasan pengguna dengan membuat interaksi mereka dengan produk menjadi lebih mudah, efisien, dan menyenangkan. UX yang baik memastikan bahwa pengguna dapat dengan cepat menemukan apa yang mereka cari dan menyelesaikan tugas tanpa kesulitan.

  1. Meningkatkan Retensi dan Loyalitas Pengguna

Pengalaman pengguna yang positif mendorong loyalitas. Ketika pengguna merasa nyaman dan puas dengan suatu produk, mereka cenderung untuk terus menggunakannya dan bahkan merekomendasikannya kepada orang lain.

  1. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas

UX yang baik dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pengguna dengan menyediakan antarmuka yang intuitif dan fungsional. Pengguna dapat menyelesaikan tugas lebih cepat dengan lebih sedikit kesalahan, yang berarti mereka dapat fokus pada hal-hal yang lebih penting. 

  1. Mengurangi Biaya Dukungan Pelanggan

Produk dengan user experience yang buruk cenderung menyebabkan frustasi dan kebingungan bagi pengguna, yang pada akhirnya meningkatkan kebutuhan akan dukungan pelanggan. Dengan berinvestasi untuk memperbaiki UX, perusahaan dapat mengurangi jumlah panggilan dan permintaan dukungan, yang pada gilirannya dapat menurunkan biaya operasional.

  1. Meningkatkan Tingkat Konversi

Dalam konteks e-commerce atau aplikasi yang berorientasi pada penjualan, UX yang baik dapat meningkatkan tingkat konversi. Dengan merancang jalur pengguna yang jelas dan sederhana dari awal hingga akhir, pengguna jadi lebih cepat untuk melakukan pembelian.

Komponen-Komponen User Experience (UX)

Setiap komponen UX memainkan peran penting dalam menciptakan pengalaman yang holistik dan memuaskan bagi pengguna. Berikut adalah komponen-komponen utama user experience di antaranya adalah:

  1. Usability (Kegunaan): Menyediakan navigasi yang mudah, antarmuka yang intuitif, dan kemudahan dalam mencapai tujuan pengguna.
  2. Desain Interaksi: Memastikan interaksi antara pengguna dan produk berjalan lancar, responsif, dan efisien.
  3. Desain Visual: Menarik perhatian pengguna melalui elemen visual yang estetik dan fungsional.
  4. Struktur Informasi: Mengorganisasi konten dan informasi sehingga mudah ditemukan dan dimengerti oleh pengguna.
  5. Accessibility (Aksesibilitas): Menjamin bahwa produk dapat digunakan oleh semua orang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas.
  6. Kepuasan Pengguna: Mengukur sejauh mana pengguna merasa puas dengan pengalaman yang mereka dapatkan.

Pentingnya User Experience (UX) untuk Bisnis

Penerapan UX yang tepat  dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan, meningkatkan loyalitas, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan bisnis. 

Pentingnya user experience dalam bisnis dapat dilihat dari berbagai manfaat yang ditawarkannya, beberapa di antaranya adalah:

  1. Meningkatkan Kepuasan Pengguna

Manfaat user experience yang pertama adalah dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Pengalaman yang baik membuat pengguna merasa puas dan senang menggunakan produk atau layanan. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas dan retensi pengguna.

  1. Mengurangi Biaya

Produk yang dirancang dengan UX yang baik dapat mengurangi biaya dukungan pelanggan karena pengguna lebih jarang mengalami masalah atau kebingungan. Hal ini mengurangi jumlah panggilan dan bantuan, yang pada gilirannya mengurangi beban kerja tim dukungan pelanggan dan menurunkan biaya operasional.

  1. Meningkatkan Konversi

Situs web atau aplikasi yang memiliki UX yang baik cenderung memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi. Hal ini karena pengguna merasa nyaman dan mudah dalam mencapai tujuan mereka, seperti melakukan pembelian.

  1. Membangun Reputasi Merek

Pengalaman positif dapat meningkatkan citra dan reputasi merek. Pengguna yang merasa puas biasanya akan merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain.

  1. Mendukung Inovasi

Pemahaman yang baik tentang kebutuhan dan harapan pengguna dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk yang lebih baik di masa depan.

