Beranda
>
Gagasan
>
Artikel

Omnichannel: Definisi, Cara Kerja, Keuntungan, dan Contohnya


10 May 2024
cover-artikel-putih.jpg

Salah satu istilah dalam strategi marketing yang sedang ramai dibircarakan dalam dunia ecommerce adalah omnichannel atau omnichannel marketing. 

Secara sederhana, omnichannel adalah integrasi dari beberapa channel platform yang digunakan oleh sebuah bisnis/perusahaan untuk berinteraksi dengan konsumen mereka. 

Perkembangan teknologi yang ada saat ini menciptakan berbagai jenis inovasi baru dalam dunia marketing yang tentunya harus diperhatikan.

Dalam upaya meningkatkan customer experience yang baik, penggunaan strategi seperti omnichannel bisa Anda coba sebagai pemilik bisnis. 

Apa itu omnichannel dan bagaimana penggunaannya untuk mendukung bisnis Anda. Berikut penjelasan selengkapnya. 

Definisi Omnichannel

Mengutip Oracle, secara sederhana omnichannel adalah istilah yang digunakan dalam ecommerce untuk menjelaskan strategi bisnis yang menyediakan pengalaman berbelanja melalui berbagai jenis channel termasuk toko offline/in store, mobile, dan online. 

Tujuan utama dari omnichannel ini adalah untuk memberikan pengalaman pelanggan/customer experience secara konsisten pada berbagai channel yang ada. 

Strategi omnichannel bisa memberikan konsumen kesempatan untuk melakukan pembelian online, di toko offline, maupun kombinasi keduanya seperti membeli online dan melakukan pengambilan di toko offline. 

Saat ini, penggunaan omnichannel dinilai paling efektif sehingga banyak yang menggunakan strategi ini. Berbagai bidang yang mulai menggunakan omnichannel termasuk healthcare, retail, keuangan/finance, teknologi, dan lainnya.

Dalam marketing, omnichannel menggunakan pendekatan consumer-centric view di mana konsumen bisa berinteraksi dengan brand dari berbagai saluran/channels, mulai dari media sosial hingga hotline layanan pelanggan. 

Beberapa elemen kunci dalam penerapan omnichannel adalah sebagai berikut:

  • konsisten, visi, dan gaya brand yang dikenal luas;
  • pesan personalisasi yang dibuat berdasarkan ketertarikan yang spesifik;
  • konten yang dibuat oleh interaksi konsumen dan buyer's journey.

Cara Kerja Omnichannel

Dalam menggunakan strategi omnichannel, tentunya tidak semuanya cocok dan harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Omnichannel adalah strategi dan bukan solusi yang bersifat one-size-fits-all. Penerapan serta cara kerjanya bisa dilakukan dengan berbagai cara. 

Omnichannel bekerja dengan baik jika bisnis Anda memiliki ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

  • Bisnis Anda harus memiliki pemahaman yang kuat terkait kebutuhan dan kebiasaan konsumen atau customer needs and behaviors. Selain itu, akan lebih baik jika bisnis Anda memiliki teknologi yang baik untuk mendukung beberapa saluran sekaligus sehingga data yang didapatkan bisa ditinjau dan digunakan. 
  • Sumber daya yang memadai untuk melakukan manajemen aspek-aspek omnichannel juga perlu disiapkan oleh bisnis. Ini artinya, Anda juga memerlukan tim solid yang bisa melakukan koordinasi dan mengoperasikan setiap channel yang dimiliki. 
  • Terakhir, bisnis Anda juga harus bisa mengembangkan strategi omnichannel yang digunakan secara rutin. Karena konsumen akan terus berubah, termasuk juga perubahan kebutuhan dan kebiasaan, maka bisnis Anda juga harus bisa menyeimbangi perubahan tersebut. Artinya, Anda tetap harus mengembangkan ide baru dan membuat penyesuaian yang diperlukan agar penerapan omnichannel berhasil. 

Keuntungan Penggunaan Omnichannel

Mengadopsi strategi omnichannel untuk marketing, supply management, penjualan dan pelayanan dapat memberikan manfaat dan keuntungan untuk bisnis Anda. 

