Pentingnya Word of Mouth Marketing untuk Menarik Pelanggan di Media Sosial

14 October 2021

Word of Mouth (WOM) marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang efektif untuk menjual sebuah produk. Hal ini berlaku pada bentuk produk berupa barang maupun jasa. Secara tidak sadar, setiap orang pasti sudah pernah melakukan cara ini untuk memasarkan sebuah produk.

Media komunikasi untuk pemasaran semakin penuh teriakan berbagai brand. Konsumen mungkin sudah tidak percaya lagi pada iklan. Di saat bersamaan, biaya pemasangan iklan juga semakin mahal sehingga hasilnya mungkin tidak sepadan dengan ekspektasi.

Menurut Nielsen, 92% konsumen lebih memercayai rekomendasi dari teman dan keluarga daripada semua bentuk iklan. WOMMA dan American Marketing Association (AMA) memutuskan untuk mencari tahu persis apa yang dilakukan merek tentang fakta itu.

Dalam sebuah studi baru-baru ini, 64% marketing executive menunjukkan bahwa mereka percaya bahwa pemasaran dari mulut ke mulut adalah bentuk yang paling efektif. Namun, hanya 6% yang mengatakan bahwa mereka telah menguasainya.

Menurut Kimberly A. Whitler dalam artikel Forbes, kini strategi pemasaran harus berfokus pada tiga hal untuk melakukan WOM marketing yaitu Engage, Equip, dan Empower (3E). Berikut cara mengaplikasikan tiga hal tersebut pada WOM media sosial Anda.

1. Engage

Libatkan pengguna produk dan dengarkan yang mereka katakan. Jadilah bagian dari semua hal yang dibicarakan orang tentang brand Anda dengan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Salah satu layanan yang baik dilakukan oleh @NikeSupport di Twitter.

Ya, strategi WOM tentu tidak diartikan terbatas sebagai percakapan yang dilontarkan secara lisan. Namun, keterlibatan pengguna produk dengan brand bisa membuat mereka merasa dihargai dan merasa senang untuk terus menggunakan produk.

Hal paling sederhana juga dapat ditemukan dengan merespons komentar pelanggan pada review produk di marketplace. Semakin banyak review positif yang diberikan, semakin banyak orang yang tertarik untuk mencoba produk brand Anda.

2. Equip

Beri alasan agar pelanggan bisa membicarakan produk Anda. Anda bisa membuat produk dengan kualitas luar biasa, layanan yang hebat, cerita dan fakta luar biasa, atau bahkan ungkapan lucu. Hal ini tergantung seberapa dekat Anda memahami segmen konsumen.

Pastikan untuk mengetahui apa yang mereka sukai dan sediakan apa pun yang dibutuhkan dari produk Anda. Contohnya, saat Apple merevolusi perangkat teknologi dan memberikan produk luar biasa kepada konsumennya, pelanggan secara alami membahas iPhone terbaru.

3. Empower

Sebuah brand juga bisa memberikan konsumen cara yang berbeda untuk berbicara dan berbagi. Biarkan pelanggan tahu bahwa mereka penting bagi Anda dan berbagi pendapat mereka juga penting bagi Anda.

Terima pendapat berupa masukan maupun komplain dari konsumen dan temukan cara untuk mengatasinya. Hal ini akan membuat orang tidak segan untuk memberi respons dan merekomendasikan layanan produk Anda pada orang lain.

Jika tiga hal tersebut (3E) telah dikuasai oleh sebuah brand, keberhasilan pemasaran produk tentu akan berbanding lurus dengan peningkatan penjualan. Teknologi telah meningkatkan interaksi sosial sehingga memudahkan konsumen melakukan pemasaran untuk brand Anda.

Sebuah postingan yang dibuat seseorang akan berpotensi dilihat oleh ratusan teman yang mempercayai mereka. Hal ini akan menyebar ke lingkaran pertemanan lainnya sehingga lebih banyak orang yang mendapatkan rekomendasi produk Anda.

Perlu diingat bahwa karakteristik dari WOM marketing adalah kredibilitas. Jika dilakukan secara konsisten, kampanye ini dapat menjadi strategi berulang yang bermanfaat bagi konsumen maupun brand.

Namun, ketidakjujuran akan menjadi bumerang saat strategi ini tengah dilakukan. Karena itu, diperlukan manajemen respons dan krisis yang baik. Short Programs di prasmul-eli dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan keterampilan fungsional bagi perusahaan.

Untuk mengembangkan kerangka pemikiran strategis pemasaran yang tepat untuk melakukan WOM, ada pilihan short program yang sesuai untuk karyawan. Mengelola pelanggan dengan baik bisa memberikan aset jangka panjang melalui program berikut.

  • Integrated Marketing Communication
  • Strategic Brand Management
  • Customer Satisfaction & Relationship Program

Manajemen pelanggan yang baik dapat memberikan kepuasan terhadap brand. Dengan begitu, Anda bisa membuat konsumen puas dan merekomendasikan produk atau layanan Anda pada orang di sekitarnya. Jadi, kredibilitas brand akan terbentuk secara alami dan terukur untuk keberhasilan pemasaran jangka panjang.
 

Word of Mouth (WOM) marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang efektif untuk menjual sebuah produk. Hal ini berlaku pada bentuk produk berupa barang maupun jasa. Secara tidak sadar, setiap orang pasti sudah pernah melakukan cara ini untuk memasarkan sebuah produk.