User experience adalah aspek yang sangat penting dalam pengembangan produk dan layanan. Dengan fokus pada UX, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pengguna, mengurangi biaya, meningkatkan konversi, dan membangun reputasi merek yang kuat.

UX hanyalah salah satu aspek yang perlu Anda kuasai dalam dunia Digital Marketing. Optimasi masih perlu dilakukan di ranah search engine, website, hingga media sosial. 

Pahami lebih dalam tentang penerapan digital marketing pada perusahaan melalui program Digital Marketing Fundamental dari prasmul-eli.

Dengan durasi belajar 2 hari, program ini bersertifikasi ISO 9001:2015 memiliki tujuh pembahasan berikut ini:

  • Introduction to Digital Marketing Strategy
  • Customer Persona
  • Social Media Marketing
  • Digital Paid Advertising
  • Digital Free Advertising
  • Customer Journey & Online Sales Funnel
  • Digital Marketing Strategy & Workshop


Hubungi prasmul-eli untuk informasi lebih lengkapnya melalui link ini!

Banner-Article-July-No.6 (1).jpg
Apa Itu Customer: Karakteristik, Jenis, dan Fungsinya
16 July 2024

Istilah customer pasti sudah sering Anda dengar. Namun, sebenarnya apa itu customer dan apa fungsinya untuk perkembangan bisnis? 

Customer atau pelanggan selalu menjadi perhatian utama dari setiap perusahaan. Alasannya, tanpa customer tentu tidak akan ada pendapatan. Lalu, tanpa pendapatan pastinya perusahaan tidak dapat bertahan.

Oleh karena itu, memahami customer, mulai dari definisi hingga karakteristiknya adalah hal yang sangat penting untuk kesuksesan bisnis. Customer bukan hanya sekadar pembeli produk atau jasa; mereka adalah bagian dari ekosistem bisnis yang berperan penting dalam perusahaan.

Pemahaman mendalam tentang jenis-jenis pelanggan dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien. 

Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui berbagai aspek tentang customer, mulai dari definisi, karakteristik, hingga jenis-jenis dan fungsinya dalam bisnis.

Definisi Customer

Customer atau pelanggan adalah individu atau organisasi yang membeli barang atau jasa dari perusahaan. Dalam bisnis, mereka merupakan elemen paling penting karena menjadi sumber pendapatan utama bagi perusahaan.

Keberhasilan bisnis sangat tergantung pada kemampuan mereka untuk menarik, mempertahankan, dan memuaskan pelanggan. Tanpa pelanggan, perusahaan tidak dapat beroperasi dan menghasilkan keuntungan.

Karakteristik Customer

Setelah memahami apa itu customer, Anda juga perlu mengetahui seperti apa karakteristik dari customer. 

Perusahaan perlu memahami dengan mendalam siapa pelanggan mereka dan apa yang diinginkan. Pemahaman ini tidak hanya mencakup pengetahuan tentang kebutuhan dan harapan mereka, tetapi juga karakteristik unik yang membentuk keputusan pembelian mereka. 

Berikut beberapa karakteristik dari customer:

  1. Kebutuhan dan Keinginan

Customer memiliki kebutuhan dan keinginan tertentu yang ingin mereka penuhi. Perusahaan harus mampu mengidentifikasi dan memahami kebutuhan serta keinginan ini untuk dapat menawarkan produk atau layanan yang sesuai.

  1. Harapan

Customer memiliki ekspektasi tertentu terhadap produk atau layanan yang mereka beli. Harapan ini mencakup kualitas, harga, dan pelayanan.

Jika harapan ini tidak terpenuhi, pelanggan mungkin akan mencari alternatif lain.

  1. Pengalaman

Customer saat berinteraksi dengan produk atau layanan sangat memengaruhi kepuasan mereka. Pengalaman yang positif dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, sementara pengalaman yang negatif dapat menyebabkan mereka beralih ke pesaing.

  1. Loyalitas

Loyalitas customer adalah tingkat kesetiaan mereka terhadap perusahaan atau merek tertentu. Customer yang loyal cenderung melakukan pembelian berulang dan merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain.

  1. Komunikasi

Customer sering berkomunikasi dengan perusahaan melalui berbagai saluran, seperti email, telepon, media sosial, dan tatap muka. Komunikasi yang efektif dan responsif dapat meningkatkan kepuasan customer.