Dikutip Hubspot, berikut adalah beberapa keuntungan menggunakan omnichannel:

1. Menjangkau Konsumen Lebih Luas

Dengan menerapkan omnichannel pada retail, marketing, dan strategi pelayanan, Anda bisa menjangkau lebih banyak konsumen dari berbagai lokasi. 

Jika Anda menggunakan lebih banyak channel, tentu kesempatan untuk mendapatkan exposure juga semakin bertambah sehingga meningkatkan brand awareness. 

2. Customer Experience yang Lancar

Omnichannel memberikan kesempatan bagi konsumen untuk bisa berinteraksi dengan bisnis Anda dari berbagai jenis channel namun tetap dengan pengalaman yang konsisten. 

Selain itu, omnichannel adalah pilihan tepat untuk meningkatkan customer experience karena konsumen bisa memilih lewat channel apa mereka akan berinteraksi dan melakukan transaksi. 

3. Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Konsumen 

Saat Anda menerapkan omnichannel, maka konsumen akan lebih mudah menjangkau brand Anda. Kemudahan yang ditawarkan oleh omnichannel akan membuat konsumen Anda lebih puas dan loyal jika pelayanan yang diberikan konsisten.

4. Menangani Masalah dengan Lebih Cepat

Konsumen lebih menyukai pelayanan yang cepat dan solusi yang tepat untuk setiap complain dan permasalahan yang mereka sampaikan. 

Dengan menerapkan omnichannel untuk customer service, solusi penanganan masalah akan lebih cepat, sesuai dengan apa yang konsumen inginkan. 

Karena adanya person in charge untuk setiap channel yang digunakan, konsumen akan langsung terhubung dengan apa yang mereka butuhkan melalui saluran manapun.

5. Meningkatkan Profit

Salah satu keuntungan yang akan dirasakan oleh suatu bisnis dalam menerapkan omnichannel adalah profit yang bertambah. Hal ini bisa terjadi karena pengalaman buyer's journey hingga pembelian lebih mudah dengan adanya pilihan berbagai channel/platform yang bisa digunakan untuk pembelian. 

Contoh Penggunaan Omnichannel

Beberapa contoh penerapan omnichannel dalam marketing adalah sebagai berikut:

1. Google

Google adalah salah satu contoh perusahaan yang menerapkan omnichannel yang mungkin secara tidak sadar telah Anda rasakan manfaatnya. Mereka menerapkan omnichannel experience untuk pelanggannya.

Contoh popular yang pasti pernah Anda gunakan adalah Google Chrome. Saat Anda melakukan pencarian, Riwayat dan aktivitas pencarian Anda akan otomatis terhubung pada berbagai perangkat yang terhubung Google. 

Sinkronisasi antar perangkat ini tentu akan memudahkan pengalaman konsumen yang menggunakan Google Chrome sebagai mesin pencarian. 

2. Amazon

Amazon merupakan king of the omnichannel experience dalam bidang retail. Bukan hanya memiliki website dan aplikasi yang terhubung, Amazon juga memberikan dukungan kepada konsumen dengan memberikan pilihan metode apa yang akan mereka gunakan dalam pembelian.

Amazon juga memiliki serangkaian etalase yang disebut dengan Amazon Go, di mana pengguna dapat menginformasikan aplikasi bahwa mereka sedang berada di store/toko offline dan cukup mengambil barang yang mereka cari tanpa harus membayar in store. 

Itu adalah penjelasan selengkapnya tentang omnichannel yang perlu Anda tahu sebelum menerapkannya. 

Penerapan teknologi seperti omnichannel akan sangat membantu perkembangan ekosistem bisnis dan memperkuat rantai pasok atau supply chain management. 

Bagaimana penggunaan omnichannel yang efektif untuk supply chain management? Cari tahu dengan ikuti program Supply Chain Management dari prasmul-eli sekarang! 

Pahami penggunaan teknologi untuk rantai pasok dan materi menarik lainnya. Segera daftar sekarang!