Media komunikasi untuk pemasaran semakin penuh teriakan berbagai brand. Konsumen mungkin sudah tidak percaya lagi pada iklan. Di saat bersamaan, biaya pemasangan iklan juga semakin mahal sehingga hasilnya mungkin tidak sepadan dengan ekspektasi.

Menurut Nielsen, 92% konsumen lebih memercayai rekomendasi dari teman dan keluarga daripada semua bentuk iklan. WOMMA dan American Marketing Association (AMA) memutuskan untuk mencari tahu persis apa yang dilakukan merek tentang fakta itu.

Dalam sebuah studi baru-baru ini, 64% marketing executive menunjukkan bahwa mereka percaya bahwa pemasaran dari mulut ke mulut adalah bentuk yang paling efektif. Namun, hanya 6% yang mengatakan bahwa mereka telah menguasainya.

Menurut Kimberly A. Whitler dalam artikel Forbes, kini strategi pemasaran harus berfokus pada tiga hal untuk melakukan WOM marketing yaitu Engage, Equip, dan Empower (3E). Berikut cara mengaplikasikan tiga hal tersebut pada WOM media sosial Anda.

1. Engage

Libatkan pengguna produk dan dengarkan yang mereka katakan. Jadilah bagian dari semua hal yang dibicarakan orang tentang brand Anda dengan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Salah satu layanan yang baik dilakukan oleh @NikeSupport di Twitter.

Ya, strategi WOM tentu tidak diartikan terbatas sebagai percakapan yang dilontarkan secara lisan. Namun, keterlibatan pengguna produk dengan brand bisa membuat mereka merasa dihargai dan merasa senang untuk terus menggunakan produk.

Hal paling sederhana juga dapat ditemukan dengan merespons komentar pelanggan pada review produk di marketplace. Semakin banyak review positif yang diberikan, semakin banyak orang yang tertarik untuk mencoba produk brand Anda.

2. Equip

Beri alasan agar pelanggan bisa membicarakan produk Anda. Anda bisa membuat produk dengan kualitas luar biasa, layanan yang hebat, cerita dan fakta luar biasa, atau bahkan ungkapan lucu. Hal ini tergantung seberapa dekat Anda memahami segmen konsumen.

Pastikan untuk mengetahui apa yang mereka sukai dan sediakan apa pun yang dibutuhkan dari produk Anda. Contohnya, saat Apple merevolusi perangkat teknologi dan memberikan produk luar biasa kepada konsumennya, pelanggan secara alami membahas iPhone terbaru.

3. Empower

Sebuah brand juga bisa memberikan konsumen cara yang berbeda untuk berbicara dan berbagi. Biarkan pelanggan tahu bahwa mereka penting bagi Anda dan berbagi pendapat mereka juga penting bagi Anda.

Terima pendapat berupa masukan maupun komplain dari konsumen dan temukan cara untuk mengatasinya. Hal ini akan membuat orang tidak segan untuk memberi respons dan merekomendasikan layanan produk Anda pada orang lain.

Jika tiga hal tersebut (3E) telah dikuasai oleh sebuah brand, keberhasilan pemasaran produk tentu akan berbanding lurus dengan peningkatan penjualan. Teknologi telah meningkatkan interaksi sosial sehingga memudahkan konsumen melakukan pemasaran untuk brand Anda.

Sebuah postingan yang dibuat seseorang akan berpotensi dilihat oleh ratusan teman yang mempercayai mereka. Hal ini akan menyebar ke lingkaran pertemanan lainnya sehingga lebih banyak orang yang mendapatkan rekomendasi produk Anda.

Perlu diingat bahwa karakteristik dari WOM marketing adalah kredibilitas. Jika dilakukan secara konsisten, kampanye ini dapat menjadi strategi berulang yang bermanfaat bagi konsumen maupun brand.

Namun, ketidakjujuran akan menjadi bumerang saat strategi ini tengah dilakukan. Karena itu, diperlukan manajemen respons dan krisis yang baik. Short Programs di prasmul-eli dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan keterampilan fungsional bagi perusahaan.

Untuk mengembangkan kerangka pemikiran strategis pemasaran yang tepat untuk melakukan WOM, ada pilihan short program yang sesuai untuk karyawan. Mengelola pelanggan dengan baik bisa memberikan aset jangka panjang melalui program berikut.

  • Integrated Marketing Communication
  • Strategic Brand Management
  • Customer Satisfaction & Relationship Program

Manajemen pelanggan yang baik dapat memberikan kepuasan terhadap brand. Dengan begitu, Anda bisa membuat konsumen puas dan merekomendasikan produk atau layanan Anda pada orang di sekitarnya. Jadi, kredibilitas brand akan terbentuk secara alami dan terukur untuk keberhasilan pemasaran jangka panjang.
 

Prasetiya Mulya Executive Learning Institute
Prasetiya Mulya Cilandak Campus, Building 2, #2203
Jl. R.A Kartini (TB. Simatupang), Cilandak Barat, Jakarta 12430
Indonesia
Prasetiya Mulya Executive Learning Institute
Prasetiya Mulya Cilandak Campus, Building 2, #2203
Jl. R.A Kartini (TB. Simatupang), Cilandak Barat,
Jakarta 12430
Indonesia