Jenis-Jenis Customer

Memahami berbagai jenis pelanggan adalah kunci untuk merancang strategi bisnis yang efektif. Setiap pelanggan memiliki perilaku, kebutuhan, dan preferensi yang berbeda, yang memengaruhi bagaimana mereka berinteraksi dengan perusahaan.

Berikut beberapa jenis-jenis customer yang umum ditemukan dalam bisnis:

  1. Customer Baru

Customer yang baru pertama kali membeli produk atau layanan dari perusahaan. Perusahaan harus memberikan kesan yang baik untuk memastikan customer ini kembali melakukan pembelian.

  1. Customer Setia

Customer yang secara konsisten melakukan pembelian dari perusahaan dalam jangka waktu yang lama. Mereka sering kali menjadi pendukung setia merek dan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.

  1. Customer Potensial

Individu atau organisasi yang memiliki kemungkinan untuk menjadi customer di masa depan. Perusahaan perlu melakukan upaya pemasaran dan penjualan untuk menarik perhatian mereka.

  1. Customer Pasif

Customer yang jarang melakukan pembelian atau hanya membeli dalam jumlah kecil. Meskipun kontribusi mereka terhadap pendapatan mungkin kecil, mereka tetap penting karena dapat berubah menjadi customer setia.

  1. Mantan Customer

Customer yang sebelumnya membeli produk atau layanan tetapi tidak lagi melakukannya. Mengetahui alasan di balik keputusan mereka untuk berhenti membeli dapat membantu perusahaan meningkatkan layanan dan produk mereka.

Fungsi Customer dalam Bisnis

Setiap bisnis yang ingin berkembang dan bertahan dalam jangka panjang harus memahami pentingnya peran customer. 

Berikut beberapa fungsi customer untuk bisnis yang perlu Anda pahami:

  1. Sumber Pendapatan

Customer adalah sumber utama pendapatan perusahaan. Tanpa pelanggan yang membeli produk atau layanan, perusahaan tidak dapat menghasilkan uang dan tetap beroperasi.

  1. Umpan Balik

Customer memberikan umpan balik yang berharga mengenai produk atau layanan. Umpan balik ini dapat membantu perusahaan memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta memperbaiki dan mengembangkan produk atau layanan baru.

  1. Pemasaran Word-of-Mouth

Customer yang puas cenderung merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain. Pemasaran dari mulut ke mulut ini adalah salah satu bentuk pemasaran yang paling efektif dan dapat meningkatkan reputasi serta pangsa pasar perusahaan.

  1. Inovasi Produk

Dengan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan, perusahaan dapat mengembangkan produk baru yang lebih inovatif dan sesuai dengan permintaan pasar.

  1. Loyalitas

Customer yang puas dan setia cenderung melakukan pembelian berulang dan menjadi basis customer yang stabil. Loyalitas customer juga dapat membantu perusahaan bertahan dalam kondisi pasar yang sulit.

 

Setelah membaca uraian di atas, tentu Anda sudah memahami apa itu customer dan manfaatnya bagi bisnis, kan?

Customer atau pelanggan adalah elemen krusial dalam dunia bisnis. Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan baik adalah kunci untuk mencapai kesuksesan jangka panjang.

Perusahaan harus selalu berfokus pada pengalaman customer, loyalitas, dan inovasi untuk tetap relevan dan kompetitif di pasar. Untuk itu, pemahaman mendalam tentang pengelolaan customer wajib dilakukan.

Pelajari lebih dalam tentang cara menjaga kepuasan dan hubungan baik dengan customer melalui program Customer Satisfaction & Relationship dari prasmul-eli.

Dengan durasi belajar dua hari, program yang bersertifikasi ISO 9001:2015 ini memiliki 10 pembahasan berikut ini:

  • Customer Satisfaction
  • Customer Value
  • Servuction System
  • Service profit chain
  • 8Ps for customer Satisfaction
  • Customer Loyalty
  • Customer Loyalty Ladder
  • Customer Relationship Management
  • Share of Wallet
  • Cross Sell and Up Sell


Hubungi prasmul-eli untuk informasi lebih lengkapnya melalui link ini!