ARTIKEL TERKAIT
Banner-Article-Juni-No.6.jpg
Apa Itu Inventaris: Jenis, Contoh, Tujuan, Tantangan, dan Cara Mengelola
12 June 2024

Inventaris adalah salah satu bentuk aset yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki produk untuk diproduksi dan dijual. Pengelolaan inventaris pun tak sembarangan, karena akan memengaruhi jumlah penjualan.

Inventaris juga punya beragam bentuk dan jenis, tergantung industri yang dijalani oleh perusahaan. Maka dari itu, kenali apa itu inventaris hingga cara mengelola di artikel ini!

Apa Itu Inventaris?

Inventaris adalah materi atau bahan baku pembuatan sebuah produk. Kadang, menurut Investopedia, inventaris pun bisa menjadi produk utama yang dijual. Inventaris harus tercatat dengan rapi dan detail dalam pembukuan perusahaan.

Proses pengelolaan inventaris yang benar akan membantu perusahaan menghemat biaya operasional serta produksi. Berikut, kami jelaskan tujuan, manfaat, tantangan, dan cara mengelola inventaris perusahaan.

Tujuan Mengelola Inventaris

Tidak hanya untuk memastikan perusahaan punya materi untuk produksi, berikut adalah beberapa tujuan mengelola inventaris, dirangkum dari Easyecom:

  1. Memastikan jumlah barang cukup untuk produksi dan dijual.
  2. Menghindari salah hitung.
  3. Memaksimalkan durasi produksi.
  4. Mengoptimalkan budget dan rencana bisnis.
  5. Memastikan akurasi barang yang dibeli konsumen.

Manfaat Mengelola Inventaris

Setelah tahu tujuannya, Anda juga harus memahami manfaat dari pengelolaan inventaris dengan benar:

  1. Lebih hemat

Selama proses mengelola inventaris, Anda pasti belajar juga soal harga-harga dan stok barang yang tersedia. Dengan mengetahui hal tersebut, Anda dapat menghitung stok yang tersedia pada beberapa titik lokasi. Dengan begitu, perusahaan hanya perlu memesan barang sekali dan menyebar stoknya ke beberapa lokasi. Hal tersebut akan membantu perusahaan menghemat biaya pengiriman dan operasional.

  1. Meningkatkan kualitas cash flow

Dengan memotong biaya operasional, cash flow perusahaan tentunya akan semakin baik. Terlebih saat penjualan terus berulang dan menambah pendapatan serta keuntungan.

  1. Konsumen jadi puas dan setia

Dengan memiliki stok di beberapa titik lokasi atau gudang, Anda dapat mempercepat proses pengiriman produk pada konsumen. Tentunya sambil menjaga kualitas produk atau barang yang dipesan. Pelanggan pun akan semakin setia.

  1. Automasi tugas-tugas di gudang

Pengelolaan inventaris dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi. Hal tersebut akan membuat banyak proses pengelolaan jadi terautomasi. Dengan begitu, pekerja dapat fokus mengerjakan hal lain dan produksi berjalan lebih efektif.

  1. Meningkatkan kinerja pekerja

Dengan proses automasi, pekerja punya cakupan kerja yang lebih terfokus. Mereka akan punya lebih banyak waktu untuk menyelesaikan kewajiban utama. Selain itu, produktivitas dan efektivitas produksi akan meningkat.

Tantangan Mengelola Inventaris

Mengutip NetSuite, berikut adalah beberapa tantangan dalam mengelola inventaris:

  1. Memastikan angka inventaris akurat.
  2. Tanpa bantuan automasi, proses manual akan memakan waktu lama.
  3. Kebutuhan konsumen yang berubah membuat inventaris harus diperbarui.
  4. Memaksimalkan gudang agar inventaris tertata rapi serta produk tetap berjalan.

Jenis dan Contoh Inventaris

  1. Bahan mentah/baku

Sesuai namanya, barang-barang dalam jenis inventaris ini adalah bahan utama untuk membuat sebuah produk. Contohnya:

  • tepung dan telur untuk membuat roti
  • biji kopi dan filter kopi untuk membuat kopi
  • beras, telur, minyak, bawang-bawangan, daging untuk warung atau restoran
  1. Barang yang masih dalam produksi

Biasanya ada inventaris khusus untuk memastikan barang belum selesai diproduksi. Nantinya, proses produksi barang akan dilanjutkan untuk jadi produk baru. Contohnya:

  • Adonan kue yang disimpan semalaman agar mengembang.
  • Casing, mesin, dan komponen lain untuk membuat HP.
  1. Barang jadi/produk siap jual

Jenis inventaris ini terdiri dari barang-barang jadi dan siap jual. Jadi tak perlu proses produksi atau telah melewatinya. Contoh:

  • inventaris tisu
  • inventaris susu
  • inventaris HP baru
  • inventaris motor baru
  1. Komponen

Jenis inventaris ini juga jadi barang yang dijual oleh perusahaan. Contohnya:

  • Mesin, body, jok, roda, velg, knalpot, rantai, dan lampu untuk produksi motor.
  1. Alat operasional dan perawatan/perbaikan

Untuk inventaris ini biasanya disimpan pada gudang yang sama dengan tempat produksi. Semua alat yang harus dipakai atau digunakan oleh pekerja untuk menjalankan produksi, contohnya:

  • ragam mesin produksi
  • sarung tangan
  • masker 
  • helm proyek
  • alat kebersihan
  1. Material packaging

Sesuai dengan namanya, ada inventaris khusus untuk bahan-bahan membungkus produk. Contohnya:

  • bubble wrap
  • plastik pembungkus
  • kertas pembungkus
  • kotak pembungkus
  1. Inventaris untuk barang isi ulang

Inventaris ini biasanya dibutuhkan di restoran atau rumah sakit, sebab harus siap sedia untuk diisi ulang ketika habis. Contohnya:

  • tisu
  • sabun cuci piring
  • tusuk gigi
  • hand sanitizer
  • masker dan sarung tangan sekali pakai
  1. Inventaris ekstra

Jenis inventaris ini disimpan untuk barang-barang yang sulit didapatkan di pasaran atau harganya fluktuatif. Jadi perusahaan akan membeli 2-3 produk sekaligus. Contohnya:

  • komponen mesin motor
  • bahan-bahan kimia
  • mesin khusus
  1. Inventaris transit

Barang-barang yang masuk dalam inventaris ini tidak akan bertahan lama dalam gudang. Sebab, barang-barang ini hanya menginap atau dititipkan sementara untuk dipindahkan lagi. Contoh:

  • Bengkel akan memesan komponen mesin langsung dari pabriknya, maka komponen tersebut akan dititipkan pada cabang atau toko milik pabrik agar dapat diambil nantinya.

  1. Inventaris cadangan

Bedanya dengan inventaris ekstra, untuk jenis inventaris ini barang yang disimpan sering dicari atau cepat habis. Jadi perusahaan akan membelinya dalam jumlah lebih banyak untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan konsumen ketika terjadi kelangkaan. Contohnya:

  • pasir kucing
  • ban luar motor
  • velg baru
  • kaca motor
  • jok motor
  • bahan baku kemasan
  1. Inventaris sisa/tidak terjual

Sesuai namanya, inventaris ini menyimpan barang-barang sisa dan tidak terjual. Biasanya juga barang yang sudah tidak musim. Contohnya:

  • pakaian musiman atau kolaborasi khusus
  • makanan atau minuman musiman
  • produk mandi dan kecantikan yang tidak habis terjual

Cara Mengelola Inventaris

  1. Memantau ketersediaan barang

Pertama tentunya Anda harus memantau jumlah barang dan stok dalam inventaris. Pastikan jumlahnya cukup untuk produksi. Buat takaran per minggu atau per bulan.

  1. Menggunakan inventaris online atau cloud-based

Saat ini inventaris dapat dikelola dan dipantau dengan sentuhan jari. Anda dapat bekerja sama dengan penyedia jasa inventaris online dan diakses melalui komputer atau HP.

  1. Perhitungan untuk inventaris isi ulang

Jika Anda bekerja dalam industri pelayanan, tentu perhitungan inventaris isi ulang akan sangat membantu. Buat perhitungan mingguan atau bahkan harian agar stok terjaga.

  1. Buat sistem batch

Untuk mendukung proses isi ulang atau restock, buat batch di mana Anda akan melakukan pembelian dalam jangka waktu tertentu. Anda juga dapat membagi barang apa saja yang dibeli di masing-masing batch.

  1. Pakai sistem barcode

Sistem barcode akan mempermudah Anda dalam menghitung stok dan ketersediaan barang.

Kemampuan mengelola inventaris dapat dikembangkan dengan belajar langsung dari para ahlinya. 
Anda dapat mengikuti short training program kami untuk belajar soal pengelolaan inventaris dengan klik di sini sekarang!

Banner-Article-May-20.jpg
Menggali Lebih Dalam Seputar Konsinyasi dalam Bisnis Retail
05 June 2024

Pertanyaan tentang apa itu konsinyasi jadi semakin sering terdengar seiring dengan bisnisnya yang semakin populer. Konsinyasi telah menjadi salah satu model bisnis yang dianggap efektif di berbagai sektor industri.  

Pada dasarnya, konsinyasi adalah salah satu konsep berjualan di mana salah satu pihak menitipkan barang yang ia jual kepada pihak lainnya.

Dalam rangka memperluas pangsa pasar, konsep konsinyasi memang dilakukan oleh beberapa pemilik bisnis. Konsep ini memerlukan riset mendalam untuk mengetahui potensi kebutuhan orang-orang akan produk tersebut.

Seperti apa itu konsep konsinyasi? Bagi Anda yang ingin tahu lebih dalam, baca artikel ini sampai habis!

Definisi Konsinyasi

Konsinyasi adalah kerja sama antara dua belah pihak baik pemilik barang dan juga pihak yang ingin membantu menjualnya. Konsep konsinyasi ini apabila penyalur (consignor) menitipkan barang kepada yang dititipkan (consignee) dan mempromosikannya melalui channel apapun. 

Tujuan dari konsep konsinyasi ini sebenarnya untuk memperluas pasar dari produk atau barang yang dijual, namun keuntungan masih bisa didapatkan dalam jumlah besar. 

Biasanya konsep konsinyasi akan digunakan untuk para pelaku bisnis yang memiliki produksi skala besar dan ingin memperluas pasar ke berbagai kalangan. Sementara itu, untuk consignee juga beragam mulai dari bentuk toko atau perorangan. 

Lalu, bagaimana cara pihak consignee meraih keuntungan dari bisnis ini? Ada dua cara yaitu; sistem bagi hasil atau menaikkan harga jual dari barang yang telah dititipkan tersebut. 

Cara Kerja Konsinyasi

Setelah memahami konsep dari apa itu konsinyasi, lalu bagaimanakah cara kerjanya? Biasanya sebelum mengambil barang untuk coba dijual secara keseluruhan, pihak consignee akan melakukan riset.

Riset yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui lokasi penjualan dan promosi yang tepat. Dalam konsep konsinyasi ini, mengetahui pasar dan orang-orang yang berpotensi membutuhkan produk atau barang yang ingin Anda jual sangatlah penting. 

Setelah pihak consignor yakin, ia akan menghubungi consignee untuk pengantaran barang dan membuat perjanjian bisnis. Pastikan Anda tetap melakukan perjanjian bisnis secara tertulis agar tidak ada yang terlewat dalam kesepakatan.

Kelebihan Bagi Consignee

Lalu seperti apa kelebihan yang diberikan untuk Anda yang ingin memulai bisnis dengan konsep konsinyasi ini? Ada beberapa kelebihan yang akan menguntungkan Anda sebagai pebisnis pemula yaitu:

  1. Modal Tenaga

Consignee hanya bermodal tenaga untuk mempromosikan serta menjual barang atau produk. Dalam sistem konsinyasi, consignee bertindak sebagai penjual lapangan di mana yang dibutuhkan memang strategi penjualan itu sendiri. Sebagai consignee modal yang dibutuhkan juga tidak besar karena tidak butuh banyak biaya produksi.

  1. Minim Kerugian

Dengan melakukan bisnis dengan konsep konsinyasi, Anda tidak perlu memikirkan kerugian fantastis. Sebagai consignee Anda hanya perlu membayar consignor apabila Anda telah menjual barang. Cukup menarik bukan? 

  1. Kerjasama dengan Berbagai Pihak

Sebagai consignee, Anda bebas menentukan siapa yang akan menjadi consignor. Dalam hal ini Anda diuntungkan dalam sisi koneksi.

Semakin banyak Anda berkenalan dengan calon consignor, semakin luas juga koneksi Anda dalam berbisnis. Hal ini akan meningkatkan efektivitas dalam penjualan tanpa mengeluarkan modal yang fantastis.

Kekurangan Bagi Consignee

Walaupun memiliki keuntungan tersendiri, konsep konsinyasi juga ternyata memiliki kekurangan. Bagi Anda yang ingin mencoba menjadi seorang consignee, pahami dulu kekurangannya di bawah ini:

  1. Tidak Ada Penjualan, Tidak Ada Keuntungan

Dalam konsep konsinyasi, yang perlu diketahui adalah Anda tidak akan mendapatkan penghasilan apabila produk atau barang tidak terjual. 

Karena Anda hanya mengambil atau dititipkan barang, keuntungan akan diambil dari bagi hasil atau Anda menaikkan harga produk atau barang. Oleh karena itu, dalam konsep bisnis konsinyasi Anda perlu rajin promosi dan memahami pasar.

  1. Keuntungan Tidak Sebanyak Consignor

Hal ini sudah pasti terjadi, khususnya dalam sistem bagi hasil. Pihak consignor pasti akan mengambil persentase keuntungan lebih tinggi dengan alasan mereka mengeluarkan biaya produksi pembuatan produk.

Nah sebagai consignee, Anda yang tinggal menjual produknya saja, sangat adil persentase yang diberikan lebih rendah dari yang didapatkan oleh consignor.

  1. Risiko Kehilangan Consignor

Sebagai consignee, Anda perlu tahu bahwa bisa saja Anda kehilangan consignor walaupun telah menjual produk. Pihak consignor memiliki hak untuk menentukan consignee mana yang menurutnya paling cocok untuk menjual produk atau barang yang mereka buat.

Bila dirasa tidak cocok dengan consignee, produk atau barang akan ditarik dan mereka akan mencari consignee yang lebih cocok dengan tujuan mereka. 

Perlu diketahui pula bahwa dalam performa bisnis sangatlah dinamis dan tentu ada keuntungan juga kerugian di dalamnya. Bagi Anda yang ingin mulai berbisnis tanpa modal yang fantastis, konsep konsinyasi bisa coba Anda lakukan.

Akan tetapi, Anda juga perlu memikirkan promosi yang menarik dan bagaimana cara menjual barang atau produk dari consignor yang Anda inginkan. Jadi apakah Anda berminat mencoba bisnis dengan konsep konsinyasi? 

Sebelum memulai, Anda memerlukan lebih banyak pengetahuan terkait konsep konsinyasi, khususnya tentang sistem supply chain untuk skala besar. Ikuti program pelatihan Supply Chain Management dari prasmul-eli bisa menjadi solusinya!

Program ini dilakukan dengan sistem hybrid selama dua hari dengan fokus membekali setiap orang untuk memahami supply chain management. Tidak hanya itu, Anda juga diajak untuk memahami bisnis di pasar yang saat ini berlangsung.

Program akan dibawakan oleh para ahli dalam bidang supply chain. 

Segera daftarkan dirimu di prasmul-eli untuk dapatkan ilmu menarik seputar supply chain management. Apabila tertarik untuk daftar atau konsultasi terlebih dahulu, klik link ini ya!

cover-artikel-putih.jpg
Project Manager: Tugas dan Skill yang Dibutuhkan
30 May 2024

Project manager adalah sosok yang memiliki peran krusial dalam kesuksesan sebuah proyek. 

Profesi ini memiliki peran penting dalam menentukan kesuksesan sebuah proyek, mengarahkan tim, dan memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai rencana. 

Proyek yang sukses bukan hanya tentang memenuhi tenggat waktu, tetapi juga tentang memberikan hasil yang berkualitas tinggi dan memuaskan kebutuhan stakeholders.

Dengan tanggung jawab yang begitu besar, apa sebenarnya definisi project manager? Tugas apa yang mereka lakukan? Lalu, keterampilan apa yang harus mereka miliki? 

Apa Itu Project Manager?

Melansir Project Management Institute, project manager adalah orang-orang yang terorganisir, 

berorientasi pada tujuan, menggunakan inovasi, kreativitas, serta kolaborasi untuk memimpin proyek-proyek yang membuat perubahan besar. 

Dalam menjalankan tugasnya, seorang mereka perlu memastikan tim untuk memiliki alat dan sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. 

Biasanya, project manager akan menggunakan berbagai project management skills seperti:

  • Bisa memimpin tim dengan baik dan fleksibel saat proyek mengalami perubahan.
  • Dapat mengatur proyek dengan baik dan mengelola waktu agar tujuan tercapai tepat waktu.
  • Mampu menemukan solusi yang inovatif ketika menghadapi masalah dalam proyek.
  • Dapat berkomunikasi dengan jelas dan efektif dengan anggota tim, klien, dan manajemen.
  • Mampu memotivasi tim, mengelola dinamika kelompok, dan menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan mendukung.

Tugas Project Manager

Project manager adalah orang yang bertanggung jawab untuk memastikan proyek berjalan dengan lancar. Mereka mengoordinasikan tim, mengatur sumber daya, dan menjaga proyek tetap pada jalurnya. 

Untuk melakukan ini, mereka memerlukan keterampilan khusus yang mencakup kepemimpinan, organisasi, komunikasi, dan pemecahan masalah. 

Melansir ProofHub, ada beberapa tugas utama yang harus diemban oleh seorang project manager, seperti:

1. Menetapkan tujuan dan peran 

Sebagai project manager, Anda bertanggung jawab untuk menentukan apa yang ingin dicapai oleh proyek ini. 

Selain itu, Anda perlu memastikan bahwa setiap anggota tim mengetahui peran mereka masing-masing. 

Misalnya, siapa yang bertanggung jawab atas desain, siapa yang menangani pengembangan, dan siapa yang akan berkomunikasi dengan klien.

2. Menjaga kekompakan tim

Anda harus menjaga agar tim tetap kompak dan bekerja sama dengan baik. 

Hal ini bisa dilakukan dengan mengadakan pertemuan rutin, saling berkomunikasi, dan memastikan semua orang tahu apa yang harus dilakukan.

3. Mendelegasikan tugas

Sebagai project manager, Anda tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Anda harus bisa mendelegasikan tugas-tugas kepada anggota tim yang sesuai dengan keahlian mereka.

4. Memberikan feedback kepada karyawan

Memberikan feedback adalah bagian penting dari pekerjaan seorang project manager. Feedback bisa membantu anggota tim mengetahui apa yang mereka lakukan dengan baik dan area mana yang perlu diperbaiki. 

5. Merencanakan dari awal hingga akhir

Sebagai project manager, Anda merencanakan proyek secara efisien untuk mencapai hasil terbaik dengan sumber daya yang tersedia.

Contohnya dengan membagi proyek menjadi tugas-tugas kecil hingga menetapkan jadwal yang jelas.

6. Mengarahkan tim

Profesi ini juga bertanggung jawab untuk menjaga agar tim tetap fokus dan termotivasi. Bagikan tugas dengan jelas sehingga semua orang tahu apa yang harus dilakukan. 

7. Mengelola waktu dengan baik

Time management adalah salah satu keterampilan utama yang Anda butuhkan sebagai project manager. Anda harus dapat mengelola tenggat waktu dan memprioritaskan tugas agar proyek selesai tepat waktu. 

Jika menemukan hambatan, Anda harus segera mencari solusinya agar proyek tidak tertunda.

8. Memantau proses dan mengatasi hambatan

Anda harus selalu memantau perkembangan proyek dan mengidentifikasi hambatan. Jika ada hambatan, segera cari solusi agar proyek tidak terlambat.

9. Melakukan pertemuan reguler

Sebagai project manager, Anda perlu mengadakan pertemuan tim secara berkala untuk memastikan semua orang tetap selaras dengan tujuan proyek. Sebaiknya pertemuannya tidak perlu terlalu panjang, tapi tetap efektif.

10. Membangun visi bersama

Setiap proyek harus memiliki visi yang jelas. Sebagai project manager, Anda perlu memastikan bahwa tim memiliki pemahaman yang sama.

11. Mengelola dokumentasi dan laporan

Dokumentasi dan laporan adalah bagian penting dari manajemen proyek. Anda harus memastikan bahwa semua dokumen terkait proyek dijaga dengan baik. 

Dokumen ini penting untuk menganalisis kinerja proyek dan membuat laporan kepada klien atau pemangku kepentingan.

12. Menyusun plan b

Sebagai project manager, Anda juga harus selalu siap dengan rencana alternatif jika terjadi masalah yang tidak terduga. 

13. Berkoordinasi dengan Klien

Komunikasi dengan klien adalah bagian penting dari pekerjaan Anda. Jadi, Anda harus bisa menjelaskan perkembangan proyek, menerima feedback dari klien, dan mengatasi masalah apa pun yang muncul. 

Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Project Manager

Jika Anda ingin menjadi seorang project manager, Anda perlu memahami betapa pentingnya peran ini dalam memastikan kesuksesan sebuah proyek. 

Selain itu, Anda juga akan bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dan mengawasi setiap aspek proyek, mulai dari awal hingga akhir. 

Untuk menjalankan tugas ini dengan baik, Anda harus memiliki perpaduan antara keterampilan soft skills dan hard skills. Nah, berikut beberapa skill yang dibutuhkan oleh project manager dikutip dari Atlassian:

1. Communication (komunikasi)

Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu keterampilan paling penting bagi seorang project manager.

Anda harus bisa berkomunikasi secara verbal dan tertulis untuk menyampaikan tujuan proyek, memberikan updates, dan memberi feedback kepada semua pemangku kepentingan. 

2. Adaptability (adaptabilitas)

Sebuah proyek tentunya tidak selalu berjalan sesuai rencana. Sebagai project manager, Anda harus siap menghadapi perubahan dan tantangan yang tidak terduga. 

Adaptabilitas adalah kemampuan untuk merespons perubahan dengan cepat dan menyesuaikan strategi atau rencana jika diperlukan.

Dengan memiliki kemampuan ini, Anda dapat menjaga proyek tetap pada jalurnya meskipun menghadapi gangguan atau hambatan.

3. Problem solving (pemecahan masalah)

Profesi ini juga menuntut untuk menguasai keterampilan problem solving yang baik. Anda harus mampu berpikir secara kritis untuk memahami masalah yang muncul, menemukan solusi yang tepat, dan menerapkannya secara efektif. 

4. Leadership (kepemimpinan)

Sebagai pemimpin tim, Anda tentunya juga harus memiliki keterampilan kepemimpinan yang baik. 

Anda harus dapat menginspirasi dan memotivasi anggota tim, memberikan bimbingan, serta menciptakan lingkungan yang kolaboratif. 

5. Organizational skills (keterampilan berorganisasi)

Skill yang harus dikuasai oleh profesi ini yang selanjutnya adalah keterampilan organisasi yang baik. Artinya, Anda harus bisa mengatur jadwal, menetapkan sumber daya, dan memantau progres proyek secara teratur.

Project manager adalah sosok yang memimpin tim untuk memastikan proyek berjalan lancar dan selesai tepat waktu. 

Mereka bertanggung jawab untuk mengoordinasikan tim, menetapkan tujuan yang jelas, dan memastikan proyek selesai tepat waktu dengan kualitas yang diharapkan. 

Selain itu, project manager juga harus memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, berkomunikasi secara efektif, dan beradaptasi dengan perubahan. 

Project manager menjadi penghubung antara berbagai pihak terkait proyek, termasuk tim internal, klien, dan pemangku kepentingan lainnya. 

Ingin mempelajari lebih dalam tentang profesi ini? Ikuti kelas The Real Project Management sekarang!